Diskusi dampak kenaikan BBM

2008/6/26 rizal lingga <nyomet123@yahoo.com>: For your satisfaction, quick answer this time.

Arman : Temanya lagi “Win The Heart” ya ….

sdr Armansyah,
Pertama tentu saja saya juga tak setuju dengan kenaikan BBM.

Arman : Kenapa ?

Rizal : Kenaikan BBM tidak terhindarkan, tak perduli seluruh dunia tak setuju. Ini hanya hukum supply and demand yang bekerja plus rekayasa spekulator .

Arman : Menurut anda, siapa para spekulator ini ? Bisa lebih detil ?

Rizal : Tapi yang kedua, saya mengerti bahwa ini adalah masalah global. Seluruh rakyat di dunia mengalami penderitaan yang sama.

Arman : Punya datanya yang bisa diverifikasi ?

Rizal : Bukalah matamu Arman, nonton TV dunia dalam berita, cnn, msn, demontrasi dimana mana seluruh dunia, seeing is believing

Arman : Kadang saya ingin percaya apa yang saya lihat, tetapi saya tahu kebenaran tidak hanya apa yang tampak dimata saya. Karena yang tampak ini sudah melalui begitu banyak proses editing dan sensoring media. Tentu ini bukan hal yang betul-betul “benar”. If you said seeing is believing, so I say “The Truth is out there, Seeing what you can’t see

Rizal : Namun tulisanmu tidak mencerminkan pemahamanmu akan krisis global. Melainkan hanya bersimpati dengan rakyat kecil. Kalau bersimpati dengan mereka saya setuju.

Arman : Orang-orang yang anda sebut sebagai rakyat kecil itu adalah kita-kita juga, mungkin termasuk anda dan saya. Entahlah bila anda tidak terlalu merasakan dampaknya.

Rizal : sangat merasakan Arman. Saya bilang sama istri saya: cukupkan dengan yang ada, tak ada tambahan lagi. Semua orang mengalami hal yang sama dan kita juga. Kalau harus makan nasi dengan daun singkong dan ikan asib berhari-hari, apa boleh buatlah…Belum lagi tambahan uang bensin untuk kenderaan.

Arman : Yah, tapi sayangnya tidak semua orang teman.
Ada juga sekelompok orang diluar sana yang sama sekali tidak terpengaruh dengan kenaikan BBM ini, mereka adalah kaum usahawan yang uangnya bahkan tidak habis sampai 10 turunan. Trust me.

Tampaknya saya sudah mendahului anda dengan memakan bayam-kangkung dan ikan asin sejak kenaikan BBM yang lalu. Terserah anda mau percaya atau tidak. Bagaimanapun, hidup memang tidak mudah. Jangan terlalu percaya terhadap apa yang tampak diluar, itu buat saya.

Saat ini saya sedang mencoba melamar sana-sini untuk kembali mengajar komputer guna mendapatkan uang lebih untuk sekedar menutupi belanja sehari-hari. Apa-apa sudah naik, susu anak-anak naik, minyak goreng naik, tahu tempe juga naik. Apa boleh buat. Seperti yang dulu sempat saya singgung juga kepada anda, profesi penulis sama sekali tidak membuat saya menjadi kaya. Dan memang bukan kesana tujuan dari pejualan buku-buku saya. Sampai hari ini, saya bahkan belum mendapatkan royalti dari para penerbit. Apalagi buku pertama saya mengalami pencekalan dimana-mana. Games Over masalah itu. Itu saya anggap adalah resiko sebuah perjuangan. Yang jelas mulai beberapa pekan kedepan, InsyaAllah, mungkin saya akan mulai bekerja sejak matahari mulai muncul dilangit timur sampai bulan tinggi diangkasa raya. Sebab saya akan menggunakan sisa hari-hari saya untuk bekerja paruh waktu.

Apakah anda sudah seperti saya ….?

Rizal : Mengenai ketidakpahaman saya dengan krisis global, ya, wajar-wajar sajalah, toh saya ini khan rakyat kecil. Saya butuh penjelasan yang memang transparan dan tidak menjelimet menyangkut masalah ini. Saya capek untuk disuruh mengerti serta memahami “rakyat besar” yang tinggal digedung-gedung mewah dengan ruangan ber-ac dan kemana-mana menggunakan kendaraan berkilau yang super cepat. Saya lelah untuk diminta berpikir tentang kebijakan para rakyat besar yang jago-jago ngomong tetapi kasus lappindo saja tidak kunjung jelas juntrungannya.

Arman : Jika anda punya penjelasan yang lebih sederhana dan bisa saya mengerti, silahkan kemukakan.

Rizal : Arman, karena kebetulan pendidikan saya maka saya lebih bisa memahami krisis ekonomi global secara makro. Dan saya coba jelaskan disini seberapa yang saya bisa. Namun pengetahuan saya tidak menghindarkan saya untuk merogoh kantong lebih dalam untuk biaya hidup. Mungkin kalau nanti kantong saya sdh koyak, ke internetpun tidak bisa lagi…

Arman : Baiklah, saya tidak akan mendebat anda bila memang anda punya data yang bisa memuaskan ketidaktahuan saya ini. Problem hidup saya sehari-hari sudah sangat kompleks, saya hanya butuh hal-hal yang rasional dan menghibur saja saat ini. Lagi-lagi saya mendahulu anda soal perogohan kantong. Karena kantong saya truly sudah benar-benar koyak. It doesn’t matter you believe it or not.

Rizal : Tapi kalau anda bilang ini dagelan politik lokal, maka saya sedih melihat wawasanmu kok hanya sampai disitu.

Arman : Maklumi saja, saya masih jadi rakyat kecil.

Mungkin harapan anda agar saya bisa mengerti dan wawasan sayapun berskala internasional dapat terwujud pada saatnya kelak. Pokoknya, saya minta dukungan anda saja dulu …. saya mengandalkanmu Rizal.

Rizal : Tidak banyak orang yang mau mengakui keterbatasan pengetahuannya. Saya lebih salut sama orang yang sadar bahwa dia tidak tahu daripada orang yang tak sadar tapi sok tahu..

Arman : Saya orang yang masih harus banyak belajar, Lingga.
Semakin banyak saya tahu tentang sesuatu, semakin banyak pula saya tidak tahu mengenai sesuatu itu.

Rizal : Tidakkah Arman melihat demontrasi protes kenaikan BBM di TV yang terjadi di Spanyol, Perancis, Belgia, Amerika serikat, Korea, Filipina, Hongkong, dan yang lain lagi tak bisa saya ingat semuanya.
Ini krisis global dan indonesia yang banyak mengimpor pasti terkena dampaknya. Ini masalah Ekonomi MAKRO, Arman.

Arman : Oh. tapi apa negara-negara itu punya sda yang juga dikelola atau diberikan pada pihak asing ? bila iya, apa alasannya ? bila tidak, masih samakah keadaannya dengan Indonesia ?

Rizal : Begitulah nasibnya semua negara pengimpor BBM. Kita sebetulnya bisa tak demikian, namun sudah salah urus sejak dari zaman Ibnu Sutowo dan Soeharto dulu. Jadi nasib kita sama.

Arman : Artinya, kondisi dinegara kita memang tidak sama. That’s the point.


Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir
ARMANSYAH
https://arsiparmansyah.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.com

Advertisements
%d bloggers like this: