Keistimewaan Ali dihadapan Nabi

Sunan Ibnu Majah 116: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Suwaid bin Sa’id dan Isma’il bin Musa mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Hubsyi bin Junadah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ali adalah bagian dariku dan aku adalah bagian dari Ali. Dan tidak ada yang menunaikan kewajibanku kecuali Ali.”

Shahih Bukhari 2753: Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa’ad telah bercerita kepada kami Hatim bin Isma’il dari Yazid bin Abi ‘Ubaid dari Salamah bin Al Akwa’ radliallahu ‘anhu berkata; ‘Ali radliallahu ‘anhu pernah tertinggal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peperangan Khaibar karena dia menderita sakit mata. ‘Ali berkata: “Aku terlambat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Kemudian dia berangkat lalu bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika malam hari yang keesokan paginya Khaibar ditaklukan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh pasti aku kan menyerahkan bendera perang ini”, atau Beliau bersabda: “Sungguh (bendera ini) akan diambil besok pagi oleh orang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”, atau Beliau bersabda: “Orang yang mencintai Allah dan Rosul-Nya, dimana Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya”. Maka ketika kami sedang bersama ‘Ali, dan ini perkata yang kami tidak harapkan, mereka berkata: “Inilah ‘Ali”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan bendera itu kepadanya kemudian Allah memenangkan peperangan Khaibar ini melalui tangannya.

Shahih Bukhari 3425: Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Besok, sungguh aku akan menyerahkan bendera komando ini kepada seorang laki-laki yang lewat tangannya Allah memenangkan peperangan ini”. (Sahal) berkata; “Maka orang-orang semalaman memperbin cangkan siapa diantara mereka yang akan diberikan kepercayaan itu”. Pada pagi harinya, orang-orang telah berkumpul di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan masing-masing berharap diberikan kepercayaan tersebut. Beliau berkata: “Mana ‘Ali bin Abu Thalib?”. Orang-orang menjawab; “Dia sedang sakit mata, wahai Rasulullah”. Beliau berkata; “Datangilan dan bawa dia kemari”. Tatkala ‘Ali datang dengan matanya yang bengkak, beliau mendo’akannya maka seketika matanya sembuh seakan tidak ada bekas sakit sebelumnya. Akhirnya beliau menyerahkan bendera komando perang tersebut kepadanya. ‘Ali berkata; “Wahai Rasulullah, “Akan kuperangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita”. Beliau berkata; “Laksanakanlah dengan tenang hingga kamu singgah pada tempat tinggal mereka, lalu ajaklah mereka menerima Islam dan kabarkan kepada mereka apa yang menjadi kewajiban mereka dari hak-hak Allah. Sungguh seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang lewat perantaraan kamu, hal itu lebih baik buatmu dari pada unta merah (harta yang paling baik) “.

Musnad Ahmad 1429: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Fithr dari Abdullah bin Syarik dari Abdullah bin Ar Raqim Al Kinani berkata; Kami berangkat ke Madinah pada Perang Jamal, kemudian kami bertemu dengan Sa’d bin Malik di sana, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk menutup pintu-pintu akses ke masjid dan membiarkan pintu Ali.”

Musnad Ahmad 14023: Telah bercerita kepada kami Abu Ahmad telah bercerita kepada kami Sufyan dari Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil dari Jabir berkata; Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tempat seorang wanita Anshor yang membuat makanan untuk (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan datang kepada kalian seorang penghuni syurga”, lalu Abu Bakar Radliyallahu’anhu datang dan kami memberikan sambutan padanya. Lalu (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Akan datang kepada kalian seorang penghuni syurga”, lalu ‘Umar Radliyallahu’anhu datang lalu kami memberikan sambutan padanya. Lalu (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Akan datang kepada kalian seorang laki-laki dari penghuni syurga”, maka saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memasukkan kepalanya di bawah pohon kurma yang kecil, lalu bersabda: “Ya Allah jika Engkau berkehendak maka jadikan orang itu adalah ‘Ali” maka ‘Ali Radliyallahu’anhu datang dan kami memberikan sambutan kepadanya.

Musnad Ahmad 1514: Telah menceritakan kepada kami Abu Humaid Az Zubairi telah menceritakan kepada kami Abdullah yaitu Ibnu Habib bin Abu Tsabit, dari Hamzah bin Abdullah dari Bapaknya dari Sa’d berkata; Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berangkat menuju Perang Tabuk, beliau mengangkat Ali (untuk menggantikan beliau di Madinah). Kemudian Ali RAdhiallah ‘anhu bertanya; “Apakah anda meninggalkanku?” beliau bersabda: “Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa. Hanya saja tidak ada Nabi setelahku?” 

Shahih Muslim 4420: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Muhammad bin ‘Abbad, lafazh keduanya tidak jauh berbeda. keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hatim yaitu Ibnu Isma’il dari Bukair bin Mismar dari ‘Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari Bapaknya dia berkata; Mu’awiyah bin Abu Sufyan pernah menyuruh Sa’ad dan menanyakan kepadanya tentang sikapnya kepada Ali, dia berkata; ‘Kenapa kamu tidak mau mencaci Ali? Dia menjawab; ‘Aku teringat kepada tiga hal tentang kedudukan Ali yang pernah di ucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka aku selamanya tidak akan mencelanya karena tiga hal tersebut. Sesungguhnya salah satu dari tiga hal tersebut lebih aku sukai dari pada seekor sapi yang mahal. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Ali, -ketika beliau mengangkatnya sebagai pengganti (di Madinah) dalam beberapa peperangan beliau. Ali bertanya; “Apakah anda meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak!” beliau menjawab: “Wahai Ali, tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? hanya saja tidak ada Nabi setelahku.” Dan saya juga mendengar beliau bersabda pada Perang Khaibar; “Sungguh, saya akan memberikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah dan RasulNya juga mencintainya.” Maka kami semuanya saling mengharap agar mendapatkan bendera itu. Beliau bersabda: “Panggilllah Ali!” kemudian dia dihadirkan dalam keadaan sakit matanya. Lantas beliau meludahi matanya dan menyerahkan bendera tersebut kepadanya, kemudian Allah memberi kemenangan kepadanya. Tatkala turun ayat: (Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu.) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dan bersabda: “Ya Allah, mereka adalah keluargaku.”

Musnad Ahmad 15394: Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Aban bin Shalih dari Al Fadl bin Abdullah bin Ma’qil bin Sinan dari Abdullah bin Niyar Al Aslami dari ‘Amr bin Sya’si Al Aslamy berkata; dia termasuk dari ahli Hudaibiyah berkata; saya bepergian bersama ‘Ali ke Yaman, ‘Ali berbuat kasar terhadapku dalam perjalanan itu sehingga saya marah terhadapnya. Ketika sampai di tujuan, saya mengadukan kejadian tersebut di masjid, hingga hal tersebut sampai pada Rasulullah Shallallahu’alahiwasallam, saya masuk ke masjid pada suatu pagi dan Rasulullah Shallallahu’alahiwasallam berada dalam kerumunan para sahabatnya. Ketika beliau melihatku, beliau menajamkan pandangannya seolah-olah mengancamku dengan pandangan beliau. Tatkala saya sudah duduk beliau bersabda: “Wahai ‘Amr, Demi Allah, sungguh kamu telah menyakitiku” Saya menjawab, “Saya berlindung kepada Allah jika saya menyakiti anda, wahai Rasulullah”. Lalu beliau bersabda: “Ya, barangsiapa yang menyakiti ‘Ali, dia telah menyakitiku”.

Musnad Ahmad 21950: Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Sa’id bin ‘Ubaidah dari ‘Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwa ia melewati suatu majlis, mereka membicarakan ‘Ali lalu ia berhenti dihadapan mereka, ia berkata: dulu dalam diriku ada sesuatu ganjalan terhadap ‘Ali, dan Khalid bin Al Walid juga seperti itu lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku dalam tentara ekspedisi pasukan dipimpin ‘Ali, kami menangkap tawanan kemudian ‘Ali mengambil seorang budak wanita dari harta rampasan perang untuk dirinya sendiri kemudian Khalid berkata: Mundur. Buraidah melanjutkan: Saat kami tiba dihadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, aku menceritakan yang terjadi kepada beliau lalu aku berkata: ‘Ali mengambil seorang budak wanita dari harta rampasan perang. Buraidah berkata: Aku adalah orang yang biasa menunduk kemudian aku mengangkat kepalaku, ternyata wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berubah lalu bersabda: “Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka ‘Ali adalah pemimpinnya.”

Musnad Ahmad 906: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim Al Audi telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari Sa’id bin Wahab dan Zaid bin Yutsai’ keduanya berkata; Ali meminta orang-orang untuk bersaksi pada saat di Rahabah; “Siapa yang pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Ghadir Khum bersabda untuk berdiri?” maka dari arah Sa’id berdiri enam orang, dari arah Zaid enam orang. Mereka bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ali Radhiallah ‘anhu pada hari Ghadir Khum; “Bukankah Allah lebih dekat kepada orang-orang mukmin.” Mereka menjawab; “Ya.” beliau bersabda: “Ya Allah, siapa yang telah menjadikanku walinya maka Ali-lah walinya. Ya Allah lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hakim telah memberitakan kepada kami Syarik dari Abu Ishaq dari ‘Amru Dzi Murrin sebagaimana hadits Abu Ishaq yaitu dari Sa’id dan Zaid, dan tambahan redaksi di dalamnya; “Tolonglah orang yang menolongnya, hinakan orang yang menghinakannya.” Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ali telah memberitakan kepada kami Syarik dari Al A’masy dari Habib bin Abu Tsabit dari Abu Thufail dari Zaid bin Arqam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas.

Musnad Ahmad 915: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidullah bin Umar Al Qawariri telah menceritakan kepada kami Yunus bin Arqam telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Ziyad dari Abdurrahman bin Abu Laila berkata; saya menyaksikan Ali Radhiallah ‘anhu meminta orang-orang untuk bersaksi di Rahabah; “Demi Allah, siapa yang mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari Ghadir Khum: “Barangsiapa saya menjadi walinya maka Ali juga menjadi walinya, ” tatkala belau berdiri dan bersaksi, ” Abdurrahman berkata; dua belas orang ahli Badar berdiri, sampai aku dapat melihat salah seorang dari mereka. Mereka berkata; kami bersaksi bahwa kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari Ghadir Khum: “Bukankah Saya lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka, dan istri-istriku adalah ibu mereka.” Kami menjawab; “Ya. Wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Barangsiapa saya menjadi walinya maka Ali juga menjadi walinya. Ya Allah lindungilah orang yang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya.”

Musnad Ahmad 633: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ yaitu Ibnu Abu Shalih Al Aslami telah menceritakan kepadaku Ziyad Bin Abu Ziyad aku mendengar Ali Bin Abu Thalib bersaksi kepada orang-orang seraya mengatakan; “Aku bersaksi kepada Allah terhadap seorang lelaki muslim yang telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari Ghadir Khum tentang apa yang beliau sabdakan.” Ziyad berkata; “Maka berdirilah dua belas orang ahli badar, mereka semuanya bersaksi.”

Musnad Ahmad 21934: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah bercerita kepadaku Ajlah Al Kindi dari ‘Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Buraidah, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim dua utusan ke Yaman, salah satunya dipimpin ‘Ali bin Abi Thalib dan yang lain dipimpin Khalid bin Al Walid, beliau bersabda: Bila kalian bertemu maka yang menjadi pemimpin adalah ‘Ali dan bila kalian berpisah maka masing-masing dari kalian memimpin pasukannya. Buraidah melanjutkan: Kami bertemu dengan Bani Zaid dari penduduk Yama, kami berperang lalu kaum muslimin memenangkan kaum musyrikin, kami membunuh banyak orang dan menawan banyak orang kemudian ‘Ali memilih seorang wanita diantara para tawanan untuk dirinya sendiri. Khalid bin Al Walid mengirim surat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan hal itu. Saat aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, aku menyerahkan surat, surat pun dibacakan dihadapan beliau lalu aku melihat muka marah diwajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian aku berkata: Wahai Rasulullah! Inilah aku meminta perlindungan kepadamu, sebab engkau sendiri yang mengutusku bersama seorang lelaki dan baginda memerintahkanku untuk menaatinya, dan aku hanya melakukan tugasku karena diutus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ya, Jangan membeci ‘Ali karena ia bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku, ia bagian dariku dan aku bagian darinya, ia adalah pemimpin kalian sepeninggalku.”

Musnad Ahmad 16374: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mus’ab berkata; telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Syaddad Abu ‘Ammar berkata; saya menemui Watsilah bin Al Asqa’ saat itu di sisinya ada suatu kaum, lalu mereka menyebutkan Ali. Tatkala mereka berdiri, dia berkata kepadaku, “Maukah saya beritahukan dengan apa yang telah saya lihat dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam?” saya menjawab, Ya. (Watsilah bin Al Asqa’ Radliyallahu’anhu) berkata; “Saya mendatangi Fathimah Radliyallahu’anha, saya bertanya tentang Ali.” Maka dia menjawab, “Dia sedang menuju ke Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam lalu saya duduk dan menunggunya sampai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam datang bersama Ali, Hasan dan Husain ‘alaihimussalam, ” masing-masing beliau gandeng tangannya sampai masuk lalu Ali mendekati Fatimah dan Rasul mendudukkan hasan dan Husain di hadapan beliau. Dia mendudukkan Hasan dan Husain pada lutut beliau lalu beliau melipat pakaiannya pada mereka, ” atau berkata; “Kain.” Lalu beliau membaca ayat, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” dan bersabda: “Ya Allah, mereka adalah Ahli Baitku, dan Ahli Baitku-lah yang paling berhak.”

Musnad Ahmad 21867: Telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Dukain telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Ghaniyyah dari Al Hakam dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas dari Buraidah berkata: Aku perang bersama ‘Ali di Yaman, aku melihat sikap dingin darinya, saat aku tiba dihadapan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, aku menyebut-nyebut Ali, aku mencelanya lalu aku melihat rona muka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berubah kemudian bersabda: Hai Buraidah! Bukankah aku lebih utama bagi orang-orang mu`min melebihi diri mereka. Aku menjawab: Benar wahai Rasulullah! Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Siapa pun yang walinya adalah aku maka ‘Ali adalah walinya.”

One Response

  1. pak ceritakan kepada kami tentang nasab Muhammad Saw hingga yang ada di Indonesia berdasarkan tinjauan sejarah dan fadhoilul amal untuk mereka. terimakasih.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: