Menangkal Pemurtadan

Menangkal Pemurtadan
Oleh Armansyah

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada engkau sebelum kamu mengikuti “millah” mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
(Qs. al-Baqarah 2:120)

 

Adalah bukan satu rahasia lagi ditengah-tengah umat Islam sekarang dilancarkan misi Kristenisasi, yaitu misi pemurtadan umat Islam untuk beralih kepada ajaran Nasrani dengan berbagai kedok dan caranya.

Sebagai orang yang mengaku beragama Islam, sampai sejauh manakah perhatian kita terhadap permasalahan ini ? Sudahkah kita berbuat sesuatu yang berarti bagi agama Allah ? Adakah tindakan nyata kita didalam bersyiar melawan rongrongan pihak Nasrani melalui misi Kristenisasinya ? Adakah kita memiliki rasa kepedulian manakala mendengar dan bahkan melihat sendiri bagaimana sekian banyaknya saudara-saudari kita telah berhasil merubah keyakinan Islam mereka kepada Kristen ?

Allah didalam al-Qur’an telah memerintahkan kepada kita selaku kaum yang beriman untuk memberikan bimbingan kepada orang-orang non-Islam itu agar mereka mau mengikrarkan diri dan hati mereka secara lurus kepada agama Allah.

“Dan hadapkanlah mukamu kepada agama itu dengan ikhlas; dan janganlah engkau termasuk orang yang musryik.”
(Qs. Yunus 10:105)

“Maka hadapkanlah dirimu dengan lurus kepada agama ini atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, ialah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(Qs. ar-Rum 30:30)

Beragam cara yang dilakukan oleh pihak Nasrani untuk menarik umat Islam menjadi pengikut mereka, dari acara yang berkedok diskusi agama, sosial kemasyarakatan, selebaran, perkawinan, komik, pemutar balikan ayat-ayat al-Qur’an, sekolah, media iklan, film, kebutuhan pokok manusia seperti sabun mandi, logo kesehatan, majalah, koran, pengobatan dan sebagainya.

Bagaimana kita akan menghadapi semua ini untuk menyelamatkan anak cucu dan keturunan kita dari jalan yang salah dan sesat ?

Al-Hamdulillah dibidang perdebatan antar agama telah bermunculan pakar-pakar Islam yang menguasai ilmu Kristologi yang di-iringi dengan ilmu pengetahuan lainnya seperti almarhum Ahmad Deedat, Dr. Zakir Naik, Abdullah Wasi’an, Masyhud SM, Abu Deedat, Aris Hardinanto, dan lain-lainnya.

Dibidang sosial kemasyarakatan, pihak gereja senantiasa memberikan santunan kepada kaum fakir miskin dan dhuafa serta korban-korban bencana alam yang sedang menderita dengan mengadakan tuntunan pendekatan kepada Kristus. Pamflet, Brosur sampai kepada alkitab mereka bagikan secara cuma-cuma.

Disini kita perlu untuk semakin mengkiatkan rasa kesosialan umat Islam dalam wadah-wadah keagamaan semacam posko-posko peduli umat yang telah tersedia dan memberikan bimbingan kepada orang-orang yang fakir miskin, dhuafa serta korban bencana alam itu agar bersabar dan tawakkal kepada Allah dengan berdo’a dan ibadah.

Pemurtadan umat Islam juga dilakukan disekolah-sekolah Kristen dengan memaksakan sang anak yang Muslim untuk mengikuti acara-acara keagamaan mereka dan tidak jarang memberikan “bekal” berupa alkitab sebagai bahan bacaan.

Cara penanggulangan yang paling tepat adalah tidak memasukkan anak-anak kita yang Muslim kesekolah-sekolah Kristen betapapun bagus dan baiknya kualitas sekolah tersebut, masih banyak sekolah-sekolah yang dikelola oleh pihak Islam yang bonafid, baik dan berkualitas tinggi. Apalagi saat ini sudah ada yang namanya TKIT-SDIT (IT=Islam Terpadu) sampai pada Ma’had IT (Perguruan Tinggi).

Bagi yang sudah terlanjur memasukkan mereka kesana dan sudah sangat tanggung untuk memindahkan mereka, maka adakan terus pendekatan kepada sang anak, berikan bimbingan rohani kepadanya, selalulah bercerita mengenai sosok Nabi ‘Isa al-Masih dalam al-Qur’an dengan berbagai gayanya sehingga dapat menanamkan pada diri sang anak mengenai hakikat kebenaran yang sejati.

Sesekali berikan sekelumit penerangan mengenai ilmu perbandingan agama antara Islam dan Kristen, jangan terlalu sering mencekoki sang anak dengan aturan-aturan ritual keibadahan yang dapat menghantarkannya kepada kebosanan maupun rasa pengekangan yang justru membuat sang anak lebih memandang baik pada kebebasan yang ditawarkan oleh agama lain.

Perbanyak koleksi buku-buku perbandingan agama atau kristologi, seperti misalnya Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih atau Jejak Nabi Palsu.

Kita pun sering menemukan selebaran yang mengatasnamakan PO.BOX tertentu yang isinya memutarbalikkan ayat-ayat al-Qur’an mengenai pribadi Nabi ‘Isa al-Masih dan konsep ke-Tuhanan, apabila anda menemukannya dalam jumlah yang besar, maka boronglah semua dan hancurkan untuk menghindari hal-hal yang tidak di-inginkan, setidaknya disekitar lingkungan kita berada dan tentunya dengan cara yang halus dan bijak.

Kristenisasi dalam bentuk komik-pun sekarang ini bisa kita jumpai, komik-komik tersebut seringkali memakai nama ‘Isa al-Masih dan tidak jarang pula memakai judul-judul berbau Islami untuk mengelabui anak-anak Islam, biasanya lagi komik-komik semacam ini diberikan secara cuma-cuma atau gratis dan umumnya lagi diletakkan dipertokoan serta daerah-daerah strategis bagi umat Islam dan generasinya.

Ada 2 cara untuk menanggulanginya secara tepat, cara pertama, berusaha semampunya untuk menghilangkan komik-komik gratis itu disekitar lingkungan kita yang notabene Islam dan tempat-tempat anak-anak Muslim bermain, caranya terserah anda, apakah dengan menyuruh 5 orang anak yang berbeda mengambil komik itu dalam jumlah tertentu untuk diserahkan kepada anda atau yang lainnya sehingga tindakan anda ini tidak mengundang kecurigaan pihak yang bersangkutan untuk menghindari keributan atau hal-hal yang tidak di-inginkan lainnya.

Cara kedua adalah dengan mencetak komik-komik tandingan yang Islami dengan tokoh sentral Nabi ‘Isa al-Masih, Nabi Musa dan Nabi Muhammad Saw (3 in 1), tapi ini perlu dana yang cukup besar, khusus untuk penamaan tokoh ‘Isa al-Masih bisa kita berikan nama aliasnya yaitu Jesus. Hal ini untuk memberikan daya tarik bagi anak-anak yang tadinya telah keburu membaca komik-komik Kristen.

Dalam hal film, jika anda memang pencandu VCD tentu tidak akan pernah melewatkan kata-kata “Jesus Christ” yang hampir selalu diucapkan oleh tokoh-tokoh yang bermain disana, juga hampir disetiap film pasti kita temukan kalung salib, nuansa gereja dan hal-hal lainnya yang secara tidak langsung memberikan showing kearah kiblat kaum Nasrani.

Film-film sejenis Stigmata-nya Mark Adair Rios, End of Days-nya Arnold Schwazenegger atau The Third Miracle yang dibintangi oleh Ed Harris adalah film-film yang memang membawa misi Kristenisasi (walaupun misalnya dalam film Stigmata dikemukakan mengenai Injil Thomas – satu dari sekian banyaknya Injil Apokripa).

Apabila film-film sejenis ini ditonton oleh anak-anak yang masih belum terlalu mengerti mengenai agama, maka dampingilah mereka atau ingatkan mereka bahwa apa ada dalam film tersebut tidak sesuai dengan keyakinan Islam, hal ini mungkin bisa memancing pertanyaan dari sang anak, nah kesempatan itulah harus anda pergunakan dalam memberikan siraman rohani dan perbandingan agama kepada mereka.

Kita semua pasti hafal logo dari kesehatan, yaitu lambang salib berwarna merah.
Tahukah anda kenapa lambang kesehatan memakai symbol salib ?

Nabi ‘Isa al-Masih dalam teologi Nasrani adalah tokoh Tuhan yang mampu membawa kesembuhan dan kehidupan bagi manusia, isyu kebangkitan ‘Isa al-Masih pada hari ketiga kematiannya diatas kayu salib merupakan symbol sejati agama Nasrani akan kekuasaan ‘Isa al-Masih terhadap maut dan ini dijadikan lambang keselamatan atau kesehatan.

Saya salut dan bangga dengan beberapa Rumah Sakit Islam yang ada, baik di Indonesia ataupun diluar negri yang mengganti lambang kesehatan berupa salib itu dengan gambar lain.

Misi lainnya yang juga sekarang sedang cukup digalakkan oleh pihak gereja adalah penyembuhan dengan kekuatan tenaga dalam, biasanya terdiri dari beberapa orang pendeta yang mempromosikan “grand opening” penyembuhan segala penyakit dengan bantuan terapi kekuatan Roh Kudus dan atas nama Jesus sembari membawa beberapa ayat-ayat alkitab.

Bagi umat Islam, tidak ada hal yang aneh dengan show seperti ini, semuanya terjadi secara alamiah dengan sifat Rahman dari Allah Azza Wajalla, anda bahkan lebih dari bisa untuk membuktikan betapa dengan bantuan dzikir kepada Allah dan bertauhid hanya kepada-Nya secara Kaffah yang dilambari dengan beberapa ilmu pernapasan, bisa menyembuhkan seseorang dari jarak jauh ataupun menjatuhkan musuh tanpa harus menyentuhnya dan sebagainya dan seterusnya.

Tidak perlu umat Islam datang meminta bantuan kepada pihak gereja untuk mengatasi sakitnya, datanglah langsung kepada Allah, lakukan sholat, mohonlah kesembuhan dari-Nya, lalu lakukan usaha secara maksimal, baik itu dengan pergi kedokter, mendatangi “ulama-ulama” yang “pintar” atau juga memasuki perguruan Tenaga Dalam yang benar-benar bersih dari virus akidah.

Cara Kristenisasi yang juga memiliki kadar tinggi adalah melalui perkawinan, seorang pria Kristen menjalin hubungan dengan wanita Muslimah, karena ingin menikah sang pria masuk Islam, dan setelah menikah bahkan hingga punya anak, sang suami tiba-tba kembali keagamanya semula dan memberikan ancaman kepada keluarganya untuk ikut keyakinannya atau memilih bubar.

Ini yang mesti diwaspadai oleh wanita-wanita Islam maupun juga laki-laki Muslim, sebaiknyalah agar menjauhi untuk merajut hubungan cinta dengan orang yang tidak seagama dengan kita, masalah wajah tampan atau cantik manis bukan monopoli sekelompok orang atau agama, banyak gadis-gadis Muslimah yang cantik rupawan, pria Muslim yang gagah dan tampan yang bisa menjadi pendamping hidup.

Cinta bukan segalanya, kita terkadang sering buta mata hati hanya karena paras seseorang tanpa perduli urusan lainnya, untuk itu juga makanya Rasul memberikan wanti-wanti kepada umatnya agar didalam memilih jodoh lebih dahulu harus mengedepankan Agama-nya, karena urusan yang satu ini menyangkut masa depan dunia dan akhirat, apabila kita salah memilih pasangan yang agamanya tidak beres, maka alamat gara-gara pasangan kita ini justru yang akan membenamkan diri kita kedasar api neraka, Naudzubillah.

Semoga Allah melindungi kita dari kekafiran sesudah beriman.

“Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.” (Qs.al-Munaafiqun 63:3)

“Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah kami mendapat petunjuk, berilah kami rahmat Engkau yang Maha Pemberi” (Qs. ali Imran 3:8)

Demikianlah kiranya beberapa masukan dari saya yang mungkin dapat direnungkan bagi kita semua didalam menghadapi bahaya Kristenisasi ditengah umat Islam.

Mungkin beberapa point dari masukan diatas cukup “keras”, akan tetapi semuanya demi kebaikan kita, keluarga kita dan juga saudara-saudari seiman seakidah seluruhnya. Saya yakin kita semuanya yang membaca tulisan ini adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi atau paling tidak bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

Tentunya kita tidak bisa bertindak secara kasar dalam menghadapi bahaya pemurtadan secara halus ini kecuali memang terbukti adanya penyerangan secara phisik kepada umat Islam baru kita lawan pula secara phisik, melakukan Jihad karena Allah.

Karena pihak musuh memainkan strategi maka kita juga harus mempergunakan strategi, bila kita menghadapi cara-cara halus dengan permainan yang kasar, niscaya kita akan celaka dan mengundang kerusuhan massal yang merugikan kedua belah pihak.

“Panggillah kepada jalan Tuhan dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bertukar pikiranlah dengan mereka menurut cara yang sebaik-baiknya. Sesungguhnya Tuhanmu lebih tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lebih tahu orang-orang yang menempuh jalan yang benar.” (QS. An-Nahl 16:125)

Sebagai tambahan, bagi yang memiliki keahlian, sudah saatnya kita menerapkan keahlian kita untuk syiar agama, seorang programmer mungkin bisa membuat suatu program yang Islami yang bisa didistribusikan secara Freeware (misalnya seperti pembuatan PC-BLKM, Shollu, al-Qur’an digital, Hadist Digital dan sejenisnya).

Seorang web-designer mungkin bisa membangun suatu situs yang berisikan informasi ke-Islaman (misalnya seperti https://arsiparmansyah.wordpress.com ini), seorang penulis melalui goresan tangannya menulis buku-buku kristologi (seperti misalnya buku Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih, Jejak Nabi Palsu, Ramalan Imam Mahdi), pelukis, penyanyi atau sejenisnya mungkin pula bisa mengapresiasikan keseniannya itu kearah pembangunan Islam.

Yakinlah, Ilmu kita akan lebih berarti dan mendapat Ridho Allah apabila kita bisa berbuat baik kepada orang lain dijalan-Nya.

Bukankah pada saatnya nanti kita akan ditanya oleh Allah, sudahkah ilmu dan keahlian yang kita miliki selama hidup dan berkarya didunia untuk Allah ?

Semoga Allah mengampuni kita, Amin.


ARMANSYAH

Advertisements

2 Responses

  1. Dear Bung Arman,
    Pembahasan yang menarik dan akan terus-menerus seperti itu. Saya menghormati Islam sebanyak saya menghormati agama Katolik yang saya anut. Sekedar sharing saja, bahwa Al-Quran dan Alkitab [PL dan PB] sama2 memiliki otoritasnya masing-masing. Yesus versi Al-Quran berbeda dengan Yesus versi Injil. Kedua-duanya harus saling menghormati. Alat ukur dan metodologi dalam menilai Siapa Yesus, bagaimana Kodratnya ? Apakah Dia Allah sekaligus Manusia harus dikembalikan ke konteks Kitab2 masing2. Kebenaran akan tergenapi pada saat Figur/Tokoh Yesus itu datang kedua kalinya nanti. Dan kita akan melihatNya kelak. Yang perlu kita bina adalah toleransi, membuang paham phobia Islam atau phobia Kristen yang menimbulkan sikap bermusuhan. Polemik Yesus akan berakhir pada saat akhir jaman nanti sesuai dengan eskatologi agama2 semitik. Let’s wait and see. in Love. Leo

  2. Assalamualaikum..Wr..Wb..
    Saya sebagai muslim sangat menyukai tulisan-tulisan ini, tapi apa tidak lebih baik melakukaan kebaikan didasarkan atas keiklasan bukan atas dasar paham-paham yang dapat merusak kerukunan umat beragama, Keimanan kita adalah hubungan kita dengan Allah SWT, orang lain pun tidak ada yang bisa menebak bagaimana keimanan tau hubungan kita kepada Tuhan. dan juga bukan atas dasar paksaan atau atas dasar yang dapat merusak nilai-nilai keimanan itu sendiri, mengenai lambang-lambang kemanusiaan atau pertolongan itu bukan atas dasar pandangan keagamaan, karena saya beranggapan apapun lambangnya asal tidak melecehkan suatu agama atau keyakinan apapun itu merupakan hal yang tidak salah, yang penting niatnya saja karena Allah SWT, tidak baik apabila kita selalu beranggapan buruk terhadap apa yang telah ada.
    Karena saya mempunyai keyakinan, apa yang kita katakan salah hari ini, belum tentu salah di lain waktu n di hadapan tuhan serta apa yang kita anggap benar belum tentu selalu benar di lain waktu n dimata Allah SWT…
    Semoga kita selalu mendapatkan pahala dari Allah SWT atas apa-apa yang kita lakukan..
    Wassalamualaikum wr wb..

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: