SEPUTAR BUKU “REKONSTRUKSI SEJARAH ISA AL-MASIH”

SEPUTAR BUKU : Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih

Dasar Penulisan Buku

Dan Kami telah menurunkan kepadamu kitab dengan penuh kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang pernah diturunkan sebelumnya dan sebagai korektor terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. -Qs. 5 al-Ma’idah 48

Tujuan Buku ini

Terbitnya buku ini memang dimaksudkan untuk dua hal utama, yaitu menanggapi pernyataan-pernyataan James D. Tabor dalam bukunya “Dinasti Yesus” yang banyak melakukan hujatan maupun fitnahan atas diri pribadi Maryam dan puteranya, Isa al~Masih, dua orang tokoh suci yang begitu dihormati dalam pandangan al~Qur’an serta melakukan usaha Rekonstruksi kesejarahan Isa al~Masih itu sendiri dengan menggali ulang dari naskah-naskah yang bercerita mengenainya.

Tidak tertutup kemungkinan dibeberapa bagian buku ini akan menuai pro dan kontra ditengah masyarakat Kristiani atau Islam sendiri yang dirasa cukup menantang banyak “dogma sakral” yang selama ini begitu populer dan ditanamkan dikepala kita sejak anak-anak. Sejumlah kritik balik kita kepada riwayat-riwayat yang berasal dari sosok Abu Hurairah misalnya, ataupun tindakan kita dengan menjadikan al-Kitab kanonik dan sejumlah kitab-kitab apokripa Kristiani sebagai acuan penulisan.

Garis Besar Isi Buku

Buku ini akan mencoba menelusuri jejak Isa al~Masih dalam pentas sejarah dengan mengawinkan berbagai sudut pemahaman yang ada, dari yang paling ortodok, fenomenal sampai pemahaman modern dengan kajian-kajian kritis terhadapnya berdasarkan al-Qur’an.

Penelusuran ini akan dimulai dari pemahaman bahwa Isa al~Masih merupakan anak haram hasil hubungan Maryam dengan tentara Romawi yang diduga bernama Julius Tiberius Abdes Pantera sebagaimana klaim dari James D. Tabor dalam bukunya Dinasti Yesus, sampai kepada pemahaman bahwa Isa al~Masih anak biologis dari Yusuf situkang kayu dengan Maryam dan penelusuran jejak-jejak pemahaman tentang Isa al~Masih dari peristiwa penyaliban dan kebangkitannya dari kubur hingga beragam informasi yang menceritakan perjalanan dakwahnya keluar dari Yerusalem pasca tragedi tersebut dari mulai informasi pernikahannya dengan Maria Magdalena sampai ke Prancis Selatan, Inggris, Kashmir, Himalaya bahkan sampai di-isukan terbang ke Planet Venus sekaligus mencoba menyingkap isu kedatangannya yang kedua diakhir jaman dari sisi Islam dan Kristen.

Buku ini mencoba untuk memberikan tinjauan-tinjauan ulang terhadap semua uraian James D. Tabor melalui bukunya Dinasti Yesus ataupun tulisan-tulisannya yang ada didalam blog pribadinya di Internet dari sudut pandang Islam dan sejumlah literatur kesejarahan berkaitan. Tidak itu saja, buku ini juga akan mengupas beberapa topik permasalahan klasik yang sering menjadi tema-tema utama setiap perdiskusian lintas iman di Internet antara Islam dan Kristen menyangkut “status kesejarahan” dari Isa al~Masih mulai dari masa kecilnya, dakwahnya ditengah Bani Israel sampai misteri penyalibannya dan tidak ketinggalan menyangkut kontroversi ketuhanan yang dilekatkan terhadap dirinya oleh pihak gereja.

Sistematika Penulisan

Lukas sendiri ketika pertama menulis kitab Injilnya, secara jujur mengatakan bahwa diapun sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak penulis dimasa itu yang mencoba merekonstruksi tentang berbagai peristiwa yang telah ditulis dan beredar dimasyarakat sebelumnya untuk dibukukan secara teratur atau sistematis (Lihat Injil Lukas pasal 1 ayat 1 s/d 3) :

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, – Injil Lukas pasal 1 ayat 1 s/d 3
Saat ini, hal yang kurang lebih sama dengan Lukas, saya lakukan.

Bagaimanapun perbedaan akan tetap selalu ada, begitupun dengan kata setuju atau tidak setuju, namun ada sebuah pepatah bijak mengajarkan kepada kita untuk belajar sepakat dengan ketidak sepakatan. Saya memulai penulisan buku ini dari sejarah awal ibunda Isa al~Masih, sang perawan Maria atau Maryam al-‘Uzara’ yang difitnah oleh James D. Tabor telah melahirkan Isa sebagai anak dari hasil perzinahannya dengan seorang serdadu Romawi bernama Julius Tiberius Abdes Panthera. Beranjak dari jawaban-jawaban balik untuk pernyataan Tabor, perlahan tapi pasti saya mengajak anda untuk menelusuri semua pemberitaan yang dihubungkan dengan sosok Isa al~Masih sejak ia dilahirkan sampai penyaliban di Yerusalem, selamatnya ia dari peristiwa itu dan perjalanannya keberbagai negeri di wilayah Asia, Eropa dan Timur Tengah hingga perdebatan seru menyangkut makamnya yang sejati.

Jika catatan-catatan sejarah tersebut ditolak secara keseluruhan hanya karena ia tidak diakui secara resmi oleh pihak gereja, tidak dengan serta merta membuatnya menjadi catatan sejarah yang pasti bernilai salah.

Perjalanan panjang sejarah manusia memang sering membuat nilai-nilai kebenaran wahyu yang ada menjadi terdistorsi, apalagi bila didalam sejarahnya, umat-umat yang terkait dengan turunnya wahyu itu terlibat didalam berbagai pertempuran dan konflik kepentingan nafsu pribadi.

Sumber Pustaka

Terimakasih atas kemuliaan akal yang diberikan oleh Allah kepada manusia sehingga dengannya maka Internet bisa terwujud. Saat saya terbentur pada beberapa masalah, dengan sedikit koneksi kabel telepon keperangkat modem yang menempel dislot CPU komputer maka tersajilah dihadapan saya informasi dan literatur yang saya butuhkan dari mesin-mesin pencari seperti Google, Yahoo, Altavista, MSN dan lain sebagainya.

Mungkin ini pula salah satu hikmah kenapa Allah mengarahkan saya untuk bergelut di ilmu-ilmu komputer dalam meraih gelar kesarjanaan. Peradaban dunia telah mengantarkan manusia untuk melewati batas-batas geografis yang selama ini menjadi pengalang besar untuk dapat berinteraksi dan mendapatkan literatur-literatur kesejarahan lintas madzhab dan agama. Teknologi Internet telah merubah cara orang untuk belajar dan mendapatkan ilmu sebagai jalan mencari kebenaran yang hakiki. Pendalaman ilmu-ilmu Informatika dan Komputer adalah salah satu jembatan untuk melakukan “Israk wal Iqrak” terhadap ilmu-ilmu Allah yang tersebar disegenap penjuru dunia.

Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ? padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar; Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. -Qs. 22 al-Hajj : 46

Ajakan diskusi terbuka

Sebagai penulis, tentu saja saya harus siap menerima kritik maupun sanggahan atas buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” ini.

Tidak perlu ada ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan disisi saya, ini dunia ilmiah, jadi mari kita sama-sama bersikap sebagaimana orang-orang ilmiah beradu argumentasi.

Silahkan siapkan undangan, mari kita musyawarahkan waktu dan tempatnya, kita coba angkat buku ini kepentas dialog terbuka. Hadirkan pakar-pakar manapun untuk mengkritisi tulisan tersebut, it’s not a big deal buat saya.

Ini tantangan terbuka dari saya.
Mari kita berbicara data dan kita berbicara logika !

Pencekalan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” diberbagai toko buku Gramedia seluruh Indonesia tidak akan mampu menghalangi menyebarnya buku ini ditengah masyarakat dan umat.

Ucapan Terimakasih

Terimakasih saya ucapkan juga kepada Sdr. Aris Hardinanto dan Tim FAKTA (khususnya buat Bapak Masyhud SM) yang telah banyak mendukung langkah-langkah saya, begitu juga dengan Ibu Irena Handono dan team Irena Centernya serta Bapak Mohammad S. Ghasali dari Swaramuslim.

Hal senada saya sampaikan untuk para sahabat dan tim Moderator Milis_Iqra serta simpatisan lainnya.

Pesan

Imam Ali bin Abu Thalib pernah berkata :

Manusia itu ada 3 macam : Rabbaniy yang berilmu atau orang yang senantiasa belajar dan selalu berusaha agar berada dijalan keselamatan atau orang-orang awam yang bodoh dan picik, yang mengikuti semua suara – yang benar maupun yang batil -bergoyang bersama setiap angin yang menghembus, tiada bersuluh dengan cahaya ilmu dan tiada melindungkan diri dengan pegangan yang kukuh-kuat.

Ilmu adalah lebih utama daripada harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan kau harus menjaga hartamu. Harta akan berkurang bila kau nafkahkan, sedangkan ilmu bertambah subur bila kau nafkahkan. Demikian pula budi yang ditimbulkan dengan harta akan hilang dengan hilangnya harta.

Makrifat ilmu seperti juga agama, merupakan pegangan hidup terbaik. Dengannya orang akan beroleh ketaatan dan penghormatan sepanjang hidupnya serta nama harum setelah wafatnya, ilmu adalah hakim dan harta adalah sesuatu yang dihakimi. Kaum penumpuk harta-benda telah mati dimasa hidupnya, sedangkan orang-orang yang berilmu tetap hidup sepanjang masa. Sosok tubuh mereka telah hilang, namun kenangan kepada mereka tetap dihati.

Sumber : Mutiara Nahjul Balaghah : Wacana dan surat-surat Imam Ali R.a, Penerbit Mizan, 1999, Pasal 13 : Nasehat untuk Kumail bin Ziyad an-Nakha’y, Hal. 35 s/d 37


Salamun ‘ala manittaba al Huda
ARMANSYAH

One Response

  1. assalamualaikum
    ya akhi,ana sanagt tertarik dengan tulisan antum

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: