Iklan Sosis berhadiah Tatto yang menyesatkan

Ada sebuah iklan makanan anak-anak di televisi berupa sosis yang membuat saya mengerenyitkan kening. Iklan sosis dalam bentuk stoples itu berhadiah sticker tattoo. Ini jelas sebuah upaya penjerumusan akidah anak-anak muslim bangsa. Membuat tatto dijadikan tampak biasa sejak kecil, padahal jelas hal tersebut terlarang. 

Shahih Muslim 3966: Dari ‘Alqamah dari ‘Abdullah ia berkata; “Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.”

Shahih Muslim 3965: Dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang menyambung rambut dengan rambut lain dan yang meminta disambungkan, serta orang yang mentato dan minta untuk ditato. 

Musnad Ahmad 601: Dari Ali dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat sepuluh orang; pemakan riba, pemberi makannya, penulisnya, kedua saksinya, muhallil dan muhallal lahu, orang yang menolak membayar zakat, pembuat tato dan yang di tato.”

Status FB saya, 03 November 2013

Advertisements

‘Iedul Ghadir, sebuah hari raya?

Ada yang bertanya pada saya sekaitan “Hari raya” iedul ghadir. Saya jawab, itu adalah tradisi umat Islam bermadzhab syi’ah. Apakah salah? Jawabnya sederhana, apa tradisi ini pernah disunnahkan oleh Rasul sebagai hari raya? Atau, sekurang-kurangnya apakah hal itu pernah di lakukan oleh imam Ali sendiri diwaktu beliau menjabat Amirul mukminin? Jika jawabnya tidak, maka, itu cuma sebuah perhelatan kultural madzhab biasa saja, bukan hari raya. Sebab suatu ibadah, harus punya landasan hukum yang jelas dan minimal pernah dilakukan oleh Rasul. Lalu, Sesatkah? Jika didalam acara tersebut ada kegiatan yang memuja makhluk secara berlebihan, mengkultuskan sesuatu terhadap Allah, menobatkan seseorang menjadi Nabi/Rasul sesudah Muhammad SAW, membuat ritual ibadah baru yg tak pernah dibuat dan dicontohkan Rasulullah, ya jelas itu menyimpang.

Nah, apakah aktivitas yg ada dalam penyelenggaraan iedul ghadir baru2 ini ada hal2 demikian? Wallahu a’lam. Saya tidak tahu, karena saya tidak hadir disana. Silahkan saja di kroscek sama orang-orang yang melakukan peliputan maupun mereka yang menghadirinya,

Continue reading

AKU (dari untaian hikmah untukku: Uje)

Saat ku bercermin
Masih kulihat wajah yang penuh dengan kesombongan

Saat ku bercermin
Masih kulihat diri yang ingin dipuji dan dihormati

Saat ku bercermin
Masih kulihat ketinggian hati yang tak mau direndahkan

Saat ku bercermin
Lalu kulepas seluruh pakaianku
Kulihat tubuhku yang telanjang

Barulah aku sadar
Ternyata itulah diriku yang sebenarnya

Tak punya apa-apa
Dan tak berarti apa-apa
Jika tanpa pakaian
Apalagi akal pikiran

(Taken from : Uje, untaian hikmah untukku)

Status FB saya, 03 November 2013.

Pamer Aurat…anda tak punya malu ya?

Jaman sekarang, memamerkan aurat sudah bukan hal yang tabu lagi ya? Sementara orang yang bicara agama, dianggap kolot. Gitu ya? Buka aurat lalu dipamerin di FB, Twitter, Path dan social media lainnya sambil ketawa emang sesuai dengan kaidah dan norma agama? 

#istighfar

Status FB saya, 03 November 2013

Kasus perzinahan siswa SMPN di Jakarta

Kasus perzinahan siswa salah satu SMP Negeri di Jakarta beberapa waktu lalu, menurut saya hanya sebuah kasus yang “kebetulan” saja terekspos kepublik. Jika kita lihat fakta dilapagan, terutama di Jakarta sendiri khususnya, pergaulan dikalangan pelajar (baik itu SMP maupun SMA) sudah sedemikian bebasnya. Bukan sekali dua kali saya bertemu dan melihat pelajar perempuan yang mengenakan rok sekolah pendek diatas lutut sembari berangkulan dengan lawan jenisnya yang juga berseragam sekolah. Baik itu memegang pundak maupun pinggang layaknya suami istri yang sedang dimabuk asmara yang tengah bermulan madu. Itulah potret kehidupan remaja pelajar di kota besar.

Continue reading

Pengalaman di Transjakarta: Dimana Adabnya?

Satu pengalaman saat didalam busway TransJakarta, semua orang sibuk dengan ponselnya sendiri. Ada yang buka games, ada yang buka path, line, fb, twitter dan sebagainya. Benar-benar individual sifatnya. Tak ada lagi senyum maupun tegur sapa. Bahkan, ya mohon maaf nih, beberapa kali saya memberikan tempat duduk saya sama perempuan yang berdiri, tidak ada ucapan terimakasih. Ini bukan tentang ikhlas tak ikhlas atau pamrihnya ya… tapi maksud saya, apa sudah sedemikian angkuhnya watak orang-orang kota besar sehingga melupakan adab ketimurannya? boro-boro kita bicara soal adab Islami ya, tapi dari hal yang terkecil sajalah dulu. Ternyata, kesibukan rutinitas, kerasnya pergulatan hidup, bisa membuat manusia berubah karakter. Nyaris tak ada lagi nuansa kekeluargaan, semuanya individual. 

#catatanperjalananku

Status FB saya, 02 November 2013

%d bloggers like this: