Diskusi dengan Joshua (bag.2)

———- Forwarded message ———-
From: joshua yesus <joshua_hope_tikalong@yahoo.co.id>
Date: 2008/8/13
Subject: Re: [Arsip Armansyah] Comment: “Mengenal Arman”
To: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>

saya sangat heran dengan kalimat anda Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir, (Keselamatan/kesejahteraan atas orang yang mengikuti petunjuk, ambillah hikmah walau dari lisan orang KAFIR)
afwan ya Akhi…… knapa antum harus mengucapkan kalimah Kafir (fiil mahdi = Kafaroo)
apa kalimah ini gak terlalu berlebih.?????
ya saya memng pengikut Yesus, kebetulan ortu saya Pendeta, saya tertarik dengan sayriat islam secara kaafah, yang mau saya tanyakan ya Ustadz :
1. siapakah Imam yang SEBENARNYA (HAQ) harus di Baiat.? yang saya tahu di Indonesia terlalu banyak orang yang mengaku sebagai Kholifah dan lebih dulu dibaiat?
ada Wali al-fattah dari Jamaah-Hizbullah, Nur hasan al-ubaidah dari islam jamaah (lemkari, yakari, ldii) ada  Abu barozah dari jamah Muslimin yang lahir di Teluk Betung lampung, ada dari panji gumelar (abu thoto) dengan NII nya.? dan beberapa KW… lagi serta beberapa Firqoh yang lainya, apa ini tidak kan membuat pusing orang muslim sendiri dan SOLUSI nya apa.? saya yakin kalau saya jadi Mualaf saya akan bingung dengan ini semua, Rasulloh bersabda ada 73 golongan islam dan hanya 1 yang masuk surga yaitu jamaah (Secara kaffah “Quran hadits bukan kitab2 kuning dan baiat” maaf juka salah).
2. apa yang antum perbuat untuk menghadapi syariat sesat yang mengatas namakan Islam? seperti Salamullah-Lia eden, ahmadiyah-mirza ghulam ahmad, dan beberapa yang lainya seperti kasus di ITB juga.
3. menurut antum JIHADI Fi Yadaini yang dilakukan oleh FPI bener2 seturut dengan sunah rasul atau itu hanya bersifat kekerasan, karena yang saya tahu KAFIR IDNi musti di lindungi – maaf jika salah (bagaimana dengan gereja dan pura yang dibakar?), bagaimana dengan Jamaah Islamiyah.?. Rasul bersabda Jihadi Fi Qolbi adalah selemah2 nya iman, apakah hadits ini masih relevan.? atau perlu di Mansuh.?
4. afwan ya Ustadz saya tidak suka berdebat tentang Ketuhanan atau kenabiaan dan kemanusiaan Yesus. afwan karena saya sedang mencari Islam yang kaafah bukan ke-Dhoifan suatu agama.
sebelumnya saya Ucapkan Sukron wa jazakallohu Khoiro…
JOSHUA
antum boleh menyebut saya Miftahul Huda (satu nama yang sangat saya suka, KUNCI PETUNJUK, teman2 di malaysia dan Singapore mereka memanggil ana dengan sebutan MIFTAH, meskipun belum direstui oleh orang tua saya, karena baru 1 tahun saya dapat julukan ini dari Pacar saya yang sekarang Kuliah di Paramadina dan telah menjadi Muslimah yang Radikal, dan menjadi an-nisa yang solehah dan dimata saya dia adalah LU’LU Haifah nya Tuhan)

Tanggapan dari saya (Armansyah) adalah sbb :
2008/8/13 joshua yesus <joshua_hope_tikalong@yahoo.co.id>
saya sangat heran dengan kalimat anda Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir, (Keselamatan/kesejahteraan atas orang yang mengikuti petunjuk, ambillah hikmah walau dari lisan orang KAFIR)

Pertanyaan dari saya justru kenapa harus heran ?
Anda bertanya seperti ini karena memang tampaknya anda belum membaca banyak artikel yang ada dalam arsiparmansyah.wordpress.com. Sebab jika memang anda sudah membacanya, pasti pertanyaan ini tidak akan anda keluarkan kembali.

Ini saya cuplik ulang saja secara singkat dari artikel dengan judul : Hukum Ucapan Selamat Natal (alamat arsip  : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2007/12/27/hukum-ucapan-selamat-natal/ )

Untuk lebih jelas, silahkan klik link diatas dan baca seluruh artikelnya … terimakasih.

Pertama-tama, arti ucapan salam adalah selamat atau keselamatan.
Tentu yang dimaksud mula-mula dari kata ini tidak lain dari keselamatan yang datangnya dari Allah.
Saat kita menyebut kata “Assalamu’alaykum” maka ini artinya kurang lebih “semoga keselamatan dari Allah atas dirimu” (walaupun harfiahnya kata-kata “dari Allah” merupakan sisipan dari makna).

Dari arti ucapan salam tersebut maka akan dipahami bahwa kalimat ini adalah do’a yang ditujukan dari kita kepada lawan bicara, lagi-lagi dengan makna agar orang tersebut selamat (tentu selamat dunia dan akhirat), implikasi dari keselamatan tersebut adalah orang ini diampuni kesalahan maupun perbuatannya.

Dalam kaitannya pengucapan salam untuk orang Islam, kalimat-kalimat semacam ini tidak menemui permasalahan apapun sebab akidah ketuhanannya sama yaitu Tauhid.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS AL-Baqarah (2) : 286)

Lalu bagaimana bila kemudian diucapkan kepada orang non Islam atau orang yang menolak mengakui Allah sebagai Tuhannya dan memilih tenggelam didalam kesombongan dan keegoisan dirinya meskipun dia mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah salah dan tidak rasional ?

Al-Qur’an memberi pelajaran kepada kita melalui kisah Nabi Musa dan Fir’aun manakala beliau menjumpainya diistana :

Maka datanglah kamu berdua (Musa dan Harun) kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah: “Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan Kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk -. Salamun ‘ala manittaba al Huda – (QS Thaha (20) :47)

Ucapan salam dari Nabi Musa dan Harun tersebut selanjutnya diterapkan juga oleh Nabi Muhammad dalam surat-surat yang beliau kirimkan kepada berbagai penguasa pada jamannya untuk memeluk Islam (salah satunya adalah surat kepada raja Romawi).

Dari sini kita mendapatkan hikmah bahwa  bagi orang-orang sejenis Fir’aun yang menolak konsepsi Tauhid maka salam yang diberikan sepantasnya adalah do’a agar yang bersangkutan mendapatkan petunjuk dari Allah. Jelas maksud disini adalah petunjuk kepada kebenaran Islam sehingga keselamatan itu benar-benar terwujud.

afwan ya Akhi…… knapa antum harus mengucapkan kalimah Kafir (fiil mahdi = Kafaroo)
apa kalimah ini gak terlalu berlebih.?????

Pemberian ucapan kafir pada orang yang tidak bertauhid sangatlah tidak berlebihan dan itu memang faktanya.
Bila anda tidak tahu apa makna kafir dan apa makna tauhid, silahkan buka arsip-arsip saya diblog saya tersebut.

Khususnya bagi para penyembah yesus atau yang menganggap yesus adalah tuhan, maka dalam akidah kami sudah jelas ….

Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata :”Allah itu adalah Al-Masih putera Maryam”.  (QS. Al-Ma’idah  [5] :17)

ya saya memng pengikut Yesus, kebetulan ortu saya Pendeta, saya tertarik dengan sayriat islam secara kaafah, yang mau saya tanyakan ya Ustadz :
1. siapakah Imam yang SEBENARNYA (HAQ) harus di Baiat.? yang saya tahu di Indonesia terlalu banyak orang yang mengaku sebagai Kholifah dan lebih dulu dibaiat?
ada Wali al-fattah dari Jamaah-Hizbullah, Nur hasan al-ubaidah dari islam jamaah (lemkari, yakari, ldii) ada  Abu barozah dari jamah Muslimin yang lahir di Teluk Betung lampung, ada dari panji gumelar (abu thoto) dengan NII nya.? dan beberapa KW… lagi serta beberapa Firqoh yang lainya, apa ini tidak kan membuat pusing orang muslim sendiri dan SOLUSI nya apa.? saya yakin kalau saya jadi Mualaf saya akan bingung dengan ini semua, Rasulloh bersabda ada 73 golongan islam dan hanya 1 yang masuk surga yaitu jamaah (Secara kaffah “Quran hadits bukan kitab2 kuning dan baiat” maaf juka salah).

Tentang baiat dan imam, saya sudah jawab dengan sangat jelas pada tanggapan saya yang pertama,. Agar tidak berkesan anda sedang berdiskusi ala logika debat kusir, maka sebaiknya anda tanggapi posting saya yang lalu itu sehingga topik pembicaraan kita tidak keluar dari konteksnya. Terimakasih.

2. apa yang antum perbuat untuk menghadapi syariat sesat yang mengatas namakan Islam? seperti Salamullah-Lia eden, ahmadiyah-mirza ghulam ahmad, dan beberapa yang lainya seperti kasus di ITB juga.

Silahkan baca buku kedua saya : Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq. Penerbit Hikmah, Mizan Publishing 2007. Informasi lebih jauh tentang buku ini silahkan rujuk kesini : http://armansyah.swaramuslim.com/buku/more.php?id=28_0_2_0_M.

3. menurut antum JIHADI Fi Yadaini yang dilakukan oleh FPI bener2 seturut dengan sunah rasul atau itu hanya bersifat kekerasan, karena yang saya tahu KAFIR IDNi musti di lindungi – maaf jika salah (bagaimana dengan gereja dan pura yang dibakar?), bagaimana dengan Jamaah Islamiyah.?. Rasul bersabda Jihadi Fi Qolbi adalah selemah2 nya iman, apakah hadits ini masih relevan.? atau perlu di Mansuh.?
4. afwan ya Ustadz saya tidak suka berdebat tentang Ketuhanan atau kenabiaan dan kemanusiaan Yesus. afwan karena saya sedang mencari Islam yang kaafah bukan ke-Dhoifan suatu agama.
sebelumnya saya Ucapkan Sukron wa jazakallohu Khoiro…

Tentang Kaffah, anda mungkin harus membaca dua artikel saya yang khusus membahas masalah ini.
Silahkan klik link berikut :

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2007/10/17/kaffah-1/
https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/02/11/orang-kafir-tapi-islam/

Berbicara agama, anda tidak bisa menghindar dari berbicara tentang ketuhanan.
Anda suka atau tidak suka, topik ini harus kita bahas. Sebab Tuhan adalah sumber semua kebenaran.
Jika anda ingin belajar Islam, mari kita bicara tentang Tuhan. Apa dan bagaimana konsep tuhan dalam agama anda dan bagaimana pula konsep Tuhan dalam agama saya.

Saya tunggu.

JOSHUA
antum boleh menyebut saya Miftahul Huda (satu nama yang sangat saya suka, KUNCI PETUNJUK, teman2 di malaysia dan Singapore mereka memanggil ana dengan sebutan MIFTAH, meskipun belum direstui oleh orang tua saya, karena baru 1 tahun saya dapat julukan ini dari Pacar saya yang sekarang Kuliah di Paramadina dan telah menjadi Muslimah yang Radikal, dan menjadi an-nisa yang solehah dan dimata saya dia adalah LU’LU Haifah nya Tuhan )

Maaf, saya terbiasa memanggil nama dan bukan gelar.
Saya punya beberapa teman seperti Sembilan Benua dan Nyomet123, tetapi saya selalu memanggil mereka dengan nama saja yaitu Heru dan Rizal Lingga.

Begitupun dengan anda, tidak ada bedanya.
Masalah pacar, itu urusan anda semoga anda mendapat petunjuk kejalan Islam,.

Sekalian saya mengundang anda untuk bergabung di Milis_Iqra@googlegroups.com, jika anda berkenan, kitapun boleh bersua langsung tatap muka untuk mendiskusikan masalah keimanan seperti ini dengan tenang dan damai.

O.ya ini ada sedikit balasan dari rekan saya Aris Hardinanto dimilis Iqra, mungkin anda mau menjawabnya pula saya persilahkan langsung kealamat beliau atau kemilis iqra.

———- Forwarded message ———-
From: Aris Hardinanto <aris.hardi@gmail.com>
Date: Thu, Aug 14, 2008 at 7:37 AM
Subject: [Milis_Iqra] Re: [Arsip Armansyah] Comment: “Mengenal Arman”
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
dimanakah sekarang Khilafah Min haji urrosyidin. (Khilafah dari Haji mendapat petunjuk?????)🙂
Ya jelas gak ada, mau di cari sampai keliling dunia juga gak akan ketemu, dari mana kriteria Khilafah itu dari haji mendapat petunjuk????????
setelah jaman kholifah, mulkhon adon dan jabariyah, saya belom tahu tentang ke-Kholifaan yang benar-benar Quran hadits dan Kaafah.

Redaksi statemennya salah, seharusnya “setelah zaman kholifah (misal si anu), yang menganut sistem kerajaan dan mempunyai tafisran versi jabariyah, saya belum tahu tentang ke kholifahan yang benar-benar mencerminkan nilai-nilai Al Quran-Hadis dan Kaffah (bukan kaafah), satu harokat salah atau satu huruf salah, bisa bablas artinya

wishing bless Jesus 4 u
Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23: 39)
Santai saja mas, sudah dari dahulu kali kita sebagai orang Islam di berkati oleh Yesus  (Yesus muslim) karena dalam setiap aktivitas kami selalu datang dalam nama Tuhan, “Bismillahirrohmanirrohim”, yang berarti “Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”, bukan atas nama Yesus, karena apa? Yesus bukan Tuhan……

Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

ARMANSYAH

One Response

  1. Gue Mau Tanya Nih.. Ama Muslim, gue cuma pingin tau aja.

    Menurut Ahmad Deedat katanya ada kesalahan Penulisan nama di Alqur’an yang ditulis oleh sahabat nabi Muhammad dan Muhammad sendiri Bahwa sebenarnya Isa Almasih itu bukan Yesus Kristus, karena Muhammad ini cuma denger-denger aja dari cerita-cerita Yahudi dan Pendeta Nasrani (Warokah), jadi Jadi Muhammad mengira bahwa Yesus itu adalah Esau, Isai kakaknya Yakub..jadi yang ditulis di Alqur’an itu bukan Yesus tapi Isa..

    Benerkah begitu Itu ??

    Yesus apa sama dengan Isa

    Mengapa Nabi Muhammad menyebutNya Isa bukan Yesus

    why……why…..

    I Don’t Know….

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: