We were warned : Histeria film 2012

We were warned : Histeria film 2012
Oleh : Armansyah

Histeria film “2012: We were warned” telah menyebar keseantero bumi dalam waktu yang relatif singkat. Beranjak dari beragam fenomena dan misteri sistem penanggalan yang ditemukan dari sisa-sisa peradaban suku Maya (yaitu salah satu suku yang tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang atau semenanjung Yucatan Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur) Guetemala telah sukses menghantarkan film besutan sutradara Roland Emrich ini populer. Saya sendiri dalam hal ini mengakui ikut menjadi korban dari promosi film tersebut, bahkan saking histerianya, sempat salah nonton film dengan tajuk yang sama tetapi berbeda tema, yaitu “2012: Doomsday”, dengan pemeran utama Dale Midkiff dan Cliff De Young.


Sejumlah arkeolog modern percaya bahwa suku Maya mempunyai peradaban yang luar biasa pada masanya, bahkan diantaranya ada yang percaya bahwa peradaban suku Maya dimasa lalu berada jauh diatas peradaban kita sekarang ini. Peradaban suku Maya itu menurut para arkeolog yang mempercayai hal tersebut bisa dilihat dari peninggalan mereka seperti buku-buku, meja-meja batu  dan cerita-cerita yang bersifat mistik.

Suku Maya sendiri diduga memiliki korelasi dengan sejumlah peradaban dibenua Asia. Pasalnya, candi-candi yang terletak di kompleks Chichen Itza mirip dengan candi di Asia. Bahkan, ada pula yang persis dengan yang dimiliki Indonesia. Kompleks candi suku Maya di Chichen Itza dibangun sekitar tahun 502-522 Masehi. Ia merupakan bangunan peninggalan Suku Maya yang paling lengkap dan terawat dengan baik. Kompleks candi ini cukup luas dan tiap candi terpisah satu sama lain. Di tengah-tengah berdiri Candi El Castilo yang bentuknya menyerupai piramida dengan atap terpancung. Yang mengherankan, Candi El Castilo mirip dengan Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah di sisi barat Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tentang keterkaitan candi Suku Maya dan Indonesia konon pernah menjadi bahan penelitian dari Prof. Gualberto Zapata Alonzo yang melalui bukunya “An Overview of The Mayan World” yang terbit 2002, ia menyebutkan, seni dan kesadaran beragama Suku Maya memiliki persamaan dengan India, Indocina dan Indonesia. Candi Tikal di Guatemala ada kesamaan dengan piramida Naksei Chan Crong di Angkor, Kamboja. Begitu pula dengan Candi di Paleque, Meksiko. Candi itu mirip dengan Candi Ajanata di India. Selain itu, simbol-simbol agama dan mitos binatang Suku Maya mirip dengan di Jawa dan Indocina. Dalam cerita Hindhu Mahabharata dan Ramayana terdapat pula suku dengan panggilan Maya. Bahkan, pada agama Hindu terdapat dewa bernama Maya.

Akan tetapi, hal yang membuat suku Maya menjadi fenomena utama dan akar dari film “2012: We were warned” seperti yang sempat saya singgung sebelumnya adalah pada kalender yang dibuat oleh bangsa Maya, berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 !

Dan menurut orang-orang yang mempercayainya, hal itu merupakan signal dari suku Maya bila bumi sudah mencapai titik klimaks kehidupan dan booom, terjadilah kiamat qubro alias Doomsday. Argumen sejumlah orang tersebut lalu mendapat pembenaran dari sejumlah analisa dan penyelidikan yang sangat subyektif dari sejumlah kalangan ilmuwan dengan isu keberadaan planet nibiru atau planet x yang sedang berjalan menuju kearah planet bumi kita dan bersiap menjadi alat  penghancurnya. Menariknya, ketua suku Maya sendiri, Apolinario Chile Pixtun dan arkeolog Meksiko, Guillermo Bernal, keduanya mencatat bahwa “histeria kiamat” dalam film “2012: We were warned” justru bertentangan dengan dengan apa yang sebenarnya dipahami oleh mereka sendiri. Apa yang didengung-dengungkan oleh sejumlah orang tentang terjadinya kiamat pada tahun 2012, hanyalah sebuah bualan dan sisipan terhadap kenyataan ramalan suku Maya.

Sebagai seorang muslim yang tahu akan eksistensi nash didalam Islam menyangkut hari akhir, saya tidak akan menganggap serius segala teori yang berkaitan dengan tanggal 21 Desember 2012. Entah itu yang dikemukakan melalui berbagai film semacam “2012: We were warned” atau sejenisnya maupun apa yang dilontarkan secara terang-terangan diluarnya. Bahwa apa yang disebut sebagai hari kehancuran, Armageddon, Doomsday atau kiamat itu pasti akan datang. Ini sudah menjadi ketentuan dari Allah melalui hukum alam yang ada.

Didalam kitab suci Al-Qur’an sendiri keimanan kepada Allah hampir selalui dikaitkan pada keimanan pada adanya hari akhir sebagaimana misalnya dalam Al-Baqarah [2]:8, Al-Baqarah [2]:126, Al-Baqarah [2]:228, Al-Baqarah [2]:232, Ali Imran [3] :114, An-Nisaa [4]:39], An-Nisaa [4]:59, An-Nisaa [4]:162, At-Taubah [9]:18-19, At-Taubah [9]:44, Al-Ankaabut [29]:36, Al-Mujaadilah [58]:22 dan masih banyak lagi ayat-ayat didalam Al-Qur’an yang semisal. Intinya bahwa kepercayaan seorang muslim terhadap eksistensi Tuhan memiliki korelasi yang tidak terpisahkan dengan keharusannya untuk mempercayai akan tibanya hari kiamat itu sendiri. Dia menjadi satu kesatuan yang utuh dan membentuk fondasi kepercayaan didalam Islam.  Siapa yang mendustakannya secara jelas dinyatakan oleh Al-Qur’an sebagai orang yang sesat!


Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisaa’ [ 4]:136)

Hanya saja tinggal lagi kapan waktunya tiba, ini dia yang kita tidak bisa mengetahuinya secara pasti. Semua orang boleh-boleh saja melakukan analisa dan prediksi sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing. Akan tetapi seperti yang juga saya tulis dalam buku “Ramalan Imam Mahdi: Akankah ia datang pada 2012 [Serambi, 2008]” bahwa semua prediksi yang dilakukan itu hanyalah sebatas praduga yang tidak memiliki validasi kepastian apapun. Jangankan untuk berbicara kepastian tibanya hari kiamat, memprediksikan tanggal dan waktu terjadinya gempa bumi saja sampai hari ini faktanya tidak ada satu negara maju manapun yang bisa melakukannya secara akurat. Semua bermain dalam praduga dan waktu antara (range domain) namun coba lihat gempa di Sumatera Barat dan Tasikmalaya atau Tsunami di Aceh dan Yogya.

Sejauh ini, seluruh nash keagamaan didalam Islam yang berbicara masalah kiamat lebih banyak kepada perujukan tanda-tanda yang akan menjadi pemicu terjadinya hari akhir tersebut dan bukan merujuk pada tanggal maupun waktu. Semua secara jelas dinyatakan tertutup bagi siapapun kecuali Allah semata. Saya tidak akan membahas masalah tanda-tanda kiamat dalam versi Islam karena memang sebenarnya ini sudah saya bahas secara detil dalam buku “Ramalan Imam Mahdi: Akankah ia datang pada 2012 [Serambi, 2008]”. Jadi bagi anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai ini silahkan saja membaca buku tersebut.

Oke kita kembali dulu pada pembahasan film “2012: We were warned”. Secara jujur saya kataka bahwa film ini memang menarik untuk disaksikan. Visual effect yang disuguhkan sungguh luar biasa dan membuat film ini terasa hidup dan mendebarkan. Akan tetapi jika kita berbicara masalah drama atau alur cerita, dalam pandangan saya pribadi film ini biasa saja. Datar dan bisa ditebak, tidak ubahnya seperti film-film science fiction Hollywood lainnya. Sebut saja Independence Day (ID4), The day after tomorrow, Armageddon, Double Impact, war of world dan sejenisnya. Apalagi ending dari film ini tidaklah kiamat dalam arti yang sebenarnya namun replika saja dari kejadian dijaman Nuh a.s melalui banjir besarnya yang membentuk ulang struktur bumi dan permukaannya.

Histeria yang ditonjolkan difilm ini lebih pada penggambaran terjadinya tsunami raksasa yang menelan seluruh isi bumi, gempa besar yang disertai keluarnya api dari dalam bumi yang menghancurkan istana Vatikan sampai Patung Yesus di Rio Jeneiro dan seterusnya. Saya pribadi mengacungi 4 jempol untuk sound system dan visual effect film ini. Terlepas dari alur cerita dan tokoh yang ditampilkannya, konten film “2012: We were warned”, sangat bagus untuk menjadi muhasabah diri setiap kita berkaitan dengan penggambaran terjadinya hari akhir.

Memang tidak akan sama persis seperti yang disampaikan oleh kitab suci, namun secara subyektif, film ini mampu menghadirkan imajinasi kita terhadap dahsyatnya kejadian dihari kiamat tersebut.

Tulisan ini InsyaAllah akan bersambung dengan Histeria Kiamat dalam versi Islam.,

Salam manis dari Palembang,


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH

2 Responses

  1. […] Posts Bedah Buku : Jaber Bolushi, 2015 Imam Mahdi Akan Datang We were warned : Histeria film 2012Ramalan Imam Mahdi 2015Diskusi tentang turunnya Nabi Isa (8)Misteri Batu MelayangPengertian […]

  2. Subhnalallah…………….

    segi positif dari film ini adalah untuk selalu mempertebal benteng iman qt

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: