Dajjal : Makhluk apa itu ?

Dajjal : Makhluk apa itu ?

Oleh : Armansyah

Dalam khasanah literatur Islam kita mengenal istilah Dajjal.

Istilah الدَّجَّالِ (Dajjal) sendiri secara etimologi (bahasa) adalah Al-Kholath yang bermakna mencampur, mengacau atau membuat bingung. Dalam hal ini ia memiliki sifat yang suka mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan sehingga masyarakat menjadi bingung dalam mencari kebenaran yang sebenarnya. Ia mampu memanipulasi data sedemikian rupa sehingga hitam bisa menjadi putih dan putih dapat menjadi hitam. Oleh sebab itu ada pula yang memaknai kata Dajjal itu terambil dari kata “ad-dajl” yang berarti At-Tamwith yaitu pembohong atau pendusta. Bentuk jamak dari kata Dajjal ini adalah Dajjalun. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa Dajjal itu ada pada setiap masa manusia disetiap jamannya. Sehingga memberikan tafsir Dajjal secara bukan sebatas individu tertentu adalah bisa diterima.

Shahih Bukhari 6598: Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qotadah dari Anas radliallahu ‘anhu mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah dan pendusta, ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedang rabb kalian tidak buta sebelah, tertulis diantara kedua matanya KAFIR.” Tentang Hadits ini, juga ada riwayat dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Musnad Ahmad 12957: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidak pernah diutus seorang nabipun sebelumku kecuali telah memperingatkan kaumnya dari dajjal sang pendusta, hati-hatilah kalian, dia itu buta sedang RABB kalian tidak buta.”

Musnad Ahmad 13598: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, Ahmad Bin Ja’far Bin Hamdan Bin Malik Al Quthoi’i Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Amir Abdul Malik Bin ‘Amir Telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Zaid yaitu Ibnu Aslam dari Jabir bin Abdillah RAa berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada fitnah, -dan tidak akan terjadi Hari Kiamat- yang lebih besar dari Fitnah Dajjal, dan tak ada seorang Nabipun melainkan dia memperingatkan umatnya, dan saya pasti akan memberitahukan kalian seperti apa yang telah diberitahukan para Nabi sebelumku pada umatnya”. Lalu (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) meletakkan tangannya di atas matanya, bersabda: “Saya bersaksi Allah Azzawajalla tidaklah buta sebelah”.

Rasanya tidak mungkin bila kita membayangkan sosok Dajjal seperti monster dalam film-film Power Rangers, Megaloman atau juga Ultraman. Dimana jika kita lihat hadis-hadis yang berkisah tentang Dajjal juga mengkorelasikan dengan kehadiran Imam al-Mahdi. Sehingga kita membayangkan jika Dajjal adalah sosok monster besar sementara Imam al-Mahdi atau mungkin juga Isa al-Masih yang diceritakan turun kembali bagaikan sosok Ultraman dan Megaloman yang menghadapi gempuran sang monster.

Ilustrasi

Dajjal pastilah merupakan satu lambang kejahatan yang akan melanda setiap jamannya sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw yang sudah kita tampilkan diatas bahwa semua Nabi terdahulu-pun telah mengingatkan umatnya akan keberadaan dan ulah Dajjal-dajjal yang merusak. Artinya setiap umat setelah ditinggalkan oleh Nabinya masing-masing pasti akan muncul Dajjal yang berbuat kerusakan ditengah mereka.

Dajjal merupakan salah satu bentuk sifat manusia yang selalu memperturutkan nafsunya dalam hidup ini. Seperti yang kita ketahui bersama, manusia ini tercipta dengan dua potensi dasar : Fujuroha dan Taqwaha.

Nafsu Fujuroha adalah nafsu untuk berbuat menyimpang atau negatip sedangkan Nafsu Taqwaha adalah nafsu untuk berbuat kebenaran atau positip. Dasarnya adalah firman Allah dalam surah Asy-Syams ayat 7 dan 8 :

Wa nafsin wama sawwaha, fa alhamaha fujuroha wa taqwaha
Dan Nafs serta penyempurnaannya, diwahyukan kepadanya kefasikan serta ketakwaan…

Pada penjabarannya, kedua potensi manusia tadi bisa terpecah lagi menjadi banyak pembagian dan percabangan. Tetapi yang jelas pada akhirnya yang menjadi penentu dari penilaian dimata Tuhan adalah Nafs yang muthmainnah. Yaitu nafsu yang sudah berhasil melalui banyak fase dalam menuju pendominasian keseharian kita, dimana setiap gerak dan langkah hanya terpusat pada sistem Ridhatillah atau keridhoan Allah.

Sebaliknya orang yang melakukan perbuatan buruk adalah orang yang berpusat pada sistem fujuroha, termasuklah yang senantiasa bersikap ingkar, membantah, berbuat zalim, berbuat sia-sia, mencampur adukkan perbuatan haq dengan yang batil, memanipulasi data dan sebagainya. Pada intinya, fitrah dari seorang manusia adalah berpotensi untuk menjadi baik dan jahat. Fitrah bukanlah sesuatu yang hanya bersifat baik semata, sebab kondisi fitrah adalah kondisi awal atau dalam dunia komputer dikenal juga sebagai “default setting”.

Saya pernah membahas perihal ini secara detil dalam tulisan dengan judul : Syurga Bukan cuma untuk satu golongan. Silahkan klik link berikut untuk membacanya : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/12/06/syurgabukancumautksatugolongan/

Berbagai tafsir berkembang atas masalah Dajjal ini. Mulai dari yang mempersonifikasikannya sebagai wujud seorang manusia dengan kekuatan atau kesaktian yang luar biasa, wujud setan dengan tampang garang dan berperawakan menyeramkan sampai kepada bentuk-bentuk metafora seperti lambang dari sebuah keangkaramurkaan yang berwujud negara adikuasa. Mereka yang memberi penafsiran dalam bentuk manusia mendasarkan pendapatnya pada sejumlah riwayat yang dinisbatkan kepada Rasul, diantaranya seperti :

Musnad Ahmad 16971: Ketahuilah bahwa ciri dajjal adalah  masih muda, rambutnya keriting kasar, matanya menjorok.

Sunan Ibnu Majah 4067: Rasulullah SAW bersabda : …Pertama kali ia akan mendakwakan dirinya dengan mengatakan, ‘Aku adalah seorang Nabi.’ Padahal tidak ada Nabi setelahku, kemudian ia juga akan mendakwakan dirinya dengan mengataka, ‘Aku adalah Rabb kalian.’ Sedangkan kalian tidak akan bisa melihat Allah kecuali setelah kalian meninggal. Dan ia hanya memiliki satu mata, padahal Allah tidaklah bermata sebelah. Dan diantara kedua matanya tertulis kata ‘kafir’ yang hanya dapat dibaca oleh setiap muslim baik yang dapat menulis maupun yang tidak dapat menulis. Diantara fitnah-fitnahnya adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka, namun pada hakekatnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.

Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat di awal-awal surat Al Kahfi. Dan diantara fitnahnya juga adalah, ia akan berkata kepada seorang Arab, ‘Pikirkanlah olehmu, sekiranya aku dapat membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu? ‘ Laki-laki arab tersebut menjawab, ‘Ya.’ Kemudian muncullah setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya, maka keduanya berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu.’ Dan di antara firnah-fitnahnya adalah ia akan memaksa manusia lalu membunuhnya dan memotongnya dengan gergaji. Maka terbelahlah orang tersebut menjadi dua bagian. Kemudian Dajjal berkata, ‘Lihatlah oleh kalian kepada hamabku ini, sesungguhnya aku akan membangkitkannya, lalu dia akan mendakwakan bahwa Rabbnya adalah selain aku.’ Maka Allah pun membangkitkan orang yang terbelah tersebut. Lalu Dajjal berkata kepadanya, ‘Siapakah Rabbmu? ‘ ia menjawab, ‘Rabbku adalah Allah, dan kamu adalah musuh Allah. Kamu adalah Dajjal. Demi Allah, mulai hari ini, tidak ada hal yang lebih aku yakini selain dari (kedustaan) mu’.”

Musnad Ahmad 21701: Telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraih dan Yazid bin ‘Abdu Rabbih keduanya berkata: telah bercerita kepada kami Baqiyyah telah bercerita kepadaku Bahir bin Sa’ad dari Khalid bin Ma’dan dari ‘Amru bin Al Aswad dari Junadah bin Abu Umaiyah bahwa ia bercerita kepada mereka dari ‘Ubadah bin Ash Shamit berkata: Bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Saya telah bercerita kepada kalian tentang Dajjal hingga saya takut jika kalian tidak mau lagi mencernainya; al-maasih Dajjal adalah seorang yang pendek, renggang kedua betisnya, berambut keriting dan buta sebelah, matanya tidak terlalu menjorok keluar dan tidak juga terlalu menjorok kedalam. Andaikan dia menjadikanmu ragu, -Yazid menambah dalam riwayatnya: maksudnya terhadap Rabbmu yang sebenarnya- maka ketahuilah bahwa Rabb kalian Tabaaroka wa ta’aala Dia tidak buta sebelah dan kalian sekali-kali tidak akan pernah melihat RABB kalian sehingga kalian meninggal.”

Musnad Ahmad 4513: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Hanzhalah dari Salim; Aku mendengar Ibnu Umar mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “…aku melihat di belakangnya seorang lelaki berkulit merah, rambutnya keriting dan matanya yang sebelah kanan buta, ia mirip seperti Ibnu Quthn yang pernah aku lihat. Akupun bertanya: ‘Siapakah dia? ‘ orang-orang menjawab, ‘Al Masih Ad Dajjal’.”

Shahih Bukhari 5458: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu ‘Adi dari Ibnu ‘Aun dari Mujahid dia berkata; Kami pernah berada di samping Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma, lalu orang-orang menyebut-nyebut Dajjal, lantas Ibnu Abbas mengatakan; “Sesungguhnya di antara kedua mata Dajjal tertulis “Kafir”, Ibnu Abbas mengatakan; “Namun saya belum pernah mendengar beliau (secara langsung) mengatakan hal itu, akan tetapi beliau (Nabi) mengatakan: “Adapun Ibrahim, maka lihatlah pada teman kalian, sedangkan Musa, ia adalah seorang laki-laki (berkulit) kecoklatan dan bertubuh kekar tengah (menunggang) unta merah yang kendalinya terbuat dari sabut kurma, seolah-olah aku melihat kepadanya ketika menuruni lembah sambil bertalbiyah.”

Musnad Ahmad 12674: Telah menceritakan kepada kami Rouh telah menceritakan kepada kami Sa’id dari Qatadah, Anas Bin Malik memberitakan bahwa Nabi shallahu’alaihi wasallam bersabda, “(Adalah Dajjal), diantara kedua matanya tertulis KA FA RA, yaitu kafir, setiap mukmin bisa membacanya, baik yang buta huruf atau yang bisa baca tulis”.

Jadi –masih menurut kelompok pertama—Dajjal itu adalah manusia biasa yang memiliki ciri-ciri seperti didalam hadis. Ia pandai bermain sihir yang dengan sihirnya itu mampu memanipulasi pandangan lahiriah manusia akan yang haq dengan yang batil, pandai berbicara sehingga orang banyak terhasut dan percaya kepadanya dakwa-dakwanya dan lain sebagainya. Tetapi konsepsi tersebut pada hakekatnya menurut kelompok yang menafsirkannya secara metafora hanyalah simbol-simbol saja akan keberadaan suatu bangsa yang mampu menguasai dunia dengan semua ilmu dan teknologinya.

Bangsa ini kelak akan menipu banyak orang agar masuk kedalam jeratan politik praktisnya yang licik, menggantungkan sendi-sendiri perekonomian, militer serta budaya kepadanya. Kelompok ini juga mencontohkan bangsa tersebut tidak lain dari negara adikuasa bernama Amerika Serikat. Keterbutaan sebelah mata sang Dajjal adalah kiasan dari pola pandang bangsa Amerika dalam melihat dunia ketiga serta umat Islam. Kedustaan yang disebabkan pemutarbalikan fakta menjadi permainan sehari-hari mereka sehingga Islam dikaitkan sebagai agama teroris, agama terbelakang dan tidak berbudaya. Orang yang fanatik dengan Islamnya disebut dengan nama ekstrimis sementara orang yang berpandangan liberal disebut demokrat. Amerika berhasil menyulap api menjadi air. Keberpihakan Amerika kepada zionis Yahudi dalam memberangus umat Islam di Palestina, adalah salah satu bukti kedajjalan negeri itu. Demikian secara singkat pemandangan kelompok ini. Sebuah pandangan yang memang bisa diterima dan sesuai konteks yang berlaku.

Seakan tidak mau kalah, sejumlah pihak pertama yang menyifati Dajjal sebagai individu tertentu beberapa tahun terakhir ini seolah mendapatkan pembenaran pemahamannya pada sosok dari India yang bernama Bhagavan Sri Sathya Saibaba alias Satyanarayana Raju. Beberapa ciri fisik Dajjal didalam hadis Nabi yang –seolah secara kebetulan—ada pada diri Saibaba seperti berpostur tubuh pendek, gempal, berambut kribo, berkaki bengkok (agak pengkor), mata buta sebelah (tadinya tapi kemudian berhasil sembuh), mandul, lahir dari daerah yang bernama Khurasan di India Selatan dan mampu melakukan banyak hal yang ajaib. Saibaba juga disebut-sebut mengaku sebagai Imam Mahdi, Yesus Kristus dan bahkan Tuhan semesta alam. Sesuatu yang memang secara lahiriah telah memenuhi kriteria dari defenisi Dajjal yang sesungguhnya.

Kita juga masih punya satu pemahaman lainnya, yaitu dari kelompok orang-orang yang memaknai Dajjal sebagai Iblis yang menjelang berakhirnya dunia akan datang secara nyata. Pemahaman ini mungkin lebih banyak merupakan adopsi dari dunia Kristen yang meyakini kebangkitan Lucifer dari tidur panjangnya. Lucifer adalah nama dari malaikat yang jatuh pada dosa dan ingin menjadi tandingan Tuhan. Pemahaman ini juga umumnya tidak lepas dari simbolitas angka 6.666 sebagaimana yang diramalkan oleh kitab Wahyu –salah satu kitab yang terdapat dalam Perjanjian Baru–.

Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam . (Wahyu [13] :13-18)

Lalu seberapa jauh kebenaran dari eksistensi Dajjal itu sendiri ? Apakah dia memang berbentuk manusia tunggal –sebagaimana halnya Saibaba ?—ataukah dia memang sebatas simbolitas sebuah negara –seperti Amerika ? – atau justru Dajjal ini memang tidak lain daripada Iblis yang ingin menyelesaikan dendamnya pada manusia sejak dia terusir dari surga dizamannya Adam ?

Saya pribadi dalam hal ini melihat bahwa ide munculnya Imam Mahdi dan Dajjal sendiri dengan berbagai penyifatan dan ciri-cirinya, tidak ubahnya dengan kondisi Mesir pada masa kenabian Musa a.s. Dimana pada masa itu Mesir, diperintah oleh seorang Fir’aun yang zalim, tamak, angkuh serta mengaku menjadi Tuhan sehingga merasa segala hal yang dia inginkan bisa terjadi. Kekuasaan Fir’aun ini mendapat perlindungan dari para tukang sihirnya yang hebat, sampai-sampai Nabi Musa sewaktu menghadapi mereka diceritakan sempat tidak percaya pada kemampuan dirinya. Begitulah Dajjal hemat penulis.

Dia adalah seorang individu yang memiliki kekuasaan disatu negara besar yang penuh kediktatoran. Dilengkapi berbagai peralatan tempur modern, satelit mata-mata tercanggih, agen-agen FBI, CIA, SWAT dan juga Mossad, pusat kemajuan yang tertinggi dibidang sains, dikelilingi para artis yang menjadi simbol seks bebas dan homoseksual, ditambah dukungan perekonomian moneter yang kuat mencengkram kemiskinan negara-negara lain diluarnya sehingga mata uang dollarnyapun yang jelas-jelas menggambarkan “satu-mata” menjadi standar perdagangan dunia.

Gambar uang 1 dollar Amerika

Gambar satu mata dalam uang 1 dollar Amerika yang persis sama seperti nubuat Rasulullah

Itulah negara adikuasa bernama Amerika, dimana orang yang berhasil naik kekursi kepresidenannya seolah naik ketahta Tuhan, mampu mengatur seluruh hal didunia ini seperti membalik telapak tangannya. Hitam dibuatnya menjadi putih. Damai bisa berubah perang. Memandang hidup hanya dengan satu mata. Invasi disebut sebagai demokrasi. Fitnah dinyatakan selaku kebaikan. Pembantaian umat Islam di Palestina, Irak, Kosovo, Kashmir, Thailand, Afghanistan, Suriah, Libya mendapat pembenaran dengan dalih melawan terorisme.

Iran dilarang mengembangkan nuklirnya, sementara Amerika sendiri menciptakan senjata nuklir yang membahayakan peradaban dengan alasan demi menjaga keamanan dunia. Siapa sebenarnya yang mengangkat Amerika sebagai polisi dunia ? Itulah negaranya Dajjal. Pengikut mereka terdiri dari orang-orang Yahudi, bangsa penjajah yang merasa selalu mendapat tempat terhormat dimata Tuhan. Hak vetonya di PBB menjadi api yang berkedok air bagi bangsa-bangsa teraniaya. Amerika bahkan tidak merasa perlu mematuhi PBB yang menjadi bonekanya ketika dia menghancurkan Irak dan Afghanistan serta juga Libya baru-baru ini. Begitpula para sekutunya seperti Australia dan Inggris. Gambaran ini tepat sekali dengan defenisi Dajjal oleh kamus Lisanul Arab serta Tartibul Qamus. Bahwa Dajjal disebut dengan nama itu karena ia menutupi bumi dengan banyaknya kelompoknya.

Ibnu Katsir menyebutkan bahwa melalui Dajjal, maka Allah akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman. Dajjal akan melakukan aksi-aksi luar biasa. Dia akan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan lalu memerintah bumi untuk memberikan hasilnya bagi mereka yang menjawab seruan yang dia berikan. Peternakan yang digembalakanpun akan bertambah gemuk dan banyak. Sementara orang-orang yang menolak seruan Dajjal akan didera kekeringan, kematian hewan ternak dan menurunnya kekayaan, buah-buahan dan kehidupannya sendiri. Tertulis jelas diantara matanya kata “Kafir” melalui huruf “Kaf-Fa-Ra” sehingga ia memang material yang nyata. Satu matanya tampak menjijikkan dan menonjol keluar bagaikan buah anggur yang mengambang. Mata tersebut cacat dan tidak ada cahaya didalamnya. Ibnu Katsir mengutip pula riwayat dari Ibnu Abbas yang meriwayatkan dari Rasulullah bahwa Dajjal itu berperawakan Ja’ad (pendek dan gemuk dengan fisik yang kuat), Hajin (berkulit putih, jahat dan cabul) serta Akhun (nada suaranya terdengar keluar dari hidung) .

Semua yang disampaikan oleh Ibnu Katsir diatas, mengandung kebenaran terhadap realitas negara adidaya Amerika Serikat. Dimana dari negeri ini pula banyak sekali tercipta beragam aksi dan penemuan yang luar biasa memukau. Dengan teknologinya, mereka mampu membuat hujan buatan, waduk serta irigasi yang hebat. Mereka mampu mencari teknologi yang bisa membuat hasil kebun menjadi bagus, subur serta segar. Mereka yang mau menuruti apa permintaan Amerika, akan mendulang hidup yang makmur. Sementara negara-negara yang menolak bekerja sama dengannya akan mengalami pengucilan dipentas internasional, embargo, kelaparan, pemboikotan, krisis sandang maupun pangan, marak oleh wabah penyakit serta berbagai bentuk kemiskinan negara lainnya. Kemajuan lain dari pengembangan teknologi yang mereka bentuk bahkan telah mampu menyatukan berbagai benua yang terpisah ratusan ribu kilometer seperti keberadaan Internet, Email. media Telekonfrensi, telepon seluler, penciptaan aplikasi Googlemap, Googleearth dan seterusnya.

Musnad Ahmad 16971: Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim Abu Abbas Ad Dimasyqi di Makkah dengan mendiktekan, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Yazid bin Jabir ia berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Jabir Ath Tha’i ia adalah seorang Qadli di Himsh, ia berkata, telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Jubair bin Nufair Al Hadlromi dari bapaknya, bahwa ia mendengar Nawwas bin Sam’an Al Kilabi ia berkata, Dalam sebuah perjalanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengisahkan dajjal. Beliau terkadang meninggikan volume suaranya, namun terkadang merendahkannya hingga kami sangka beliau berada di tengah rerimbunan pohon kurma. Ketika kami temui beliau, beliau tahu kesemuanya dari wajah kami.  Serta merta kami tanyakan kepada beliau perihal dajjal.

Tanya kami “Wahai rasulullah, sepertinya telah engkau kisahkan dajjal di suatu perjalanan, dan engkau rendahkan volume suaramu namun terkadang engkau tinggikan, hingga kami sangka engkau di tengah rerimbunan kurma ! Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam jawab “Disamping karena dajjal paling saya takutkan atas kalian.” Nabi meneruskan, kalaulah dajjal itu muncul dan aku berada di tengah-tengah kalian,  maka akulah yang menghadapinya untuk membela kalian, namun kalaulah ia muncul sedang aku sudah tak lagi bersama kalian, masing-masing akan menghadapinya sendiri. Ketika itu, Allah adalah wakilku (maksudnya Pembela dan Penolongnya) bagi setiap muslim.

Kethauilah bahwa cirri dajjal adalah  masih muda, rambutnya keriting kasar, matanya menjorok, ia muncul dari sebuah jalan antara Syam dan Irak, lantas ia  berbuat keonaran ke sebelahkanan dan kiri. Wahai hamba Allah, bersikap teguhlah kalian. Kami bertanya “Wahai Rasulullah, berapa lama dajjal tinggal di muka bumi ? “Empat puluh hari” Tukas Nabi. Sehari ada yang bagaikan setahun, ada yang bagaikan sebulan, ada yang bagaikan sejumat (seminggu), ada yang bagaikan hari-hari biasa, bagaikan hari  yang kalian kenal. Kami semua bertanya ” Wahai Rasulullah, sehari yang bagaikan setahun, apakah kami cukup shalat sehari semalam  saja ?  rasulullah menjawab “Oh tidak, namun taksirlah saja dengan cara seksama.”

Kami bertanya “Wahai rasulullah, bagaimana kecepatan dajjal berkeliaran di muka bumi ?  jawab Nabi, bagaikan hujan yang diterbangkan oleh angin.

Dia lewati sebuah perkampungan dan diajaknya mereka hingga mereka pun menerima, lantas dajjal perintahkan langit dan otomatis menurunkan hujan, dajjal perintahkan bumi dan otomatis  mengeluarkan tetumbuhan, hewan-hewan ternak mereka juga mengandang sendiri  dan punuknya lebih tinggi,  ukurannya lebih panjang, dan air susunya lebih melimpah. Sebaliknya lantas dajjal lewati sebuah perkampungan  dan penduduknya menolak petuah-petuahnya sehingga dengan aneh harta kekayaan mereka mengikuti dajjal, dan mereka ditimpa musim kemarau sangat dahsyat, dan mereka tak punya harta lagi. Kemudian dajjal lewati sebuah perkampungan yang telah roboh dan berujar “Tolong keluarkanlah harta karun yang ada padamu.” Anehnya harta karun itu tiba-tiba mengikutinya bagaikan lebah yang mengikuti ratunya. Kata  Nawas, lantas dajjal perintahkan untuk didatangkan seseorang dan dibunuh.  Dajjal kemudian menyabetnya dengan pedangnya hingga jasadnya terpotong menjadi dua bagian, bagaikan seseorang yang menjadi sasaran anak panah. Kemudian dajjal memanggilnya, tiba-tiba orang itu datang dengan wajahnya yang berseri-seri.

Kebenaran akan dipandang sebelah mata oleh Amerika, invasi kepada Irak yang sebenarnya memiliki motif minyak bumi dilakukan dengan alasan menghancurkan persenjataan biologis pemusnah massal. Melalui hak vetonya di PBB berikut dukungan para sekutunya, maka dunia berada dalam genggamannya. Jelas sekali tanda kekafirannya bisa dilihat oleh siapapun tanpa perlu orang itu bisa membaca atau tidak.

Karena label kafir pada Amerika Serikat terwujud dalam simbol, masyarakat dan perbuatan mereka. Sebagai negeri yang terbebas dari koloni Inggris, Amerika tergolong negara yang baru lahir atau berusia pendek. Namun kegigihannya dalam menguasai banyak hal telah merubah bangsa yang usianya singkat itu menjadi bangsa yang besar atau gemuk serta memiliki kekuatan diberbagai bidang (ekonomi, teknologi, militer, politik). Bangsa Amerika adalah bangsa dengan mayoritas penduduk berkulit putih, bertipikal jahat serta cabul. Kekerasan dimana-mana, pembunuhan, seks bebas, pelacuran sudah bukan barang asing dimasyarakatnya. Nafsu Amerika untuk menguasai dunia ibarat nafas memburu yang keluar dari hidung. Sungguh sebuah prediksi yang sangat akurat sekali. Maha Benar Allah.

Palembang, Januari 2012

Armansyah

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: