Islam : Bukan Agama penyembah berhala yang maha esa!

———- Forwarded message ———-
From: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Date: 2006/7/12
Subject: Islam : Bukan Agama penyembah berhala yang maha esa!
To: jdp <djenny@bukopin.co.id>, Ustadz_ARMAN <armansyah.skom@gmail.com>
Cc: milis_iqra@googlegroups.com, myquran@googlegroups.com

Assalamu’alaykum Wr. Wb.,

Posting saya kali ini merupakan jawaban dari posting yang dikirim oleh Sahabat kita, JDP melalui japri kesaya dan setelah meminta persetujuan yang bersangkutan melalui SMS, maka saya forward jawaban ini melalui milis_iqra dan myquran untuk menjadi pembelajaran kita semua serta saya upload di blog https://arsiparmansyah.wordpress.com

Sebelumya saya ingin mengatakan bahwa Sdr. Yogi Triyuniardi ( yaitu pengirim aslinya ) pernah terlibat diskusi lintas agama dengan saya beberapa bulan yang lalu dan sempat saya forwardkan juga beberapa dialog kami melalui milis myquran@googlegroups.com, myquran@yahoogroups.com serta eramuslim@yahoogroups.com. Dengan demikian, apa yang disampaikan oleh Sdr. Yogi Triyuniardi dalam tulisannya kali ini bukan menjadi barang baru untuk saya.

Tanda > berarti email dari ybs, saya kasih warna berbeda dengan jawaban saya
Demikian sebagai pengantar …

—– Original Message —–
From: “jdp” <djenny@bukopin.co.id>
To: “Ustadz_ARMAN” <armansyah_skom@telkom.net>
Sent: Friday, July 07, 2006 12:52 PM
Subject: Islam : Agama penyembah berhala yang maha esa!
> —– Original Message —–
> From: “Yogi Triyuniardi” <
yogitry@yahoo.com>
> To: “Milis Batu Hidup” <batuhidup@yahoogroups.com>; “Milis Christian answer” …dst
—- yang lain saya potong —
> Sent: Friday, July 07, 2006 12:29 PM
> Subject: [debat_ islam-kristen] Islam : Agama penyembah berhala yang maha
> esa!
>
>> Assalamualaikum wr.wb. (Kiranya damai sejahtera Allah
>> menyertaimu),
>>
>>
>> Sebelum Islam Lahir, apakah yang menjadi agama bangsa
>> Arab?
>> Bangsa Arab menyembah 360 buah berhala di Ka’bah (Idol
>> Polytheysm = Penyembah banyak allah berhala)
>>
>> Simaklah Hadits Shahih Bukhari no : 1187 berikut ini:
>> “Dari Abdullah bin Mas’ud  r.a. katanya : Nabi SAW
>> memasuki kota Mekkah, sedang diwaktu itu dikeliling
>> Ka’bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala.”
>>
>> “Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain
>> hanyalah berhala-berhala perempuan seperti Laata,
>> Manaata dan Uzzaa dan tiadalah yang mereka sembah
>> kecuali setan yang durhaka”.
>> (Surat 4 An Nissaa ayat 117)
>>
>> Lalu apa yang muhamad saw ajarkan?
>> Muhamad mengajarkan untuk menyembah hanya satu allah,
>> yaitu allah swt.
>>
>> “Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit
>> maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu
>> rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui
>> (pula) apa yang kamu usahakan.”
>> (Q.S. Al-An’aam, 6:3)
>>

Alhamdulillah, pengetahuan Sdr. Yogi dari hari kehari semakin meningkat mengenai ajaran Islam, khususnya tentang konsep Monotheismenya.

>> Siapakah itu allah swt?
>> Allah swt disebut sebagai zat yang maha tinggi (sebuah
>> benda).
>>

Nah sampai disini, saya sedikit melihat keanehan paradigma berfikir dari Sdr Yogi yang menjadikan kata ZAT seolah sebagai perisai dan menjustifikasi bahwa Allah didalam Islam adalah benda.Sebab kalau kita jujur melihat bagaimana kitab Perjanjian Baru sendiri mengenalkan Allah kepada manusia, disana kita bisa menjumpai beberapa perwujudan Tuhan secara nyata, sebut saja Tuhan disebutkan berwujud semacam burung merpati (lihat dalam kasus pembabtisan Yesus disungai Yordan oleh Yohanes) atau juga perwujudan Yesus sendiri yang notabene adalah benda atau makhluk yang dianggap sebagai perwujudan phisik dari Tuhan.

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun di atasnya. Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya-lah Aku berkenan.” (Matius 3: 16-17)

Silahkan anda pelajari ayatnya dimana pada saat yang bersamaan Tuhan ditampilkan dalam 3 sosok sekaligus yang harus terpisah, Dimana disana ada Tuhan Bapa, ada Tuhan anak dan ada Tuhan Roh dengan perwujudan seperti burung merpati dalam satu waktu sekaligus, tidakkah ini satu keterpisahan wujud Tuhan yang masing-masingnya telah terikat dengan ruang dan waktunya ?

Dengan demikian, Perjanjian Baru pun menyatakan bahwa Allah setidaknya pernah memasuki suatu benda untuk dijadikannya suatu media dimana DIA menitipkan diri-Nya untuk dilihat ?.Bukankah konsekwensi logisnya manusia akan mengenalinya sebagai ” Benda ” ?

atau ketika berhubungan dengan DIA seakan berhubungan dengan benda?Katakanlah kata ZAT bukan kata yang tepat untuk menjelaskan kehaqiqian Allah, lalu dengan kata apa lagi? Saya yakin kata ZAT dalam freme pembicaraan kita bukanlah kata zat yang dapat dibagi menjadi zat cair, padat dan gas.Rasanya kita bisa sepakat bahwa kata apapun yang kita pakai dalam membicarakan Allah itu semata sebagai pengganti kata DIA ( yaitu kata ganti yang tentu saja memang ada kata yang digantikannya )

Allah tidak terikat dalam rentangan ruang dan waktu, Dia bersama anda kapanpun anda membutuhkan-Nya, tidak perduli apakah anda mempercayainya atau tidak, tidak juga perduli bagaimana cara anda mengkonsepkan diri-Nya, semua itu karena Allah itu penuh Kasih dan Maha dekat dengan para hamba-Nya.”Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku, ucapkanlah bahwa Aku ini dekat.Aku mendengarkan permohonan orang yang memohon apabila ia bersungguh-sungguh.” (Qs. al-Baqarah 2:186)”Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, karena Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri.” (Qs. Qaf 50:16)

Itulah gambaran Allah dalam Islam yang begitu indah, bahwa Kiblat hanyalah sebuah symbol dari unsur persatuan dan kesatuan yang harus ada dalam diri setiap manusia, setiap diri maupun setiap bangsa.Allah ada dalam hati saya, dalam hati anda dan dalam hati semua orang, Allah bukan sesuatu hal yang tidak terjangkau, kekuasaan maupun kebijaksanaan-Nya luas dan meliputi semua makhluk-Nya tanpa harus Dia kehilangan salah satu jati diri-Nya selaku sang Pencipta, itulah Tauhid.Jadi konsep Tauhid yang ada didalam Islam sangatlah jelas dan tidak kabur sebagaimana Tauhid-tauhid agama berhala lainnya (seperti Trinitas, Trimurti dsb).

>> Menurut surat 1 Al Faatihah ayat 1 dalam foot notenya
>> kitab Al Quran terjemahan Indonesia terbitan PT Sari
>> Agung berbunyi demikian :
>> “Ayat ini dinamakan “Basmalah” diutamakan membacanya
>> pada tiap-tiap akan memulai pekerjaan yang baik
>> “Allah” ialah dzat yang maha suci yang disembah dengan
>> sebenarnya.”
>>
>> Dimanakah allah swt tinggal?
>> Allah swt tinggal di baitulah (rumah allah) yaitu
>> ka’bah di mekkah.
>>
>> Surat 22 Al Hajj ayat 26:
>> “Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim pada
>> tempat Baitullah (dengan firman): janganlah engkau
>> menyekutukan Aku dengan sesuatu dan sucikanlah rumahKu
>> (Ka’bah) untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan
>> orang-orang yang ruku dan sujud (shalat)”.
>>
>> Jadi, apa sebenarnya allah swt yang disembah orang
>> islam?
>> Yang disembah adalah berhala batu hitam hajar aswad,
>> yang zat, dan tinggal di ka’bah.
>>

Jika anda mempermasalahkan kata “Zat” untuk kata ganti Allah didalam ajaran Islam, maka anda sendiri khususnya dan konsep Kristen Trinitas secara umumnya, mempergunakan kalimat Tuhan “Bapa”, Tuhan “Anak” dan Tuhan “Roh” Kudus untuk merujuk kepada identitas Allah.

Bukankah kata-kata Bapa, Anak dan Roh itu juga terbatasi oleh ruang dan lingkungan waktu (periode), dimana ada waktu sebelum terjadinya anak sehingga Tuhan yang satu disebut sebagai Bapa yang Bapa ini sendiri adalah Roh, dan Roh itu memerlukan ruang sebagai tempatnya bersemayam (dalam hal ini adalah tubuh manusia yang menurut anda bernama Jesus).Jika anda mengatakan bahwa Allah itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, maka tentunya tidak akan ada istilah Bapa dan Anak, karena konsep Bapa-Anak hanya terjadi dalam batasan ruang dan waktu.
Tubuh berbeda dengan Jiwa, dan Jiwa itu sendiri berbeda dengan Roh.

Bagaimana mungkin orang Kristen malah memisalkan ketiga hal yang berbeda ini dengan sosok Tuhan yang hanya bersifat Roh?

Didalam Yohanes 4:24, Jesus menyatakan : “‘Tuhan adalah Roh …” dan Yohanes 5:37 : ‘Kamu belum pernah mendengar suaraNya atau nampak rupaNya.” hal ini rupanya dikuatkan pula oleh Paulus dengan ucapannya : ‘…yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang…’ (1Timotius 6:16) :Sekarang, bagaimana mungkin Allah yang Roh itu bisa dilihat dalam wujud nyata Jesus dan juga “sosok” burung merpati ? Ini suatu kemustahilan tingkat tinggi yang tidak bisa dicerna dengan penalaran akal sehat.Yohanes 1:18 juga menyebutkan bahwa Allah belum pernah dilihat oleh seorangpun juga melainkan hanya dinyatakan (disabdakan, diajarkan) melalui Jesus selaku utusan-Nya, selaku Nabi-Nya, selaku orang kepercayaan-Nya, sama seperti Musa, Ibrahim, Nuh dan lain-lainnya sebagaimana yang dinyatakan oleh Jesus sendiri dalam Yohanes 17:8 dan Samuel 7:22.

Ketika Philipus misalnya, meminta Jesus untuk memperlihatkan Allah itu kepadanya, Jesus menjadi marah, dia mencela permintaan Philpus:”Philip saith to him: Lord, shew us the Father, and it is enough for us. Jesus saith to him: Have I been so long a time with you; and have you not known me? Philip, he that seeth me seeth the Father also. How sayest thou, Shew us the Father?  Do you not believe, that I am in the Father, and the Father in me? The words that I speak to you, I speak not of myself. But the Father who abideth in me, he doth the works.”  (John 14:8-9)

Jadi akhirnya Jesus sendiri menunjukkan kepada Philipus, bagaimana membuktikan kehadiran Tuhan kepada murid-muridnya; bahwa hal itu tidak mungkin, karena identitas Tuhan itu adalah Roh, dan Roh tidak bisa dilihat.Anda harus mempercayai eksistensi Tuhan hanya dengan memperhatikan makhluk-Nya, matahari, bulan, seluruh makhluk dan bahkan Jesus sendiri yang merupakan ciptaan Tuhan.Dalam al-Qur’an sendiri dinyatakan :

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
(Qs. 6:103)

Lalu Ka’bah disebut rumah Allah … ini tidak mengindikasikan bahwa Allah berdiam disana … karena dalam pemahaman Islam, setiap masjid juga adalah rumahnya Allah, yang artinya bahwa disana tempat orang secara khusus untuk memuja maupun meminta ampun kepada Allah, sama seperti misalnya orang Kristen dengan gerejanya atau orang Budha dengan Viharanya.
Sebagian umat Islam ada yang menyatakan bahwa Allah itu berdiam di ‘Arsy yang KONON ada dilangit ketujuh, pernyataan mereka ini dinisbahkan kepada ayat :

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy – Qs. 7 al-A’raf : 54

Telah terjadi perbedaan pandangan antara ulama tradisional dengan ulama-ulama kontemporer dan modern dalam menafsirkan istilah ‘Arsy ini. Dimana ulama tradisional lebih suka memahami ‘Arsy sebagai suatu singgasana dimana dari singgasana-Nya inilah Tuhan mengendalikan kekuasaan-Nya atas makhluk-makhluk-Nya, namun ulama-ulama tersebut juga lebih suka untuk tidak melakukan pembahasan lebih jauh mengenainya dan hanya mencukupkan urusannya kepada iman dan itu menjadi rahasia ALLAH.

Untuk lengkapnya, silahkan membaca artikel saya yang khusus mengupas tentang masalah ini  yang berjudul “Dimanakah Allah ?” di alamat : https://arsiparmansyah.wordpress.com/2011/10/31/dimana-allah-dilangitkah-atau-dibumi-bersama-makhluk-nya/

>> Apakah ada bukti lain bahwa batu hitam disembah
>> sebagai allah swt?
>> Ada, muhamad sendiri mencontohkan ketika ia beribadah
>> haji.
>>
>> “Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya : Tatkala
>> Rasulullah saw tiba di Mekkah, mula-mula beliau
>> datangi hajar aswad lalu beliau cium. Kemudian beliau
>> berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali
>> putaran dan berjalan kaki empat kali putaran”.
>> (Hadits Shahih Muslim no : 1190)
>>
>> “Dari Ibnu Abbas r.a katanya : Nabi saw pernah thawaf
>> di Ka’bah dengan mengendarai unta. Setiap beliau
>> melewati satu sudut beliau memberi isyarat ke arah
>> sudut itu dengan apa saja yang ada di tangan beliau
>> sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha besar)”.
>> (Hadits Shahih Bukhari no : 838)
>>

Sungguh sebuah pernyataan dan cara berpikir yang tidak logis, jauh dari nilai-nilai kebenaran.
Saat misalnya saya menengadahkan muka kelangit, lalu saya berseru … Ya Allah, Maha Besar Engkau … apakah lantas itu bisa berarti saya menyembah langit dan mengindetifikasikan langit sebagai Allah ?

Tentu tidak … begitu pula misalnya saat anda mencium rosario (kalung Yesus) dan berseru … duhai Tuhan …. apakah anda menganggap patung dan kalung rosario itu adalah Tuhan ? … saya yakin andapun pasti akan membantahnya, sebab jika tidak maka artinya anda adalah penyembah berhala, sebab sudah tertulis dalam kitab Musa :

“Jangan ada padamu Allah lain dihadapan-Nya, jangan membuat untukmu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit diatas atau yang ada dibumi dibawah atau yang ada didalam air dibawah bumi; Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Allah itu Maha Pencemburu.”

Demikianlah kiranya maksud firman Allah yang bisa anda jumpai dalam Kitab Keluaran pasal 20 ayat 3 sampai dengan ayat 5; hal senada juga bisa anda jumpai dalam Ulangan 6 ayat 4, Yesaya 43:10-11, Yesaya 44:6, Yesaya 45:18, Ulangan 4 ayat 35; Keluaran 8:10, Samuel II:7:22, Raja-raja I:8:23; Tawarikh I:17:20, Mazmur 86:8, Mazmur 113:4, Hosea 13:4; Zakharia 14:9.

>> Jika benar demikian, mengapa tidak ada yang protes
>> kepada nabi muhamad saw?
>> Karena dari awal memang bangsa arab adalah penyembah
>> berhala, selain itu muhamad diakui sebagai nabi,
>> sehingga tidak ada yang berani membantah.

Siapa bilang Nabi tidak boleh dibantah ?

Sejarah mencatat bahwa pada masanya, sikap Nabi sendiri begitu demokratis terhadap semua sahabatnya … dan Umar bin Khatab adalah salah seorang yang paling sering dicatat oleh sejarah sebagai sahabat yang mendebat Nabi dalam berbagai permasalahan ( satu contohnya saat perjanjian Hudaibiah dimana Umar protes keras atas keputusan Nabi berdamai dengan pihak kafir ). Tokoh lainnya adalah Salman al-Farisi dalam peristiwa perang khandaq, dimana dia membantah strategi perang yang diajukan oleh Nabi Saw.

Ini semua adalah fakta bahwa seorang Nabi didalam Islam bukan brtindak sebagai seorang otoriter atau diktator yang setiap kata atau keputusannya tidak boleh dibantah … sehingga pernyataan anda diatas tertolak dengan sendirinya.

>> tetapi ada
>> keraguan dalam hati setiap orang yang menyembahnya.
>>
>> “Dari Umar r.a katanya : Bahwasanya dia datang
>> mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya
>> katanya : “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu
>> yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi
>> manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw
>> mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu
>> pula”.
>> (Hadits Shahih Bukhari no : 830)
>>

Mencium hajar aswad tidak bisa di-identifikasikan sebagai mencium Allah … ya analoginya sama seperti kasus anda mencium rosario diatas.
Demikian ….

Wassalam.,

Armansyah

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: