Do’a

Anda pasti pernah mendengar ayat yang indah ini, *ud’uunii astajib lakum* ( Berdoalah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab doa kalian). Dalam ayat ini, Allah memberikan jaminan bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Namun terkadang, manusia telah berdoa tetapi doanya tidak dikabulkan. Menurut para ahli tafsir, doa akan dikabulkan bila telah memenuhi beberapa syarat, di antaranya ketulusan doa dan menjauhi dosa-dosa. Namun, ada kalanya doa memang tidak dikabulkan atau ditunda pengabulannya karena Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi manusia. Manusia terkadang meminta sesuatu yang sebenarnya tidak baik bagi dirinya. Dalam kondisi seperti ini, Allah menjawab doa kita dengan memilihkan yang terbaik bagi kita.

Dalam Al Quran kita akan menjumpai pembahasan mengenai doa. Dalam pandangan ayat-ayat Ilahi, doa-doa yang dijamin Allah untuk mengabulkannya adalah doa-doa yang memiliki karakterikstik khusus. Di antaranya, doa itu haruslah diiringi dengan tekad dan usaha atau kerja keras. Selain itu, sebaiknya permintaan utama yang diminta manusia ketika berdoa adalah permohonan akan kebaikan dan hidayah dari Allah. Bila doa dilakukan dalam dua kondisi itu, doa itu akan memberi banyak pengaruh kepada jiwa manusia.

Ketika doa itu dikabulkan oleh Allah, selain orang yang berdoa itu mendapatkan apa yang diinginkannya, dia juga mengalami akan transformasi dalam dirinya. Hal ini terjadi karena kesulitan dan masalah yang membelenggunya selama ini akan membuatnya mencurahkan harapan dan perhatian kepada Tuhan. Kesulitan hidup itu akan menjadi motivator dalam kelanggengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Pada kenyataannya, dengan doa dan keistiqamahan dalam berdoa, manusia akan menemukan arah hidupnya dan berubah menjadi manusia yang memiliki tujuan hidup.

Kalimat-kalimat doa yang indah dapat kita temukan dalam Al Quran. Doa-doa ini memiliki berbagai bentuk dan topik. Jika dipelajari baik-baik, dalam doa-doa yang tercantum dalam Al Quran itu kita akan menemukan pelajaran mengenai tujuan hidup yang tinggi dan mulia. Sebagai contoh, Nabi Zakaria ketika berdoa meminta anak, keinginannya itu bukan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Beliau ingin mempunyai anak yang saleh yang bisa menjadi hidayah bagi umat manusia. Doa Nabi Zakaria ini bisa kita baca dalam Al Quran surat Maryam ayat 5-6, “Anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.


Atau, Nabi Sulaeman dalam doanya memohonkan kekuasaan, namun bukannya untuk menguasai atau menzalimi orang lain. Beliau menginginkan perluasan wilayah kekuasaannya demi untuk menjadi sarana hidayah bagi umat manusia agar bendera tauhid terus berkibar.

Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 286, ada doa indah dari seorang hamba “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Stephen Covey mengatakan bahwa bukan berat Beban itu sendiri yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebutlah yang menjadikan kita kadang menjadi hilang kesehatan. Pada saat ia memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.”Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.    “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Karenanya sebagai orang beriman, kita harus mengembalikan semuanya kepada Allah, memohon kekuatan dan perlindungan kepada Dia untuk dapat mempercepat selesainya masalah yang sedang kita tanggung saat ini.

Beberapa hari ini, telah kita lalui sejumlah hari di bulan Ramadhan. Di bulan ini, anggota keluarga akan menjadi semakin dekat satu sama lain. Ketika azan menggema, mereka akan duduk bersama-sama di meja makan, menyantap hidangan buka puasa, sambil menceritakan kegiatan mereka hari ini. Seusai memakan hidangan buka puasa, yang biasanya terdiri dari makanan-makanan ringan seperti kurma atau sup, sebuah keluarga akan bersama-sama menunaikan sholat magrib, mengaji bersama, dan membaca doa bersama-sama. Suasana seperti ini sangat berpengaruh besar dalam membangun kasih sayang dan saling pengertian di antara anggota keluarga.

Menurut ahli sosiologi, lembaga keluarga akan menjadi kuat jika para anggota keluarga memiliki waktu yang lebih banyak untuk saling berkomunikasi dan bertukar pikiran. Di bulan Ramadhan ini, melalui ajaran agama masyarakat akan diingatkan kembali kepada urusan-urusan yang selama ini mungkin diabaikan, seperti berderma, bersikap baik kepada orang lain, atau menolong orang lain. Latihan menahan hawa nafsu dan melatih emosi yang dilakukan setuap individu dalam masyarakat di sepanjang bulan Ramadhan akan bermanfaat besar bagi pembentukan masyarakat yang sehat. Seringkali terjadi, friksi atau pertentangan dalam masyarakat terjadi akibat banyak pihak yang tidak mampu menahan diri dan hawa nafsunya.

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: