Tidak perlu membaca usholli

Pernah ada sahabat bertanya sama saya berkaitan dengan bacaan niat sholat tertentu. Bacaan niat disini dalam artian membaca lafash “Usholli fardhal/sunnaa … raka’atin”. Kemudian saya jawab bahwa saya tidak pernah membaca secara lafas demikian untuk niat sholat apapun, baik yang wajib maupun yang sunnah. 

Sebab pertama, hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam sunnahnya, jika memang perkara ini baik maka tentu beliau SAW lebih mengetahuinya. Ingat, ini perkara ibadah pokok. Fakta tidak ada satu hadispun bercerita tentang ajaran pelafasan niat semacam itu. Jadi, perbuatan tersebut tidak bersumber dari Rasul. Hal kedua, saat saya hendak melakukan sholat, maka pastinya sudah langsung terpatri didalam hati sejak lintasan pikiran itu terwujud, diamalkan dalam bentuk thaharah kemudian berdiri siap untuk takbir yang didahului oleh qomat.

Continue reading

Advertisements

Jangan menulis nama suami dibelakang nama istri

Status ini pengulangan dari status saya beberapa bulan lalu, dimana seorang perempuan muslimah jika ia bersuami maka sebaiknya dan sebenarnya, tidak menempelkan nama suaminya dibelakang namanya. Pakailah nama ayahanda kalian masing-masing, itulah nasab kalian, root kalian, identitas kalian, bukan suami kalian. Tidak pernah ada ditulis nama ‘Aisyah Muhammad, Fatimah Ali dan semacamnya. Jadi, jangan ditulis Mita Arman, Ida Burlian, Dewi Angga dan seterusnya, kecuali ID Arman, Burlian dan Angga itu adalah nama ayah. Inilah kaidah yang benar menurut kitabullah, al-Qur’an. 

Continue reading

%d bloggers like this: