Tenaga Dalam (2)

Tenaga Dalam
Bagian ke-2
Oleh : Armansyah

 

Adalah cukup disayangkan bila sampai dijaman modern ini masih banyak orang -terutama umat Islam- yang masih bersikap apriori dan cenderung terlalu skeptis dengan keberadaan Tenaga Dalam, pikiran mereka hanya seputar kontekstual keghaiban yang melibatkan unsur makhluk-makhluk dari dimensi lain dalam upayanya menyesatkan manusia dari jalan Tuhan, padahal tidak semua fenomena keghaiban harus dikonotasikan dengan para lelembut, kuntilanak, wewe gombel, ifrit dan berbagai variasi nama Jin (terutama Jin jahat) lainnya.

Memang terkadang tidak bisa disalahkan juga timbulnya pemikiran yang seperti ini, sebab ada banyak sekali perguruan Tenaga Dalam (bahkan ada juga perguruan silat yang nota bene lebih banyak mengandalkan tenaga kasar) yang mencampur adukkan kekuatan dalam yang sebenarnya sangat ilmiah dan rasional dengan mistikisme yang penuh dengan tindak khurafat.

Ini sudah menjadi bagian dari hukum Kausalitas Tuhan … jangankan terhadap tenaga dalam, bahkan terhadap agamapun orang masih banyak yang mencampur adukkannya dengan hal-hal yang absurd dan klenik, lihatlah tradisi Maulud ataupun Tahun Baru Islam yang ada dikraton Yogya umpamanya … atau tradisi pengkeramatan malam Jum’at kliwon disebagian masyarakat Jawa … dan sebagainya.

Ini semua sebenarnya bisa disikapi secara dewasa dan arif oleh para agamawan (Ulama) terlebih lagi bagi orang-orang yang mendalam ilmunya (baik dibidang duniawiah apalagi akhirat), toh jika kita mau jujur, defenisi ulama itu sebenarnya mengacu pada tingkat keilmuan yang seimbang bukan hanya notabene ditujukan untuk orang-orang yang fasih berbahasa Arab, hafal al-Qur’an ataupun pintar membaca hadis dan berbagai kitab Fiqih sebagaimana deskripsi yang ada dan melekat dihati sebagian besar umat Islam dewasa ini.

Istilah Ulama sangat identik dengan kata sarjana atau cendikiawan dalam bahasa Indonesia … yaitu orang yang memiliki antusiasme dan mau mendalami serta mengkaji ilmu-ilmu Tuhan baik yang bersifat fisik maupun metafisik secara obyektif dan cerdas, berpikir tidak hanya berdasarkan dogma saja tetapi mau mencari tahu penjelasan rasional dari dogma itu sendiri.
Saat Tuhan berbicara mengenai fenomena turunnya hujan dari langit, seorang Ulama seharusnya tidak hanya memandangnya dari sudut …ooh itu kehendak Allah …tetapi juga mempelajari bagaimana siklus hujan bisa terjadi dan kalau perlu mengupayakan cara (dengan teknik rasional yang berdasarkan teknologi tentunya) untuk bisa membuat hujan buatan yang bisa membantu masyarakat lainnya.

Dengan demikian maka barulah apa yang disebut dengan Khalifah Tuhan dibumi bisa terwujud dalam arti yang sesungguhnya…. tetapi bila ide ini dibawa keforum pengajian … percayalah kepada saya, anda akan ditertawakan atau malah dituding ingin menjadi tuhan tandingan.
Saya ingin mengajak kita semua diforum ini untuk menyimak ayat berikut :

Dan diatas bumi terdapat bidang-bidang tanah  yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman, pohon korma yang berakar tunggal dan yang tumbuh berumpun, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. -Qs. 13 ar-Ra’d :4
Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. -Qs. ali Imran 3:190

Ya … Semua ayat al-Qur’an memang diturunkan dengan mengandung hal-hal yang logis, dapat dicapai oleh pikiran manusia dan tidak menentang fitrah yang ada, dan al-Qur’an itu pun dijadikan mudah agar dapat dijadikan pelajaran atau bahan pemikiran bagi kaum yang mau memikirkan sebagaimana yang disebut dalam Surah al-Qamar ayat 17 :
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ? -Qs. 54 al-Qamar :17

dan surah al-A’raaf ayat 52 :
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Kitab kepada mereka, Kami jelaskan kitab tersebut atas dasar ilmu pengetahuan; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. -Qs. 7: al-A’raaf 52

Sejak jaman dahulu ajaran-ajaran pokok agama yang disampaikan para Nabi telah bercampur-aduk dengan keterangan-keterangan tentang mekanisme alam, baik yang bercorak ilmiah rancu [pseudoscientific], mitos maupun yang bersifat legendaris.
Orang yang meyakini kebenaran suatu agama juga disuruh percaya begitu saja kepada segala macam mitos penciptaan serta kekuatan dari makhluk dimensi alam sana sehingga esensi kebenaran agama yang sesungguhnya tertutup.

Sikap menentang para ilmuwan barat (dan akhir-akhir ini juga dilakukan sebagian sarjana Muslim) terhadap dogma-dogma agama terutama disebabkan oleh adanya perbedaan antara ilmu pengetahuan yang telah teruji mengenai alam dengan mitos-mitos alegorik yang dipaksakan untuk diyakini sebagai [bukti-bukti] kebenaran tertulis mengenai fakta-fakta kosmologis dan historis yang ada, padahal jika kita kembalikan pada teks-teks kitab suci, semuanya tidak pernah didapati, yang ada hanya pemahaman seseorang atau sekelompok kaum atas teks-teks kitab suci.

Dalam beragama, harus diakui secara jujur bahwa kita lebih banyak menyandarkan kepercayaan dan pemahaman kepada pendapat dan pemahaman orang lain yang terkadang pemikiran maupun ijtihad mereka sendiri lebih banyak dipengaruhi pula oleh lingkungan dan peradaban yang berlaku diseputarnya.

Umat Islam modern sudah mengalami krisis kepercayaan diri yang besar sekalipun mereka sudah dihadapkan dengan peradaban serba maju dan ditunjang berbagai teknologi informasi yang membuat dunia menjadi semakin menyempit…. ada berjuta alasan akan diberikan untuk menutupi krisis ketidak percayaan diri mereka tersebut dan untuk tidak memperluas pembahasan maka kita pun tidak akan membahasnya disini.
Dilain pihak, fakta bahwa jasa yang diberikan oleh kemajuan Sains kepada umat manusia sangatlah besar nilainya, antara lain terdiri dari pembebasan ajaran-ajaran pokok agama atas semua nilai ilmiah dibalik mitos-mitos yang beredar secara turun temurun.

Manusia diwajibkan oleh Allah melalui al-Quran supaya berpikir dan merenungkan kekuasaan serta memperhatikan alam ciptaan-Nya. Karena berpikir adalah merupakan salah satu dari fungsinya akal yang dimiliki oleh manusia. Jika akal tidak berfungsi, maka manusia telah kehilangan milik satu-satunya yang menjadikannya makhluk terbaik dan tidak dapat lagi berperan dalam kehidupan selaku manusia yang berpredikat Khalifatullah fil ardl.

Para cendikiawan telah sepakat bahwa pikiran yang bebas dan akal yang kreatif adalah pangkal kemajuan umat manusia, sedangkan pikiran yang terbelenggu dan akal yang tidak berinisiatif dan hanya pandai meniru serta bertaqlid buta menjadi penghambat kemajuan individu dan umat.

Oleh sebab itulah Rasulullah Saw dalam banyak hadis mengisyaratkan kepada umatnya tentang fungsi dan kegunaan akal yang sebenarnya agar manusia tidak salah menempatkan derajat kemanusiaannya.

Wahyu pertama yang turun kepada Nabi pun adalah perintah agar berpikir.

Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan,  Dia ciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah karena Tuhanmu itu sangat mulia; Yang mengajar dengan Qalam.  Dia mengajar manusia apa yang mereka tidak tahu. Qs. 96 al-alaq : 1 – 5 

Perintah membaca bukan hanya dalam konteks dimana Nabi disuruh oleh malaikat Jibril membaca saat turun wahyu pertama saja, akan tetapi bisa kita tafsirkan secara luas dalam konteks masa kini. Dimana membaca adalah awal dari berpikir. Awal dari mencari tahu dan melakukan penyelidikan, awal dari menganalisa serta awal dari suatu pemahaman ataupun kesimpulan.

Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat ?”. Maka apakah kamu tidak berpikir ?. -Qs. al-An’am 6:50

Bagi mereka yang masih bersikap skeptis terhadap rasionalitas Tenaga Dalam, akan sangat jadi sudah mengabaikan berbagai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa manusia ini sebenarnya belum 100% memaksimalkan kemampuan yang ada pada dirinya.
Tidak usah jauh-jauh, masalah pemaksimalan otak sajalah yang sudah menjadi rahasia umum … toh kita baru 1 % saja menggunakannya secara optimal, padahal jika otak ini bisa dimaksimalkan lagi dengan berbagai stimulasi dan metode pelatihan maka dipercayai peradaban kita sekarang akan cepat melompat berkali-kali lipat kedepan.

Fakta Seorang BJ. Habibie jauh lebih pintar dari orang kebanyakan …begitu pula dengan Bill Gates, Linus Torvalds, Albert Einstein,  Stephen Hawking dan lain-lainnya … coba kita bayangkan andai semua orang didunia ini mampu mencapai kepintaran seperti mereka … pasti ada banyak hal yang sudah kita lakukan, paling tidak untuk agama dan bangsa.

Dengan metode optimalisasi otak tertentu, seseorang bisa lebih memusatkan daya konsentrasi pikirannya … dan pada tahap lebih jauh dengan kekuatan konsentrasi pikirannya itu dia mampu menggerakkan benda atau bahkan mempengaruhi pikiran orang lain agar mau mengikuti apa yang dia inginkan (tentu saja artikel saya ini tidak akan berkaitan dengan teknik hipnotis sekelompok masyarakat yang berbau klenik), lihat saja bagaimana seorang Romy Rafael atau Deddy Corbudzier bisa melakukan banyak hal yang kelihatannya irrasional tetapi sebenarnya sangat logis dan ilmiah jika dikaji dengan benar.

Sesungguhnya didalam otak kita, ada sepuluh hingga lima belas milyar sel otak dan didalam sepuluh atau lima belas milyar sel otak tersebut ada ribuan tentakel lagi didalamnya dan didalam setiap tentakel itu sendiri terdapat ribuan tonjolan (mirip bantalan penghisap) yang mana dari hubungan yang terbentuk oleh reaksi lembut elektrokimia antar tonjolan-tonjolan inilah yang menunjukkan tingkat intelektualitas atau kemampuan seseorang.

Penelitian intensif di Universitas California yang mempelajari tentang otak kiri dan otak kanan telah mengungkapkan bahwa masing-masing otak tersebut mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda, dari yang benar-benar kreatif dan imajinatif sampai yang paling logis dan kuantitatif. Dimana akhirnya didapatkan kesimpulan bahwa orang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan dalam menggunakan sisi otak yang lainnya. Akibatnya menjadi orang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan sangat subyektif.

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. -Qs. 36 Yaasin :36

Beberapa fungsi dari otak kiri adalah menangani angka, susunan, logika, organisasi dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, beralasan dengan pertimbangan yang deduktif dan analitis. Otak kiri terbiasa dengan hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah, ia memfokuskan diri pada garis dan rumus, sebaliknya mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama.

Adapun beberapa fungsi otak kanan adalah mengurus dimensi yang berbeda seperti mimpi, berkhayal, warna, musik, ritme dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, imajinasi yang hidup, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan tidak begitu tegang, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis, dia lebih fokus pada rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, sebaliknya mengabaikan ukuran dan dimensi.

Selama ini sebagian besar dari kita telah terlalu berlebihan dalam memanfaatkan otak kanan yang mengurusi hal-hal yang bersifat intuitif dan mistik serta cenderung mengabaikan fungsi otak kiri yang bersifat analistis dan rasional. Akibatnya ya seperti yang ada sekarang inilah … orang cenderung bersikap skeptis, ada keanehan sedikit saja maka mulai otak kanannya bekerja mencitrakan bahwa itu perbuatan setan dan alhasil dia tidak akan mau percaya sedikitpun mengenai semua penjabaran ilmiah yang ada dibalik semua keanehan itu.

Manusia memiliki 3 unsur utama yaitu Phisik (sebagai cashing), ar-Ruh (sebagai baterai yang menjadi sumber kehidupan) dan an-Nafs (sebagai jiwa yang memiliki kebebasan berkehendak, termasuk untuk beriman atau kafir). Didalam cashing jasmani kita inilah ar-Ruh menyalakan listrik atau energinya yang membuat kita bisa hidup sementara an-Nafs (kadangkala disebut juga anfus) bisa melakukan perbuatan ini dan perbuatan itu.

Didalam cashing jasmani ini Allah sudah melengkapi pula berbagai keperluan dasar bagi an-Nafs untuk melakukan aplikasinya, mulai dari akal, hati, jantung, tulang, paru-paru dan berbagai periferal serta fitur-fitur lain yang begitu kompleks.

Pendalaman mengenai tubuh manusia sebenarnya belum final, para ahli masih terus mengadakan penelitian demi penelitian untuk menyibak berbagai rahasianya (keghaibannya). Karena itu bagi saya, orang yang skeptis dengan keberadaan Tenaga Dalam hanya karena faktor keghaiban semata menjadi terlalu sangat absurd sekali, sebab toh mengenai tenaga kasarpun dia sebenarnya tidak bisa melihat keberadaannya.

Adakah diantara anda yang bisa menjelaskan kepada saya seperti apa wujud tenaga kasar yang karenanya anda bisa berjalan, anda bisa membaca tulisan ini, anda bisa menggerakkan tangan dipointer mouse dan berbagai aktivitas harian lainnya ?

Atau apa yang membuat anda bisa berjalan …? Kaki kah ? ternyata bukan … orang yang terkena stroke kakinya ada tetapi dia tidak bisa digunakan …atau kenapa anda bisa mendorong atau memukul kaca hingga pecah ? hanya karena ada tangankah ? atau karena hal lain ? tolong pertanyaan saya ini dijawab dengan ilmiah dan bukan dogma keagamaan yang berakhir dengan kalimat “semua karena Allah”.

Saya beri satu analogi ringan …

Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak lepas  /dari garis orbitnya/, Jika semua itu sampai terlepas, adakah yang dapat menahannya selain Dia ? Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. -Qs. 35:41

Ayat tersebut bila dijelaskan dengan penjabaran yang ilmiah maka didapatlah bahwa cara Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak saling bertabrakan satu dengan lainnya atau lepas dari garis orbitnya adalah melalui hukum alam gravitasi ….karenanya setiap planet termasuk bumi kita ini pasti ada gaya gravitasi yang membuat mereka tetap mengorbit digaris edarnya masing-masing.

Pertanyaan lanjutannya … bisakah anda buktikan kepada saya bagaimana wujud dari gaya gravitasi itu sendiri ? Sekali lagi saya minta wujud phisiknya … bukan bukti keberadaannya yang lebih banyak merujuk pada hasil maupun akibat.

Saya rasa tidak akan mampu dijawab … paling tidak dengan teknologi yang kita capai saat tulisan ini dibuat…. sebab siapa tahu seiring berjalannya sang waktu, maka gaya gravitasi itu bisa dibuktikan melalui teknologi tertentu sebagaimana metode Kirlian yang mampu melihat keberadaan aura.

Masih haruskah anda menjadi skeptis …? saya tidak.

Dengan mengabaikan orang-orang yang skeptis tersebut maka saya sebutkan disini bila didalam tubuh manusia sebenarnya terdapat aliran listrik.
Pembuktiannya sederhana saja dan tidak perlu anda kelaboratorium manapun.

Silahkan pukul lutut bagian bawah (dengkul), anda akan merasakan seperti ada kejutan listrik.

Silahkan juga mencolek otot pada daerah leher ( tulang selangka ), anda akan merasakan seperti ada kejutan listrik.
Pada kasus yang sering terjadi secara tidak disengaja, kadangkala siku tangan kita terbentur pada dinding, kursi atau meja dan seketika itu juga secara spontanitas biasanya kita merasakan bagai terkena strom listrik.

Ini secara sederhana bisa membuktikan dalam tubuh manusia memang terdapat tenaga listrik. Sekarang bila listrik dibangkitkan secara benar, maka akan diperolah manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh. Sebaliknya bila orang secara sembarangan bermain-main dengan tenaga listrik ini , akibatnya dapat menjadi fatal yaitu terjadinya kekacauan medan listrik di dalam tubuh. Bila aliran listrik dalam tubuh bisa kita buat aktif (artinya sengaja diolah), maka aliran tersebut akan selalu mengalir dan pada tingkatan tertentu bisa berdaya guna sesuai apa yang kita inginkan.

Tentu saja sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, ini tidaklah mudah, diperlukan konsentrasi dan ketekunan berlatih, tidak ada Tenaga Dalam bisa bangkit hanya dalam tempo yang singkat, apalagi cuma dalam hitungan 5 menit sampai 30 menit seperti yang bisa kita baca dikoran-koran. Untuk yang ini saya sebut cuma bohong-bohongan, kalaupun bisa maka sifatnya sudah tidak murni lagi dari diri sipelaku melainkan bisa merupakan pinjaman ataupun isian dari sang guru ( sayangnya metode beginian inilah yang banyak beredar dipasaran dan hanya menghancurkan rasionalitas Tenaga Dalam ditengah masyarakat).

Saya juga berani mengatakan bahwa tidak ada Tenaga Dalam yang bisa bangkit tanpa latihan phisik dan konsentrasi … belajar tenaga dalam tidak perlu harus berpuasa dan berpantang anu dan anu …bahkan secara orisinal, belajar tenaga dalam tidak pula perlu menggunakan lafas dzikir atau amalan-amalan tertentu yang harus dibaca sekian ribu kali … itu hanya buatan kita-kita saja untuk menarik minat pasar.

Ataupun secara positipnya hal tersebut dibuat oleh mereka yang memang benar-benar melalui tenaga dalam ini agar orang-orang (terutama yang berperi laku jahat) bisa kembali kejalan Tuhan (kebenaran) … karenanya muncullah Tai Chi dan Kungfu dengan pernak-pernik Tao atau Budha dan sejenisnya, di Indonesia sendiri karena mayoritasnya umat Islam maka ya pernak-perniknya menggunakan atribut Islam.

Melatih tenaga dalam intinya melatih cara menggunakan nafas secara efektif.

Pernafasan merupakan awal pembangunan phisik seorang anak manusia, semua orang perlu memperhatikan pernafasan sendiri sehingga tubuhnya menjadi sehat dan kuat. Seperti diketahui, seluruh olahraga konvensional memakai sistem pernafasan aerob, di mana oksigen diambil seorang olahragawan sebanyak-banyaknya melebihi kapasitas ketika dia sedang tidak berolahraga, cuma olahraga konvensional tidak memperhatikan penabungan oksigen yang didapat, sedangkan pernafasan luar biasa yang disebut olahraga an-aerob(sebaliknya dari olahraga aerob) berusaha memaksimalkan permanfaatan oksigen sesedikit mungkin, artinya mengirit pemanfaatan oksigen.

Umumnya dalam belajar dan berlatih tenaga dalam, yang digunakan ada dua sistem pernafasan, sistem aerob dan an-aerob, sehingga seseorang bisa menjadi sangat kaya oksigen, hal ini diibaratkan seorang yang pandai mencari harta dan pandai pula menabungnya (mengiritnya) sehingga hartanya melimpah ruah.

Efek yang ditimbulkan olah napas berbeda dengan olah raga. Pada olah napas, ketika kita melakukannya memang terasa capek. Namun, setelah latihan justru kesegaran yang kita dapatkan dan tidak capek, baik fisik maupun mental. Sebaliknya, pada olah raga, terutama yang sifatnya permainan, setelah latihan selama 50 menit saja misalnya, capeknya sudah sebegitunya.

Inti perbedaan tadi terletak pada adanya keteraturan. Pada olah napas, ada keteraturan napas, emosi, gerak. Pada olah raga mungkin ada keteraturan gerak, tapi emosi dan napasnya mungkin tidak teratur. Padahal, keteraturan emosi dan napas sangat berpengaruh terhadap kesegaran tubuh dan mental.

Seperti halnya olah raga, dalam berolah napas kita memerlukan pemanasan. Tujuannya, untuk mempersiapkan tubuh memasuki bagian utama olah napas. Bentuk pemanasannya berupa pelenturan tubuh dari bagian atas sampai bawah dengan gerakan lembut atau diarahkan pada organ-organ tertentu yang hendak diperkuat. Ini perlu karena dalam olah napas, di samping konsentrasi, olah organ tubuh juga ikut dilibatkan. Dengan pemanasan diharapkan tubuh menjadi lebih lentur, lemas, dan bebas dari ketegangan.

Dalam bagian utama olah napas ada tiga proses yang dilalui, yakni menarik, menahan, dan membuang napas. Tujuannya untuk mengoptimalkan volume napas, menjaga keteraturan napas, dan mengelola napas secara efisien. Karena napas bisa diartikan sebagai daya hidup, maka dengan menarik napas kita mengambil daya hidup melalui hidung dan menghimpunnya di dalam tubuh. Kita tidak sekadar menghirup napas ala kadarnya, melainkan sebanyak-banyaknya. Bisa lima atau sepuluh kali lipat dari biasanya. Dengan demikian asupan oksigen ke tubuh akan jauh lebih banyak dan maksimal.

Ketika napas kita tahan, daya hidup akan mengendap dan kita biarkan untuk merasuki seluruh tubuh. Penahanan napas yang terarah dan terkendali akan membantu mengaktifkan organ kita yang lemah, memperbaikinya, dan memberdayakannya sehingga bisa berfungsi dengan baik. Saluran energi yang tersumbat bisa terbuka kembali, aliran darah ke seluruh tubuh lebih lancar, metabolisme tubuh pun menjadi sempurna. Penahanan napas juga bermanfaat untuk melatih pengendalian diri atau emosi. Dalam proses menahan napas, kita perlu pula melakukan penegangan organ tertentu dan konsentrasi untuk membantu mengarahkan dan memusatkan energi pada organ tersebut. Lama penahanan napas tergantung kemampuan kita, tetapi secara bertahap bisa ditingkatkan.

Pada tahap awal biasanya sekitar 15 detik. Setelah mengalami latihan secara kontinyu maka bisa ditingkatkan dengan menahan napas selama 40 detik keatas …tetapi intinya ini semua tidak bisa dipaksakan harus sekian detik, tetapi ditingkatkan secara gradual sesuai dengan irama hidup dan kemampuan masing-masing orang.

Setelah kita tahan beberapa saat, “sisa” napas mesti kita buang sampai habis dengan bantuan pengecilan perut. Ini dimaksudkan agar menimbulkan kerinduan yang kuat pada diri kita untuk menariknya kembali. Pelepasannya bisa melalui mulut atau hidung.

Dalam proses ini terdapat unsur pembersihan dan pelepasan. Kita melepas segala kotoran, emosi, stres, dan rasa sakit. Pelepasannya juga mesti dalam harmoni dengan gerakan tubuh dan ekspresi wajah, misalnya dengan tubuh terlihat gagah atau wajah tersenyum lembut penuh kedamaian. Dalam semua proses olah napas tadi, kita melibatkan pula olah organ tubuh yang penekanannya pada penguatan tangan, bahu, dada, perut, pinggang, dan paha dengan dasar pengembangan napas dada. Dengan olah organ tubuh, energi napas disalurkan kepada organ-organ tubuh untuk memberi penguatan.

Olah organ tubuh mesti selalu harmoni dengan olah napas. Gerakan tubuh lembut akan dibarengi karakter napas lembut pula. Begitu pula sebaliknya. Untuk pengolahan energi di tangan misalnya, maka pengerasan di tangan dilakukan sambil konsentrasi di tempat yang sama, sedangkan organ lain dikendorkan.

Karena dalam olah napas ada penguatan pada organ tertentu, aliran energi menjadi tidak seimbang dan merata. Karena itu perlu tahapan yang disebut napas penyegaran sebagai sarana penyeimbang. Dengan seimbangnya kembali energi dalam tubuh, tubuh menjadi segar kembali dan penuh vitalitas.

Bila ada orang yang belajar Tenaga Dalam malah menjadi sakit … maka saya jamin pasti ada yang salah dari cara dia mengaplikasikan pernapasannya …atau justru dia terlalu memaksakan diri untuk bisa menguasai tenaga dalam hanya dengan tempo yang singkat.

Latihan mental tenaga dalam erat kaitannya dengan pengendalian perasan, pikiran dan hawa nafsu.

Ketiga hal ini perlu betul-betul diperhatikan setiap saat sehingga bisa mencapai kesempurnaan hidup atau insan kamil (manusia yang paripurna), dimana dengan apa yang ia miliki tidak membuatnya menjadi besar kepala dan merasa paling hebat …untuk itu maka memang dibutuhkan asupan nilai-nilai agama didalamnya.

Landasan spiritual di dalam berlatih ilmu tenaga dalam seharusnya akan semakin membuat kedekatan kita terhadap Allah, Tuhan yang menguasai segala kerajaan, orang yang belajar Tenaga Dalam seyogyanya menjadi orang yang mampu menyeimbangkan pemakaian otak kiri dan otak kanannya.

Demikian akhir dari semua penulisan saya mengenai Tenaga Dalam … meskipun masih banyak lagi yang ingin disampaikan tetapi rasanya cukuplah 3 artikel ini sebagai pengantar pengenalan … tulisan ini dibuat bukan untuk mendeskreditkan pemahaman tertentu tetapi ini murni dalam kerangka mendobrak kesubyektifitasan (bahasa agamanya sama dengan kejumudan) berpikir sebagian umat Islam yang selalu bersikap skeptis.

Memang tulisan-tulisan disini beberapa bagiannya saya kutip dari berbagai sumber dan saya bundel dengan semua pengalaman dan pemahaman yang saya dapatkan selama mempelajari Tenaga Dalam yang tidak lupa pula saya kaitkan dengan status saya selaku Muslim.

Kurang dan lebih saya minta maaf dan kepada Allah saya minta ampun,

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. -Qs. 16 an-Nahl :125

Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda Kami disekitar alam semesta termasuk pada diri mereka sendiri, sehingga terbuktilah bagi mereka kebenaran itu – Qs. 41 Fushilat : 53

Dan melihatlah orang-orang yang diberi ilmu itu bahwa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah hal-hal yang benar (logis) serta memberi petunjuk kepada tuntunan yang Maha Kuasa dan Maha Terpuji. – Qs. 34 Saba’ : 6

Dan akan kamu ketahui kenyataan kabarnya sesudah waktunya tiba – Qs. 38 Shad : 88

Wassalam.
Armansyah

Advertisements

8 Responses

  1. saya tertarik untuk tahu lebih dalam tentang tehnik pernapasan tenaga dalam . semoga bapak berkenan memberikan tips yang lebih jelasdan detail. terima kasih

  2. Belajar Tenaga Dalam yang benar butuh waktu dan petunjuk yang teliti agar tidak terjadi penyimpangan, baik dalam proses pengembangannya maupun tahapan mendapatkannya.

    Saya sendiri belum menjadi seorang master dibidang ini, diatas saya masih ada guru yang lebih arif dan mumpuni.

    Coba hubungi Perguruan Tenaga Dalam Islam Prana Sakti Indonesia Pusat, Jl. Serangan Yogyakarta.

  3. saya ingin mengetahui lebih jauh tentang energi listrik yang ada dalam tubuh , bagaimana cara membangkitkannya?

  4. Assalamu’alaikum. Wr.Wb.
    Yth. Bapak Arman.
    Mohon penjelasan, bila kita mempelajari olah napas, olah raga sambil zikir dibenarkan oleh syariat Islam atau tidak ?. Karena menurut beberapa pendapat orang itu perbutaan bid’ah. katanya. Kalau pendapat saya lebih baik sambil berzikir dari pada pikiran kosong tidak ingat pada Alloh SWT. Terima kasih

  5. ralat bukan perbutaan tetapi perbuatan. terima kasih.

  6. Pemikiran saya sederhana saja. Setiap manusia yang bernafas dia akan mempunyai energi. Jika nafasnya di kelola dengan maksimal maka dia akan mempunyai energi yang besar. Energi ini yang biasa disebut “tenaga dalam”. Tanpa ada unsur Mistik atau Setanik.

  7. […] kebagian kedua : Tenaga Dalam Bag. 2) Share this:FacebookTwitterPrintRedditDiggEmailLike this:LikeOne blogger likes this […]

  8. intinya adalah zikir, jika menimbulkan kekuatan, itu hanyalah bonus dan bukan tujuan.

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: