Kenapa Islam menolak Trinitas

Kenapa Islam menolak Trinitas

Oleh : Armansyah

Telah umum diketahui bahwa Islam adalah ajaran Tauhid, yaitu sebuah bentuk pengajaran satu Tuhan. Tidak ada tempat bagi tuhan-tuhan dalam pengertian jamak didalam ideologi Islam. Oleh sebab itu maka didalam Islam tidak dikenal juga istilah dewa-dewa yang menjadi pusat permintaan tolong, dipuja dan disembah sebagaimana dalam agama-agama lainnya. Tidak ada dewa bumi, dewa hujan, dewa air, dewa api dan seterusnya. Olehnya juga tidak ada istilah sesembahan, sesajenan yang ditujukan buat mereka. Didalam Islam, Tuhan itu adalah satu olehnya maka Tuhan yang satu itu disebut dengan nama atau istilah ALLAH.

Allah merupakan pencipta, penguasa, pemilik dari semua jagad raya ini. Dia yang maha menentukan segala kejadian yang terjadi, mengatur semua urusan dari langit dan bumi serta apa saja yang ada diantara keduanya.

Tuhan yang satu itu juga didalam teologi Islam tidak pernah memiliki anak kandung, anak titisan, anak angkat, ibu, bapak atau apapun yang merupakan jelmaan, inkarnasi, reinkarnasi, perwujudan, penyerupaan serta hal-hal lain yang sejenisnya sebagaimana misalnya diyakini oleh umat dalam agama lain. Karena itu juga tidak ada icon atau simbol-simbol tertentu yang bisa dijadikan lambang ketuhanan.

Allah didalam Islam bersifat  ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ  | Mukhalafatuhu lilhawadith yang artinya Dia tidak menyerupai sesuatu apapun dialam raya ini yang kita kenal. Dia juga bersifat   ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ  |  Qiyamuhu binafsih  yang berarti Dia berdiri dengan sendirinya, tidak memiliki sekutu. Dia ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔWahdaniyat – bersifat Esa.

Inilah Tauhid.

Allah tidak sama dengan makhluk-Nya, siapapun adanya makhluk itu. Konsep ini sebenarnya juga merupakan ajaran yang sama dengan yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul yang lain, tidak terkecuali Nabi-nabi dari kalangan Bani Israel seperti Musa, Daud, Sulaiman terus sampai kepada Isa al-Masih putra Maryam yang dalam teologi Kristiani disebut dengan nama Yesus.

Didalam al-Qur’an, ada satu ayat yang benar-benar menjadi penyanggah atau shock therapy untuk konsepsi kemajemukan Tuhan seperti yang diklaim oleh Kristiani bahwa Allah itu adalah salah satu dari tiga oknum ketuhanan mereka.

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انتَهُوا خَيْرًا لَّكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (an-Nisaa ayat 171).

Kita maklum, dalam pemahaman orang-orang Kristen bahwa Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum, yaitu : Tuhan Bapa (God the Father), Tuhan anak (Jesus the Christ) dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit); Dan ketiga-tiga oknum ini didalam keyakinan mereka merupakan sehakikat dan satu dalam kesatuannya.

Adanya kehadiran Jesus yang disebut sebagai Tuhan anak (The Son of God) didalam salah satu unsur ke-Tuhanan Kristen, tidak hanya dipandang sebagai kiasan (metafora), namun lebih cenderung dalam arti yang sebenarnya. Oleh karena perkataan Tuhan anak disini digunakan dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan “Tuhan Bapa” disini seharusnya juga digunakan pula dalam arti “Bapa” yang sesungguhnya, sebab dengan demikian pemahaman ini menjadi benar.

Namun hal ini akan menjadikan suatu hal yang mustahil untuk dapat diterima oleh akal sehat !

Karena diri “anak” yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu zat dengan diri sang “Bapa” yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga.

Sebab pada ketika “zat” yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga “zat” yang satu ini disebut sebagai Bapa. Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.

Ketika zat yang satu ini kita sebut sebagai Bapa, maka dimanakah zat anak ?

Tentunya kita semua sepakat bahwa kata apapun yang kita pakai dalam membicarakan Tuhan itu semata sebagai pengganti kata DIA (yaitu kata ganti yang tentu saja memang ada kata yang digantikannya), dan kata ZAT dalam konteks pembicaraan kita disini bukanlah kata zat yang dapat dibagi menjadi zat zair, padat dan gas.

Oleh karena dunia Kristen memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat, maka disini telah terjadi suatu dilema yang sukar dan untuk menjawab hal ini, mereka selalu melarikan diri pada jawaban : “Misteri Tuhan yang sulit diungkapkan.”

Suatu pernyataan yang mencoba menutupi ketidak berdayaan penganut Kristen didalam memberikan pemahaman mengenai doktrin keTuhanan mereka yang bertentangan dengan akal sehat.

Disatu sisi mereka memberikan kesaksian akan ke-Esaan dari Allah, namun pada sisi lain mereka juga dipaksa untuk menerima kehadiran unsur lain sebagai Tuhan selain Allah yang satu itu, logikanya adalah, jika disebut zat Tuhan Bapa lain dari zat Tuhan anak, maka akan nyata pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme keTuhanan dan bukan Monotheisme).

Begitu pula dengan masuknya unsur ketuhanan yang ketiga, yaitu Roh Kudus, sehingga semakin menambah oknum ketuhanan yang satu menjadi tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga mau tidak mau pengakuan tentang ke-Esaan Tuhan (prinsip Monotheisme) akan menjadi sirna.

Khusus mengenai diri Tuhan Roh Kudus sendiri, didalam kitab Bible (di-Indonesia sering disebut al-kitab) kadangkala digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan Tuhan Roh Kudus ini menurut kitab Perjanjian Lama (bagian awal dari al-Kitab) sudah seringkali hadir ditengah-tengah manusia, baik sebelum kelahiran Jesus, masa keberadaan Jesus ditengah para murid-muridnya hingga masa-masa setelah ketiadaan Jesus pasca penyaliban.

Dan menghadapi hal ini, kembali kita sebutkan bahwa unsur Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat (satu kesatuan), maka ketika itu juga terjadilah zat Tuhan Bapa adalah zat Tuhan anak kemudian zat Tuhan anak dan zat Tuhan Bapa itu adalah juga zat dari Tuhan Roh Kudus.

Pertanyaannya sekarang, sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ?

Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai Tuhan anak, maka dimanakah Tuhan Bapa serta Tuhan Roh Kudus ? Oleh sebab itu haruslah disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang berbeda.

Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua adalah ‘keanakan’ dan ‘keBapaan’. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa bukan anak !

Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi. Disini saja sudah dua oknum Tuhan yang berbeda.

ilustrasi


Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa ajaran Trinitas, sebenarnya bukanlah bersifat Monotheisme atau meng-Esakan Tuhan melainkan lebih condong kepada paham Polytheisme (sistem kepercayaan banyak Tuhan).

Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.

Kita dapati dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru (khususnya 4 Injil) sampai kepada kitab suci umat Islam yaitu al-Qur’an, tidak didapati konsep pluralitas ketuhanan sebagaimana yang ada pada pemahaman umum dunia Kristen itu sendiri.

Pada masanya, Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, demikian pula dengan Abraham, Daud, Musa, dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Yesus sendiri juga tidak pernah mengajarkan asas ke-Tritunggalan Tuhan, apalagi dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Lebih jauh lagi bila kita analisa konsep Trinitas ini menyebutkan bahwa oknum Tuhan yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan, karena itu ia disebut sebagai Tuhan Bapa (Dia dianggap sebagai Tuhan yang lebih tua), sementara oknum Tuhan kedua terbeda dengan Keanakan yang lahir menjadi manusia bernama Jesus dalam pengertian singkatnya bahwa Tuhan anak baru ada setelah adanya Tuhan Bapa, karena itu ia disebut sebagai sang anak.

Hal yang paling menarik lagi adalah tentang oknum Tuhan ketiga yaitu Roh Kudus yang justru terbeda sifatnya dengan keluarnya bagian dirinya dari Tuhan Bapa dan Tuhan anak, sehingga Bapa bukan anak dan anak bukan pula Bapak atau Roh Kudus.

Apabila sesuatu menjadi titik perbedaan sekaligus titik keistimewaan pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus juga ada pada zat oknum tersebut. Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak.

Artinya zat itu adalah zat anak, sebab oknum tersebut tidak dapat terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Tuhan, karena zat keduanya hanya satu.

Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain.

Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada oknum Bapa.
Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya.
Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah.
Karena zat Bapa dengan zat Tuhan adalah satu (unity).

Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan tersebut pada zat Tuhan dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat Tuhan.

Misalnya, Tuhan anak lahir menjadi manusia.

Apabila Tuhan anak menjadi manusia, maka zat Tuhan Bapa harus menjadi manusia karena zat mereka satu (sesuai dengan prinsip Monotheisme). Namun kenyataannya menurut dunia kekristenan bahwa Tuhan Bapa tidak menjadi manusia. Dengan demikian berarti zat Tuhan Allah tidak menjadi manusia.

Maka pada saat zat Tuhan Allah akan disebut menjadi manusia dan zat Tuhan Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang bertentangan dan suatu konsep yang mustahil.

Ajaran Trinitas yang mengakui adanya Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima secara baik hanya jika dunia Kristen mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan Esa, melainkan tiga (Trialisme).

Siapapun tidak akan menolak bahwa Tuhan bersifat abadi, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir, namun keberadaan Tuhan yang menjadi anak dan lahir dalam wujud manusia telah memupus keabadian sifat Tuhan didalam dunia Kristen, karena nyata ada Bapa dan ada anak alias telah ada Tuhan pertama yang lebih dulu ada yang disebut sebagai Tuhan tertinggi dan ada pula Tuhan yang baru ada setelah Tuhan yang pertama tadi ada.

Akal manusia dapat membenarkan, jika Bapa dalam pengertian yang sebenarnya harus lebih dahulu ada daripada anaknya.

Akal manusia akan membantah bahwa anak lebih dahulu daripada Bapa atau sang anak bersama-sama ada dengan Bapa, sebab bila demikian adanya tentu tidak akan muncul istilah Bapa maupun anak.

Apabila Tuhan Bapa telah terpisah dengan Tuhan anak dari keabadiannya, maka Tuhan anak itu tidak dapat disebut ‘diperanakkan’ oleh Tuhan Bapa. sebab Tuhan Bapa dan Tuhan anak ketika itu sama-sama abadi, Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih dahulu dan yang lebih kemudian hadirnya.

Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia adanya terkemudian daripada Bapa. Karena sekali lagi, anak yang sebenarnya harus ada terkemudian daripada Bapa yang sebenarnya.

Apabila antara Tuhan Bapa serta Tuhan anak telah terbeda dari kekekalan, maka Tuhan Roh Kudus pun telah terbeda pula dari kekekalannya masing-masing, mereka bukan satu kesatuan tetapi 3 unsur yang berbeda.

Kenyataan ini justru didukung penuh oleh kitab Perjanjian Baru sendiri, bukti pertama bisa kita baca dalam Injil karangan Matius pasal 3 ayat 16 sampai 17 :

“Sesudah dibaptis, Jesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia (Jesus) melihat Roh Allah seperti burung merpati hinggap ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga (apakah sorga = langit? :-red) yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:16-17)

Pada ayat diatas secara langsung kita melihat keberadaan 3 oknum dari zat Tuhan yang berbeda secara bersamaan, yaitu satu dalam wujud manusia bernama Jesus dengan status Tuhan anak, satu berwujud seperti burung merpati (yaitu Tuhan Roh Kudus) dan satunya lagi Tuhan Bapa sendiri yang berseru dari sorga dilangit yang sangat tinggi.

Jadi disini sudah ada 3 tuhan yang berbeda : Tuhan Bapa, Tuhan anak dan satu lagi Tuhan Roh Kudus.

ilustrasi

Dengan berdasar bukti dari pemaparan Matius diatas, bagaimana bisa sampai dunia Kristen mempertahankan argumentasi paham Monotheisme didalam sistem ketuhanan mereka ?

Bukti lainnya yang menunjukkan perbedaan antara masing-masing zat Tuhan didalam dunia Kristen yang semakin membuktikan keterpisahan antara Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lainnya dalam kemanunggalan mereka.

“Maka kata Jesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu !; dan sesudah berkata demikian, ia (Jesus) menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus” !.” (Johanes 20:21-22)

Ayat Johanes diatas sebagaimana juga Matius pasal 3 ayat 16 dan 17, memaparkan mengenai keterbedaan zat Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus sehingga semakin jelas bahwa antara Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus tidak ada ikatan persatuan dan tidak dapat disebut Tuhan yang Esa, masing-masing Tuhan memiliki pribadinya sendiri, inilah sistem kepercayaan banyak Tuhan (Pluralisme ketuhanan) sebagaimana juga yang diyakini oleh orang-orang Yunani maupun Romawi tentang keragaman dewa-dewa mereka.

Konsep ini sama dengan konsep 3 makhluk bernama manusia, ada si Amir sebagai Bapa, ada si Jhoni sebagai anak dan adapula si Robin, ketiganya berbeda pribadi namun tetap memiliki kesatuan, yaitu satu dalam wujud, sama-sama manusia, tetapi apakah ketiganya sama ? Tentu saja tidak, mereka tetaplah 3 orang manusia.

Tuhan Bapa, Tuhan anak maupun Tuhan Roh Kudus adalah sama-sama Tuhan namun mereka tetap 3 sosok Tuhan yang berbeda, inilah sebenarnya konsep yang terkandung dalam paham Trinitas atau Tritunggal pada dunia Kristen.

Sebagai akhir pemaparan ini, maka kita kemukakan dua hal penting lain sebagai pengantar pemikiran kritis bagi orang-orang yang meyakini ide Trinitas dan mempercayai akan kemanunggalan Jesus dengan Allah.

Pertama, dunia Kristen Trinitas meyakini bahwa Jesus merupakan anak Tuhan sekaligus Tuhan itu sendiri yang lahir menjadi manusia untuk menerima penderitaan diatas kayu salib demi menebus kesalahan Adam yang telah membuat jarak yang jauh antara Tuhan dengan manusia.

Sekarang, bila memang demikian adanya, bisakah anda menyatakan bahwa pada waktu penyaliban terjadi atas diri Jesus maka pada saat yang sama Tuhan Bapa (Allah) telah ikut tersalibkan ?

ilustrasi

Hal ini perlu diangkat sebagai acuan pemikiran yang benar, bahwa ketika Tuhan telah memutuskan diri-Nya untuk terlahir dalam bentuk manusia oleh perawan Mariah maka secara otomatis antara Jesus dengan Tuhan Bapa tidak berbeda, yang disebut Jesus hanyalah phisik manusiawinya saja tetapi isi dari ruhnya adalah Tuhan sehingga hal ini menjadikan diri Jesus disebut Tuhan anak.

Dalam keadaan apapun selama tubuh jasmani Jesus masih hidup dan melakukan aktivitas layaknya manusia biasa, pada waktu itu Ruh Tuhan pun tetap ada dalam badan jasmani tersebut dan tidak bisa dipisahkan, sebab jika Ruh Tuhan telah keluar dari badan kasarnya maka saat itu juga Jesus mengalami kematian, karena tubuh jasmani telah ditinggalkan oleh ruhnya.

Jadi logikanya, sewaktu tubuh jasmaniah Jesus disalibkan, maka zat Tuhan juga telah ikut tersalib, artinya secara lebih gamblang, Tuhan Bapa telah ikut disalib pada waktu bersamaan (sebab mereka satu kesatuan).

Pada waktu tubuh jasmani Jesus bercakap-cakap dengan para murid serta para sahabat lainnya maka pada waktu yang bersamaan sebenarnya Tuhan-lah yang melakukannya dibalik wadag tersebut.

Dan sekarang bila Jesus mengalami kejadian-kejadian tertentu seperti mengutuki pohon Ara karena rasa laparnya namun ia tidak menjumpai apa-apa disana selain daun (Matius 21:18-19) ?

ilustrasi

Maka bukankah hal ini menyatakan ketidak tahuan dari diri Jesus mengenai segala sesuatu yang terjadi disekitarnya ? Implikasinya lagi bahwa Tuhan yang mengisi jiwa dari wadag manusia Jesus saat itupun bukanlah Tuhan yang sebenarnya, sebab ia tidak bersifat maha mengetahui sedangkan pencipta alam semesta ini haruslah Tuhan yang mengenal ciptaan-Nya sekalipun itu dalam wujud makhluk paling kecil dan hitam yang tidak tampak secara kasat mata berjalan pada malam yang paling kelam sekalipun.

Dan pada waktu Jesus merasa sangat ketakutan sampai peluhnya membasahi sekujur tubuhnya bagaikan titik-titik darah yang berjatuhan ketanah (Lukas 22:44) maka pada saat yang sama kita menyaksikan Tuhan yang penuh kecacatan, betapa tidak, Tuhan justru frustasi dan kecewa sampai Dia mau mati (Matius 26:38) akibat ketakutan-Nya kepada serangan para makhluk ciptaan-Nya sendiri yang seharusnya justru menjadi lemah dan bukan ancaman menakutkan dimata Tuhan.

Dan didetik-detik tersebut kita dapati pada Matius pasal 26 ayat 36 sampai 39 Jesus telah memanjatkan doa yang ditujukan kepada Tuhan. Sungguh suatu kejanggalan yang sangat nyata sekali, betapa Tuhan telah menjadi makhluk dalam bentuk manusia dan Tuhan itu masih memerlukan bantuan dari pihak lain (dalam hal ini Tuhan itu butuh bantuan Tuhan juga), disinilah sebenarnya kita melihat kenyataan bahwa Jesus itu sendiri bukan Tuhan, dia hanyalah makhluk dan sebagai makhluk maka seluruh dirinya terlepas dari unsur-unsur ketuhanan, baik jasmani maupun rohaninya.

ilustrasi

Karena itu dia pasti membutuhkan bantuan Tuhan yang sebenarnya, Tuhan yang Maha Tahu, Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dari ciptaan-Nya serta Tuhan yang Maha Gagah.

Silahkan anda sebagai penganut paham Trinitas memikirkan hal-hal ini secara lebih kritis lagi. Adapun sekarang hal kedua yang ingin saya kemukakan sebagai penutup tulisan ini adalah sehubungan kembali dengan dakwaan Trinitas akan kemanunggalan Jesus dengan Tuhan dan mereka itu dianggap sebagai satu kesatuan, sehingga Jesus disebut sebagai Tuhan itu sendiri (makanya dikenal sebagai Tuhan Jesus).

Dalam banyak kitab dan pasal pada Perjanjian Baru, kita sebut saja misalnya Matius 26:64, Kisah Para Rasul 7:55-56, Roma 8:34 dan sebagainya telah disebut bahwa Jesus sebagai Tuhan anak telah duduk disebelah kanan Tuhan Bapa, artinya mereka berdua (antara Tuhan Bapa dengan Tuhan anak) merupakan dua Tuhan yang berbeda, tidakkah ini menyalahi sendiri konsep kemanunggalan Jesus pada Tuhan Bapa yang diklaim oleh pihak Trinitas sendiri ?

Ilustrasi

Bukankah semakin jelas kita melihat ada dua Tuhan dan bukan satu Tuhan, dan jika paham satu Tuhan disebut sebagai Tauhid atau Monotheisme maka sistem banyak Tuhan (lebih dari satu Tuhan) disebut sebagai Pluralisme Tuhan atau Polytheisme.

Selain ada satu ayat al-Qur’an  lain yang ikut menyanggah pemberhalaan Maryam ibundanya Isa al-Masih kederajat Tuhan.

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (al-Maaidah ayat 116).

Memang umat Kristen tidak menganggap secara langsung Maria sebagai Tuhan sebagaimana mereka menganggap Yesus atau Roh Kudus. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa Maria dianggap sebagai ibunya tuhan oleh mereka. Untuk menghormati Maria atau Maryam bahkan mereka memiliki doa yang disebut Ave Maria atau salam Maria.

Berikut cuplikan Ave Maria dari situs Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Salam_Maria :

Salam Maria, penuh rahmat,

Tuhan sertamu;

terpujilah engkau di antara wanita,

dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria, bunda Allah,

doakanlah kami yang berdosa ini

sekarang dan waktu kami mati

Amen.

Tidak hanya sampai disini saja, mereka juga mengajukan perlindungan diri, keselamatan, keluh kesah kepada sosok Maria. Hal ini bisa kita lihat misalnya dari contoh situs ini :

Salah satu bentuk doa kepada Maria dari salah satu situs Kristiani : http://kuasadoa.com/2010/11/12/doa-mohon-perlindungan-bunda-maria/

 Adapun contoh doa yang dipaparkan disana adalah :

Di bawah perlidunganmu kami bernaung ya Santa Bunda Allah. Janganlah menolak  permintaan kami dari segala  kesudahan dan kesulitan kami.  Tetapi luputkanlah  kami dari segala mara bahaya.  Ya, Perawan yang mulia dan terberkati.  Bunda kami, pengantara kami, pembicara kami, perdamaikanlah kami dengan Anakmu, tunjukkanlah  kami kepada Anakmu dan serahkanlah kami kepada Anakmu. Ingatlah ya Maria Perawan yagn amat baik.

Bahwa belum pernah didengar,  seseorang  yang datang berlindung kepadamu, meminta bantuanmu, kau tinggalkan.

Ya, Bunda Allah, jangalah menolak permintaan kami tetapi dengarkanlah  segala doa dan permohonan kami,

Didalam Islam, konsep perantara ini dengan tegas dikecam dan dianggap bagian dari penodaan Tauhid ilahiyah sebagaimana hal ini dinyatakan secara langsung didalam al-Qur’an :

أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”.” (AZ- Zumar: 3)

فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً ۖ بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ ۚ وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan. (Al-Ahqaaf : 28)

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah : 31)


Menganggap Maryam sebagai perantara antara manusia dan Allah adalah sebuah kemusryikan yang besar didalam kacamata al-Qur’an. Itu secara logika sederhana tidak ubahnya dengan menjadikan Maryam bagian tak terpisah dari ketuhanan juga seperti yang dinyatakan oleh al-Qur’an.

Ilustrasi

Semoga hal ini bisa membawa kita semua kepada pemikiran yang benar, logis serta penuh kedamaian kembali kepada ajaran yang bisa sama-sama diterima secara lurus… ISLAM. Itulah alasan kenapa Islam menolak konsep Trinitas. Didalam Islam cuma ada satu Tuhan, yaitu ALLAH dengan semua sifat-sifatNya.


السَّلَامُ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اللَّهُ الصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

(al-Qur’an surah al-Ikhlas 112 ayat 1-4)

Palembang, Desember 2011

Armansyah

19 Responses

  1. […] Kenapa Islam menolak Trinitas […]

  2. Anda itu salah sasaran Nasrani yang mana dan kristen yg mana anda maksud sampai berdoa mengatakan Bunda maria dulu he he anda baru tahu sebagian tentang kristen jangan berkeyakinan dulu bahwa anda benar dengan sejarah2 yg anda dapat, lebih baik perbaiki lingkungan kita sendiri sebagai umat muslim, anda kan tau bagaimana Rasul Muhamad Saw, pertama jdi Nabi, dia sendiri aja gak tau pertamanya yaitu dari istrinya, bagimana seorang menjadi Nabi di genapi oleh istrinya tolong di jawab,… karna waktu pertama yg dia terima Iqro bukan perintah dulu, sy sangat kagum Dengan Nabi kita Muhamad Saw, yg memberi peringatan dan penjelasan tentang Rasul2 dan Kitab2 yg terdahulu, sedang anda hanya mendapat sari bacaan2 dan nalar anda, itu jelas jika kau ragu (Muhamad Saw) tanyakanlah pada ahli Kitab, itu Nabi diperingatkan oleh Allah, dan ada jelas dalam Quran. maaf bukan maksud menggurui tapi sy juga termasuk haus akan Rohani

  3. SUBHA NALLAH,ma kasi mas ARMAN, sy sangat senang membaca smua tulisan” anada.

  4. Untuk Son, rasanya pemaparan saya diatas sudah sangat jelas, obyektif dan transparan sekali.

    Jika anda keberatan dengan argumentasi saya ini silahkan dibantah secara ilmiah juga. Saya akan sangat senang sekali berdiskusi tentang hal semacam ini.

    Silahkan, InsyaAllah saya tunggu.

  5. Mas Murham, terimakasih kembali mas…. senang mengetahui tulisan saya bisa ikut berkontribusi dalam penegakan akidah Tauhid.

  6. […] Kenapa Islam menolak Trinitas […]

  7. @son : sepertinya dalam halaman ini cuma anda sendiri yang menuliskan kata nasrani. Saya yang kedua. Coba deh ctrl+F.
    Kalau Nabi masih ragu kalau dia seorang nabi pada awalnya, wajar. Dia manusia. Tapi kalau tuhan gak sadar kalau dia tuhan dengan berdoa kepada tuhan namanya gak masuk akal. Gak usah pake sejarah-sejarahan. Mari pakai otak standar saja dulu.
    Kalau yang saya pelajari (dari berbagai sumber : tidak melulu Al-Qur’an lho). Itu Kristen adalah pencampuran (gado-gado) dari berbagai agama lama. Diantaranya Trinitas dari Hindu, Pohon terang (diganti dengan cemara yang entah di bagian mananya Palestina bisa tumbuh) dapat dari Buddha. Agama kok dibuat proyek bongkar pasang.

  8. TUHAN mau jadi apapun bisa
    sebab DIA TUHAN apapun bisa dibuatNYA
    siapakah engkau manusia yg bisa berkata kpd TUHAN
    jangan begini jangan begitu
    6 milyard manusia tetap bisa dijawab doanya oleh TUHAN

    ketika manusia ingin jadi Tuhan maka malapetaka menimpa
    ketika TUHAN menjadi manusia rahkmat diberi

    jika ada yg bilang tak mungkin
    siapakah engkau yg menahan keKUASAanNYA?
    sebab DIA TUHAN apapun bisa dibuatnya
    jika engkau bertanya apakah itu memang perlu itu bukan hak kita

    silakan anda percaya dalam iman anda masing2

    GBU

  9. Ace : 1 Telasonika 5:21 : “Hendaklah segala perkara kamu uji dan yang baik kamu pegang.”

    Jika Tuhan dengan kuasanya lalu menjelma menjadi manusia, kenapa Tuhan masih berdoa kepada Tuhan ? Kenapa Tuhan tidak tahu bila pohon belum waktunya berbuah ? Kenapa Tuhan ketakutan? Kenapa Tuhan lalu jadi banyak ?

    Pernah membaca kisah Batara Ismaya yang menitis kebumi dalam wujud semar ? Apakah ketika dia menjadi semar, sang Ismaya masih ada dikediamannya ? Bagaimana dengan kasus yesus ?

  10. […] Kenapa Islam menolak Trinitas […]

  11. keamana ni si SON….kok ilang bagai di telan bumi, lampar batu lalu sembunyi…….bikin penasaran aja

    • Ass.wr.wwb. Salom, maaf saya bukan seorang Kristen ataupun yg lainya disini sy hanya menekankan mari kita perdlalam saja agama kita masing2 tdk usah menyinggung yg lain dan saya juga termasuk haus akan Rohani kita tdk usah terjebak dgn ucapan2 atau pancingan2 kata yg tdk perlu ataupun kita tdk usah mempunyai kesombonhan rohani ingat…! Allah tsk suka dgn yg menyombongkan diri walaupun kita sdh benar rendahkanlah hati kita ini pasti akan lebih baik di pandang sr sudut manapun ok….

  12. subhanalloh …
    minta ijin share tulisan2 antum yaaa mas Arman ..

  13. saudara Arman tidak seperti yg anda gambarkan di atas Allah yg kami sembah adalah Allah yg Esa 1kor 8:4 , 1 timotius 2:5 dan Yesus adalah Roh ALLah /kalima Allah(firman Allah),Anak Allah yg menjelma menjadi manusia, dan Roh kudus adalah Roh Allah yang diberikan kepada orang orang yang percaya kepada yesus sebagai Tuhan dan Juru slamat manusia, Allah kita sembah sebagai Tuhan karena Allah yg mencipta segalanya,Allah Maha tau,maha kuasa,maha suci,maha kudus,Allah adalah kasih, dan Yesus kita sembah sebagai Tuhan karena Allah sendiri yang menjadikanNya Tuhan dgn kuasa/kekuatan kekuatan dengan mujizat mujizat tanda tanda yg dilakukan Allah lewat perantara Yesus (Kisah para rasul 2:21-22 2-36).Roh kudus adalah Roh Allah yang diam didalam diri orang percaya yang selalu memelihara kita(menghibur/mengingatkan/menolong) dan ketiga ini adalah satu adanya Walaupun tiga pribadi tetapi mereka Satu kekuatan/kemampuan/kuasa dan Isa Al masih didalam alquran menunjukkan hal yg sama bawa Isa itu Layak kita sembah sebagai Tuhan karena Isa lahir dari Roh Allah,Kalimat Allah(firman Allah),dan Isa itu suci,mengetahui tentang Akhirat,dan masih banyak lagi tanda tanda bahwa Isa Al masih layak kita sembah sebagai Tuhan.

  14. waaaahhhhh ini si non-muslim di beri pencerahan tidak terima !!!!

  15. Inna dinna Indallahilslam….
    Hanya islam yang ada disisi Allah SWT…..
    hanya satu Sang Pencipta yaitu Allah SWT….

    jamu lah Qur’an dengan hatimu maka Allah SWT akan menuntunmu kepada jalan nya yang lurus….

  16. sy mw tny ni mas arman, sy muslim.papa kristen dn mama islam. yg mas arman kritik itu Tuhan kristen atau katholik ya?

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: