Parameter kebenaran didalam Islam

Parameter utama yang jadi tolak ukur kebenaran didalam Islam itu adalah al-Quran, bukan manusia. Jadi bila engkau mendapati ada manusia menyelisihi al-Qur’an, abaikan dia, siapapun adanya. Islam tidak berdiri diatas benang yang basah. Kognitif manusia tidak menjamin kecerdasan afektif dan spiritualnya.

Setiap diri akan dihisab menurut amal perbuatannya masing-masing, tidak ada beda antara orang kaya dan orang miskin, kepala dinas dan karyawan biasa, kepala sekolah dengan guru, gubernur dengan masyarakat, presiden dengan rakyat, ulama dengan umat. 

Setiap ucapan yang keluar dari lisan kita, pasti juga akan dihisab. Mengapa ia diucapkan dan pembenaran apa yang akan ia berikan atas ucapannya. Tangan akan dihisab, apa-apa saja yang sudah ia perbuat dengan keduanya. Kaki akan dihisab, kemana saja langkahnya diarahkan. Demikian seterusnya. Saat itu, tidak ada bapak yang dapat menolong anaknya, tidak ada guru yang bisa menolong muridnya, itulah hari dimana semua keadilan ditegakkan pada seluruh hamba. Beruntunglah mereka yang selalu menjaga lisannya, perbuatan tangannya dan langkah kakinya dari hal yang kufur dan menyelisihi ajaran Allah dan Rasul-Nya demi mencari kesenangan disisi manusia.

Kompilasi dua status FB saya, tanggal 25 Desember 2013

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: