Ketika handphone ketinggalan

Setelah beberapa meter mobil Kijang yang kukendarai berlalu dari rumah kami, aku mendadak baru sadar bahwa ada sesuatu yang tertinggal. Cepat kupegang semua saku yang tertempel dipakaianku, mulai dari saku baju sampai saku celana … dan -DOR- benar! Handphoneku tertinggal.

Astaghfirullah … desisku sendiri sambil tidak henti menggelengkan kepala, kesal bercampur marah, untungnya aku bukan Avatar Aang yang menguasai ilmu 4 elemen, sebab jika tidak … entah apa yang terjadi. Ckckck …

Ini sudah kali kesekian aku ketinggalan handphoneku … celakanya, kali ini dari tiga macam handphone yang kumiliki, tidak satupun ternyata sempat terjinjing atau terlempar disalah satu pocketku. Tidak yang berbasis Android, Java atau BlackBerry …. sekali lagi aku istighfar : Astaghfirullah …

Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Untuk memutar ulang mobilku kembali kerumah jelas akan memakan waktu, sementara ke-2 anakku yang selalu setia setiap pagi “nemanin” papanya sampai tiba disekolah mereka (-glek-) sudah hampir masuk jamnya. Jika aku paksakan memutar, mereka pasti akan terlambat datang kesekolahnya. Belum lagi jalan sepanjang Kol. H. Barlian sampai terus menuju ke Jakabaring tempat dimana aku mengajar, sumpeknya minta ampun oleh kendaraan.

Terutama semenjak wacana sampai realisasi penyelenggaraan SEA Games di Palembang … duh, serasa kiamat bawa kendaraan sendiri. Ditambah ulah bus kota dan motor roda dua yang ugal-ugalan seakan punya nyawa kembar bikin saya mesti sering mengurut dada (walau kadang gak ketahanan juga dan terpaksa menyisihkan waktu beberapa menit untuk ribut sama mereka yang hampir menyerempet mobil yang kukendarai).

Oke, cukup sudah cerita soal jalanan … yang benar saja, masak urusan jalan segala harus masuk dicatatan blog ini !

Perubahan jaman memang sudah terjadi dan tidak bisa dihindari, doeloe, (saking lamanya Gan🙂, sewaktu saya masih SMA dan kuliah bahkan awal-awal saya masuk kerja, ada atau gak ada handphone kok gak ngaruh apa-apa buat kebanyakan kita ya ? tapi sekarang, ya Allah ya Robbi … serasa hilang separuh nafas ini (wuih, kayak lagunya Dewa tuh hehehe).

Alat kecil yang besarnya cuma segenggaman tangan itu malah jadi kebutuhan fital manusia (maksudnya saya anda dan kita semua … hahaha sorry Bang Usman, ane pinjem bahasanya ya … halal khan ? hehehe ane tahu deh sampeyan muslim-khan ?🙂

Doeloe, telpon-telponan gak primary boss.
Sama kayak email … wuih, cuma cerita dialam antah berantah kaleee.

Tapi jaman sekarang, itu alat yang segenggaman tangan saja besarnya, luar biasa mempengaruhi gaya hidup dan sifat seseorang. Tanpa alat itu, bisa dipastikan roda perekonomian tak kuasa berdenyut. Semua schedules meeting, appointment, catatan penting lainnya jadi berantakan … masak iya mau nelpon klien atau konsumen mesti pinjem telpon temen … ah, yang bener saja.

Sejenak saya mendongak kelangit dibalik jendela kaca mobil yang sedang meluncur deras melalui fly over sudirman, turun menuju daerah makam pahlawan dan seterusnya. Saya tebar pandangan mata sekeliling dengan kecepatan penuh ala seorang pendekar sakti. Tapi seperti diketuk palu, saya ingat, sekarang sudah gak modelnya lagi ada telpon umum bersarung biru petak dipinggir jalan, dimana untuk setiap kali menelpon kita memasukkan koin 100 -ting- kedalamnya.

But wait …

Senyum tersungging dibibir … hape boleh tinggal bro, telpon umum boleh saja gak jamannya lagi namun saya masih bisa berkomunikasi maupun mengakses data-data saya. Eit, ini gak ada hubungannya sama dunia klenik semacam telepati atau merogo sukmo loh … tapi, modem !

Yah, modem adalah jawabnya.

Sesampainya dikantor, segera buru-buru kutancapkan modem merah kelaptop Acer tuaku lalu kuklik menu Connect … aha, mentari bersinar cerah, rasa simpati ini keluar deras sambil berucap eXceLlent. Dan wush, akses internet berkelebat secepat Flash. Segera kubuka browser srigala kebakaran favoritku (Firefok Gan🙂 dan sebelum mata berkedip, kuketikkan alamat http://www.facebook.com dikolom addressnya. Begitu login, langsung kuaktifkan fitur Chatnya. Belum puas sampai disitu, Google Docs juga kubuka untuk melihat semua schedules, catatan penting dan data-data lainnya … sekali lagi : Aha !

But, wait, tidak semua sahabat, klien, partner di facebook aktif … segera klik YahooMessenger! dan Skype!

Yes … Mumtaz, teknologi memang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam hidup ini … huf. Tapi tetap saja aku merasa bahwa ada sesuatu yang hilang hari ini …

Istriku benar … papa sudah stadium 4 … pelupa tingkat tinggi.

AstaghfirullahalAdzim.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: