Buku Ramalan Imam Mahdi menggegerkan ?

Belum satu bulan buku ketiga saya “Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015, sebuah jawaban untuk Jaber Bolushi” terbit. Ternyata sudah dimasukkan dalam 3 buku yang menggegerkan tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh pengelola situs http://tegakluruskelangit.blogspot.com/2008/08/buku2-yang-bikin-geger.html seperti gambar dibawah ini :

Fenomenal ?
Buku Ramalan Imam Mahdi : Fenomenal ?

Entah benar atau tidak, namun jika ini memang kenyataannya maka menjadi kabar baik sebab upaya saya untuk membendung klaim-klaim dari Jaber Bolushi akhirnya berhasil. Semuanya adalah kehendak Allah.

Alhamdulillah

Koleksi Segera 3 Karya fenomenalnya

Koleksi Segera 3 Karya fenomenalnya

Advertisements

15 Responses

  1. Dalil ilmiyah Radhiallahu’anhum surat Ataubah ayat 100 mas

    9:100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.

    jadi Gelar Radhiallahu’anhu masih terbuka bagi kita yang mau mengikuti mereka dengan baik. (Sifat-sifat mereka Muhajirin dan Anshar)

  2. Bapak Diens RM yang saya hormati,

    Saya berterima kasih atas semua supporting bapak buat saya, semoga Allah selalu melimpahkan kebaikan kepada bapak sekeluarga.

    Saya bukan ilmuwan seperti yang bapak nyatakan, saya hanya seorang anak muda muslim yang sedang belajar dan terus belajar. Apa yang sudah saya sampaikan barang sedikit semata-mata untuk berbagi ilmu seperti pesan Rasulullah sendiri agar kita menyampaikan pada orang lain walau 1 ayat.

    Tentang tenaga dalam, saya telah panjang lebar menulisnya dalam beberapa artikel berbeda. Silahkan Bapak kunjungi link-link berikut ini :

    https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/03/14/bolehkah-mempelajari-ilmu-ghaib/

    https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/03/14/tenaga-dalam/

    https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/03/14/tenaga-dalam-2/

    https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/10/anarki-tenaga-dalam/

    Jazakallahukhoir.,
    Jabat erat dari Palembang,

    ARMANSYAH

  3. mas adin terima kasih atas info-nya
    mas Arman, sekali lagi makasih banyak sharing ilmunya..tak terkira keluasan ilmu yang Anda miliki ditengah-tangah jaman zahiliyah modern sekarang ini. suatu yang sangat langka potensi diri seperti Anda sbg asset Islam di akhir zaman ini dimana kata salah satu hadits mengenai ciri-ciri akhir zaman adalah yang pertama kali yang akan di angkat Allah adalah ilmu.
    Jadi bersyukurlah, dan tetap istiqomah dalam penyebaran ilmu Allah dengan keadilan (watawa saubil haq watawa saubisshobr)

    mengenai tenaga dalam (TD) hanya sedikit yang ingin saya tanyakan:
    1. bukan suatu pertanyaan bodoh, hanya kenapa nabi dan para sahabat terluka ketika perang? kalau mereka tau arti penting TD demi dakwah Islam kenapa tidak mempelajarinya? bukankah mereka lebih tahu urusan yg ghoib dibanding kita?
    2. apakah urusan TD ini bisa dianalogikan dengan ilmu dunia lainnya seperti kedokteran, kalau iya, ga masalah, karena ini memang urusan kita dan nabipun sudah menyerahkannya kpd kita.
    3. Kalau ini urusan dunia, bisa kita analogikan dengan dunia networking(sbg contoh), dimana kita bisa mengendalikan komputer diseluruh dunia dg server kita kalau kita sudah sisipkan trojan dikomputer mereka (hacking way). Maka ini saja sudah menjadi dilemmatis, pro-kontra, benar dan salah, manfaat dan mudharat…
    4. Tapi over all..teruskan perjuangan dakwah islam dngan keyakinan anda, sy juga tipikal ga terlalu memaksakan kehendak. saya cuma takut saja sesuatu yg tidak diajarkan/contohkan nabi-sahabat (dlm hal ibadah/ghoib/akhirat) akan bernilai sia-sia, kemudian menjadi celah utk jin, setan dengan kejeniusannya, pengalamannya, mempermainkan kita. Mungkin juga sikap ini bisa dikategorikan kedlam prinsip kehati-hatian dalam ibadah, bukan jumud.

    Maka disinilah letak hakekatnya : perjuangan kita, agar istiqomah, mujahaddah MEMPERTAHANKAN yang pasti (qot’i) sebagaimana kita juga mempertahankan kemerdekaan negara kita ini dari serangan baik luar maupun dalam..lalu kemudian kita isi kemerdekaan ini (kalimat Tauhid merupakan pernyataan “kemerdekaan” bagi seorang muslim) dengan yang bermanfaat dlm hidup didunia ini dengan kreasi dan improvisasi kita…(ada jaminan dari Rasulullah bahwa urusan dunia memang kita ahlinya)..
    Melalui proses yang seperti itulah kemudian berkembang menjadi muslim yang kaffah..
    Sebaliknya, bila proses tidak berjalan, maka akan terjadi apa yg kita khawatirkan : muslim jumud, statis, taklid dlsb. Dan ini juga jadi celah jin utk memporakporandakan persatuan umat islam, maka timbullah kultus individu, hingga nabi palsu dlsb.

    Dlm konteks spt ini muncul arti penting ulama dan cendikiawan muslim BERSINERGI. Ulama sebagai benteng/pewaris nabi, cendikiawan muslim sebagai motor lajunya kendaraan ISLAM ini agar maju menuju keridhoan Allah ta’ala. Terkait dengan ‘motor’ ,maap, mungkin sedikit saran dari yang awam spt sya, sekalian juga dalam forum ini, hendaknya para cendikiawan muslim jangan kebablasan spt si Ulil. Rusak ‘kendaraan’ ini dioprek disana-sini dengan modifikasi yang ga keruan. Alih-alih sampai tujuan, baru dipakai saja sudah mogok.
    Dalam menggerakan kendaraan Islam ini kan sudah ada ‘manual’nya yaitu Al-quran dan Assunah sahabat dan keluarga Nabi…(kan tinggal pake aja, apa susahnya?) mudah-mudahan kita selalu berpegang dengan ‘manual’ agar kendaraan ini sampai tujuan dengan selamat. Dan kepada ulama serta yg awam, belajarlah ilmu tambahan kepda para cendikiawan kita agar tidak seperti Ahmad Ghulam, Lia, Musadeeq dll.
    Wa’Allahu A’lam bisshawab.
    Maap sekali lagi..jabat erat dari Jakarta, senang berkenalan dengan Anda.

    DiensRM

  4. Sekali lagi terimakasih atas semua perhatian dari Bapak Diens RM kepada saya.
    InsyaAllah semua nasehat dari bapak, saya perhatikan dan saya syukuri sebagai bentuk perhatian terhadap sesama muslim. Semoga Allah memberi balasan yang baik kepada bapak.

    Tentang tenaga dalam, rasanya semua sudah saya jawab dalam tulisan-tulisan dengan link yang lalu sehingga pada kesempatan ini saya tidak akan mengulanginya kembali. Jika bapak masih ingin menanyakannya, mungkin bapak reply saja bagian-bagian mana saja dari tulisan-tulisan itu yang masih mengganjal. InsyaAllah, akan saya coba jawab jika memang belum ada disana penjelasannya.

    Salam dari Palembang,

  5. Saudaraku mas Arman,

    saya kira pointnya di nomer 4. semua sudah jelas bagi saya. kita punya jalan msing-msing dlm memahami TD. saya sudah membaca persepsi dan langsung menelusuri setiap relung pemikiran mas Amans dalam memahami TD…tapi tetap belum bisa bersatu(maklum sy dulu pernah aktif juga di TD atau mungkin ilmu saya ga nyampe)..agar imbang, bgm kalau mas Armans coba baca dulu buku yang saya referensikan untuk Anda..kalau di Palembang ga ada, nanti saya kirim aja ya..
    tapi gpp, saya ga memaksa koq, yang penting tujuan kita sama..sama-sama ingin jihad dijalan Allah demi tegaknya kembali Islam yg mulia.

    Salam hangat dr Jakarta

Comments are closed.

%d bloggers like this: