Hukum berdoa berjemaah setelah sholat

Oleh. Armansyah

Doa tidak harus dilafaskan dalam bahasa Arab, apalagi khususnya ketika si pembaca doa atau orang yang mendengarkannya sama sekali tidak paham atas apa yang dibaca tersebut. Tidak ada tingkat dan derajat bahwa berdoa dalam bahasa Arab lebih baik daripada bahasa ‘ajam.

Khotibun naas bi lughoti qaumihim, berbicaralah kepada manusia dengan bahasa kaumnya, khotibun naas ‘ala qodri ‘uqulihim, bicaralah dengan manusia sesuai dengan kadar kemampuan akal fikirannya/latar belakangnya/pendidikannya/lingkungannya.

Selamat menjalani hari untuk semua sahabat di sosial media, semoga apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat dan mendapatkan ridho dari Allah ta’ala.

Status FB saya, 09 September 2013

Saya ambil beberapa komentar & tanggapan pada status ini.

Q : Question = Pertanyaan

A : Answer = Jawaban

Q. Apakah meng Amin kan do’a yg di baca Imam selepas sholat lebih afdhol dari pada kita membaca do’a sendiri..? mohon pencerahan

A. Berdoa setelah sholat secara berjemaah, pada hakekatnya belum saya jumpai dalam sunnah Rasulullah. Entah apa mungkin saya saja yang belum terbaca.

Namun benar bahwa pada masanya Beliau SAW memiliki bacaan-bacaan doa yang sering diucapkan selepas sholat namun itu tidak dilakukan secara berkelompok atau beramai-ramai, dengan kata lain Beliau melakukannya sendirian, tidak ada yang menjadi imam dan tidak pula makmum atas orang lain.

Contoh bacaan-bacaan beliau :

Allahummaghfirli maa qoddamtu wama asrortu wama a’lantu wama asroftu …dst (Riwayat Tirmidzi dari Ali bin Abu Thalib)

Laailaahaillallahu wah dahulasarikalahu lahulmulku walahulhamdu …dst (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abdullah bin Zubair)

Allaahumma antassalamu waminkassalamutabarokta yazaljalali wal ikrom (Riwayat Muslim dari Tsauban)

Dalam satu pengajarannya kepada Abu Bakar, Nabi menganjurkannya membaca doa berikut setelah salam pada sholat :

Allaahumma inni zholamtu nafsi zulman katsieraa … dst (Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Adapun kebiasaan Nabi yang lain selepas sholat adalah :

1. Mempersilahkan kaum wanita keluar lebih dahulu

Telah berkata Ummi Salamah : bahwa Rasulullah Saw apabila habis memberi salam, berdirilah perempuan-perempuan (untuk keluar masjid) sementara Rasulullah diam ditempat sholat sebentar. Kami rasa Wallahu a’lam yang demikian itu supaya perempuan-perempuan keluar (lebih dulu) sebelum laki-laki. – Hadis Riwayat Ahmad dan Bukhari

2. Selepas salam langsung membalikkan badan kepada makmum

Dari Samurah, ia berkata : Adalah Rasulullah Saw apabila selesai sholat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami – Riwayat Bukhari

Dari Yazied bin Al-aswad …Nabi sholat subuh bersama kami, kemudian setelah salam sambil duduk beliau menghadapkan mukanya kepada manusia … Riwayat Ahmad

3. Selesai salam langsung berdiri

Telah bekata Anas : Saya biasa sholat dibelakang Nabi Saw, maka adalah Nabi diwaktu memberi salam terus berdiri.
– Hadis Riwayat Abdurrazaq

Lalu apakah berdoa secara berjemaah tidak boleh dikerjakan ? Sesungguhnya perbuatan ini baik namun memang tidak ada sunnah yang bisa dijadikan acuan. Jadi kembali kekitanya saja, mau ikut berdoa bersama-sama ya silahkan, mau berdoa sendiri-sendiri juga silahkan atau mau langsung keluar dari masjid pasca salam pun dibenarkan.; Saya pribadi biasanya berdoa sendiri tanpa turut imam dan tidak jarang langsung berdiri keluar dari masjid, meskipun kadang saya juga ikut berdoa bersama imam.

Mungkin untuk arifnya, kita amalkan saja perintah al-Qur’an berikut :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Surah al-Israa ayat 36)

Apa yang kita tahu dasarnya, mari kita lakukan. Apa yang kita tidak atau belum ketahui ilmunya, tinggalkan saja meskipun banyak orang mengamalkannya.

Q. Bagaimana dengan do’a dalam sujud terakhir?

A. Sunan Abu Daud 741: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, Ahmad bin ‘Amru bin As Sarh dan Muhammad bin Salamah mereka mengatakan; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepada kami ‘Amru yaitu Ibnu Al Harits dari ‘Umarah bin Ghaziyah dari Sumayya bekas budak Abu Bakr bahwa dia mendengar Abu Shalih Dzakwan menceritakan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saat paling dekat bagi seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika dia sujud, karena itu perbanyaklah berdo’a ketika sujud.”

Shahih Muslim 744: Dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf dan Amru bin Sawwad keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb dari Amru bin al-Harits dari Umarah bin Ghaziyyah dari Sumai, maula Abu Bakar bahwasanya dia mendengar Abu Shalih Dzakwan bercerita dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.”

Musnad Ahmad 9083: Telah menceritakan kepada kami Harun, Abdullah berkata; dan aku mendengarnya dari Harun berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari ‘Amru dan Umarah bin Ghaziyah dari Sumay pelayan Abu Bakr Bahwasanya ia mendengar Abu Shalih Dzakwan menceritakan dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah pada saat ia sujud, maka perbanyaklah membaca doa.”

Advertisements

One Response

  1. subhanallah.ilmu yang sangat bermanfaat.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: