Orang yang benar, selalu dimusuhi

Oleh : Armansyah

Banyak orang yang benar, orang yang shaleh dan orang yang berilmu dilecehkan, dicemooh atau tidak dipercayai justru di kampung halamannya sendiri, dari tetangganya bahkan mungkin juga diantara keluarganya. Hal ini sudah sunnatullah. Tidak hanya pada manusia biasa, para da’i atau juru dakwah tapi juga terjadi pada para Nabi Allah sendiri. Lihat misalnya perjalanan hidup Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Mereka ditolak oleh masyarakat kampungnya, diejek, dipandang rendah bahkan dizhalimi. Diantaranya ada dari kalangan keluarga, seperti Abu Jahal, Abu Lahab. Ada pula datangnya dari sahabat, seperti Yahudza Iskharyuti alias Yudas Iskariot.

Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang Nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya” (Markus 6:4)

Musnad Ahmad 1400: Riwayat dari Mush’ab bin Sa’d dari Bapaknya berkata; saya bertanya; “Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab; “Para Nabi, lalu orang-orang shaleh, kemudian orang yang paling mulia dan yang paling mulia dari manusia. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka akan ditambah ujiannya, dan jika agamanya lemah maka akan diringankan ujiannya. Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai dia berjalan di muka bumi tanpa mempunyai dosa.”

Jadi wahay para alim, para ulama, para pendakwah termasuklah ustadz maupun ustadzah dimana saja kalian berada…. biarkan orang mau bicara apa saja tentang anda, selama anda berada dijalan Tuhan, keep move on saja. Mereka mencibir, mereka menghina, mereka mendengki boleh jadi ilmu mereka memang belum sampai pada pemahaman yang benar, boleh jadi mereka tidak menyukai anda karena khawatir ladang maksiatnya akan tergusur, boleh jadi karena setan sedang bersemayam dijasadnya. Jangan berhenti dengan apa yang anda lakukan.

Sunan Abu Daud 4180: Riwayat dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Siapa yang diuji dengan suatu ujian lalu ia mengingatnya, berarti ia telah bersyukur. Namun jika ia menyembunyikannya berarti ia mengkufurinya.”

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: