Daddy, I’m still miss u

Daddy, I’m still miss u
Oleh : Armansyah (2008)

Dad., it’s been a long time since you’ve been gone away …
I never thought I’d ever need someone as much as I need you
Everytime I think of you, I always catch my breath, and I’m still standing here while you are miles away on the way to heaven, you don’t know how desperate I’ve become and it’s look like I’m loosing this fight …

I know time will always heal the pain, but it’s the hardest things I’ve ever had to do …
It wasn’t very easy when you left,  and now as I walk away, I won’t look back, I won’t break down what I was living for, I know it’s the things that you want me to do ….  You’re the best thing in my life, Dad.

All these dreams are fantasies right now, they’re not reality …. it’s now only a paintings in my mind, faded memories of another place and time we were happy as can be, I’ve been seeing the same visions night after night till the morning light.

This time … I really miss you Dad, I want to spend the time with you if I  could … I want you to teach me how to dreams and lean me when I’m down.

Now, It is eight years you’re not with us, I’m still missing you …

Ramadhan 2008, adalah Ramadhan yang ke-8 kami tak lagi mendengar suara candamu, tak lagi bisa berimaman denganmu … tidak lagi bersantap sahur atau berbuka denganmu … engkau sudah kembali pada Tuhanmu, dalam dekapku dihari itu, bersamaan dengan mengalirnya air matamu saat itu dan senyum terakhirmu yang merupakan ledakan tangisku … bahkan sampai saat kutuliskan lagi kenangan itu hari ini, aku bahkan tetap tak mampu menahan genangan air mata yang sudah menggumpal disudut mata ini.

Senandung lagu Hamba-Hamba Allah dari suara Opick dan Amanda semakin menghanyutkan kenangan ini dan menyadarkanku betapa rapuhnya sebenarnya sisi kemanusiaanku, betapa usia ini, keberadaan diri ini hanya dalam satu rentang masa yang tak bisa ku ukur batasnya.

For each community, there is a predetermined life span. Once their interim comes to an end, they cannot delay it by one hour, nor advance it. – Qs. 7 al-A’raf : 34

Setiap kali kutanya padamu : untuk apa selalu membeli buku terus padahal buku kita dilemari sudah ratusan jumlahnya … kaupun selalu menjawab dengan jawaban yang sama : buku itu ilmu nak …. suatu saat kau pasti perlu dengannya.

Menjelang wafatmu, engkaupun berpesan : Saya tidak bisa memberi warisan harta apapun padamu, saya cuma bisa mewariskan ilmu yang sudah kau dapatkan, saya cuma bisa mewariskan buku-buku yang ada, baca dan pelajari semuanya, kau pasti mampu melewati dunia ini. Sholat, jangan tinggalkan sholat, hak orang jangan kau ambil meskipun kau sangat ingin kepadanya, jangan menyakiti kalau tidak mau disakiti …

Ah … lagi-lagi air mataku ini mengambang … teringat satu sabda Nabi ketika ditanya sahabat manakala puteranya yang bernama Ibrahim menangis, bahwa air mata adalah rahmat dari Tuhan …

Dad., dirumah sekarang sudah ada cucu-cucumu  … engkau benar Dad sewaktu secara guyon pernah mengatakan bahwa puteraku yang pertama adalah laki-laki …. it becomes a reality dad.

Usianya sekarang sudah 5 tahun, tumbuh besar dan tampan, rambutnya ikal dan pirang, mewarisi perawakanmu … aku juga punya hadiah lain untukmu, hadiah yang sebenarnya tidak pernah engkau dapatkan semasa hidupmu dan menjadi impian panjangmu selama ini, I have a daughter pa, ya sekarang papa punya cucu wanita, usianya sudah 3 tahun … cantik dan lucu … pemberani sepertimu.

Andai engkau masih hidup saat ini …. ah … lagi-lagu aku berkhayal ….

You may dislike something which is good for you, and you may like something which is bad for you. GOD knows while you do not know. -Qs. 2 al-Baqarah : 216

Thanks atas segalanya pa, kau ajari aku bagaimana cara menjalani kerasnya hidup, kau juga tak pernah jemu mengajariku tafsir Qur’an yang engkau kuasai, tulisan-tulisan tangan dalam hurup Arab gundulmu, meskipun sedikit sulit kumembacanya namun InsyaAllah sangat berarti. Begitupun petuah dan ajaran keterbukaanmu dalam menyikapi perbedaan ditengah umat serta sikap kritis dalam memahami segala sesuatu yang diatasnamakan agama, membuatku mengerti dan lebih tegar dalam menapaki samudera kehidupan.

Mungkin memang aku sudah cukup lama tak menyambangi kuburmu namun itu tidak membuatku bisa melupakanmu … doaku senantiasa mengalir dalam setiap kesempatan munajatku.

My Lord, forgive me and my parents, and the believers, on the day when the reckoning takes place. – Qs. 14 Ibraahim : 41

My Lord, direct me to appreciate the blessings You have bestowed upon me and upon my parents, and to do the righteous works that please You. Let my children be righteous as well.  I have repented to You; I am a submitter. -Qs. 46 al-Ahqaaf :15

Something turns to nothing
and nothing makes you cry
There was something in that something
It’s gone and you wonder why
Life can’t be lived on one thing
For that one thing could be that something
So wipe those tears of nothing
For tomorrow there will be something


Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

ARMANSYAH
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://www.facebook.com/armansyah

Advertisements

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: