8 Amanat Pemenangan Pemilu 2009

Armansyah dan Istri

Armansyah dan Istri

8 Amanat Pemenangan Pemilu 2009
Diambil dari materi pendalaman caleg PKS Sumatera Selatan, 21 September 2009 di Asrama Haji Palembang

Pembicara : K.H. Buchori Yusuf, M.A

1. Meningkatkan Taqarrub kepada Allah dan niat ikhlas kepada Allah atas semua amal dalam pemenangan Pemilu 2009 sebagai jihad politik

2. Meningkatkan ukhuwah dan solidaritas sesama kader dakwah sebagai sumber kekuatan dan syarat kemenangan

3. Memekarkan struktur partai sampai keseluruh pelosok negeri agar dakwah dapat menjangkau semua daerah yang diamanahkan Allah sebagai medan dakwah tanpa terkecuali

4. Memperbanyak silaturrahim dengan seluruh tokoh dan kelompok masyarakat tanpa membedakan aliran, ideologi, agama, suku, ormas bahkan parpol. Sebab perjuangan PKS adalah untuk kepentingan semuanya

5. Menebarkan senyum, sapa dan salam cinta kepada seluruh warga masyarakat, kapan dan dimanapun bertemu sebagai salah satu sedekah yang murah dan mulia sekaligus mendekatkan hubungan batin terhadap rakyat

6. Meningkatkan mutu/performa diri kepada seluruh warga masyarakat baik mutu maupun kuantitasnya

7. Mengunjungi seluruh rumah warga untuk menyikapi dan menyerap aspirasi mereka terhadap perubahan kedepan

8. Meningkatkan hubungan dengan insan media dan menjadikan mereka sebagai mitra strategis

PKS : Bersih, Peduli dan Professional
Bergabung dan pilihlah PKS untuk masa depan bangsa Indonesia, adil dan sejahtera !
Pilih nomor 8 !

Kader PKS, termasuk yang sudah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, sampai hari ini belum pernah terlibat skandal seksual maupun korupsi berjemaah !

Kami amanah memegang kepercayaan rakyat !
Kami bersumpah kepada Allah untuk memperjuangkan kebenaran !
Kami istiqomah dalam berjihad secara struktural maupun kultural !

Selamat ‘Iedul Fitri 1 Syawal 1429 H,
Mohon Maaf lahir dan Batin


Armansyah, S.Kom
Caleg PKS Dapil 1 Kota Palembang
Nomor Urut : 5
Wilayah : Sukarami, Ilir Timur-1, Kemuning dan Alang-alang lebar

——————

PKS ‘Hidup’ dalam Caci Maki
Sumber : http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=6038

PK-Sejahtera Online: “Kalau sudah punya cabang di mana-mana, di 5 benua, di dasar samudera, di ruang angkasa, emangnya kenapa? Sombong luh PKS, awas lho entar kuwalat-lat-lat-lat!,” ada yang sebegitu pedas mungkin cercaannya.

“Punya ratusan kader bergelar doktor dan ribuan sarjana saja sudah sok hebat, berlagak angkuh dan merendahkan pihak lain,“ ujar sejumlah kalangan menohok partai si bulan dan si padi.

“Tidak ada jaminan gelar pendidikan setinggi itu bisa menuntaskan permasalahan bangsa; yang penting kerja bung, bukan gelar“, tambah mereka yang semakin kesal dengan ulah PKS.

Sesungguhnya dunia cerca-mencerca, caci-memaki dan hina-menghina bukanlah barang baru dalam sejarah manusia. Itu sudah ada sejak dulu, setua sejarah kemanusiaan itu sendiri. Jadi arena caci-maki pun sesungguhnya warisan masa lalu, bedanya sekarang hujatan itu dihiasi bunga-bunga berbau PKS.

Sejarah membuktikan, semakin dewasa dan arif seseorang, maka semakin jauhlah ia dari perbuatan mencaci orang lain. Kedewasaan ini membuatnya mengedepankan ungkapan santun penuh kesejukan.

Sebaliknya begitu, semakin bijak dan dewasa seorang anak Adam, semakin sabar dan berwibawalah ia dalam menghadapi caci maki yang dialamatkan kepadanya, tanpa terpancing membalas cemoohan itu. Karena ia sadar, di balik hujan caci-maki, pasti ada hikmah kebaikan dari Tuhan. Jadi PKS patut bersyukur dengan semprotan lisan itu.

Di antara kebaikan dicerca adalah semakin terkokohkannya sifat atau akhlak mulia dalam diri seseorang. Sebut saja sifat mau dikoreksi dan membenahi diri. Sebab bisa jadi cercaan itu mengandung kebenaran, dan ini sangat bagus buat perbaikan PKS.

Selain itu, melalui penghinaan, PKS barangkali sedang dilatih untuk memaafkan. Karena bisa jadi yang mencaci-maki itu suatu saat insaf dan akan menjadi sahabat paling setia dan paling tulus dengan cara dimaafkan.

Penelitian ilmiah menyebutkan, memaafkan dapat menjadikan seseorang tidak mengulangi lagi perbuatan tidak baik yang pernah dilakukannya kepada seseorang. Di samping itu, kata para ilmuwan, memaafkan itu mendatangkan kesehatan jiwa dan raga.

Ilmuwan psikologi asal AS, Harry M Wallace dkk telah menerbitkan karyanya di jurnal ilmiah Journal of Experimental Social Psychology, volume 44, Maret 2008. Dalam bahasa Indonesia hasil judul temuan ilmiah itu berbunyi “Dampak memaafkan terhadap hubungan antar-pribadi: Apakah memaafkan akan menghalangi atau mendorong terulangnya perbuatan tercela terhadap orang lain?”

Hasilnya sungguh menakjubkan. Pernyataan maaf dari orang yang teraniaya kepada si pelaku perbuatan zalim itu ternyata membuat si pelaku pada umumnya tidak mau melakukan perbuatan buruk itu lagi. Tidak heran jika di negara maju, ‘memaafkan’ kini menjadi salah satu solusi bagi penanganan konflik antar pribadi, maupun antar kelompok masyarakat.

Memaafkan ternyata memiliki dampak positif terhadap kesehatan jiwa raga. Bahkan penggunaan ‘obat memaafkan sudah diujicobakan dalam penanganan pasien, dan berhasil baik. Ini diuraikan panjang lebar oleh Worthington Jr., pakar psikologi di Virginia Commonwealth University, AS, dkk dalam karya ilmiahnya, Forgiveness in Health Research and Medical Practice (Memaafkan dalam Penelitian Kesehatan dan Praktik Kedokteran), di jurnal Explore, Mei 2005.

Advertisements

2 Responses

  1. seiring berita dunia,dan realita PKS memang penuh ujian ..akan tetapi sejauh ini PKS memang terbukti bersih DAN SEMOGA AMANAH INI TETAP TERJAGA SAMPAI kapanpun..doaku buat para pejuang di PKS..
    buat mas arman semoga sehat selalu dan tetap produktif …imam.

  2. numpang iklan yah… silahkan buka http://atributpksmurah.wordpress.com

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: