Berita tidak selamanya objektif

Oleh : Armansyah

Tanggal 27 Oktober 2013 sampai dengan 01 November 2013 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan) di Ciputat-Jakarta. 

ilustrasi

Di tempat ini, saya banyak belajar tentang proses studio. Mulai dari pengambilan gambar untuk penyiaran televisi, rekaman audio untuk disiarkan secara live dan streaming via radio maupun internet sampai kepada proses pembuatan siaran langsung serta perfileman. Saya juga mendapat kesempatan untuk belajar menjadi sutradara dari sebuah acara yang disiarkan secara live.

Dari sini, saya semakin banyak belajar dan mengerti. Ternyata tugasnya sutradara itu sangat kompleks, tapi setidaknya mata saya terbuka tajam bahwa semua yang kita tonton di televisi itu banyak sekali unsur manipulasi alias rekayasanya.

Dengan terjun langsung dalam prosesnya, saya semakin tahu rahasianya. Jangan mudah percaya pada semua apa yang dilihat di televisi, selektif dan berhati-hatilah agar tontonan tidak serta merta dijadikan tuntunan.

jdsutradara2

ilustrasi

jdsutradara1

ilustrasi

Kita bisa belajar juga dari kasus Jaya Suprana ketika mengunjungi Habib Riziek di markas FPI, seperti yang saya tampilkan cuplikan screenshotnya :

Klik pada gambar untuk membaca lebih jelas

Budayawan yang juga pembaca acara terkenal, Jaya suprana mengungkapkan kekagumannya terhadap Front Pembela Islam (FPI) setelah bertemu langsung dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq dikediamannya. “Selama ini saya dihantui oleh pemberitaan media massa tentang FPI. Apa benar ada suatu organisisasi yang begitu jahatnya seperti yang selama ini diberitakan? Saya tidak membayangkan sebelumnya ternyata Habib Rizieq sama sekali tidak menakutkan, beliau orang yang santun dan cerdas luar biasa” 

“Habib Rizieq tidak mau diwawancarai karena beritanya selalu dipelintir, berita FPI hukumnya wajib harus jelek. Karena itulah saya mau ketemu makhluk ini (FPI) untuk memastikan apa benar itu semua, teruskan perjuangan anda, jika tidak ada FPI pelan-pelan maksiat akan menguasai negeri ini. Terima kasih, hidup FPI,” kata Jaya Suprana yang beragama Kristen.

Sumber : http://www.suara-islam.com/read/index/8903/Setelah-Bertemu-Langsung–Jaya-Suprana-Kagum-dengan-FPI

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: