Tafakurku Disini

Tafakur ku disini, tersungkur diatas parmadani ampunan dan kasih sayang-Nya
Bermandikan air Ramadhan nan suci dengan limpahan malam-malam indah ibadah
Berlari kumengejar tapi takkan pernah dapat kugapai
Berlari kumenghindar tapi takkan pernah dapat kuelakkan
Dia hanya datang 30 hari dalam tiga ratus enam puluh lima harian
Hari ini aku bersyukur bisa menapaki kembali rahmat-Nya
Ditengah semua kegalauan dan kekacauan hidupku pada hari-hari berlalu

Ah, Tuhanku
Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum Kau memanggilku
kembali pada-Mu, menutup waktuku

Izinkan ku serukan nama-Mu
Sebelum jiwa dalam tubuhku Kau ambil dan kembali pada-MU

Entah kapan waktuku
Akupun tidak akan pernah tahu
Akankah malaikatmu permisi lebih dahulu sebelum menjemput ajalku
Atau mungkinkah ia malah datang secara tiba-tiba dengan wajah yang menyeramkan
Ampuni aku wahai Yang Maha Pengampun

Demi kemuliaan asma-asmaMu
Demi semua kebesaran dan keagungan-Mu
Demi ke-esaan diri-Mu

Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintah-Mu, menjauhi segala larangan-Mu

Tetapkan aku untuk bisa terus merasakan
Jabat dan peluk erat swargaloka Ramadhan-Mu

Oleh : Armansyah


“Sesungguhnya lidah adalah bagian dari tubuh dan dikendalikan oleh otak. Jika otak tidak bergolak dan aktif, lidah juga tidak akan menghasilkan apapun. Namun, jika otak terbuka lidah juga akan terbuka”. (Imam Ali bin Abi Thalib)

Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

ARMANSYAH
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.com
http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/

Advertisements
%d bloggers like this: