Isa masih hidup ? sebuah tanggapan

Posting :

http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com/2007/08/02/segera-terbit/#comment-38

Assalamualaikum,

salam kenal.

cerita mengenai diaspora (pengelanaan Yesus setelah peristiwa penyaliban) sepertinya terpengaruh oleh cerita Ahmadiyah mengenai Isa al Masih. wafatnya Isa al Masih secara normal sebelum kedatangannya di akhir zaman adalah paham yang diakui oleh golongan Ahmadiyah dan didukung terutama oleh Syekh Mahmud Syalthout (mantan guru besar Al Azhar), dan Dr. HAMKA (tertulis dalam tafsir beliau) walaupun kedua ulama ini bukan Ahmadiyah.

namun pemahaman ulama Ahlus Sunnah secara umum meyakini Isa tidak mati di kayu salib (based on Quran), diangkat secara fisik ke langit (based on Quran), akan turun di masa Imam Al-Mahdi (based on hadits al-Bukhari), membunuh Dajjal (based on hadits) dan menjadi tanda datangya hari akhir (based on Quran).

lepas dari itu, saya yakin buku mas Arman akan menempati rak yang sama dengan the Da Vinci Code dan mengundang diskusi untuk menemukan jalurnya sendiri dalam pembuktian ilmiah, sehingga suatu saat nanti mas Arman akan menerbitkan revisi atas pemahaman yang terdapat dalam buku ini, insya Allah.

semoga Allah memberi petunjuk.


Jawaban :Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,Saat menulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” saya berusaha untuk berhati-hati dan mempelajari terlebih dahulu segala hal yang terkait dengannya, banyak referensi digital yang saya gali dari Internet dan sumber-sumber “x-files” lainnya yang bisa dibaca pada catatan kaki atau juga Daftar Pustaka buku ini.

Gaya penceritaan al-Qur’an terhadap suatu peristiwa yang memang berkesan berurutan tidak bisa selamanya dijadikan pemahaman bahwa setiap kejadian dengan gaya seperti ini memang seperti itulah proses terjadinya.

Mungkin anda berpikir bahwa buku saya tidak akan lari dari penceritaan kaum Ahmadiyah seputar Isa di India, saya katakan saja bahwa buku saya jauh lebih luas daripada itu dan India hanya satu dari sejumlah titik dakwah putera Maryam tersebut dalam misi kerasulannya dikomunitas Israel.

Apakah al-Qur’an menceritakan tentang masih hidupnya Isa al-Masih ?

Saya jawab tidak !
Dasarnya jelas :

wamaa muhammadun illaa rasuulun qad khalat min qablihi (al)rrusulu (Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya para Rasul. – Surah 3 ayat 144) atau juga

wamaa ja’alnaa libasyarin min qablika (a)lkhulda afa-in mitta fahumu (a)lkhaaliduun(a)

(Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Surah 21 ayat 34)).

Masih kurang jelaskan pernyataan al-Qur’an diatas untuk kita meyakini bahwa tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang hidup sesudah Muhammad dan kematiannya ?

wakuntu ‘alayhim syahiidan maa dumtu fiihim falammaa tawaffaytanii kunta anta (al)rraqiiba ‘alayhim wa-anta ‘alaa kulli syay-in syahiid(un)

Artinya : Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Meyaksikan atas segala sesuatu. (QS. Al-Ma’idah 5:117)

Apakah Nabi Isa benar-benar diserupakan dengan orang lain ?


وَقَوْلِهِمْ = dan ucapan mereka, ( yaitu bangsa Israel dan sekutunya dari kaum Romawi )

إِنَّا = Sesungguhnya kami, (kami merujuk pada kata “mereka” pada kalimat diatas)

قَتَلْنَا = telah membunuh, (dakwaan utama mereka adalah berhasil melakukan pembunuhan)

الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ = Al Masih ‘Isa ibnu Maryam utusan Allah, (istilah Rasul Allah hanya sebuah ejekan karena mereka tidak mempercayainya)

وَمَا قَتَلُوهُ = tidaklah mereka membunuhnya, (disini dakwaan pembunuhan dibatalkan oleh al-Qur’an)

وَمَا صَلَبُوهُ = dan menyalibnya, (disini dakwaan penyaliban juga ikut dibatalkan tanpa penjelasan lebih jauh)

وَلَـكِن = akan tetapi, (disini mulai penegasian secara tegas)

شُبِّهَ لَهُمْ = diserupakan untuk mereka, (jadi pembunuhan dan penyaliban itu hanya diserupakan atau disamarkan kejadiannya kepada orang-orang tersebut)

وَإِنَّ الَّذِينَ = dan sesungguhnya orang-orang yang, ( disini lebih utama masih mengacu pada konteks dimana kejadian itu berlangsung )

اخْتَلَفُواْ فِيه = berselisih tentangnya, ( idem )

لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ = sungguh-sungguh dalam keraguan tentangnya, ( dinyatakan mereka sendiri ragu … kenapa ragu ? )

مَا لَهُم = tiadalah bagi mereka, ( disebutkan adanya penegasian al-Qur’an atas diri mereka )

بِهِ مِنْ عِلْمٍ = dengannya pengetahuan, ( jadi semua kejadian itu yaitu pembunuhan dan penyaliban tidak dilakukan atas dasar ilmu yakin )

إِلاَّ = kecuali, اتِّبَاعَ = mengikuti, الظَّنِّ = persangkaan/dugaan, ( dari kalimat ini kita bisa mengetahui bahwa peristiwa yang dikenakan pada kasus Isa hanya sebuah dugaan atau prasangka belaka tanpa mereka bisa membuktikan bahwa kejadian itu telah benar-benar terbukti berhasil dilakukan )

وَمَا = dan tidak , قَتَلُوه = mereka telah membunuhnya, يَقِيناً = dengan yaqin. = Pada kalimah ini dinyatakan ulang bahwa letak keraguan itu menurut al-Qur’an ada pada keterbunuhannya ( jadi keraguan itu bukan terletak pada penyaliban bila itu didefenisikan oleh anda sebagai ketergantungan Isa diatas kayu palang ).

Ini semua sekali lagi bisa kita telusuri dan kita analisa dari sumber-sumber yang oleh Rasul sendiri jangan didustakan semua dan jangan dibenarkan semua isinya yaitu al-Kitab (The Bible) yang menjadi keyakinan orang-orang Nasrani.

Satu hal yang jelas disisi lain, bahwa dalam kejadian ini tidak disebutkan adanya pelaku lain yang harus dirujuk sebagai penyerupaan atas diri Isa al-Masih sehingga kita bisa mengarahkan “penafsiran subbihalahum” kepada orang lainnya.

Pembahasan tentang penyaliban secara lebih luas juga bisa anda baca dibuku kedua saya : Jejak Nabi Palsu (lihat dibagian konsepsi penyaliban)

Saya bukan dari kelompok Ahlussunnah atau kelompok manapun didalam Islam, saya adalah seorang Muslim dan agama saya adalah Islam.

Islam yang saya kenal bukan Islam yang bermadzhab dan bangga dengan keparsialan madzhabnya sehingga menolak semua kebenaran lain diluar yang dipahaminya.

Islam yang saya kenal adalah Islam yang universal, Islam yang tidak menutup diri dari semua pembelajaran dan kupasan.

Apakah buku saya akan menjadi sejajar dengan Da Vinci Code, itu silahkan saja, saya hanya menyampaikan ilmu yang ada pada saya.

InsyaAllah saya siap menerima kritik maupun ajakan diskusi, baik melalui email atau tatap muka secara langsung.


Buku ke-1 :

Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus

Penerbit Restu Agung, 2007

Kata Sambutan : Masyhud SM (Dewan Pakar FAKTA) & Mohammad S. Gozali (Pengasuh Situs Swaramuslim.net)

Buku ke-2 :

Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq

Penerbit Hikmah Publishing (Mizan Group), 2007

Kata Pengantar : Aris Hardinanto (Team Moderator Milis_Iqra dan Pengamat Perbandingan Agama Semitik) & Abu Deedat Syihab MH
Ketua Umum Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) Kunjungi Blognya di http://jejaknabipalsu.wordpress.com

2 Responses

  1. semua berdebat tentang penyaliban,kematian,ruhul kudus dan dari mana isa di lahirkan……harusnya kita berfikir realistis…
    penyaliban.kalau anda semua membaca buku yang baru terbit TRADISI TUHAN oleh ahmad mesiyach,maka pertanyaan dan perdebatan akan sirna.yesus memang di salib mati dan bangkit lagi.
    Tapi itu semua bukan secara fisik.
    SALIB artinya semua dakwah yesus di kekang di intimidasi oleh penguasa saat itu HERODES.sehhingga sampai bergerak pun tidak bisa makanya di lambangkan di paku kaki tangan dan di tusuk jantungnya yang merupakan idup dari dakwah yesus.kepala di kasih kawat duri artinya dia sampai berpikir pun sulit.penderitaan itulah yang di alami yesus.kemuadian dia mati artinya dakwahnya gak aktif ibarat mati kemudian dia bangkit di hari yang ke 3.artinya dakwah dia mulai aktif.hari disini bukan hari seperti yang kita bayangkan tapi berupa fase dimana fase itu juga di tiru oleh semua nabi.JAHRON,SHIRON,HIJRAH seperti nabi muhamad jalankan.jahron dengan dakwah diam2,shiron terang2 ngan yang akhornya yesus di salib,hijrah yesus pergi mencari tanah perjajian yaitu di yerusalem untuk mendirikan kerajaan allah seperti muhamad lakukan di madinah darusalam.si tempat itu dia membuat angkatan perang bagi siapa saja yang menggangu akan di lawan dengan pasukannya.lebih jelasnya baca buku tTRADISI TUHAN acmad mesyyac 2008.
    wasalam semoga terkuak apa yang kita perdebatkan selama ini dan apaka ajaran yang di bawa tiap nabi dan rosul ada benang merahnya. wassaalam..

  2. […] 35. Sebuah Tanggapan atas masih hidupnya Isa al-Masih […]

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: