Rahasia Kehidupan

Rahasia Kehidupan
Oleh : Armansyah
Created on July 28, 2007
Penulis Buku :
– Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih
– Jejak Nabi “Palsu”
– Ramalan Imam Mahdi

Firstly Posted in Milis_Iqra@googlegroups.com on July 30, 2007

=-=-=-=-=—=-

Alkisah, sekelompok sahabat Nabi telah memantapkan tekad mereka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan jalan menolak kehidupan duniawiah yang dianggap sebagai penghalang pencapaian tujuan tersebut.

Diantaranya ada yang menolak untuk menikah, ada yang menolak untuk memakan daging dan ada juga yang menolak untuk tidur diatas hamparan tembikar sebagaimana dikisahkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya yang bersumber kepada Anas.

Tampaknya, mereka adalah orang-orang yang jujur, orang yang berada diatas jalan kebenaran yang bagi mereka hidupnya hanyalah untuk Allah semata, tidak ada ruang dan tempat buat apapun disisinya selain Allah. Suatu pola kehidupan yang sebenarnya telah populer dikalangan kaum Bhiksu, Pertapa, Pendeta, Sufi dan sebagainya sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun sebelum itu.

Sungguh, ini adalah sikap mental yang sangat positip sekali dalam rangka pencerdasan nilai-nilai spiritual yang sering terkontaminasi oleh kesemrawutan kehidupan duniawiah yang serba gemerlap, serba materialistis, serba politis, serba munafik. Orang per orang pada ribut untuk berebut jabatan, saling sikut demi mendapatkan posisi sebagai Kepala Negara, sebagai Kepala Daerah, sebagai caleg nomor satu, sebagai Mentri, sebagai Camat, sebagai Bupati bahkan sebagai RT dikampung sekalipun. Begitu juga diperkantoran, orang menebar fitnah agar bisa naik posisi dihadapan atasannya, agar bisa diberikan fasilitas mewah seperti mobil atau rumah. Ibu-ibu dengan dalih arisannya, juga ikut-ikutan sibuk menggunjingkan si A atau si B yang dagangannya lebih laris, yang rumahnya lebih besar, yang mobilnya lebih lux, yang suaminya lebih tampan dan seterusnya.

Dikampus atau sekolahan, para pemuda bertikai demi mendapatkan sang pujaan hati yang cantik nan jelita. Mereka bergaya bak pemain Srimulat atau Ekstravaganza dalam usaha mempopulerkan dirinya sehingga mendapatkan kekaguman dan simpati dari calon kekasih. Suatu waktu mereka ngebut-ngebutan dijalan biar disebut hebat, dilain waktu mereka berkelahi, tawuran dan saling menikam dengan pisau agar disebut jagoan.

Nun jauh ditempat berbeda, sepasang suami istri rela melakukan apa saja untuk mendapatkan anak yang di idam-idamkan sejak lama, berpantang ini berpantang itu telah dilakukan, mengatur siklus hubungan intimpin sudah dicoba sesuai petunjuk dan saran dari dokter, tidak itu saja, lewat dokter gagal jalur alternatifpun ditempuh, datanglah keparanormal atau dukun yang konon katanya lewat kesaktiannya mampu memberikan keturunan yang molek bagi suami istri yang bermasalah itu. Gagal juga, Tuhanpun disalahkan karena putus asa.

Banyak pernak-pernik dunia ini yang menyeramkan untuk dijalani … sejuta tragedi, semilyar petaka, sebilyun air mata telah siap menanti dibalik jalan-jalan panjang hembusan nafas yang terlontar setiap harinya.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. -Qs. 3 Ali Imran:14

Saat perut lapar kita perlu makan, dan makanpun harus yang enak dan bergizi … bekerjalah kita …. semakin keras dan gigih kita bekerja maka peluang untuk makan yang lebih dari sekedar enak dan bergizi tadi lambat laun mampu kita dapatkan …

Tapi masalah tidak berhenti sampai disini bila kita sudah menikah
Urusannya semakin kompleks … makanan yang enak dan bergizi itu harus cukup buat anak dan istri … atau kalau perlu juga cukup untuk dikonsumsi oleh orang tua dan saudara-saudara kita ….. Belum puas, kitapun berpikir tentang perlunya bekerja untuk 7 turunan kita …. kita harus menggunakan semua cara demi terwujudnya cita-cita luhur ini … pintu kejahatanpun menggedor, kita bisa korupsi.

Kita bisa memulai dari Korupsi waktu, korupsi data, korupsi uang, korupsi keluarga …. yah, pokoknya yang berbau manipulasi itulah …

Ternyata dunia memang kotor
Hitam pekat …

Tampaknya … kehidupan selibat, kehidupan bhiksuni atau Rahbaniyyah adalah alternatip terbaik untuk menjangkau keridhoan Tuhan yang Maha Suci dan Maha Agung, bagaimana mungkin kita bisa dekat, bisa bersahabat, bisa bermesraan dengan Dia jika kita masih terjebak dalam dunia yang serba semu dan serba kotor ?

Kawin … sex …ciuman, pelukan, mesra-mesraan …… ah, itu semua urusan daging yang menjijikkan … semua penuh nafsu !
Berumah tangga … hamil … melahirkan … bertanggung jawab … mencari nafkah untuk keluarga …. ah, itupun cuma sekedar beban yang membuat hilangnya konsentrasi ibadah dan penyerahan totalitas kita kepada Allah.

Bukankah al~Qur’an berkata :

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia dari pada mereka di hari Kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. -Qs. 2 al-Baqarah: 212

Jadi bukankah lebih baik sebagai orang beriman maka kita tinggalkan saja kehidupan dunia yang katanya indah-indah itu ? Khan kenyataannya hidup tidak indah, hidup penuh gelombang. Dunia yang hitam pekat ini adalah ancaman terbesar bagi nilai-nilai Tauhid yang dikehendaki oleh Tuhan, selama kita tetap tidak beranjak dari nafsu dunia, maka bukankah masih perlu dikaji kembali pernyataan Syahadat kita ? Bagaimana kita bisa menjangkau peringkat Tauhid yang Kaffah dan Hanif bila kita ternyata juga tetap terbelenggu oleh pemberhalaan tersembunyi terhadap anak-anak, harta, wanita, tahta, keluarga, populeritas dan sebagainya itu ?

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. -Qs. 8 al-Anfaal :28

Tapi bagaimana dengan makna hidup dan hakekat keberadaan kita sendiri didunia ini ?
Jika memang kehidupan dunia hanya sebuah fatamorgana yang sama sekali tidak bermanfaat buat orang beriman, kenapa Allah tidak menjadikan dunia ini diisi oleh orang kafir saja semuanya ?

Atau untuk apa Allah menjadikan dunia yang serba ingkar kepada eksistensi kebenaran-Nya yang sejati dan membiarkan orang beriman hidup bersatu padu dengan orang kafir ?

Pasti ada logika lain yang mampu menjawab pertanyaan klasik seperti diatas.

Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. -Qs. 47 Muhammad :36

Hidup memang ternyata ditamsilkan sebagai sebuah ajang permainan … analogi sederhana dari penjelasannya adalah ketika kita sedang bermain Mortal Combat, Nascar, Winning Eleven, Fifa, Prince of Persia atau Final Fantasy di console Playstation, yang kita kejar adalah kemenangan dan kepuasan. Kita akan merasa kecewa bila permainan yang kita mainkan berakhir dengan kekalahan, kita pada hakekatnya tidak mau menjadi pecundang dalam permainan tersebut.

Begitulah sebenarnya kehidupan ini … kita sedang bermain dalam sebuah pentas sejarah yang sayangnya tidak bisa direset sekehendak hati saat kita gagal atau games over pada endingnya, karena itu kita tidak boleh jadi pecundang, artinya kita mesti menjadi pemenang dari permainan diatas dunia fana ini.

Pernikahan, pekerjaan, kekayaan, sex, persahabatan, kultus individu, jabatan dan lain sebagainya itu hanya sebuah ujian dari ketauhidan atau penghambaan kita kepada Allah … cinta kasih-Nya menjalar disetiap sisi dunia yang gelap itu, cahaya-Nya bersinar hangat dibalik belahan gemerlap dunia yang kotor dan penuh kemunafikan …. senyum-Nya ada pada setiap level atau stage yang berhasil kita lalui, tugas kita adalah menyelesaikan permainan dengan baik, semua bentuk kesukaran yang ditemui pada dasarnya adalah penyesuaian dari semakin tingginya level dimana kita berada. Bermohonlah kepada-Nya, bermunajatlah kepada-Nya, penuhi semua seruan-Nya, maka kita akan menemui cheat-cheat maupun tips-tips khusus yang membantu mengalahkan ambisi nafsu duniawiah yang hendak memasung langkah kita.

Menghindari kehidupan dunia sama artinya menghindari pengakuan eksistensi kita diatas bumi ini, bila kita menolak menikah, menolak hidup berkeluarga, menolak hamil dan melahirkan, menolak mengejar harta dan jabatan sama saja dengan menolak kefitrahan yang sudah dilimpahkan oleh Allah yang Maha Kuasa, dan itu artinya kita bahkan secara tidak langsung sudah menolak Allah itu sendiri ! Menolak Allah … menolak cinta kasih-Nya, menolak rahmat-Nya, menolak sunnatullah-Nya.

Jika sudah seperti ini apakah iya kitapun masih layak disebut bertuhan ? apakah lagi bertauhid ?

Pantas saja saat Nabi Muhammad mendengar keinginan sekelompok sahabatnya itu untuk menjalani kehidupan yang demikian, beliau berkata :

Mengapa beberapa orang mengatakan begini … dan begini ? Ketahuilah aku Sholat dan tidur, puasa dan berbuka, menikahi perempuan … sebab itu siapa yang tidak menyukai sunnahku maka orang itu tidak termasuk golonganku !

Subhanallah, Rasul yang mulia itu malah memberikan penegasannya bahwa tidak sepatutnya manusia itu melarikan diri dari dunia, melarikan diri dari nilai fitrahnya meskipun itu untuk mengejar penghambaan diri yang totalitas kepada Allah.

Ternyata Islam benar-benar tidak egois … semua sudah dibagi menurut porsinya masing-masing, ada hak untuk Allah dan ada hak untuk manusia. Kita dijadikan diatas dunia ini bukan dalam bentuk malaikat justru karena memang itulah fitrah kita. Jangan bermimpi untuk berpola hidup seperti malaikat. Olehnya pula otomatis kitapun tidak harus memalaikatkan juga manusia lain diluar kita yang hanya akan membuat kita keluar dari batasan Tauhid dan kewajaran yang sudah ditentukan oleh-Nya.

Kita senang dengan harta, jabatan, pasangan, anak-anak, sex, guru, sahabat dan seterusnya itu adalah hal yang wajar tapi dudukkanlah semua itu pada haknya masing-masing, tidak perlu berlebihan, tidak perlu pula disangkali.

Ada ustadz kaya, Alhamdulillah, ada ustadz yang miskin maka bantulah dia … kita tidak boleh sinis dengan keduanya, kaya atau miskin merupakan bagian dari proses kehidupan yang dijalani oleh kedua hamba Allah tersebut, apa yang salah bila ada orang beriman yang kaya ? atau apa yang salah bila ada orang beriman yang kehidupannya pas-pasan ?

Bukankah al~Qur’an sudah memberikan contoh keteladanan Sulaiman dengan seluruh mahligai istananya ? bukankah al~Qur’an juga sudah memberikan contoh keteladanan Ayyub yang penuh kesederhanaannya ?

Menikah … seluruh Nabi Allah menikah tanpa terkecuali.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami adakan kepada mereka istri-istri dan keturunan. -Qs. 13 ar-Ra’d :38

Apa yang salah dengan menikah ?
Hamba-hamba Allah yang terkasih seperti Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, Isa al~Masih (Yesus) sampai kepada Muhammad melangsungkan pernikahan …. mereka berkasih-kasihan dengan istri mereka, mereka melakukan hubungan intim dengan istri mereka dan mereka memperoleh keturunan dari pernikahan mereka.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. – Qs. 30 ar-Ruum : 21

Sama sekali tidak terlihat adanya kesalahan atau kebatilan dalam tatanan pernikahan …

Muslim dari Sa’id bin Abu Waqqas meriwayatkan, saat Usman bin Madh’un berniat untuk hidup membujang, Nabi Saw melarangnya …. lalu kenapa kita harus memandang sebelah mata dengan pernikahan saat kita sudah memiliki kemampuan untuk melakukannya secara finansial ?

Takut cerai ? takut gagal ? takut anu dan takut anu ?

Semua ketakutan itu tidak ada dasarnya secara realistis.
Ketakutan itulah yang justru menjadikannya takut untuk melangkah.

Setiap rumah tangga pasti berhadapan dengan badai, pasti berhadapan dengan prahara … sekecil apapun itu.
Apakah badai dan prahara ini justru membuat kita lari kebelakang ? membuat kita mengundurkan langkah kaki kesuatu bentuk pertanggung jawaban moral sebagai seorang suami atau sebagai seorang istri ?

Untuk apa Allah menurunkan ayat-ayatNya tentang rumah tangga ? tentang pengaturan siapa yang halal dan siapa yang haram untuk dinikahi ? tentang pembagian waris ? tentang wasiat Tauhid pada generasi selanjutnya ? tentang perceraian ?

Allah tidak haus dengan pengabdian yang monoton, Allah itu dinamis.
Allah menjadikan pria memiliki penis lengkap dengan susunan spermatozoanya yang merupakan alat untuk bersenang dan meneruskan garis keturunan, Allah juga menjadikan wanita bertubuh indah, wajah cantik dan rupawan lengkap dengan struktur ovariumnya sebagai tempat untuk bersenang dan memelihara calon Khalifah Tuhan berikutnya didunia …. semua adalah sekelumit kecil dari bentuk ketidak egoisan Tuhan melalui otoritas-Nya kepada manusia.

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu ? -Qs. 53 an-Najm :55

Dengan menenggelamkan diri kita kedalam dunia, mencari nafkah, rapat anu dan rapat anu, pergi menjajakan kue, menulis artikel, menyusui anak, mondar-mandir kedokter untuk mengontrol kesehatan, berpolitik, bersenang-senang adalah jalan untuk mencapai kemuliaan dimata Tuhan.

Itulah rahasia kehidupan yang sesungguhnya.

Apakah manusia itu menyangka bahwa mereka akan dibiarkan berkata: “Kami telah beriman”, padahal mereka belum diuji kembali ? -Qs. 29 al-Ankabut :2

Allah tidak ingin kita keluar sebagai pecundang, Allah ingin Tauhid kita bagus, Allah tidak menjadikan kita malaikat yang tanpa nafsu, itu semua adalah karunia yang harus kita syukuri, kita harus pandai memanajeriali diri kita sendiri. Jangan bertindak berlebihan, jangan bertindak anarkis, jangan bersikap merugikan orang lain … itulah cara mendapatkan cinta kasih Allah.

Dan sebagian manusia, ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Tetapi orang-orang yang beriman adalah amat sangat cintanya kepada Allah. -Qs. Al-Baqarah 2:165

Manusia adalah Khalifah, jadi eksistensi amanah itu harus kita pegang dengan baik sebab kita akan mempertanggung jawabkan kekhalifahan kita kelak disaat mulut dan tangan telah terkunci.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. -Qs. 2 al-Baqarah :216

Palembang, 2008

Armansyah

=-=-=-=-=—=-

Advertisements

3 Responses

  1. maaf….setelah saya baca ternyata di sana dikatakan nabi Isa itu punya istri? apa nggak salah tu?????? ( menikah )

    • Tidak … keterangan detil lihat buku “Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih” (buku pertama saya), bisa juga dipesan langsung kesaya melalui no. 0816.355.539, harga buku Rp. 70.000,- diluar ongkos kirim.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: