Narnia : antara misi kristenisasi & hiburan

The Chronicles of Narnia, adalah sebuah film animasi anak-anak yang mampu menyedot perhatian banyak orang didunia, tidak terkecuali saya dan keluarga. Meski tergolong animasi & fiktif, alur cerita film ini bagus. Juga disetiap episodenya, sarat dengan pesan-pesan moral yang mendidik. Kisah ini dimulai dari ditemukannya dunia Narnia oleh Lucy Pevensi, satu dari empat bersaudara keluarga Pevensi (Peter, Susan dan Edmund) melalui sebuah lemari ajaib dikediaman mereka.

Cerita berlanjut dengan terjebaknya Edmund dalam perangkap seorang wanita penyihir jahat dinegeri Narnia yang kemudian menumbuhkan pengkhianatan terhadap ke-3 saudaranya yang lain. Setelah Edmund sadar dari kesalahannya itu, ia masih tidak bisa lari dari imbas keterjebakannya itu dari sang penyihir jahat tadi yang menginginkan kematiannya.

Aslan, raja diraja dari negeri Narnia, seekor singa besar yang sebelumnya telah bersahabat dengan Peter, Susan dan Edmund akhirnya menawarkan dirinya untuk dibunuh oleh sang penyihir sebagai ganti dari nyawa Edmund. Singkat cerita Aslan lalu di-eksekusi mati disebuah tempat bernama Stone Table setelah sebelumnya ia di-ikat, dihina, disiksa dan dicukur bulunya.

Kematian Aslan ini membuat duka ke-4 Pevensi bersaudara beserta masyarakat Narnia lainnya, tetapi ketika subuh harinya Lucy dan Susan tidak menemukan jasad Aslan yang mati terbunuh itu, tiba-tiba Aslan muncul dalam keadaan sehat sampai akhirnya berkat bantuannya ke-4 saudara yang berasal dunia nyata beserta masyarakat Narnia lain berhasil mengalahkan sang penyihir jahat tadi.

Identitas Aslan yang pada seri pertama dan kedua dari filmnya masih cukup terselubung akhirnya terbuka juga pada episode ketiga : The Voyage of the Dawn Treader. Kecurigaan saya pada tokoh Aslan ini sebagai replika dari sosok kristus dalam ideologi Kristen akhirnya terbukti. Awalnya kecurigaan ini timbul dari kisah pengorbanan Aslan untuk kehidupan Edmund melalui penderitaan dan kematiannya yang kemudian bangkit dalam keadaan hidup pada episode The Lion, the Witch and the Wardrobe (episode 1 versi layar lebar). Ini mengingatkan saya pada penggambaran sosok yesus selaku juru selamat manusia menurut teologi kristen yang rela babak belur, dihina serta akhirnya dibunuh untuk kemudian juga kembali bangkit hidup dari kematiannya.

Pada episode kedua, Prince Caspian, tokoh Aslan sudah diceritakan jarang muncul dan hanya memberi inspirasi serta semangat pada Lucy serta ke-3 saudaranya untuk memerangi tokoh-tokoh jahat yang memusuhi negeri Narnia. Semua seakan begitu mendewakan Aslan sebagai sumber kehidupan dan pertolongan. Termasuk oleh Lucy sendiri yang notabene adalah makhluk non Narnia.

The Voyage of the Dawn Treader., episode ketiga dari film Narnia akhirnya mengantarkan semua kecurigaan saya bahwa film animasi fiktif ini sebenarnya mengandung pesan-pesan religius kristenisasi jelas sudah. Aslan digambarkan sebagai raja diraja pusat semua kebaikan yang negerinya tidaklah di Narnia itu sendiri tetapi beyond the limit.

“I have come here for a reason. You have come far. Now your journey lies beyond.” Lalu ketika Lucy diakhir film bertanya akankah ia bisa kembali bertemu dengan Aslan, dijawab bahwa untuk menemuinya dinegeri Narnia sudah tidak mungkin lagi karena usia Lucy yang sudah semakin dewasa dan bukan lagi masanya berkhayal. Tetapi Lucy akan bisa menemui dan mengenal Aslan lebih baik lagi didunia nyatanya.

“Because there I have another name. You must learn to know me by that name. This was the very reason why you were brought to Narnia, that knowing me here for a little, you may know me better there. “

Eksistensi Aslan ini didunia tidak lain adalah gambaran yesus (sosok tuhan yang dianggap menjelma sebagai makhluk manusia sebagaimana dalam versi Narnia adalah tuhan yang menjelma sebagai singa).

Untuk membuktikan kesimpulan subyektif saya ini benar, mulai saya hunting segala hal yang berbau Narnia. Dan dapatlah semua bukti-bukti penunjang bahwa apa yang saya simpulkan sangat-sangat benar.

Misalnya saya kutip dari situs “http://id.wikipedia.org/wiki/Aslan”   :  Aslan digambarkan sebagai makhluk yang bijak dan penuh kasih sayang. Selain itu ia adalah makhluk yang misterius dan penuh kekuatan yang menjaga dan menyelamatkan Narnia. Sepanjang alur cerita, Aslan dikisahkan sebagai makhluk yang menciptakan dan menghancurkan dunia, termasuk dunia Narnia. Menurut penulisnya, C. S. Lewis, Aslan adalah gambaran lain dari Kristus, jikalau Kristus muncul dalam dunia fantasi.

Kemudian dari situs : http://id.wikipedia.org/wiki/C._S._Lewis : C.S. Lewis, adalah seorang pengarang dan sarjana Irlandia, dilahirkan dalam sebuah keluarga Protestan di Belfast, meskipun sebagian besar hidupnya dilewati di Inggris. Lewis dikenal karena karyanya dalam sastra abad pertengahan dan untuk apologetika Kristennya serta fiksi, khususnya seri bukunya yang berjudul The Chronicles of Narnia.

Yah, dijaman serba digital saat ini, film-film yang bersifat misionaris sudah bukan barang baru lagi. Ada banyak dan tidak terhitung lagi judulnya. Mereka yang tidak banyak tahu soal literatur kekristenan, mungkin akan sekedar menganggapnya sebagai murni film fiksi saja. Tetapi sekali lagi, secara jujur, ini adalah cara hebat untuk mengajari orang terutama anak-anak kecil tentang agama maupun moralitas. Cara yang sebenarnya perlu sekali ditiru oleh sineas muslim modern. Sehingga pengajaran agama dan nilai-nilai moral terkait lainnya tidak cuma terpaku pada permodelan stagnan cerita  nabi-nabi seperti yang jamak saat ini.

4 Responses

  1. Ass. Ya saya setuju pak Arman, keluarga saya juga suka pada film itu, karena animasinya hdiup dan seperti sungguhan. Nah permasalahannya, memang sejak awal saya juga sdh faham kalau itu ada misi cerita nasrani. Wajar sih, soalnya yang bikin filmnya orang nasrani. CUma justru yang seperti ini ( Samar) yang bisa merusak akidah Islam,terutama untuk anak2.

  2. coppast boleh ya pak,?

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: