Dialog Islam-Kristen : Pengalaman Rohani dan Empirik


Apa yang akan anda baca berikut ini adalah cuplikan salah satu dialog lintas iman yang terjadi antara saya (Armansyah) sebagai seorang Muslim dan Sdr. Rizal Lingga (email : nyomet123@yahoo.com) dari Kristiani.

Kami sudah banyak berbincang-bincang lintas iman di Milis_Iqra@googlegroups.com selama bertahun-tahun dan inipun termasuk salah satu lanjutannya.

Selamat membaca …. salam hangat dari Palembang.

———- Forwarded message ———-
From: rizal lingga

Date: 2008/7/30
Subject: [Milis_Iqra] Re: Analisa Doktrin Penebusan Dosa
To: Milis_Iqra@googlegroups.com

2008/7/30 rizal lingga

[Lingga] Saya berusaha menjawab anda sebisa waktu saya. Dan sekarang saya kembali lagi ke email paling lama yang belum dibalas.

[Arman] : Be my pleasure, happy to read it. I’m Proud of you my friend.

[Arman sebelumnya]

Jika memang masih ada yang mau ditanggapi, silahkan …
Saya sudah membuat tulisan dalam “versi web” dari konsep penyaliban Nabi Isa tersebut yang bisa anda baca disini :

https://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/24/misteri-penyaliban-nabi-isa/ atau disini http://armansyah.swaramuslim.com/more.php?id=33_0_1_0_M

Anda boleh memberi komentar dimilis ini atau juga dikedua blog saya tersebut diatas.

[Lingga] : Komentar yang berat mungkin belum lagi sekarang. Dan akan saya coba lihat blog anda di waktu lain.

[Arman] : That’s fine, BTW Thanks for concerned.


[Arman sebelumnya] : Dalam beragama, saya membebaskan diri dari ikatan ortodok/klasik/salafi, modern, liberal dan sebagainya. Saya hanya seorang muslim yang senang membaca, berpikir dan menulis serta mengaplikasikannya dengan apa yang bisa saya lakukan.

Agama itu teori dan praktek, doktrin sendiri masuk dalam teori.
Adalah sesuatu hal yang saya rasa terlalu berlebihan dari ucapan anda bahwa doktrin tidak punya arti praktis. Sebab dengan pernyataan itu, anda seolah menafikan eksistensi kitab suci anda sendiri yang sarat dengan doktrin atau pelajaran tertulis mengenai iman, sejarah dan banyak hal lainnya. Bukankah ada satu ayat dalam kitab anda yang menyatakan setiap yang ditulis memiliki arti ? Bahkan orang yang menambah dan mengurangi tulisan-tulisan atau doktrin disana dicela ? Saya anggap anda hapal ayatnya.

Bagaimana menurut anda ?

[Lingga]

Sebenarnya Arman, tidak ada dari kita yang bisa lepas dari doktrin yang ada dan aliran2 yang ada. Karena pada awalnya kita belajar dari dan melalui mereka juga. Namun dalam perjalanan waktu anda dan saya menemukan bahwa aliran2 yang ada lebih sibuk dalam saling menyerang dan menyalahkan satu sama lain.
Ketika kita mencari hakikat yang sejati didalam kepercayaan kita, semua aliran itu mengklaim bahwa dialah yang paling benar. Jadi mana yang benar?

Ketika mencari mana yang benar, saya akhirnya lebih berpegang kepada ajaran dasar yang ada di kitab suci dan melihat kepada pengalaman hidup saya yang nyata. Jika ajaran itu ada relevansinya pada pengalaman nyata saya, dan tidak bertentangan dengan hati nurani saya, dan memberikan kekuatan kepada iman saya, maka ajaran itulah yang saya pegang teguh.

[Arman] : Saat saya mengatakan bahwa agama itu teori dan praktek maka itu artinya kedua hal tersebut saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan. Bisa jadi suatu praktek itu salah tapi teorinya benar dan dilain waktu praktek benar tetapi tidak sesuai teori atau juga praktek salah karena teori juga salah.

Kitab suci dalam hal ini saya sebut sebagai teori, dan dari kitab suci inilah maka muncul praktek dilapangan yang menimbulkan dinamisisasi atau stagnanisasi. Tetapi bila kita sejenak mundur sedikit kebelakang, maka saya berpikiran tidak salah untuk mempelajari kebenaran dari teori yang disampaikan oleh kitab suci itu sendiri. Sebab bukan tidak mungkin apa yang kita yakini sebagai kitab suci ternyata tidaklah benar-benar suci. Dalam artian bahwa apa yang kita sangka sebagai kumpulan dari wahyu-wahyu, ilham-ilham dari yang maha kuasa ternyata tidak lebih dari penggalan catatan-catatan manusia biasa yang “cacat” dan penuh distorsi. Olehnya maka tidaklah tepat untuk membenarkan teori A dengan teori A itu sendiri.


[Lingga]

Karena di alkitab hanya ada menyebut satu nama bagi pengikut Yesus Kristus yaitu Kristen, maka itulah saya: Kristen.

[Arman] : Apakah sebutan ini berasal dari yesus sendiri ? bisa bantu saya dikitab apa, pasal berapa dan ayat berapa ? Jika tidak, apa dasarnya ? kenapa ?


[Lingga]

Namun secara faktual saya terdaftar di denominasi gereja protestan, dan saya percaya juga dengan ajaran dasar dari Martin Luther dan Yohanes Calvin.
Mengapa saya katakan ajaran dasar karena banyak tulisan2 mereka yang berbau abad 15 tidak dapat saya terima.


[Arman] : Lingga, saya tidak akan mendebat dari gereja mana anda berasal. Bagi saya dialog yang kita bangun ini adalah sebuah dialog lintas peradaban dan lintas sekatan. Karena untuk sampai pada titik kebenaran tertinggi kita memang tidak dapat berada dalam lingkungan sekatan apapun dari keyakinan yang kita percayai. Olehnya maka terus terang saya merasa bahagia bila menyebut diri saya sebagai seorang Muslim. Saya bersyukur istilah Muslim ini tidak mengisyaratkan kesektean atau komunitas tertentu sebab Muslim adalah orang yang berserah diri secara total kepada Allah. Entah kenapa banyak orang justru merasa nyaman jika ia disebut dan dikenal sebagai komunitas Salafi, sunni, syiah, ahmadiyah dan sebagainya ketimbang ia hanya dikenal sebagai seorang Muslim saja. Padahal kitab suci Al-Qur’an justru mewajibkan penggunaan istilah Muslim dan bukan yang lain.

[Lingga]

Apakah ajaran dasar mereka? Bahwa manusia itu diselamatkan hanya oleh anugerah Yesus Kristus yang mati diatas salib untuk menebus dosa manusia, dan yang percaya kepadaNya akan diselamatkan.

[Arman] : Kapan yesus berkata seperti kalimat anda diatas ? bisa bantu perlihatkan kepada saya dikitab apa, pasal berapa dan ayat mana ?

[Lingga] :
Itulah ajaran dasar Luther dan Calvin yang saya terima.


[Arman] : Apakah ini berarti bahwa anda tidak mengikuti ajaran yesus secara langsung namun mengikuti apa yang diajarkan oleh Luther dan Calvin tentang ajaran yesus ? kenapa ?

[Lingga] :

Seperti itulah keyakinan saya setelah melalui waktu dan bentrokan pemikiran2 dengan banyak aliran2.
Saya kira dalam hal ini, pada keyakinan kita masing2, nampaknya kita menempuh jalan yang hampir sama. apakah dalam mengatakan ini saya benar Armansyah?

[Arman] : Ya dan Tidak.
Ya dalam hal proses pencariannya, tetapi Tidak dalam hasil akhir dari proses tersebut.
Saya melepaskan diri dari semua bentuk madzhab dan sekatan internal yang dibentuk oleh manusia diluar Allah dan Rasul-Nya sementara anda sesuai tulisan yang anda tulis sendiri memilih apa yang telah diajarkan oleh Luther dan Calvin.

Sebagai konsekwensinya maka sayapun tidak akan menyalahkan orang lain atas apa yang saya yakini, dalam hal ini misalnya saya tidak akan mengkambinghitamkan syaikh anu, ulama anu, imam anu, habib anu atau kyai anu karena saya salah mengikuti mereka yang ternyata salah memberikan pengajarannya. Ini cukup gentle buat saya.

Apakah anda akan menisbatkan kesalahan dari keyakinan anda kepada Martin Luther dan Calvin apabila kelak suatu ketika anda sadar ajaran mereka itu salah ? –misalnya–

Arman sebelumnya :

Pengalaman dibentuk dari kepercayaan kita terhadap sesuatu. Sementara kepercayaan itu sendiri dibangun dari doktrin yang dianggap benar berdasar kajian-kajian komprehensif. Kadang kepercayaan itu dibangun atas satu dugaan atau asumsi-asumsi subyektif karena alasan yang abstrak.

[Lingga] :Benar katamu, banyak orang membangun imannya diatas dasar doktrin yang abstrak. Pada awalnya ajaran2 itu berasal dari persitiwa2 nyata, namun dalam perjalanan waktu banyak pengikut2 ajaran itu yang merasa diri “pandai” lantas membuat rumusan2 yang nampak megah namun abstrak. Semakin jauh seseorang dari ajaran dasar karena penambahan2 teologis yang semakin rumit namun semakin menjaring angin, semakin asinglah ajaran2 itu jika dipertemukan dengan pengalaman rohani yang nyata.


[Arman] : Pernahkah anda berpikir bahwa apa yang kita alami secara nyata kadang tidaklah benar-benar nyata ? sehingga dari sini maka pengalaman paling nyata sekalipun dapat menipu diri kita ?

Arman sebelumnya :

Oleh sebab itu maka banyak orang dari berbagai agama punya pengalaman berbeda, menyenangkan ataupun tidak mengenai apa yang mereka percayai. Orang Budha yang percaya dengan konsep Budhanya akan punya pengalaman moksa yang sedemikian rupanya, begitupula orang kristen dengan konsep kristusnya atau orang Islam dengan konsep Tauhidnya.

Seperti anda tahu, saya tidak pernah menjadikan pengalaman-pengalaman semacam ini sebagai sesuatu yang perlu dibesar-besarkan apalagi dihujjahkan sebagai suatu kebenaran atas apa yang kita yakini.

[Lingga] :
Apakah pengalaman seseorang SELALU BENAR? Mungkin bagi dirinya sendiri, tapi tidak selalu begitu bagi orang lain.

[Arman] : Karenanya maka membawa pengalaman nyata pribadi kepada orang lain untuk membuktikan kebenaran sesuatu tidaklah relevan dalam kacamata saya. Makanya saya tidak terlalu memprioritaskan semua laporan pengalaman nyata seseorang terhadap sesuatu hal dalam proses pencarian jati diri kebenaran. Hal tersebut relatif sifatnya dan sesuatu yang relatif tidak bisa dijadikan sandaran kebenaran.

[Lingga] :

Apakah yang menyebabkan Paulus dalam II Korintus 11: 24-27 bisa bertahan dari pengalaman2 yang begitu berat? (dilempari batu, tenggelam kapal, dirampok, mengalami bahaya di kota, di padang gurun, di tengah laut, bahkan bahaya dari saudara2 palsu?)
Hanya satu jawaban, karena dia memiliki pengalaman sejati dengan Yesus Kristus sendiri. Kisah para rasul 9:1-18.
Seseorang tanpa pengalaman nyata dengan Yesus Kristus takkan mungkin bisa bertahan terhadap tantangan dan pencobaan2 dunia ini yang begitu berat.

[Arman] : Darimana anda yakin Paulus tidak berbohong waktu itu ? Anda ikut menyaksikannya sendiri secara nyata dalam pengalaman hidup anda ?


[Lingga] : Sekalipun tidak se spektakuler pengalaman rasul Paulus, namun saya berani mengatakan telah mengalami perjumpaan rohani dengan Yesus Kristus dan TAHU bahwa dosa2ku SUDAH diampuni.

Inilah Arman, pengalaman kristiani saya.

[Arman] : Silahkan saja … itu adalah pengalaman anda dan terimakasih karena telah berbagi pengalaman. Tetapi seperti yang saya sampaikan, saya tidak memprioritaskan semua laporan pengalaman nyata seseorang terhadap sesuatu hal dalam proses pencarian jati diri kebenaran.

[Arman sebelumnya] :

Saya lebih memilih pendekatan secara empiris atau secara logika dalam beragama. Sebab ini cenderung lebih obyektif ketimbang menggunakan perasaan, pengalaman atau ikut-ikutan.

Lingga : Bagi saya pendekatan empiris dan logika itu adalah sangat penting. Anda lihat, tulisan2 saya disini selalu mengutamakan pendekatan logika dan akal sehat. Namun jika menunjuk kepada keyakinan rohani, maka bagi saya pendekatan empiris tidak lagi cukup. Saya memerlukan sesuatu yang jauh lebih kuat dari penjelasan empiris, dan itu hanya bisa didapan dari pengalaman rohani sejati. Namun pengalaman rohani ini harus berdasar kepada kitab suci.

Sebab tidak semua pengalaman2 rohani manusia sesuai dengan Alkitab. Yang tidak sesuai dengan Alkitab, maka pengalaman rohani sehebat apapun, harus ditolak.

Wassalam,

[Arman] : Entahlah Lingga, kadang saya melihat anda menjawab dengan argumen logika tetapi kadang saya juga melihat anda menjawab tidak dengannya. Disini kita berbeda jalan, bahwa anda tidak menerapkan pendekatan empiris dalam kehidupan beragama sementara saya tetap mempertahankan pendekatan tersebut untuk mencari jati diri kebenaran sejati.


Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

ARMANSYAH
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.com
http://dunia-it-armansyah.blogspot.com/

6 Responses

  1. Surat Nabi saw kpd Raja Romawi: Hadist Riwayat Abu Sofyan,
    Hiraklius berkata: Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahui bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya. Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya aku akan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini. Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah saw. lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran. Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu. (Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah). Shahih Muslim.

  2. […] dan Lebaran 2008 ?Milis_IqraKontroversi Hisab dan Rukyat [2]: Kapan Ramadhan dan Lebaran 2008 ? Dialog Islam-Kristen : Pengalaman Rohani dan EmpirikRamalan Imam Mahdi […]

  3. […] 48. Dialog Islam-Kristen (Pengalaman Rohani dan Empirik) […]

  4. I think this is a real great blog post.Much thanks again. bebdddbbcecd

  5. Hey very nice website!! Man .. Beautiful .. Amazing .. I’ll bookmark your website and take the feeds alsoI’m happy to find numerous useful information here in the post, we need work out more techniques in this regard, thanks for sharing. . . . . . eabegadeacad

  6. Really appreciate you sharing this post.Thanks Again. Really Great. dfdaddddebkkeadc

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: