Belajar dari Malaikat

Ketika malaikat diperintah sujud pada Adam, mereka tunduk dan patuh. Boleh jadi mereka sebenarnya mau komplain sama Allah, kok harus sujud pada sesama makhluk? ada apa ini? namun karena yang merintahkan itu langsung Allah, ya mereka memilih Sami’na wa-ato’na. Kami dengar dan kami taat. Beda sama Iblis, waktu disuruh tunduk dan sujud pada Adam, dia membangkang. Merasa diri paling benar, paling mulia dan paling gagah. Iblis tidak buta dan tahu bahwa yang memerintahkannya sujud pada Adam itu adalah Allah, namun ngeyel. Akhirnya celakalah dia karena sikapnya itu.

Kisah ini sebenarnya menggambarkan juga perilaku kita sebagai umat Islam. Terkadang, nashnya sudah begitu jelas didalam kitabullah al-Qur’an yang merupakan firman Allah. Namun kita masih membantah dan mencari pembenaran diri. Seolah kita lebih hebat dari Allah. Tahukah kita? sikap kita itu justru semakin menjauhkan diri saja dari Allah, dari rahmat-Nya serta semakin mendekatkan kita pada Iblis.

Status FB saya, 26 Agustus 2013

Link posting asli : http://www.facebook.com/armansyah/posts/10151774188613444 

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: