Kacau Balau Akhlak Negeriku menuntunku untuk berbuat

Kacau Balau Akhlak Negeriku menuntunku untuk berbuat

Oleh : Armansyah

Tampaknya pepatah kuno yang mengatakan : “Jika ingin terkenal maka kencingilah sumur zam-zam” sudah tidak berlaku lagi. Karena orang-orang “sakit jiwa” dewasa ini memiliki trik tersendiri untuk bisa menjadi terkenal tanpa harus susah-susah berangkat ketanah suci Mekkah dan mengangkangi sumur zam-zam yang merupakan warisan suci Nabi Ismail alaihissalam tersebut.

Kita belum sembuh dari sengatan kejut komunitas Eden melalui pimpinannya Lia Aminuddin yang berkoar sebagai Imam Mahdi, Bunda Maria dan selalu didampingi oleh Malaikat Jibril gadungan yang pada akhirnya menghalalkan babi dan menghapus agama Islam dari muka bumi ini. Aksi pemurtadan besar-besaran ala komunitas Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang dipimpin oleh pengaku Rasul bernama Ahmad Musaddiq dengan gelar kalongnya “Masih Mau’ud” juga belum lama hilang membekas dibenak kita bersama. Begitupula dengan kasus Ahmadiyah yang merentet pada bentrokan disilang Monas Jakarta awal Juni 2008 lalu antara AKKBB dengan massa dari FPI dan Laskar Islam pimpinan Habib Rizik serta Munarman.

Rakyat juga secara umum masih kesakitan dengan kenaikan semua harga bahan pokok sebagai imbas kenaikan BBM oleh pemerintahan SBY dimedio Mei 2008, aksi protes sana-sini oleh berbagai kalangan termasuk adik-adik mahasiswa kita yang bahkan sampai berlaku secara ekstrim melalui aksi mogok makan masih berbayang dipelupuk mata kasar dan batin kita ini.

Gebrakan spektakuler dari model yang beralih profesi menjadi penyanyi dangdut bernama Julia Pheres melalui peluncuran album perdananya berjudul “Kamasutra” dengan bonus kondom didalamnya belum pudar dari kekagetan kita. Pun tinta para wartawan belum kering dari catatan aksi ibu menteri kesehatan kita yang secara blak-blakan menuduh Amerika Serikat merekayasa sampel virus-virus yang dikirim oleh Indonesia untuk dijadikan bagian dari senjata pemusnah massal negara adidaya itu.

Menyusul tertangkapnya 10 orang yang didakwa sebagai teroris di Sumatera Selatan diawal Juli 2008 menjadi pelengkap semua berita kebobrokan ditengah masyarakat Indonesia dalam kurun waktu sekian tahun terakhir semenjak heboh-heboh kasus Internasional pembantaian Muslim Bosnia oleh separatis Serbia dimedio 1990-an, peledakan gedung WTC sampai penyerangan Afghanistan dan penjajahan Iraq yang berimbas pada ketegangan baru antara Amerika dengan Iran melalui isyu pengembangan nuklir diawal-awal tahun 2000 sampai sekarang.

Tertangkapnya sejumlah pejabat nakal dari kalangan dewan atau eks dewan maupun aparat penegak hukum lainnya seperti Al-Amin Nasution (suami penyanyi dangdut Kristina, anggota dewan dari PPP), Kemas Yahya Rahman (Jampidsus yang terlibat skandal penyuapan Jaksa Urip Trigunawan bersama pengusaha Artalyta Suryani), Yusuf Emir Faishal (anggota dewan dari PKB sekaligus suami dari Hetty Koes Endang) dan lain sebagainya menjadi pelengkap berita-berita kriminal negeri ini sebagai tanda kebobrokan akhlak masyarakatnya.

Belum lagi bila kita ingin menambah daftar ini dengan isu Islam Liberal, Kristenisasi, terorisme, Jema’ah Islamiyah, peledakan bom, pencekalan artis-artis yang tampil dengan goyangan dan aksi pembangkit syahwat lelaki, maraknya judi dan pendakngkalan akidah terselubung diberbagai stasiun televisi dengan beragam kedoknya melalui kuis, pertunjukan atau reg ini dan reg itu, bertaburannya sinetron dan iklan dengan berpamerkan paha dan dada kaum wanita serta lain sebagainya.

Inipun seolah masih belum lengkap bila kita ingin juga menyinggung kehidupan para politikus kita yang sedang berebut kursi disenayan atau di DPRD pada setiap daerahnya yang umumnya sarat dengan aktivitas suap-menyuap dan sejenisnya. Padahal baru-baru ini telah terbuka pagelaran kolosal 52 orang mantan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 dari komisi IX yang terlibat skandal penerimaan dana dari Bank Indonesia sejumlah total Rp. 21.6 miliar. Dus kasus Yahya Zaini dari Partai Golkar yang tersandung kabut asmara dengan Maria Eva ditahun 2006 lalu. Dan baru-baru inipun panggung politik kita dihebohkan pula oleh kisruh internal yang melanda Partai Kebangkitan Bangsa antara kubu Muhaiman dan Gusdur. Omong-omong, bagaimana kelanjutan pembahasan RUU APP tempo hari ?

Di Palembang sendiri selain kasus tertangkapnya terdakwa teroris diawal Juli 2008 silam, heboh juga kasus terbongkarnya sindikat penjualan bayi pada akhir Juli 2008 serta terungkapnya pula bisnis illegal Jaringan perdagangan Trenggiling (manis Javanica) yang diduga melibatkan oknum pejabat dari Polda, Poltabes, Pemprov, Anggota DPRD serta oknum pejabat Bandara (lihat Sriwijaya Post, Kamis 31 Juli 2008 hal. 1).

Gubrak kasus pembantaian berantai oleh pelaku homoseksual dari Jombang serta hamilnya seorang ibu di Jambi akibat perbuatan mesumnya dengan putera kandungnya sendiri ikut mewarnai sejarah kelam negeri ini pada tahun 2008.

Terakhir adalah kasus Dewi Persik yang bersitegang dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pimpinan Farhat Abbas akibat dari goyang erotisnya diacara Munas ke-13 DPP HIPMI tanggal 19-20 Juli di BALI sehingga konon sejumlah orang menjadi liar dan menyuruh mantan istri Syaiful Jamil yang saat ini sedang mencalonkan diri dari PPP sebagai wakil walikota Serang itu untuk tampil telanjang bulat karena ke-erotisan serta keminiman busana yang ia gunakan. Lucunya artis seronok ini lagi-lagi mengatakan bahwa dia tidak bersalah dan merasa dilecehkan karenanya. (Lihat harian Sriwijaya Post, Rabu 06 Agustus 2006 hal. 23 kol. Seleb Life Style).

Selain kasus Dewi Persik, Indonesia dibingungkan status sosial kebangsaannya oleh ulah Putri Raemawasti yang melenggang kangkung sebagai Putri Indonesia 2007 diajang Miss Universe 2008 yang bertempat di Nha Trang, Vietnam. Kebingungan ini tidak lain akibat ulahnya yang memakai busana “two piece” alias hanya bercawat dan mengenakan be-ha saja dalam pentas internasional tersebut. Sang Putri ngotot mengatakan perbuatannya adalah wajar-wajar saja dan malah merasa bangga mengenakan busana yang nyaris tidak mampu menutupi apapun dari daging polos tubuhnya itu. Malah ia mengatakan kalau disana ia mendapat sanjungan tentang kemajuan Indonesia karena sudah memperbolehkan peserta miss universe mengenakan pakaian model tokoh Shandi di Bikini Bottom dalam film kartun Sponge Bob ini.

Masih banyak lagi kebobrokan negeri ini yang jika kita ingin jujur maka itulah kondisi akhlak bangsa yang konon berpenduduk mayoritas Muslim didunia. Esok atau lusa, entah apa lagi kejadian yang akan tersajikan dalam epik kehidupan bangsa tercinta ini.

Kemerosotan moral bangsa ini menarik saya untuk ikut terlibat lebih jauh dalam pembangunan serta perbaikan negeri melalui pencalonan diri selaku Bakal Calon Anggota Legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2009-2014. Keputusan ini bukan sebuah langkah yang mudah untuk dilakukan mengingat banyaknya konsekwensi yang harus saya hadapi kedepannya. Belum lagi godaan dan tantangan yang sudah pasti akan mengganjal niat yang telah terpatri didada ini.

Tapi mengikuti jejak langkah almarhum Moh. Natsir dan bahkan para Khalifah Rasulullah yang terpimpin, kita tidak boleh hanya berpangku tangan saja melihat kerusakan yang terjadi dimasyarakat padahal kita merasa punya sedikit kemampuan untuk meminimalisirnya dengan ilmu yang dimiliki. Negeri ini memang tampaknya masih jauh berjalan dari penerapan syariat Islam secara Kaffah tapi proses kearah itu tidak boleh berhenti dan hanya habis dalam bincang-bincang diforum atau media semata. Perlu ada langkah nyata dilapangan sebagai komitmen dari niat yang telah tertata.

Karenanya, saya mohon dukungan dan doa dari teman-teman semua disini agar apa yang akan saya jalani dan saya tempuh benar-benar bisa lempang sesuai dengan harapan. Ingatkan saya bila salah dan menyimpang, sms atau email saya InsyaAllah selalu terbuka untuk semua kritik atau juga curahan unek-unek meskipun nantinya pasti tidak semua bisa saya jawab secara langsung berkaitan dengan kesempatan yang ada namun semua itu tetap akan menjadi perhatian saya.

Sementara saya masih bergerak dirumah sendiri, yaitu mencalonkan diri untuk kotamadya Palembang dengan daerah pemilihan 1 yang meliputi kelurahan Kemuning, Ilir Timur 1, Sukarami dan Alang-alang lebar. Jika masih ada kesempatan dan umur panjang, kedepannya baru akan mencoba bergerak ketahapan yang lebih jauh.

Bila langkah ini diridhoi oleh Allah, maka Allah juga yang akan mempermudah semua urusan ini. Tetapi bila ternyata usaha ini berakhir dengan kegagalan, maka Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk semuanya.


Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

ARMANSYAH
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.com
http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/

5 Responses

  1. ———- Forwarded message ———-
    From: adi fernandi
    Date: 2008/8/7
    Subject: [Milis_Iqra] Re: Kacau Balau Akhlak Negeriku menuntunku untuk berbuat
    To: Milis_Iqra@googlegroups.com

    selamat berjuang kakando Armansyah……
    Bagaimana kondisi riil Sumsel menghadapi pertarungan PILGUB??

  2. ———- Forwarded message ———-
    From: Djatmiko Djati
    Date: 2008/8/7
    Subject: [Milis_Iqra] Re: Kacau Balau Akhlak Negeriku menuntunku untuk berbuat
    To: Milis_Iqra@googlegroups.com

    Ya Allah ridhoilah saudaraku Armansyah dalam usahanya untuk dapat berperan aktif memerangi kebobrokan di negeri ini.

    Berilah ia kekuatan iman dan senatiasa bimbinglah karena ia akan berada dalam lingkungan orang2 yg menjual akherat untuk dunia.

    Ya Allah jadikanlah saudaraku Armansyah bersama PKS golongan yang akan menyeru dan menegakkan syariatMu melalui jalur ketatanegaraan negeri ini.

    Allahuma Amien

  3. ———- Forwarded message ———-
    From: ardi
    Date: 2008/8/8
    Subject: [Milis_Iqra] Re: Kacau Balau Akhlak Negeriku menuntunku untuk berbuat
    To: Milis_Iqra

    Selamat ya akhi, semoga bisa tetap menjaga konsistensi yang telah antum pegang selama ini… sehingga terbukti konsistensi antum adalah konsitensi yang teruji dan bukan konsistensi semu yang dangkal ujian… Semoga Allah SWT selalu bersama antum.. ditunggu gebrakannya🙂

  4. On 8 Agu, 08:52, “Dani Permana”

    wrote:
    > dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya *kamu berharap*”. (QS. 94:8)
    >

  5. ———- Forwarded message ———-
    From: Liana
    Date: 2008/8/8
    Subject: [Milis_Iqra] Re: Kacau Balau Akhlak Negeriku menuntunku untuk berbuat
    To: Milis_Iqra

    Selamat & semoga tetap Istiqomah dalam menegakkan Syariat Islam melalui jalan tersebut.🙂

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: