Berjilbab itu kewajiban bukan paksaan!

Berjilbab itu bukan paksaan untuk kaum muslimah, melainkan kewajiban. Sama seperti sholat, juga bukan paksaan tapi ia kewajiban. Jadi, bila sudah bersyahadat, yuk kita tunaikan semua kewajiban kita. Bismillah.,

Dari status lawas FB saya, 11 Juli 2013,

Advertisements

Hukum atribut natal untuk pekerja Muslim!

krismes

Untuk semua sahabat Muslim saya yang bekerja diberbagai jenis aktivitasnya yang atas paksaan kantor, perusahaan atau orang yang mempekerjakannya harus mengenakan atribut natal: La Tahzan, Allah maha pengampun.

Kalian dalam keadaan terpaksa oleh keadaan, kalian sedang dizalimi. Jika memang tak ada daya untuk menolaknya (mungkin karena sedang butuh pekerjaan itu untuk nafkah dirinya dan keluarganya sementara posisinya hanya sebagai karyawan biasa), ingkarilah itu dengan hatimu.

Perbanyak istighfar saja dan tetap tunaikan kewajiban sholatmu selaku seorang Muslim/Muslimah. Percayalah, Allah tahu semua kegundahan hatimu dan keterpaksaanmu itu. 

“Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” -Al-Qur’an surah al-An’aam ayat 145

“Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” -Al Qur’an surah al-Maaidah ayat 3

“Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar”.  -Al Qur’an surah An-Nahl ayat 106

 

Tapi jangan pula kalian bekerja sambil membawa kalung salib atau topi santa dengan tertawa-tawa lepas seperti orang yang tak ada beban atau merasa berdosa. Ingat, ini sudah menjadi urusan akidah anda dan artinya adalah antara anda pribadi dengan Allah. Kami yang melihat tak dapat menebak isi hati anda tetapi Allah pasti tahu itu dan Dia Maha Menyaksikan apa yang terlihat maupun yang tersembunyi.

Apa hukum memakai atribut agama orang lain bagi seorang Muslim?

Mari kita lihat teguran Rasulullah SAW pada Adi bin Hatim seperti yang dituturkan oleh beliau sendiri. 

Sunan Tirmidzi 3020: Dari Adi bin Hatim berkata: Aku mendatangi nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan di leherku ada salib emas, beliau bersabda: “Hai Adi, buanglah patung ini darimu.”

Beranjak dari sini maka haram hukumnya untuk mengenakan atribut apapun yang terkait dengan keagamaan orang lain, khususnya lagi yang mencirikan ibadah dan keyakinannya terhadap Tuhan selain Allah.

Catatan kecil. Adi bin Hatim adalah seorang kristiani yang kemudian menjadi muslim dihadapan Rasulullah SAW sesuai hadist Tirmidzi no. 2878

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi saksi di Yaumil Hisab bahwa petunjuk ini sudah disampaikan.

Hash Tag: #chrismast #natal #muslim #dosa #terpaksa

Status FB, 09 Desember 2013

Artikel yang berhubungan dengan ini adalah : Hukum ucapan selamat Natal, silahkan klik link ini: http://armansyah.net/2007/12/hukum-ucapan-selamat-natal/

Semoga Bermanfaat dunia dan akhirat.,

Agama untuk orang yang berakal!

Beragamalah dengan akal sehat, sebab agama diturunkan untuk kepentingan manusia yang berakal. Agama bukan kumpulan doktrinal yang hanya cukup diamalkan dengan kata singkat “iman” saja. Catat bahwa agama bukan buat Tuhan, Dia tak berkepentingan dengan agama sebab agama berisi aturan larangan dan perintah serta petunjuk untuk dijadikan pedoman bagi makhluk yang bisa berpikir, bukan utk al-Khaliq yg maha sempurna.

Oleh sebab itu hukum agama diangkat pada manusia yg pikirannya sedang tdk berjalan spt orang gila, orang tidur dan anak kecil. Jadi bila ada orang beragama kerjanya cuma obral doktrin dan meletakkan akal pada nomor sekian, ia bagaikan robot yg cuma berlaku sesuai script yg dibenamkan dlm micro chipnya tanpa perduli benar dan salah. Bahkan ia tak ubahnya seperti binatang ternak, malah lebih bodoh dari itu.

Apalagi jika doktrin sebuah agama itu digunakan untuk membentur doktrin agama lain secara membabi buta tanpa dasar pemikiran rasional. Umumnya orang jaman sekarang khan gitu…. akal ditarok didengkul. Jadilah banyak pemurtadan, banyak kejahatan, banyak perzinahan, banyak teroris dan lain sebagainya. Tak berani bersikap rasional dalam beragama, terbentur sedikit mulai keluar dalih pamungkasnya: otak manusia terbatas, jangan membatasi agama pd otak manusia gak akan sampe. Lah emang agama turun buat apaan? Buat siapa? Plok, tepuk jidat!

Status Facebook saya, 09 Desember 2013

%d bloggers like this: