Makna dari “sampaikanlah walau satu ayat”

Uje pernah berkata, dakwah itu harus dari hati. Artinya, tidak ada kepura-puraan dalam dakwah, tidak harus dibuat-buat. Tampillah apa adanya, jika kita sendiri memang kurang, maka itulah adanya kita. Kita berdakwah, bukan berarti kitalah yang terbaik diantara manusia. Bukan juga karena kita orang yang paling sholeh diantara manusia. Sebab kita sendiri pasti pernah melampaui batas untuk diri kita sendiri dalam mengarungi kehidupan. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah hanya apabila dia sempurna, maka akan jadi sedikitlah orang yang akan memberi peringatan bahkan tak akan pernah ada manusia sempurna. Itulah kita-kira makna sabda Rasul: Balighu ‘anni walau ayaah, sampaikanlah meski satu ayat.

Status FB saya, 30 September 2013

Catatan Tambahan :

Hadis tersebut isi lengkapnya adalah :

Sunan Tirmidzi 2593: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf dari Ibnu Tsauban, yaitu Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban, dari Hassan bin Athiyyah dari Abu Kabsyah as Saluli dari Abdullah bin Amru dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat, dan ceritakanlah dari bani Israil, dan tidak ada dosa, barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka.” Abu Isa berkata; ‘Ini hadits hasan shahih.’ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari al Auza’i dari Hassan bin Athiyyah dari Abu Kabsyah as Saluli dari Abdullah bin Amru dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semisalnya, dan ini hadits shahih.

Shahih Bukhari 3202: Telah bercerita kepada kami Abu ‘Ashim adl-Dlahhak bin Makhlad telah mengabarkan kepada kami Al Awza’iy telah bercerita kepada kami Hassan bin ‘Athiyyah dari Abi Kabsyah dari ‘Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka”.

Musnad Ahmad 6198: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah mengabarkan kepada kami Al Auza’i telah menceritakan kepadaku Hassan bin Athiyyah telah menceritakan kepadaku Abu Kasybah As Saluli bahwa Abdullah bin Amru bin Ash telah menceritakan kepadanya, dia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah dariku meskipun hanya satu ayat, dan ceritakanlah oleh kalian tentang Bani Israil dan hal itu tidaklah mengapa. Dan barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, hendaklah ia bersiap-siap menempati tempatnya di neraka.”

Musnad Ahmad 11111: Beliau bersabda: “Riwayatkan dari bani Isra`il dan kalian tidak berdosa, riwayatkan dariku dan janganlah kalian dusta, ” beliau bersabda: “Barangsiapa berdusta atas namaku, -Hammam berkata; “Aku mengira bahwa beliau bersabda: – “dengan sengaja, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: