Kaidah Qishash didalam syari’at Islam

Walaupun memaafkan orang yang telah zhalim pada kita merupakan sebuah keutamaan namun membalas perbuatan orang yang zhalim pada diri kita, didalam syariat Islam adalah diperbolehkan dengan catatan seimbang dengan apa yang ia lakukan pada kita. Jangan cepat menghakimi orang yang melakukan pembalasan sebagai orang yang tak pandai bersabar dan juga orang yang juga jahat. Selama syariat membolehkan, maka hukumnya tidak bisa disalahkan. (Surah an-Nahl ayat 126).

Pembalasan yang seimbang terhadap kezaliman, merupakan sebuah bentuk hukum tersendiri yang menjadi keseimbangan sistem didalam masyarakat agar kezaliman tidak terwujud secara semena-mena. Orang akan menjadi lebih mawas diri dalam berbuat, tidak menyakiti hati dan juga mengganggu kepentingan orang lain.

Hal yang sama juga berlaku untuk penghormatan, bila kita diberi penghormatan oleh orang lain maka balaslah dengan yang setara atau juga lebih baik dari itu. (Surah an-Nisaa ayat 86)

Konsepnya jelas: In ahsantum ahsantum li-anfusikum. Wa-in asa’tum falaha. Jika engkau berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri. (Surah al-Israa ayat 7)

Status Fb saya, 05 Januari 2014

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: