Tidak perlu menjadi Syi’ah untuk membela al-Husain

Tidak perlu menjadi syi’ah untuk membaca sejarah masa lalu Islam secara jujur dan apa adanya terhadap kejadian yang menimpa cucunda Rasul terkasih, Husain ibn Ali. Beliau gugur sebagai martir, sebagai syuhada, sebagai seorang ksatria dalam memerangi keangkaramurkaan, kedurjanaan, kesewenang-wenangan, kezaliman dan kemunafikan.

Meski demikian, memperingati wafatnya sang ahli syurga dengan cara-cara penyiksaan diri sedemikian rupa, kiranya bukan pula hal yang bisa dibenarkan secara syariat, dengan alasan apapun juga. Adakah hal itu dicontohkan oleh Imam Ali Zainal Abidin dan generasi ahli bait sesudahnya? adakah hal itu dilakukan dan dicontohkan pula oleh Imam Ja’far ash-Shadiq semasa hidup beliau?

#introspeksidiri

Status FB saya, 13 Nov 2013

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: