Aku dan usiaku (renungan untuk diriku)

Usia hanyalah deretan angka yang bersusun dan terus bertambah. Disatu sisinya, pertambahan angka pada usia justru berarti semakin berkurangnya waktu. Aku yang hari ini masih gagah menuliskan status ini, akan tiba saatnya terbujur kaku dalam bungkusan kafan putih membalut tubuh. Adakah orang-orang yang sekarang menorehkan “Like” dan bahkan komentarnya pada status-statusku di jejaring sosial akan merindukan kehadiranku dihari itu? akankah merekapun mengalirkan doanya mengiringi peristirahatan terakhirku? apakah amalku cukup untuk menjadi peneman tidur panjang yang memperisai diriku dari siksa adzab neraka?

Allah, aku berlindung dari kesia-siaan umur. Dari jahilnya akalku, jahilnya nafsuku dan jahilnya amalku. Dampingi langkah-langkah hidupku dengan cahaya-Mu wahai Dzat yang Maha Agung nan Qudus hingga saat Dikau panggil aku kembali sesuai perjanjianku pada-Mu dialam rahim ibuku, agar kelak aku bisa bersua dengan Rasul-Mu, kecintaanku, sang Muhammadku, dalam firdaus-Mu.

#renunganuntukdiriku

Status FB ku, 17 November 2013

Mohon maaf lahir dan batin

Advertisements

Perkuat Tauhid dan sholatmu (kasus pelet MTGW)

Di MetroTV pada salah satu sesi MTGW tanggal 17 November 2013 malam, ada diceritakan laki-laki yang sakit hati pada perempuan lalu mempergunakan jalan setan dengan memeletnya. Sebenarnya memang perilaku jahiliyah semacam ini tetap ada didunia modern. Tidak hanya pelet, tapi kadang juga santet, gendam, guna-guna dan lain sebagainya. Medianya juga bisa macam-macam, mulai foto, rambut, nama ayah dan ibu bahkan sampe air ludah dan pakaian yang masih ada keringat kita. Tapi jika Tauhid kita kuat, hubungan kita kepada Allah mesra, maka percayalah, semua itu tidak akan berefek panjang pada diri kita. Energi yang keluar dari diri orang yang sering tersentuh air wudhu dan anggota tubuh yang setiap 5 waktu bergerak melalui aktivitas sholatnya bisa mengikis semua hal-hal kotor itu. Ibarat kita mandi 5x sehari, maka tentu kotoran-kotoran akan luluh lantak dari kita. 

Jangan sekutukan Allah dengan siapapun. InsyaAllah selamat dunia dan akhirat. Ini kuncinya.

Status FBku, 17 Nov 2013

Mainkan peranmu sebagai muslim

Setiap muslim, sebaiknya memfungsikan perannya masing-masing diatas dunia ini, dengan tetap melakukan amar ma’ruf nahi munkar melalui berbagai cara. Saling bersinergi untuk membuat perubahan dan menciptakan negeri yang madani. Jago fiqih, ayo lebarkan sayap kefaqihanmu. Para hafidz qur’an, ayo terus cetak generasi hafidz qur’an selanjutnya, para kristolog ayo perangi pemurtadan, para musisi ayo dakwalah dengan musik-musikmu, para jago komputer ayo mari optimasikan teknologi untuk syiar agama Allah, para motivator ayo terus beri ide-ide inovasi dan motivasimu demi kebangkitan umat pada Allah dan Rasul, begitu terus berlanjut pada profesi lainnya.

Sumber : Statusku di FB, 17 Nov 2013

Mualaf yang akan menikahi muslimah wajib dicuci otaknya dulu

Saya lebih setuju bila ada laki-laki kafir yang menjadi mualaf karena ingin menikahi muslimah, diberi dulu waktu tenggang sekitar 2-3 bulan untuk dididik dan dicuci dulu otak kafir yang penuh pemberhalaan masa lalunya itu dengan ajaran-ajaran Islam, khususnya Tauhid, baru kemudian melangsungkan pernikahannya. Ini agar kasus pelecehan agama Islam dengan kedok menjadi mualaf tidak lagi terjadi kedepannya. Saya insyaAllah siap untuk membantu penanaman nilai-nilai Tauhid pada kaum mualaf. Gratis !

Atas kasus yang baru-baru ini terjadi, maaf saja tidak cukup, biarkan saja hukum berproses atas nama penodaan agama.

Status FB saya, 17 Nov 2013.

Muhammad yang sederhana

Muhammad, setiap kali ingin bercerita tentang dirinya, semua untaian kata menjadi penuh makna, tak pernah cukup susunan kata untuk bisa melukiskan aspek kemanusiawiannya sampai pada sosok kerasulannya. Dialah saudagar tersukses sepanjang sejarah, dialah satu-satunya orang yang sejak kecil diberi masyarakatnya gelar al-Amin, dialah sang penggembala, dia seorang penjelajah, dia seorang suami, diapun seorang ayah, dia seorang kepala negara, dia seorang penakluk, dia seorang astronot, dia seorang cendikiawan, dia seorang Nabi, dan tak pernah mau disanjung secara berlebihan. Muhammad yang sederhana itu, berkata : Innama ana basyarun mislukum, sungguh aku hanyalah manusia biasa seperti kamu (lihat surah Fushilat ayat 6).

“Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nashrani mengkultuskan ‘Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah ‘abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya)”. (Kitab Shahih Bukhari No. 3189)

Status FB saya, 17 Nov 2013

%d bloggers like this: