Aku dan usiaku (renungan untuk diriku)

Usia hanyalah deretan angka yang bersusun dan terus bertambah. Disatu sisinya, pertambahan angka pada usia justru berarti semakin berkurangnya waktu. Aku yang hari ini masih gagah menuliskan status ini, akan tiba saatnya terbujur kaku dalam bungkusan kafan putih membalut tubuh. Adakah orang-orang yang sekarang menorehkan “Like” dan bahkan komentarnya pada status-statusku di jejaring sosial akan merindukan kehadiranku dihari itu? akankah merekapun mengalirkan doanya mengiringi peristirahatan terakhirku? apakah amalku cukup untuk menjadi peneman tidur panjang yang memperisai diriku dari siksa adzab neraka?

Allah, aku berlindung dari kesia-siaan umur. Dari jahilnya akalku, jahilnya nafsuku dan jahilnya amalku. Dampingi langkah-langkah hidupku dengan cahaya-Mu wahai Dzat yang Maha Agung nan Qudus hingga saat Dikau panggil aku kembali sesuai perjanjianku pada-Mu dialam rahim ibuku, agar kelak aku bisa bersua dengan Rasul-Mu, kecintaanku, sang Muhammadku, dalam firdaus-Mu.

#renunganuntukdiriku

Status FB ku, 17 November 2013

Mohon maaf lahir dan batin

Advertisements
%d bloggers like this: