Setetes Air dan Riaknya

Setetes Air dan Riaknya

Oleh Armansyah

Ilustrasi

Pernahkah anda memperhatikan bagaimana air menetes kedalam sebuah kolam atau minimal air dari kran yang jatuh satu demi satu di bak atau tempat penampungan air dikamar mandi anda ?

Ketika sebulir air menetes dan jatuh kepermukaan air lainnya, ia akan menimbulkan riak yang berbentuk lingkaran dan mempengaruhi permukaan air lainnya. Proses timbulnya riak atau gelombang air itu sendiri menurut kaidah Fisika adalah karena adanya proses rambatan yang terjadi. Dan dalam proses perambatannya, gelombang atau riak air tadi akan membawa energi sehingga ia semakin melebar.

Itulah sebenarnya yang terjadi juga pada kita dalam berproses diatas dunia ini selaku Khalifah-Nya. Eksistensi kita akan memberi pengaruh pada lingkungan sekitar kita. Tinggal lagi seberapa besar dan kuatnya kita bisa mempengaruhi lingkungan tersebut.

Ketika kita bergaul ditengah lingkungan yang jahat, ada dua kemungkinan yang terjadi. Kita akan ikut terpengaruh menjadi jahat ataukah kita bisa mempengaruhi lingkungan jahat tadi menjadi semakin baik. Jika kita tidak bisa memberikan pengaruh pada lingkungan jahat tadi maka artinya jelas tidak dapat dipungkiri bila kitalah yang sudah mulai terpengaruh olehnya. Sekecil apapun pengaruhnya pasti ada. Entah dalam hal sikap, pemikiran, perkataan, gaya hidup dan seterusnya.

Dengan menggunakan kaidah yang sama juga, al-Qur’an mengingatkan pada kita  :

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. (QS. Al-Anfaal [8] :25)

Jelas bahwa ketika sebuah adzab atau katakanlah sebuah kejadian yang terjadi atas suatu sebab dilingkungan kita, maka mau atau tidak mau, secara hukum alam pasti akan menimbulkan efek pada diri kita. Terlepas seberapa buruk dan besar efek itu menimpa kita.

Masih ingat pembahasan takdir ? Jika anda lupa, silahkan klik disini : TAKDIR [https://arsiparmansyah.wordpress.com/2007/07/20/takdir/]

Bila kita menebangi hutan terus-terusan maka karena sebab itu akan mengakibatkan terjadi banjir, tanah longsor dan sebagainya yang bisa saja merugikan orang lain yang ada disekitar wilayah penebangan pohon tersebut. Contoh lainnya adalah jikla saja orang yang bernama Thomas Alpha Edison, James Watt, Abraham Lincoln Bell, Steve Jobs atau seorang Bill Gates tidak pernah terlahir didunia ini atau katakanlah mereka terlahir namun tidak menjadi seperti sekarang ini … kira-kira, apakah saat ini kita bisa saling berkenalan seperti ini melalui internet ? Apakah kira-kira peradaban kita sekarang ini sama seperti yang kita jalani saat ini ? Apakah kita bisa memegang iPhone, iMac atau iPod ?

Jawabnya tidak !

Oleh karena mereka ada dan oleh karena hasil kreatifitas mereka maka dunia bisa menjadi seperti ini, kita tidak perlu lagi berkirim surat melalui burung merpati, kita tidak juga perlu lagi mempelajari ilmu telepati karena kehadiran pesawat telepon yang membuat komunikasi bisa terjadi antara 2 orang atau lebih dari tempat yang sangat berjauhan sekalipun, bahkan kita tidak perlu repot memikirkan bagaimana caranya bisa menerima telepon saat sedang berada dijalan raya atau ditengah hutan belantara sebab handphone dengan teknologi gpsnya sudah pula terlahir.

Kita tidak juga bingung membuat sistem pengarsipan manual yang menumpuk kertas sebab sudah ada komputer dan sudah ada pula bermacam aplikasi, bahasa pemrograman, database dan sarana-sarana penunjang lainnya diciptakan oleh para ilmuwan tersebut. Jelas, eksistensi mereka, jatuhnya bulir mereka ketengah kehidupan kita dibumi ini, diabad ini memberikan pengaruh, memberikan efek, memberikan energi melalui rambatannya.

Lalu bagaimana dengan anda ?

Sudah seberapa jauh arti dari eksistensi anda ditengah lingkungan anda ? ditengah orang-orang yang mengenal anda ? ditengah ribuan link didunia maya ? Bagaimana pengaruh anda bisa memberikan efek terhadap semua orang, terhadap segelintir orang ? Pengaruh apa yang sudah anda rambatkan pada mereka ? pengaruh kebaikan ? atau pengaruh keburukan?

Jika itu kebaikan, maka selamat, anda sudah menebar benih amal jariyah. Tetapi jika itu pengaruh keburukan, maka …. selamat jalan menuju neraka !

Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka.Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. An-Naml 27:90)

Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS. al-Mu’min 40:40)

Palembang,

8 Desember 2011

Armansyah

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: