Menahan pandangan mata

Oleh: Armansyah

Thread ini sebenarnya saya ambil dari salah satu komentar saya sendiri di Facebook dalam salah satu thread. Disebabkan saya pandang hal ini bagus untuk saya shared ulang kepada publik dalam blog ini, maka saya jadikan artikel khusus yang terpisah.

Ada sebuah pertanyaan sahabat menyangkut tips menjaga pandangan mata lelaki terhadap perempuan yang bukan mahromnya.

Pandangan mata adalah anugerah asal tidak kemudian diselubungi oleh nafsu, makanya Nabi pernah berpesan pada Sayyidina Ali :

Sunan Abu Daud 1837: “Wahai Ali, janganlah engkau ikutkan pandangan pertama dengan pandangan yang lain (berikutnya), sesungguhnya bagimu pandangan yang pertama tidak pandangan yang lainnya (berikutnya).”

Ada juga hadis lain :

Musnad Ahmad 18401: Dari Jarir bin Abdullah ia berkata; Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang memandang wanita secara tidak sengaja, maka beliau pun menyuruhku seraya bersabda: “Palingkanlah pandanganmu.”

Saya juga punya cerita kecil, dulu, almarhum guru spiritual saya setiap kali berkunjung ke Palembang, selalu menggunakan kacamata hitam ketika siang hari. Keren sih. Tapi lama kelamaan iseng saya tanya juga: Bang, kok abang selalu pakai kacamata hitam pas siang? (saya memanggil beliau memang dengan sebutan abang, karena beliau meminta dipanggil demikian untuk tidak terlalu membuat jarak antara guru dan murid).

Beliau jawab: “Ya suka-sukakulah. Tapi kalau kau mau tahu benar, ini biar mataku tak terlalu jelas lihat auratnya perempuan-perempuan yang terbuka-buka itu. Pas ku liat dengan kacamata hitam ini, semuanya tampak hitam saja gak ada kecuali. Jadi aku gak begitu nafsu liatnya”. 

Hayhay… penjelasan beliau masuk akal, meskipun diungkap dengan gaya humornya yang khas. Maklum, beliau orang batak Muslim bermarga Panjaitan, jadi kata-katanya ya kadang cukup keras bagi orang yang jarang berinteraksi dengan suku batak.

Intinya bahwa tahanlah diri kita saat melihat perempuan lain, timbulnya rasa senang dan suka adalah sesuatu yang alamiah. Itu fitrah. Tapi jangan kemudian rasa senang dan suka itu ditunggangi oleh nafsu birahi yang salah. 

Pesan lain dari Rasul :

Musnad Ahmad 14217: “Jika salah seorang dari kalian kagum terhadap seorang wanita dan menjadikan tertarik hatinya, maka datangilah istrinya dan bergaulah dengannya karena hal itu bisa meredam gejolak nafsunya.”

Sebagai tambahan, saya ambil dari al-Qur’an :

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (surah an-Nuur ayat 30)

Semoga bermanfaat.

Palembang, 19 November 2013

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: