Konsep Dakwah menurut M. Natsir

Oleh : Armansyah

M. Natsir dalam bukunya berjudul Fiqhud Da’wah: Jejak Risalah Dasar-dasar Da’wah (1969) menuliskan tentang konsep dakwah. Diantaranya diambil dari al-Ahzab ayat 70 tentang Qaulan Sadiidan, kata-kata yang tepat sasaran, kata-kata yang baik, kata-kata yang benar dan kata-kata yang saling melengkapi (lihat tafsir al-Qasyani dan az-Zamarkasyari). Lebih jauh Natsir menambahkan bahwa makna Qaulan Sadiidan juga bisa diartikan sebagai ungkapan yang tidak berbelit-belit. Fortiter in re, suaviter in modo: Tegas dalam urusannya, halus dalam caranya.

Konsep dakwah yang kedua menurut Natsir adalah Qaulan layyinan. Ini dinukilnya dari Thoha ayat 44. Qaulan layyinan adalah kata-kata yang manis tapi memiliki indzar atau peringatan. Tidak meledak-ledak dan berkesan provokator tapi menimbulkan kekuatiran serta kecemasan pada diri orang yang menjadi sasaran dakwahnya.

Konsep selanjutnya adalah Qaulan Balighun atau kata-kata yang menusuk sampai kedalam hati mereka dan meninggalkan bekas atau terngiang-ngiang terus di diri pendengarnya. Konsep ini berasal dari an-Nisaa ayat 63.

Palembang, 05 Januari 2014

Advertisements
%d bloggers like this: