Biarlah saya apa adanya

Beberapa waktu yang lalu, pernah ada yang bertanya sama saya, kenapa tidak pernah terlihat menggunakan pakaian gamis atau semacamnya. Pake sal, sorban dan memegang tasbih seperti kawan-kawan lain yang menjadi tokoh dimasyarakat dan bahkan terkenal di televisi. Biar kelihatan maqamnya waktu itu sahabat ini berkata, jadi tidak dilecehkan ataupun lebih dihormati. Sebaliknya saya pribadi justru ngeri buat melakukan itu.

Saya belum bisa menjaga hati seperti mereka. Khawatirnya penampilan seperti tersebut justru merusak hati dan niat saya sendiri. Biarlah saya tampil apa adanya seperti orang kebanyakan. Jika ada yang salah pada diri saya, orang tidak akan menganggap kesalahan itu secara general ke Islamnya. Saya belum faqih dan masih harus banyak belajar, jadi wajar saja bila ada yang melecehkan atau tidak menghormati. Bagaimanapun, para Nabi dan Rasul Allah juga awalnya diperlakukan seperti itu oleh komunitas masyarakatnya. Nantilah ya kalau memang hati ini bisa lebih konsisten dan diri ini bisa lebih taat pada Allah. Semakin dianggap lebih oleh orang lain, semakin besar tanggung jawabnya dihadapan Allah dan jika tak benar, semakin celaka nanti diri ini. Innalillahi wa-inna ilayhi rooji’un. Yuk kita sama menata taqwa pada Allah melalui kepribadian masing-masing.

Status FB saya, 15 September 2013.

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: