Pertanyaan seputar menjadi caleg

———- Forwarded message ———-
From: ardi (email : ardi_arifin@hotmail.com)
Date: Wed, Sep 10, 2008 at 1:49 PM
Subject: [Milis_Iqra] Re: Tuhan tidak budeg
To: Milis_Iqra <Milis_Iqra@googlegroups.com>

Agak jauh dr topik neh akh, boleh tanya bgmna persiapan antum pribadi secara lahir dan batin menghadapi 2009 sbg caleg (seperti sy bilang; ditunggu gebrakannya.. hehehe) dgn konsituen kaum muslim? mumpung
ramadhan biasanya jawaban lbh clear hehehe… mudah2an jawaban n niat antum bs diteladani jg untuk caleg2 lain… 🙂

Tanggapan :

Tidak ada persiapan apapun Akhi secara khusus, InsyaAllah, seperti yang pernah saya sampaikan juga diforum moderator, konsep saya hanya Easy Come Easy Go and Back To Basic.

Artinya, biarkan segala sesuatu terjadi secara alamiah, mengalir bagaikan air. Tanpa ada beban !


Tidak ada yang perlu saya gegaskan dan tidak juga yang perlu saya buru kecuali mengejar peringkat dihadapan Allah, mencoba membuat Allah “tersenyum” kepada saya melalui niat awal mengikutinya. Itu saja. Bukankah menurut kaidah Nabi kita selayaknya tidak meminta jabatan ? Jadi easy go sajalah. Jika Allah berkehendak saya untuk duduk sebagai anggota legislatif maka itu pasti terjadi dengan semua runtutan prosesnya yang berjalan tanpa saya perlu gusrak-gusruk sikut sana sikut sini. Semuanya saya kembalikan pada Allah mas, tidak ada beban sama sekali sehingga saya harus menjadi stress apabila gagal dalam menjadi anggota legislatif. itulah arti Back To Basic dan Easy Come Easy Go. Saya percaya Allah pasti memberi yang terbaik buat saya meskipun boleh jadi itu tidak selalu harus membuat saya menyenangi alurnya.


Armansyah – Palembang.

Advertisements

Doa Buka Puasa

Dari Ibnu ‘Umar : Adalah Rasulullah SAW apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Dzahabdh-Dhama-u wab-Talatil-‘Uruuqu wa Tsabatal-Ajru Insyaa Allaah (artinya : Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap ganjaran/pahala insyaa Allaah).

(HR. Abu Dawud no. 2357, Nasa’i 1/66, Daruquthni dan ia mengatakan sanad hadits ini hasan, Hakim 1/422, dan Baihaqi 4/239; dan Syaikh Al-Albani menyetujui apa yang dikatakan Ad-Daruquthni).

Doa masuk/keluar Kamar Mandi

Masuk Kamar Mandi :

Dari Anas r.a, Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak masuk kamar mandi, ia membaca “Allaahumma inni a’uudzu bika minal khubutsi wal khabaa itsi ‘ “Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari godaan syaitan laki-laki dan perempuan [Hadits Riwayat Bukhari no. 142; 6322 dan Muslim no. 375]

Keluar Kamar mandi :

“Ghafrunaka” Artinya : Aku minta ampun kepada-Mu. [Hadits Riwayat Abu Dawud no. 39, Ibnu Majah no. 300 dan At-Tirmidzi no. 7. Dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil no. 52]

Tuhan tidak budeg

Dari Abu Musa ra., ia berkata: Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan, mulailah orang-orang mengeraskan suara mereka dalam membaca takbir lalu bersabdalah beliau: Wahai manusia, rendahkanlah suara kamu sekalian! Karena kamu sekalian sesungguhnya tidak sedang memohon kepada yang tuli maupun yang gaib bahkan kamu sekalian sedang memohon kepada Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat Yang selalu bersama kamu sekalian. (Shahih Muslim No.4873)

Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al-A’raaf [7] :55)

Sunnah yang baik

“Barang siapa melakukan suatu perbuatan sunnah yang  baik, maka baginya pahala dari perbuatannya itu dan pahala dari perbuatan orang yang mengikuti perbuatan sunnah yang baik itu  hingga hari kiamat, Dan barang siapa yang melakukan perbuatan sunnah yang buruk maka baginya dosa atas perbuatannya itu dan dosa dari orang yang melakukan sunnah yang buruk itu hingga hari kiamat. Riwayat oleh Imam Muslim, Nasaii, Ibnu Majah, dan tirmidzi dengan periwayatan yang ringkas. Lihat Karya Syaikh Yusuf Qardhawi dalam al-Muntaqa min Kitab at-taghrib wa tarhib, I/115. Selain riwayat tersebut diatas lafazh ini dikutip juga dalam Kitab Syarah Thariqah Muhammadiyah wa syari’ah an nabawiyah pada bab “al Ithisham bikitabi wa as sunnah”.

%d bloggers like this: