Parenting Islami: Maaf, aku haus di puja!

Uang bukanlah segalanya, posisi juga bukan segalanya, gelar sarjana pun bukanlah segalanya. Sibuk bekerja, menghabiskan waktu kesana kemari, rapat disana lalu rapat disini, jadi manusia yang super sibuk. Terpandang dihadapan manusia, disebut hebat, mengurai kagum dan decak takjub tetapi rumah tangga menjadi hambar? anak tak lagi merasa memiliki orang tuanya, bahkan kadang suamipun tak lagi bisa menjamah sang istri karena keduanya sudah pulang sama-sama capek. Sabtu minggupun kadang masih harus bekerja. 

So what is your life for?
Apa yang kau cari? kepuasan batinkah? kebahagiaan semukah? atau justru pelarian?

Ooh bukan, bukan itu, semua demi anak-anakku juga, demi keluargaku !

Preet !
Dusta !

Continue reading

Advertisements

Parenting Islami: Maaf, aku ada janji !

Anak : papa, jam berapa pulang?
Papa : Papa tak tahu, Nak! kamu tahu, papa kan sibuk!

Anak : tapi pa, boleh duduk bentar, ceritakan sebuah kisah untukku!
Papa : Iya, tapi papa tak bisa. maafkan papa, ya nak, papa sudah ada janji di kantor.

Setelah papa pensiun…….

Papa : Nak, kapan kamu akan pulang?
Anak : aku tak tahu, pa! papa tahu kerjaanku begitu menyita waktu.

Papa : Nak, mau kemana? boleh duduk bicara sebentar sama papa?
Anak : Iya, tapi aku tak bisa. maafkan aku ya pa. aku sudah ada janji dengan kawan.


Parenting Islami: Maaf, demi kebaikanmu !

RENUNGAN

ORANGTUA PADA BALITA:
Maafkan kami, ya nak. kami terpaksa menyerahkan dan membesarkanmu hanya dengan pembantu di rumah. kami sibuk bekerja. Mau bagaimana lagi, daripada tidak ada yg menjaga. kami hanya ingin memastikan ada yg mengurus kebutuhanmu. Demi kamu sendiri.

ANAK PADA LANSIA:
Maafkan kami ya Pa, Ma. kami terpaksa memakai jasa panti jompo atau pembantu utk menjaga mama, papa. Kami kan sibuk bekerja. mau bagaimana lagi, daripada tidak ada yg menjaga. kami hanya ingin memastikan ada yg mengurus kebutuhan mama dan papa. Demi kebaikan mama dan papa sendiri.


Saya ingin fokus ke dakwah !

Puncak kejenuhan ini membuat saya ingin fokus pada dakwah secara lebih utuh, tinggal keputusannya saja insyaAllah.,

Link asli : 

http://www.facebook.com/armansyah/posts/10151983615428444

Selamat Hari Guru, 25 Nopember

Oleh : Armansyah

Kita semua pada hakekatnya adalah murid sekaligus juga guru, baik guru dalam pengertian yang sebenarnya, yaitu orang yang mengajar didepan kelas, berinteraksi langsung bersama siswa atau murid secara berhadapan muka maupun guru dalam pengertian luas sebagai orang yang ikut memberi motivasi, inspirasi dan keteladanan dalam menuju kebaikan dan kebenaran.

Seorang Guru bukan hanya pengajar atau pembimbing dalam ranah kognitif saja, tetapi guru juga harus bisa membimbing murid-muridnya kepada kecerdasan emosional dan juga spiritual. Seorang guru, harus bisa memberikan nilai-nilai kearifan pada diri muridnya melalui perilaku guru itu sendiri. 

Seorang Guru, bukanlah seorang malaikat yang bebas dari salah dan tak tersentuh ke-egoisan dirinya. Tapi seorang Guru sekali lagi harus bisa memperlihatkan kecerdasannya dalam pengendalian diri dan kebijakan.

Continue reading

%d bloggers like this: