Tidak boleh mengucap “Jangan” ?

Ada sebagian psikolog masa kini mengatakan bahwa sebaiknya orang tua “jangan mengucapkan jangan” pada anaknya. Demikian agar sang anak bisa bebas berkreasi dan tumbuh cerdas apa adanya. Carilah kata dan cara lain sebagai penggantinya. Tapi maaf, saya tidak bisa menyepakati. Sebab al-Qur’an saja dalam mendidik manusia kejalan yang benar menggunakan kata-kata larangan “jangan”. Coba lihat contoh : 

walā takūnū awwala kāfirin bihi, walā tashtarū biāyātī thamanan qalīlan ( janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah)

lā taʿbudūna illā l-laha (Janganlah kamu menyembah selain Allah) – 

walā tattabiʿū khuṭuwāti l-shayṭāni (janganlah mengikuti langkah-langkah setan)

Dan seterusnya, ada 67 ayat didalam al-Qur’an dari surah berbeda yang menggunakan penegasan larangan dengan kata “jangan”. Jadi sangat tidak salah jika metode Qur’ani ini kita ikuti. Tidak semua perilaku anak harus kita biarkan dan kita cari kata-kata lain yang halus. Bahkan metode yang diajarkan oleh Rasul: Jika seorang anak tidak mau sholat pada usia 10 tahun, ia wajib untuk dipukul, meskipun mungkin pukulan itu bukan pukulan dalam artian menyiksa, tetapi ini signal bahwa dalam mendidik anak, kita boleh keras dan tegas. 

Ada cerita dari almarhum ayah saya dulu, waktu beliau masih kecil, paling malas disuruh sholat maghrib oleh orang tuanya (yaitu kakek atau yai saya). Tahu apa langkah yang ditempuh oleh orang tua beliau? Ayah saya diuber sama rotan sampe manjat naik pohon asem. Eh tetap juga dikejar dan diseret turun kebawah lalu dibawa pulang kerumah untuk sholat berjemaah. Lalu apa kemudian ayah saya setelah beliau tumbuh dewasa dan tua menjadi orang yang enggan sholat dan ingkar? tidak, justru beliau sampai wafatnya adalah orang yang rajin ibadah malam. Didikan keras kadang diperlukan untuk membentuk jati diri anak dan memberi pelajaran pada sang anak tentang batasan yang harus ia kenal. 

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (al-Qur’an surah an-Nisaa ayat 63)

Status FB saya, 19 November 2013

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: