Tanya Jawab dengan Kristiani [2]

Diskusi dengan Kristiani [2]

Katagori : Menjawab Kristen

Setelah posting dari seorang Kristiani dengan alamat email : Peneliti Netral saya jawab, maka diapun mereply saya kembali dengan jawaban yang menurut saya justru tidak ada kaitannya dengan apa yang sudah saya jawab sebelumnya.

Berikut cuplikannya :

———- Forwarded message ———-
From: Peneliti Netral Aja
Date: 2008/7/23
Subject: Re: Web anda
To: Armansyah

Ok Pak saya akan kirim Pendalaman Firman untuk bisa kenal sama Tuhan Yesus.
terima kasih semoga logika bapak tidak membatasinya untuk bekerja.

Pak ini pertanyaan saya dahulu yang belum dijawab (hanya opini saya jangan tersinggung) thanks

Dh,
Pak saya mau mengajukan beberapa pertanyaan yang mengusik & saya memilih bapak karena saya lihat bapak sopan dalam menanggapi email. terima kasih. pertanyaan sbb:
1. Sorga menurut islam bagaimana & apa yang dikerjakan disurga?
2. Apakah membunuh itu diperbolehkan untuk suatu alasan tertentu?
3. Hubungan sesama jenis menurut islam bagaimana?
4. Posisi Muhammad sekarang dimana? disurga atau dibumi?
5. Istri muhammad menurut al quran berapa pak?
6. Apakah sebagai pemeluk agama islam Bapak yakin masuk surga?
7. Bapak yakin istri muhammad diperlakukan secara adil dan baik dimasa hidupnya?
8. Berapa kali muhammad melakukan pembunuhan?
9. Dosa apa yang pernah muhammad lakukan?
10. Terus terang (menurut survey) mengapa keberadaan orang-orang islam dengan pakaian putih+serban dll. membuat takut? apakah ini mencerminkan surga nanti?

terima kasih.

Tanggapan saya [Armansyah] :

Kenapa tidak dijawab saja langsung poin perpoin pertanyaan saya sebelumnya, karena saya tidak membutuhkan penjelasan imaginatif tentang sosok yesus yang anda sembah sebagai tuhan itu. Saya tanya kepada anda, siapa yesus itu dalam realitas kehidupan nyatanya secara sejarah ? Apa bukti yang membuat dia harus anda pertuhankan diluar Allah ? Silahkan jawab saja langsung dan tidak usah bertele-tele dengan mengirimkan saya berkas-berkas yang maaf, saya pikir sudah terlalu sering saya baca kemiripannya.

Jika anda ingin dialog dengan saya, maka hal yang saya butuhkan adalah transparansi realita yang bisa dicapai dengan akal dan ilmu.

Bukan dengan imaginatif subyektif melalui kata-kata semu : iman.
Bila anda tidak siap berdiskusi dengan pola tersebut, maka artinya dialog diantara kita tidak dapat dilanjutkan.

Pertanyaan anda belum saya jawab karena saya tahu kearah mana tujuan serta akhir dari hasil jawaban itu sendiri, kita hanya akan berjalan ditempat karena memang bukan kebenaran sejati yang anda cari namun cuma sebatas pembenaran diri. Bila anda berani menjamin bahwa anda benar-benar berniat tulus melakukan dialog lintas iman dengan saya untuk mendapatkan kebenaran yang sejati tanpa ada maksud apapun dibalik itu semua maka anda harus berani berdiskusi secara ilmu dan bukan sebatas perspektif semu yang hanya habis dengan kalimat iman dan iman.

Doktrin tidak berarti apa-apa terhadap saya jika tidak bisa dicerna secara ilmu melalui akal pikiran yang ada pada saya, maaf.

Anda boleh berkata saya orang yang sombong atau apapun jenisnya, tidak jadi persoalan buat saya karena bagi saya Tuhan tidak akan membebani umat-Nya dengan hal-hal yang tidak bisa mereka mengerti dengan kondisi yang ada pada mereka. Kebenaran sejati hanya bisa didapatkan melalui jalan belajar, dan belajar identik dengan ilmu sementara ilmu merupakan tempatnya akal bekerja.

Dalam hidup ini kita semua punya parameter yang pasti untuk dapat menentukan benar atau salah dari suatu keadaan, parameter tersebut tidak lain dari akal, dengan akal kita dapat mengenal berbagai macam bentuk ekosistem yang ada, dengan akal misalnya kita bisa membedakan antara si A dengan si B, dengan akal pula kita bisa membedakan antara anjing dengan manusia … begitulah seterusnya dan siapapun sepakat bahwa secara akal pun kita bisa menilai sejauh mana sesuatu itu bisa bersifat benar dan sejauh apa pula sesuatu itu bisa disebut salah.

Dalam hal agama, semua agama pasti mendogmakan agamanya saja yang paling benar, orang Islam bilang Islamlah yang paling benar, orang kristen bilang kristenlah yang benar, orang budha akan berkata budhalah yang benar dan demikianlah adanya klaim-klaim dari semua agama dan ajaran yang ada, tidak ada yang memproklamirkan ajarannya sesat, ajarannya salah … sangat egois memang, tetapi begitulah fakta dan begitulah sunnatullahnya. Sama seperti kasus yang menimpa PKB saat ini, Gusdur mengklaim PKBnyalah yang benar sementara Muhaiman menyatakan PKB dialah yang benar. Nothing difference.

Kita tidak mungkin bisa membedakan mana dogma yang benar dan mana dogma yang salah dengan berdasarkan dogma juga (baca: Iman), artinya seseorang tidak bisa berdalih dibelakang kata ” iman ” untuk membenarkan dogma yang ia anut, sebab sekali lagi kata ” iman ” ini adalah bagian dari dogma yang ada, dan setiap pemeluk masing-masing agama bisa berkata yang sama, akibatnya kacaulah apa yang disebut sebagai kebenaran yang sejati (toh akhirnya kebenaran menjadi sangat relatif dan subyektif padahal kebenaran itu sifatnya absolut atau pasti).

Hanya melalui akal saja maka masing-masing klaim dari dogma agama-agama yang ada itu bisa dijustifikasi benar dan salahnya.

Hidup ini penuh dengan hukum-hukum keseimbangan, coba anda pelajari apa saja, pasti tidak akan anda dapati kepincangan dalam perputaran hukum-hukum alam tersebut.

Begitu pula dengan hal keimanan kepada Allah, mesti diraih dengan keseimbangan, yaitu antara akal (rasio logika + ilmu pengetahuan) dan hati.

Kebenaran adalah sesuatu yang bernilai absolut, mutlak.
Namun seringkali kebenaran ini menjadi relatif, bergantung kepada bagaimana cara masing-masing orang memberikan arti dan penilaian terhadap kebenaran itu sendiri, sehingga itu pula kebenaran sudah menjadi sesuatu yang bersifat subjektif.

Bahwa untuk menjalankan ketentuan suatu agama terkadang harus dimulai dengan kata iman memang sering menjadi sesuatu hal yang tidak dapat terbantahkan.

Keadaan beriman sesorang umumnya berada dalam kondisi “jadi” dari seseorang itu (sebab ini akan kembali dari lingkungan mana ia dilahirkan).

Namun seiring dengan bertambah dewasanya cara kita berpikir, sangat pantas sekali apabila kita mencoba mempertanyakan sejauh mana kebenaran dari keberimanan yang kita peroleh dari kondisi ‘jadi’ tadi.

Tuhan memberikan kita akal untuk berpikir, untuk menjadi cerdas bukan untuk jadi figuran dan sekedar ikut-ikutan.

Karenanya kita berdua tidak bisa mengatakan kondisi beriman tersebut ada karena lewat iman.
Pernyataan ini tertolakkan dalam dunia ilmiah dan bertentangan dengan penalaran saya selaku manusia yang fitrah.

Menurut saya, sebenarnya seseorang memperoleh keimanannnya lewat dua jalur, ada yang lewat akal dan ada yang lewat nafsu (nafsu dalam hal ini adalah persangkaan atau praduga manusia).

Jika iman diartikan percaya, maka percaya juga bisa lewat akal atau persangkaan.
Misalnya apabila kita hendak melewati sebuah jembatan dari besi, tentu kita akan enteng saja melewatinya, karena persangkaan kita jembatan tersebut sudah kuat. Tetapi bila yang dilewati adalah jembatan dari kayu dan tali, paling tidak kita akan mengecek kekuatan jembatan tersebut terlebih dahulu (menginjak-injak dari pinggir terlebih dahulu dsb )

Dalam beragama pun demikian, terdapat orang-orang yang mencapai iman dengan akal, dan ada yang dengan persangkaan.

Misalnya yang dengan persangkaan adalah seorang islam yang tidak mampu menjawab pertanyaan ” Mengapa anda memilih Islam ?”, “Darimana anda tahu bahwa Islam itu benar ?”, ” jika dahulunya orang tua anda bukan Islam kira-kira apakah anda masih Islam ?”, atau bisa juga “mengapa anda harus menjadi Kristen ?”, “Darimana anda yakin bahwa Kristen itu benar ?”

Jadi bagi saya, Iman terhadap sesuatu itu tetap harus dibuktikan dulu apakah memang pengimanan tersebut sudah benar atau belum. Dan jalan untuk membuktikan kebenaran akan keimanan ini salah satunya dengan mengadakan penelaahan terhadap iman itu sendiri dengan mengadakan penyeimbangan dengan akal pikiran sebagai suatu anugerah dari Allah bagi manusia.

Tuhan menjadikan alam semesta ini dengan ilmu-Nya, dan Dia telah mengukur keseimbangan masing-masing komposisi ciptaan-Nya itu secara proporsional dan adil. Demikian pula halnya dengan penciptaan manusia. Ini sudah dibahas oleh kitab anda sendiri di Genesis pasal 3 ayat 22 : “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat”. Inilah fitrah awal manusia, mereka sudah disetting untuk memiliki ilmu. DImana dengan ilmu itu manusia menjadi mengerti dan dapat memisahkan kebaikan dengan kejahatan. Hal ini selaras dengan firman Allah dalam al-Qur’an surah Asy-Syams ayat 7 dan 8 :

“Wa nafsin wama sawwaha, fa alhamaha fujuroha wa taqwaha”
Dan Nafs serta penyempurnaannya, dilhamkan kepadanya kefasikan serta ketakwaan…

Oleh karena itu juga maka II Timotius pasal 3 ayat 16 menyatakan bila kitab suci sendiripun termasuk hal-hal yang dapat dipelajari dengan ilmu : “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.

Tuhan itu Maha Pintar, dan Dia ingin kita sebagai makhluk-Nya pun mencontoh kepintaran yang sudah Dia ilhamkan dan Dia ajarkan melalui ayat-ayat-Nya, baik itu yang sifatnya kontekstual ( seperti kitab suci ) ataupun global ( seperti alam semesta ini dan semua hal disetiap proses kausalitasnya ).; Karenanya, Tuhanpun pasti akan menyesuaikan dan membagikan ilmu-Nya sesuai tingkat yang bisa dicapai maupun bisa dipahami oleh kita yang memang notabene tidak berarti apa-apa dibanding Dia.

Tuhan misalnya mengilhamkan dan menurunkan ilmu matematika didunia ini tentunya selain untuk ilmu duniawiah, Dia juga punya misi khusus untuk membuat ilmu matematika itu sebagai salah satu jalan menggapai dan mengenal diri-Nya.; karena itu, bila dalam matematika kita mengenal satu ditambah satu sama dengan dua, maka itulah kepastiannya dan selamanya tidak akan mungkin berubah kecuali faktor-faktor atau operasionalnya dirubah menjadi perkalian atau sebagainya.

Kalau kita lihat kenyataan saat ini semua pengetahuan manusia yang didijitalkan maka semuanya akan melulu kombinasi 10101010 yang tak lebih dari pernyataan bahwa semua ilmu pengetahuan adalah ilmu pengetahuan Allah Yang Maha Esa. Ketika Anda melihat televisi, mendengarkan radio, berselancar di internet, melihat situs porno, mengetikkan e-mail, menulis artikel, atau apapun aktivitas yang Anda lakukan dengan perangkat elektronik maka semua itu tak lebih dari sinyal-sinyal 10101010.

Dalam kenyataan yang lebih mengejutkan, tubuh kita dan otak kitapun tak lebih dari biokomputer yang menguraikan semua tangkapan sistem inderawi kita dalam kode-kode biner 101010 dari semua informasi dan pengetahuan yang kita ekstrak melalui cahaya yang tertangkap sinyalnya dari sekeliling kita. Apakah indera itu mata, telinga, hidung, kulit ataupun perasaan kita, semua itu tak lebih dari kode-kode biner atau suatu penauhidan atas Allah Yang Maha Esa.

Allah itu ingin adanya keteraturan dalam semua proses hidup dan kehidupan didunia ini. Dan itu hanya bisa terjadi apabila Dia sendiri menjadikan segala sesuatunya itu secara logis dan bisa dimengerti atau bisa dipelajari.

Misalnya, kenapa Tuhan toh masih butuh waktu sekian hari untuk sebuah proses penciptaan alam semesta ? kenapa Dia tidak menjadikannya dengan sekali jadi saja ? apakah Dia tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya ?

Ya tentu tidak demikian, khan.
Itu semua menumbuhkan asumsi-asumsi kepada kita bahwa Allah itu ingin semuanya berjalan secara logis sehingga kehendak-kehendak-Nya itu bisa diterima dengan wajar dan membuat kita semakin kagum terhadap diri-Nya.

Samalah misalnya kita ambil contoh lain tentang penciptaan diri Yesus, toh, Allah memulainya dari mengirimkan malaikat kepada Maria sang ibunda untuk memberikan kabar suka cita, lalu kemudian Maria melalui proses Parthenogenesenya menjadi hamil dan mulai mengandung sama seperti wanita-wanita lainnya mengandung dan ketika sudah tiba waktunya lahirlah bayi Yesus terus dengan semua proses perkembangan alamiahnya dia kemudian menjadi besar dan membutuhkan proses belajar dari ahli-ahli Taurat sampai kemudian sekian puluh tahun kemudian dia menjadi orang yang mampu menjadi seorang al-Masih dikalangan umatnya, Bani Israel.

Semua itu melalui tahapan-tahapan, melalui proses demi proses … sehingga kalimah : tidak ada yang mustahil bagi Tuhan sudah sewajarnya kita tempatkan pada proporsi yang seharusnya dan tidak menyimpang dari kausalitas yang sudah Dia tentukan sendiri dalam menjaga keseimbangan tatanan-tatanan penciptaan-Nya.

“Allah adalah Allah yang suka akan ketertiban; Ia bukan Allah yang suka pada kekacauan. Seperti yang berlaku di dalam semua jemaat Allah.” (1 Korintus 14:33 Bahasa Indonesia sehari-hari)

Intinya, iman yang buta tidak bisa dijadikan sandaran dalam beragama :

Sekali lagi buat anda ingatlah pesan Paulus dibawah ini :

1 Telasonika 5:21 : “Hendaklah segala perkara kamu uji dan yang baik kamu pegang.”

Kita hanya bisa sampai kepada Tuhan apabila jalan yang kita tempuh juga benar, dan untuk tahu benar tidaknya maka gunakan akal untuk menganalisanya, apabila sesudah dianalisa dengan akal kebenaran itu tertolakkan maka bisa jadi dia bukan kebenaran sejati.

Akal diberikan oleh Allah untuk berpikir, membedakan mana yang salah dan mana yang benar.

Tanpa akal, manusia tidak lebih dari sekedar hewan yang tidak pernah memikirkan benar salah tindakannya bahkan mungkin jauh lebih sesat daripada itu.

Allah telah mengutus para Nabi dan Rasul kedunia untuk memberikan petunjuk kepada manusia agar memilih jalan kebenaran, dan petunjuk Allah itu hanya bisa diterima oleh orang-orang yang mau untuk berpikir tentang hakikat kebenaran sejati. Dan berpikir yang benar didalam penerimaan tersebut adalah berpikir yang tidak hanya merenung atau asal-asalan, namun berusaha untuk mengerti, mempelajari, menyelidiki, memahami serta mengamalkan.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (Qs. al-Israa’ 17:36)

Menisbikan peranan akal pikiran untuk menggapai keimanan sama sekali tidak layak kita terapkan, sebab hal ini akan menyamakan kedudukan kita dengan para penyembah berhala yang tidak pernah mau tahu tentang benar salahnya keimanan mereka, yang jelas mereka harus menerima dan yakin.

Ini hal yang harus anda camkan dulu berdasar ilmu dan referensi kitab anda sendiri sebelum anda mengajak saya berdialog lebih jauh.

Saya sampaikan sekali lagi pada kesempatan ini, bila anda sudah siap berdiskusi lintas iman dengan saya melalui metode yang saya ketengahkan diatas yaitu berdasar akal maka kita bisa melanjutkan pembicaraan kita ini. Bahkan bukan hanya sebatas posting belaka, tapi saya mengundang anda untuk melakukan dialog secara terbuka disaksikan oleh banyak pihak. Waktu dan tempat bisa kita bicarakan nanti.

InsyaAllah, dengan komitmen ini maka artinya anda harus menjawab semua pertanyaan saya seputar ketuhanan yesus yang anda yakini itu secara ilmiah dan sayapun akan menjawab seluruh pertanyaan anda tanpa terkecuali. Sebaliknya, maka lupakanlah dan saya tidak akan melayani debat-debat kusir yang hanya menggunakan logika semu.

Maaf.
Saya belum melihat anda menggunakan ilmu dalam berdiskusi dengan saya dibeberapa kalimat anda yang lalu, misalnya anda menyatakan pada saya : “Bapak cepatlah bertobat sebelum terlambat karena bapak sungguh menyakiti hati Tuhan pencipta langit & bumi…”

Jawaban saya pada anda : “Tuhan tidak pernah tersakiti oleh hamba-Nya sendiri. Beriman atau tidak beriman adalah pilihan. Tidak ada untung dan rugi bagi Tuhan. Meski seluruh bumi ini kafir pada-Nya, Dia tidak akan pernah berhenti menjadi Tuhan dan Dia tidak akan pernah menyesal apalagi tersakiti.” Benarkah jawaban saya ini ? jika anda orang yang mau berilmu, maka harusnya anda membenarkannya.

Silahkan baca Bilangan pasal 23 ayat 19 : Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal.

Barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”. (QS. Yunus [10] :108)

Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS. 31:12)

Saya adalah seorang muslim, saya bangga menjadi muslim dan akan tetapi mati sebagai seorang muslim : “Sungguh shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS. Al-An’am [6] :162)

Saya tidak akan pernah menyembah makhluk manapun sebagai tuhan saya, tidak juga yesus yang anda pertuhankan itu. Sebab sudah tegas konsep Tauhid sejati :

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu
(Kitab Keluaran pasal 20 ayat 3 s/d 5)

Hukum yang terutama ialah: Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa (Markus pasal 12 ayat 29)

6 Responses

  1. bapak yang budiman…saya salut terhadap keuletan bapak mempelajari tentang Jesus, asal usulnya dan siapa Dia. pasti bapak sudah tahu dong kalo kelahiran Yesus Kristus sudah di nubuatkan (nubuatkan artinya : disampaikan sebelum itu terjadi. tapi bukan perkiraan loh pak) jauh sebelum Dia lahir. kalo bapak lupa karena alkitab itu tebal bukunya, itu ada di kitab Yesaya, Masmur juga ada. artinya tidak kebetulan dong Dia lahir dari Kandungan Roh Kudus. bahkan kematianNya pun sudah di Nubuatkan. koq bisa? nyatanya tertulis di Alkitab. bait pertama ini bapak gak usah komentari karena bapak sudah tahu. yang saya mau bapak jawab (karena ada bberapa pertanyaan dari “beberapa orang Kristen” bapak tidak menjawab dengan alasan yang berbelit-belit). begini pak. menurut bapak, kalo Jesus kan jelas asal uslnya, nabi muhammad itu asal usulnya dari mana? trus apa benar (luruskan kalo salah), istrinya nabi muhammad adalah pengikut Kristus? trus apa benar , nabi Muhammad itu buta?maaaf kalo salah. bapak, anda sudah sangat menguasai tentang Alkitab, berarti isi alquran diluar kepala dong, Nabi Muhammad hidup jauh sesudah jaman Yesus Kristus betul? dalam penulisan Alquran ajaran2 Yesus juga ada di Alquran (Nabi Isa, Anak Miryam) artinya secara logika ajaran Kristus sudah masuk sampai Arab betul ? atau mungkin Nabi Muhammad berdebat dengan malaikat Jibril waktu di gua, “lho bril, itu kan tuhan nya orang Israel, kog harus di masukkan juga. (kitab miryam yah?) nanti kalo jadi perdebatan bagaimana?. oh ya pak, cerita tentang nabi Daud, Sulaiman, dan Raja-raja Israel yang adalah cikal bakal Yesus Kristus (Kitab Matius 1 ayat 1-17, di alquran di bahas gak pak ?) itu kan adanya di kitab-kitab jaman purba Israel dan adanya cuma sama orang Israel, kog tahu-tahunya sama malaikat jibril menyuruh nabi muhammad untuk menceritakan di alquran? ohhh saya tahu nabi kan buta mana mungkin bisa nulis, paling bisa-bisanya malaikat jibril aja.( sekali lagi kalo saya keliru mohon di luruskan). bapak apa mungkin Yesus terlalu cepat di bumi ini (kira2 30an tahun) sampai lupa memberitahu bahwa nanti akan ada tanah suci yang nanti kamu wajib datang, gak mau tahu kamu ada di ujung dunia sebelah mana. kalo memang di sana ada tanah suci, kenapa harus membayar untuk datang kesana? mohon di jawab ya pak? sebenarnya bapak saya lebih tertarik anda membahas tentang Al-quran karena mau saya baca pun saya tidak memahaminya.
    arti sempitnya mungkin begini Pak, pada dasarnya sumbernya sebenarnya satu bener gak pak..

  2. pak ,Arab juga kan keturunan Ibrahim (abraham) berarti sebenarnya asal-usulnya satu, kenapa bapak nggak menulis tentang Islam dan Kristen pada awalnya satu.satu bapa Ibrahim, kenapa harus memperdebatkan tentang siapa Yesus atau dilarang keras menyamakan Nabi dengan manusia? orang kristen juga bukan berarti sudah benar hanya karena menganggap Yesus itu Tuhan tapi tiddak menjalankan ajaran-ajaranya tentang “jika kita mengasihi Tuhan turutilah semua perintah-Ku, kasihilah Tuhan Allahmu, Doakanlah musuhmu, “. tapi pak orang yang hidup di jaman Yesus pun, yang menyaksikan mujisat-mujisatnya secara langsung aja banyak yang tidak percaya apalagi jaman sekarang sudah sudah hampir 2000 tahun Dia terangkat kesurga ,seperti yang Kami Imani (Iman: adalah mempercayai yang tidak kelihatan sekalipun). Pak benar nggak Nabi juga tidak di terima oleh orang-orang saat itu? dengan segala kerendahan hati, mohon maaf jika ada isi tulisan saya yang menyinggung,saya tidak mengatakan yang ini benar atau yang ini yang salah, yang saya tahu Yesus berkata, “doakanlah musuhmu” bahkan di kayu salibpun Yesus masih mendoakan orang yang menyalibkan Dia kataNya,”Ya Abba, Ya Allah, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. hanya dasar itulah kenapa saya mempercayai Dia. saya rindu komentar bapak, dan saya yakin Nabi juga mengajarkan yang sama kepada Bapak. GBU

  3. pak, koq jadi promosi partai? di segmen berikut kalo bapak mau berdebat tentang partai, saya juga tertarik… karena saya juga pengurus salah satu partai terbesar di Indonesia.

  4. bapak yang budiman…saya salut terhadap keuletan bapak mempelajari tentang Jesus, asal usulnya dan siapa Dia. pasti bapak sudah tahu dong kalo kelahiran Yesus Kristus sudah di nubuatkan (nubuatkan artinya : disampaikan sebelum itu terjadi. tapi bukan perkiraan loh pak) jauh sebelum Dia lahir. kalo bapak lupa karena alkitab itu tebal bukunya, itu ada di kitab Yesaya, Masmur juga ada. artinya tidak kebetulan dong Dia lahir dari Kandungan Roh Kudus. bahkan kematianNya pun sudah di Nubuatkan. koq bisa? nyatanya tertulis di Alkitab. bait pertama ini bapak gak usah komentari karena bapak sudah tahu. yang saya mau bapak jawab (karena ada bberapa pertanyaan dari “beberapa orang Kristen” bapak tidak menjawab dengan alasan yang berbelit-belit). begini pak. menurut bapak, kalo Jesus kan jelas asal uslnya, nabi muhammad itu asal usulnya dari mana? trus apa benar (luruskan kalo salah), istrinya nabi muhammad adalah pengikut Kristus? trus apa benar , nabi Muhammad itu buta?maaaf kalo salah. bapak, anda sudah sangat menguasai tentang Alkitab, berarti isi alquran diluar kepala dong, Nabi Muhammad hidup jauh sesudah jaman Yesus Kristus betul? dalam penulisan Alquran ajaran2 Yesus juga ada di Alquran (Nabi Isa, Anak Miryam) artinya secara logika ajaran Kristus sudah masuk sampai Arab betul ? atau mungkin Nabi Muhammad berdebat dengan malaikat Jibril waktu di gua, “lho bril, itu kan tuhan nya orang Israel, kog harus di masukkan juga. (kitab miryam yah?) nanti kalo jadi perdebatan bagaimana?. oh ya pak, cerita tentang nabi Daud, Sulaiman, dan Raja-raja Israel yang adalah cikal bakal Yesus Kristus (Kitab Matius 1 ayat 1-17, di alquran di bahas gak pak ?) itu kan adanya di kitab-kitab jaman purba Israel dan adanya cuma sama orang Israel, kog tahu-tahunya sama malaikat jibril menyuruh nabi muhammad untuk menceritakan di alquran? ohhh saya tahu nabi kan buta mana mungkin bisa nulis, paling bisa-bisanya malaikat jibril aja.( sekali lagi kalo saya keliru mohon di luruskan). bapak apa mungkin Yesus terlalu cepat di bumi ini (kira2 30an tahun) sampai lupa memberitahu bahwa nanti akan ada tanah suci yang nanti kamu wajib datang, gak mau tahu kamu ada di ujung dunia sebelah mana. kalo memang di sana ada tanah suci, kenapa harus membayar untuk datang kesana? mohon di jawab ya pak? sebenarnya bapak saya lebih tertarik anda membahas tentang Al-quran karena mau saya baca pun saya tidak memahaminya.
    arti sempitnya mungkin begini Pak, pada dasarnya sumbernya sebenarnya satu bener gak pak.. kenapa harus berdebat?

  5. adalah benar untuk meyakini sesuatu haruslah berdasarkan ilmu. kitab-kitab yang diturunkan tuhan berisi ilmu bukan imajinasi ataupun mitos. siapapun penerima kitab itu!

    tentu saja untuk meng-imani dan meyakini sesuatu harus jelas ilmunya. itulah kenapa ada utara-selatan, baik-buruk, nabi-setan, dll, termasuk adanya beberapa agama di bumi ini. mana yang benar? SUDAH PASTI ADA ILMUNYA

    yang menjadi pertanyaan saya adalah:

    1. APAKAH KITA SEMUA (BPK. ZIVU (yang menurut beliau DENGAN BANGGANYA MENGATAKAN: beliau adalah salah satu pengurus partai TERBESAR di tanah air ini, yang tentunya haruslah berilmu dong untuk mengrus partai :P) MAU MENYANDARKAN SEGALA SESUATU/HAL BERDASARKAN KEILMUAN, DAN MAU MENERIMA OUTPUT YANG DIHASILKAN DARI ILMU?

    2. APAKAH CIRI UTAMA YANG MEMBEDAKAN MANUSIA DENGAN BINATANG SELAIN BENTUK FISIK? (akal dan ilmu dong. tentunya sebagai pengurus partai TERBESAR harus memiliki akal dan ilmu yang sepadan dong:) ) atau jangan2 bpk zivu bertanduk dan berekor…?:P bcanda ya pak…maaf

    3. APAKAH YANG MENDORONG M.LUTHER KING MELAKUKAN PROTES TERHADAP KATOLIK? (ilmu juga karena dengan ilmu mereka bisa membedakan mana yg benar dan salah, betul?:) )

    4. BUKANKAH JAUH LEBIH BAGUS KALAU BPK ZIVU BER-KOPI DARAT DENGAN BPK ARMAN?
    =======================================

    imajinasi hanyalah memuaskan diri sendiri dan kalau imajinasi itu disampaikan (dikhotbahkan) pada khalayak hanyalah akan menyesatkan pendengarnya dengan iming2 surga. (apa kita (pa zivu) belum siap ya menerima kebenaran yang akan terungkap oleh ilmu?)

    saya adalah seorang Muslim dan mantan layouter/editor buku dari SALAH SATU penerbit buku rohani/teologi. (saya sebut SALAH SATU penerbit karena pa zuvi juga tidak menyebutkan nama partainya…:P dan jangan takut..tidak ada buku2nya yang saya simpangkan.:)

    tulisan2 C.S Lewis, Ravi Zacharias adalah salahsatu dari sekian puluh buku yang pernah saya kerjakan. terlalu banyak imajinasi yang saya temukan di dalamnya untuk meyakinkan pembacanya dibanding ilmu. terlalu banyak kesaksian yang berdasarkan imajinasi dibanding ilmu dan fakta. (monggo cari sendiri buku2 rohani yang ada di toko buku)

    bukankah umat harus diberi ilmu supaya selamat dunia akhirat?
    ==================================
    pernah saya melihat kaligrafi yang menggambarkan orang sedang dalam keadaan duduk tahiyat, tetapi di bawahnya ada tulisan nama dari salah satu surat dari inzil.

    pernah saya melihat satu buku (yang kalau dilihat dari judulnya “menggambarkan NABI ISA A.S) tapi kalau dibaca isi bukunya “menggambarkan YESUS”

    sering juga saya lihat nama2 orang kristen yang berbau ISLAM (dalam image publik, seperti: ibrahim, maryam, yusuf, zakaria, maulana, dsb) apa lagi nge-trend ya? ataukah ini sekedar penyusupan2 dlm hal2 kecil? mmmm….

    sering juga saya melihat istilah2 yang berbau ISLAM dipakai dalam inzil atau buku2 teologi..seperti misalnya: syafaat, munafik dll, yang tentunya artinya jauh sama sekali dan menyimpang dari arti sebenarnya. mmmm…npa ya? apa tidak ada kosakata lain ataukah ini mrpkn salah satu penyusupan lain…. mmmmmm ………
    ataukah kita berdalih: “Kita kan hidup di Indonesia, dan nama2 serta istilah2 tersebut kan sudah ter-Indonesiasi. Kita kan berbaur. Jadi wajar dong kalau kita pakai nama dan istilah seperti itu”. mmmmmm:)

    akan tetapi dengan sekonyong-konyong sosok bersorban dan berjanggut (yang dalam image publik: adalah ciri dari Muslim) digambarkan sebagai perusak, ditakuti, teroris dsb. padahal dalam bukti yang ditemukan, teror2 yang terjadi di Indonesia, termasuk runtuhnya WTC..adalah sepengetahuan dan hasil dari Amerika juga (baca: Barat/pembela Kristen).
    =========================================

    sudah waktunya bp zivu PENGURUS SALAHSATU PARTAI TERBESAR DI INDONESIA YANG TERHORMAT berdialog langsung dengan bp arman kalau memang BETUL PEDULI DENGAN KEBENARAN.

    undang2 ya pa….:)

  6. […] 22. Tanya Jawab Islam-Kristen (another episode), bag. 2 […]

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: