Pemilu 2014, saya tak ikut pileg

Masih saja banyak yang bertanya pada saya tentang pencalonan diri di legislatif untuk Pemilu 2014 nanti. Padahal data di KPU khan bisa diakses terbuka. Saya sementara menarik diri dulu dari perpolitikan praktis pada pemilu 2014. Benar bahwa saya pada 2009 lalu ikut mencalonkan diri dari PKS, menempati nomor urut 5 untuk Dapil 1 legislatif kota. Untuk tahun-tahun ini saya akan fokus dulu di pendidikan dan dakwah. Kita lihat saja nanti pemilu berikutnya jika Allah masih memberi nafas pada raga ini. Terimakasih atas semua apresiasi yang diberikan pada saya. Mudah-mudahan konfirmasi kali ini adalah yang terakhir dari saya atas kawan-kawan semua yang masih bertanya-tanya hal sejenis.

Allah punya rencana-Nya sendiri. Kadang apa yang menurut kita baik, belum tentu akhirnya juga baik. Boleh jadi bila 2009 kemarin saya berhasil masuk ke legislatif, hari ini saya justru sedang ada di penjaranya KPK. Wallahua’lam. Saya tidak terlalu berambisi untuk duduk dikursi dewan. 

Semuanya semata-mata perjuangan untuk Islam, bila kemudian saya tidak terpilih, ya masih ada jalan lain untuk berbuat kebaikan.

Sesungguhnya didalam hidup ini hanya ada pilihan: Kita yang memberi warna atau kita yang diberi warna.

Bila kitanya yang terus-terusan diberi warna, artinya eksistensi kita bagi orang lain adalah nothing. Cuma jadi obyek pelengkap saja. Diluar itu, ada dan tidak adanya kita justru sama sekali tidak dianggap sama sekali. 

Padahal, wajarnya kita ikut memberi warna didalam hidup. Kita menjadi bagian dari perubahan yang positip, sekecil apapun perubahan itu. Bukankah menurut Rasul, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk orang lain?

Jadi, buat saya, politik hanya satu diantara banyak jalan untuk berkontribusi pada perbaikan dalam tatanan masyarakat dan umat. Politik tidak dijadikan tujuan utama, tetapi opsional saja. Easy come and easy go.

Makanya pada status-status terdahulu sekali saya sering mengingatkan kawan-kawan yang berkecimpung dalam legislatif ataupun ikut pencalonan pada 2014 ini untuk introspeksi diri. Jujurlah pada hati kecil masing-masing terhadap niat apa yang sudah dipasang ketika mencalonkan diri dikursi dewan. Tak usah dijawab dengan lisan, namun biarkan dirinya menjawabnya sendiri. Toh, Allah maha tahu apa yang ada didalam pikiran kita meskipun ia tak terucapkan.

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: