Tanya Jawab Sholat

—– Original Message —–

From: Forum Ukhuwah Pekerja Muslim di Kawasan EJIP
To: Armansyah
Sent: Wednesday, January 31, 2007 1:23 PM
Subject: [ FUPM-EJIP ] (no subject)

Assalamualaikum,

Pak Ustadz, saya mau nanya tentang masalah shalat

1. Mengenai posisi kaki imam dan makmum kalau shalat hanya berdua saja gimana (apakah sejajar atau ada perbedaanya) dan saya minta hadistnya?

Jawab :

Berikut saya jawab dari kitab Terj. Nailul Authar

Bab-bab Letak Imam dan Ma’mum serta hukum-hukum Shaf

Hal. 845 start dari nomor hadis 1458

Telah berkata Jabir bin Abdullah : ia berkata : Nabi Saw berdiri sholat maghrib, kemudian aku datang, lalu aku berdiri disebelah kirinya, lalu Nabi melarang aku, dan ia menjadikan aku disebelah kanannya. Kemudian seorang sahabatku datang, lalu Nabi mengatur shaf kami dibelakangnya, lalu ia sholat bersama kami – Riwayat Ahmad

Dalam satu riwayat dikatakan : Rasulullah Saw berdiri untuk sholat, kemudian aku datang, lalu aku berdiri disebelah kirinya, lalu Nabi mengambil tanganku lalu ia memutar aku sehingga ia menempatkan aku disebelah kanannya. Kemudian Jabbar bin Shakr datang, lalu ia berdiri disebelah kiri Rasulullah Saw. lalu Nabi mengambil tangan kami semua, lalu ia mendorong kami sehingga ia menempatkan kami dibelakangnya. – Riwayat Muslim dan Abu Daud

Dengan demikian maka posisi Imam dan Makmum pada saat mereka berdua saja, adalah sang Imam berdiri agak kedepan sedikit ( sebab begitulah kaidah kepemimpinan, orang yang dijadikan pemimpin harus lebih didepan dari yang dipimpin ) lalu si Makmum berdiri disebelah kanan beliau.

Tanya 2. Pas kita duduk dalam tahiat itu saya sering ngeliat ada orang yang jarinya digerakan apa itu memang ada dalilnya dan maksudnya juga apa?

Jawab :

Rujukan saya dalam hal ini :

Terjemahan Nailul Authar Buku ke-2 : hal 578-579 Bab : Isyarat dengan telunjuk dan cara meletakkan dua tangan

PT. Bina Ilmu Jl. Tunjungan 53 E Surabaya, 1993

Terjemahan dari kitab Nailul Authar oleh Asy Syaukani dari kitab al-muntaqa Ibn Taimiyah

Ada beberapa riwayat yang mengatakan jari tersebut bergerak-gerak, tetapi pada riwayat yang lain disebutkan diam … tetapi saya biasa melakukannya dengan diam sebab dalam keadaan diam itu terwujud konsistensi dan konsentrasi pada apa yang kita baca dan kita ikrarkan …sebaliknya jika jari digerak-gerakkan maka akan hilang konsentrasi dan juga berkesan tidak adanya kekonsistenan dalam berikrar … goyang sana goyang sini …labil.

Saya berpikiran positip saja bahwa riwayat yang menyebutkan jari Nabi bergerak-gerak itu kemungkinan terlihat saat kondisi Nabi sedang sakit sehingga tubuh beliau bergetar atau karena adanya situasi dan kondisi yang membuat menggigil sehingga jari-jemari menjadi gemetar …

Dasar asumsi saya diatas :

Kemudian beliau duduk iftirasy di atas paha kirinya, dan menjadikan tangannya yang kiri di atas paha dan lututnya yang kiri pula, dan meletakkan ujung siku tangan kanannya di atas pahanya yang kanan dan beliaupun membuat lingkaran (dengan jari tengah dan ibu jarinya) dan beliau mengangkat jari (telunjuknya), maka akupun melihat beliau menggerak-gerakannya (yuharrikuhaa) sambil berdoa dengannya. Kemudian aku datang setelah itu ketika cuaca dingin, maka aku melihat para shahabat yang tangan mereka bergerak di bawah pakaian mereka” -Riwayat Ahmad dalam Al-Musnad 4/318, Bukhari dalam Qurratul-‘Ainain hal. 27

Ada banyak sekali pendapat mengenai manfaat dan rahasia yang terkandung didalam semua gerak sholat, diantaranya ada yang melihat dari sudut pandang olah raga, kesehatan, semadi, disiplin dan sebagainya dan seterusnya.

Salah satunya mungkin bisa anda lihat dialamat : http://www.eramuslim.com/or/br/5c/22143,1,v.html

Buat saya semuanya bisa diterima …tergantung dari sisi mana kita melihatnya dan sejauh mana rasionalitas argumentasi ilmiahnya …

Tapi disini saya tidak akan membahas pendapat orang lain melainkan apa yang bisa saya jelaskan berdasarkan pendapat saya pribadi …bahwa gerakan sholat sebenarnya mengandung hidden symbol … diantaranya :

a. Gerakan berdiri … ini symbol dari Tauhid atau ke-Esaan Allah yang tanpa sekutu

.

Dimana saat posisi tubuh kita tegak lurus maka posisi ini tidak jauh berbeda dengan angka 1 yang mencerminkan sistem monotheisme, yaitu kita ini adalah replika dari keberadaan Tuhan yang Esa (dalam bahasa al-Qur’an kita disebut Khalifah-Nya atau wakil-Nya) … dan ini dasar paling utama dalam Islam, gerakan satu ini juga menjadi dasar dalam melakukan Sholat.

Dalam posisi sholat yang tegak lurus, maka artinya saat itu kita sudah mengagungkan kemaha tunggalan Allah … melepaskan semua ikatan duniawiah …untuk menunjukkan eksistensi keberadaan Allah yang Maha Tinggi … Allahu Akbar.

b. Gerakan Rukuk … ini symbol dari penghormatan sekaligus sebagai bukti jika diantara kita dan Allah ada batasan status yang jelas…ada hamba dan ada Tuhan, bahwa meskipun kita menyandang gelar wakil Allah atau replikanya Allah dibumi yang bisa mengatur semua sumber daya alam tetap saja kita ini seorang hamba …yang diatas kita masih ada sesuatu yang lebih harus untuk dihormati.

Dari gerakan rukuk juga keluar rahasia penolakan Wahdatul Wujud atau manunggaling kawula gusti …

Symbol penghormatan dari gerak rukuk ini begitu universalnya … anda lihat bagaimana tradisi orang-orang China, Jepang maupun Korea melakukan penghormatan kepada orang lain …? mereka lakukan dengan tubuh setengah membungkuk malah ada yang memang seperti orang rukuk … agar tidak terlalu jauh, mari kita lihat saja dalam tradisi di Indonesia manakala ada orang yang lebih muda lewat didepan orang tuanya atau orang yang lebih tua usianya yang memang harus dia hormati … pasti akan setengah membungkukkan badan ….malah sambil ngomong … “Permisi Pak … permisi Buk. ..”

Coba dibuat paralel dengan gerak rukuk dalam sholat … jelas ini tanda hormat kita kepada Allah …bagaimanapun status kita sebagai Khalifah maka tetap saja ada Dia yang lebih agung dari kita … Maha Suci Dia yang maha Agung … Subhana Robbial adziem.

c. Gerak Sujud … ini symbol totalitas penghambaan diri

Saat bersujud, kepala kita nyaris sejajar dengan telapak kaki … malah kening dan hidung menyatu dengan tanah yang biasa dipijak oleh sang kaki …inilah bukti ketertundukan diri kita terhadap Allah yang serba Maha … Maha Suci … Maha Tinggi …Subhana Robbial a’la

Manakala seseorang melakukan sujud terhadap orang lain …maka saat itu dia sama artinya dengan memperbudak dirinya kepada orang yang dia sujudi itu …tentu sebagian anda pernah menonton mini seri Little Missy yang dulu diputar TVRI setiap minggu siang …disana dilukiskan bagaimana derita perbudakan dan bagaimana sikap seorang penguasa yang disymbolkan oleh Tuan Baron terhadap hamba sahayanya … mereka merangkak, menyembah sujud kepada sang tuan Baron manakala mereka disuruh menghadapnya …apalagi bila mereka melakukan kesalahan ….

Dalam posisi sujud …status kebanggan kita menjadi lebur, kepala yang sering dipuji orang karena ketampanannya, kepala yang sering dipuji orang karena kecantikannya atau karena kumis kita yang melintang sehingga orang takut melihat kita … semua itu rendah … sama rendahnya dengan kaki …

Bahkan pantat kita jauh lebih tinggi dari posisi kepala …lihat dan buktikan …

Ini semua sekali lagi menjadi symbol bahwa kehormatan itu tidak berada pada posisi yang lebih tinggi dari kehinaan …toh suatu waktu kepala bisa dibawah pantat dan dalam lain waktu justru pantat yang sering ada dibawah kepala …

Kenapa saya katakan pantat lambang kehinaan …?

Sederhana …hampir setiap hari kita buang hajat yang bau dan menjijikkan itu asalnya dari pantat …bukan dari mulut bukan pula dari mata … marahkah anda atau tersinggungkah jika salah seorang kawan anda atau bawahan anda menunggingkan pantatnya kewajah anda …?

Okelah, sekarang mari kita bergerak pada inti jawaban …

Kenapa harus menunjuk …ya karena itulah symbol Tauhid …Laa ilaa Ha illallah … lihatlah, saat jari anda menunjuk, 4 jari yang lain bersembunyi …kita kedepankan konsep monotheisme Allah dan kita buang tuhan-tuhan selain Dia….

Tangan ini akan terus menunjukkan eksistensi ketauhidan-Nya sampai saat salam tiba …sebagai pertanda bahwa sistem kenabian Muhammad dan Ibrahim berada dibawah millah atau petunjuk dan naungan sang Maha Esa…. Wa ashadu anna Muhammadarrosulullah, Allahumma Sholli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad, kama sholaita ‘ala Ibrahim wa’ala ali Ibrahim fil ‘alamina innaka hamidummajid.

Awal sholat dimulai dengan berdiri tegak sebagai symbol Tauhid, maka akhir sholat pun disymbolkan dengan Tauhid … yaitu satu jari menunjuk dengan jari lain digenggam sembari melafaskan kalimah Tauhid …

Inilah kiranya yang bisa saya jabarkan sebagai jawaban …

Sebagai dalil …

Dari Ibnu Umar, ia berkata : adalah Rasulullah Saw apabila duduk dalam sholat, ia meletakkan kedua tangannya diatas kedua lututnya dan ia mengangkat jarinya yang kanan yang terletak sesudah ibu jari itu, maka ia berdoa dengannya. Sedang tangannya yang kiri diatas lututnya yang kiri pula, ia bentangkan jari-jarinya itu diatas lututnya. – Riwayat Ahmad, Muslim dan Nasai

Dalam satu lafas yang lain : adalah Rasulullah apabila duduk dalam sholat, ia meletakkan telapak tangannya yang kanan diatas pahanya yang kanan, dan menggenggam semua jari-jarinya, lalu ia berisyarat dengan jarinya yang terletak sesudah ibu jari. Dan ia meletakkan telapak tangannya yang kiri diatas pahanya yang kiri. – Riwayat Ahmad, Muslim dan Nasai

—–

Tanya 3. Mengenai doa dengan menengadahkan tangan sesudah shalat wajib itu hukumnya bagaimana? soalnya ada temen saya yang bilang itu tidak ada dalam kebiasaaan nabi, tapi bukankah menurut saya yang utama kita berdoa itu sesudah shalat?

Jawab :

Sebenarnya setahu saya hadis yang menunjukkan Nabi pernah mengangkat tangan -kalau saya tidak salah yaitu ketika beliau Saw meminta hujan (sholat istisqo) diluar itu sepanjang sepengetahuan saya tidak pernah, dan sayapun jarang melakukannya.

Melakukan dzikir secara berjemaah selepas Sholat tidak saya jumpai dalam sunnah Rasulullah, namun benar bahwa pada masanya Beliau memiliki bacaan-bacaan doa yang sering diucapkan selepas sholat namun itu tidak dilakukan secara berkelompok atau beramai-ramai, dengan kata lain Beliau melakukannya sendirian, tidak ada yang menjadi imam dan tidak pula makmum atas orang lain.

Contoh bacaan-bacaan beliau :

Allahummaghfirli maa qoddamtu wama asrortu wama a’lantu wama asroftu …dst (Riwayat Tirmidzi dari Ali bin Abu Thalib)

Laailaahaillallahu wah dahulasarikalahu lahulmulku walahulhamdu …dst (Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abdullah bin Zubair)

Allaahumma antassalamu waminkassalamutabarokta yazaljalali wal ikrom (Riwayat Muslim dari Tsauban)

Dalam satu pengajarannya kepada Abu Bakar, Nabi menganjurkannya membaca doa berikut setelah salam pada sholat :

Allaahumma inni zholamtu nafsi zulman katsieraa … dst (Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Adapun kebiasaan Nabi yang lain selepas sholat adalah :

1. Mempersilahkan kaum wanita keluar lebih dahulu

Telah berkata Ummi Salamah : bahwa Rasulullah Saw apabila habis memberi salam, berdirilah perempuan-perempuan (untuk keluar masjid) sementara Rasulullah diam ditempat sholat sebentar. Kami rasa Wallahu a’lam yang demikian itu supaya perempuan-perempuan keluar (lebih dulu) sebelum laki-laki. – Hadis Riwayat Ahmad dan Bukhari

2. Selepas salam langsung membalikkan badan kepada makmum

Dari Samurah, ia berkata : Adalah Rasulullah Saw apabila selesai sholat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami – Riwayat Bukhari

Dari Yazied bin Al-aswad …Nabi sholat subuh bersama kami, kemudian setelah salam sambil duduk beliau menghadapkan mukanya kepada manusia … Riwayat Ahmad

3. Selesai salam langsung berdiri

Telah bekata Anas : Saya biasa sholat dibelakang Nabi Saw, maka adalah Nabi diwaktu memberi salam terus berdiri.

– Hadis Riwayat Abdurrazaq

Lalu apakah berdoa secara berjemaah tidak boleh dikerjakan ? Sesungguhnya perbuatan ini baik namun memang tidak ada sunnah yang bisa dijadikan acuan. Jadi kembali kekitanya saja, mau ikut berdoa bersama-sama ya silahkan, mau berdoa sendiri-sendiri juga silahkan atau mau langsung keluar dari masjid pasca salam pun dibenarkan.; Saya pribadi biasanya berdoa sendiri tanpa turut imam.

Mengenai mengusap tangan selepas sholat, memang tidak ada saya jumpai dalam literatur hadis yang ada pada saya … itu hanya masalah kebiasaan saja, saya juga kadang melakukannya tetapi lebih sering tidak.

Berdzikir dengan suara keras memang berlawanan dengan al-Qur’an dan ini memang tidak boleh dilakukan, dzikir itu cukup terdengar ditelinga kita saja …

Tanya 4. Untuk buku tuntunan shalat yang baik dan benar menurut sunahnya nabi kalu boleh tau karangan siapa supaya saya bisa lebih mengerti?

Jawab :

Saya memiliki banyak literatur sehubungan dengan tata cara sholat ini, tetapi yang paling saya rujuk adalah 3 kitab, yaitu :

1. Pengajaran Shalat

Karya A. Hassan

Penerbit CV. Diponegoro Bandung

Cetakan XX 1984

Tebal Hal. 368

2. Pedoman Shalat

Karya Prof. T.M. Hasbi Ash Shiddieqy

Penerbit Bulan Bintang Djakarta

Cetakan ke-6 1966

Tebal Hal. 639

Screenshot :

ARMANSYAH
Advertisements
%d bloggers like this: