Doktrinisasi agama hanyalah untuk anak kecil

Doktrinisasi agama hanya bisa dilakukan untuk memaksa anak kecil melakukan kewajiban agamanya, misalnya menyuruh mereka sholat, jika tidak sholat nanti masuk api neraka, menyuruh mereka puasa agar Allah sayang sama mereka dan sebagainya. Tetapi doktrinisasi ini sebaiknya mulai ditinggalkan saat sang anak mulai meranjak dan menjadi dewasa. Ajaklah mereka berpikir, sentuhlah kognitifnya, sisi rasionalitasnya yang berkaitan dengan agama.

Misalnya, kenapa Tuhan itu harus satu, kenapa Tuhan tidak mungkin punya anak, kenapa mesti berjilbab dan sebagainya dan seterusnya. Buka juga wawasan mereka dibidang sejarah, Fiqih, bahasa dan teknologi. Ini yang saya lakukan selama ini dan Alhamdulillah, cara ini lebih banyak berhasil dalam penyadaran. Sebab memang beragama itu bukan dipaksa-paksa atau di iming-imingi sesuatu namun beragama secara kesadaran dan akal sehat.

Status FB, 10 Desember 2013

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: