Mengenang Bilal ditengah panasnya mentari

Matahari siang ini bersinar sangat terik sekali, mengingatkan saya tentang sejarah Bilal bin Rabah. Saat ia pertama kali meninggalkan penuhanan berhalanya, Bilal disiksa ditengah panas matahari yang terik dipadang pasir yang pasti rasanya jauh lebih panas dari ini. Diatas tubuhnya diletakkan pula batu besar dan kedua tangannya di ikat. Penyiksaan ini agar Bilal mau meninggalkan Islam dan kembali pada ajaran banyak Tuhan. Tapi dari mulut budak berkulit hitam itu, tegas terucap: Ahad, Ahad, Ahad. Bagaimana bila waktu itu yang jadi Bilal adalah kita?

Status FB saya, 22 Nov 2013

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: