Kita akan tidur panjang

Matahari yang kita lihat hari ini, adalah matahari yang sama dilihat oleh umat sebelum kita ribuan tahun yang lampau. Begitupula bulan yang menjadi satelitnya, adalah bulan yang sama yang dilihat oleh Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Muhammad dan berbagai generasi manusia sebelum atau sesudahnya, termasuk kita. Matahari yang sama terus bersinar sesuai dengan manzilahnya, juga bulan. Tetapi orang yang menyaksikannya, perlahan satu persatunya akan hilang dimakan jaman. Meninggalkan kenangan dan tanah kuburan.

Tidak ada jaminan bila matahari yang sama, masih akan bisa kita nikmati sinarnya esok hari. Mungkin pula kepergian kita dari rumah hari ini adalah yang terakhir mata memandang seisinya. Jadi sahabat, bilakah maut itu datang menjemput, sudahkah kita punya persiapan bekal untuk disana? Kita akan tidur panjang sahabat, tidur yang akan dibangunkan oleh satu hentakan yang membuat seluruh isi kubur terbungkar dan mata membelalak. Hari dimana tidak ada anak bisa menolong ayahnya, tidak ada harta yang bisa menjadi alat suap untuk pemeriksanya, hari dimana kita akan berdiri dipengadilan Tuhan sembari bertelanjang kaki dan menyodorkan semua amal kita. Akankah kitab amalan itu ditanggapi dengan ridho-Nya atau justru disitulah ketika Allah berkata : “TIDAK” buat kita? Yuk, semakin menjaga langkah dan sikap kita.

Status FB saya, 30 April 2013.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: