Makna lillahi ta’ala?

—– Original Message —–

From: ria meina

To: Milis_Iqra@googlegroups.com

Sent: Saturday, September 01, 2007 10:10 PM

Subject: [Milis_Iqra] makna lillahi ta’ala?

 

Assalamualaikum….

Mau tanya:
– Sebenarnya “lillahi ta’ala” itu yg seperti apa?
– Mengharapkan ridho ALLAH apakah bisa disamakan dengan mengharapkan pahala?
– Apakah “hanya karena ALLAH” itu diartikan tanpa pamrih dapat pahala…???
– Bagaimana seandainya ibadah & amal shaleh yg dilakukan adalah karena harapan dapat pahala?? Apakah ini berarti belum “lillahi ta’ala”?

JAWAB ARMAN :

Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,

 

Allah menjadikan kita pada hakekatnya berfungsi sebagai khalifah-Nya diatas dunia ini, tugas kekhalifahan inilah yang apabila dijalankan dengan semestinya dilandasi oleh petunjuk-petunjuk yang Dia sampaikan dalam bentuk wahyu tekstual maupun pemahaman kita terhadap ayat-ayat universal-Nya maka akan menjadi ibadah buat kita.

 

Sistematika kehidupan kita ini dimulai dari setetes mani yang bercampur untuk kemudian seiring dengan sunnatullah atau hukum alamnya terus mengalami perkembangan tahap demi tahap sehingga menjadi sosok manusia sempurna, dan itupun baru pada tahapan bayi kecil tak berdaya, kembali kita tunduk pada kaidah sunnatullah yang berproses sampai menjadi dewasa dan tua, demikian seterusnya.

 

Ini hendaknya menjadi bagian dari pembelajaran atas kedewasaan pola pikir dan pola pemahaman kita terhadap segala sesuatunya, jika awalnya kita bertindak hanya karena ikut-ikutan, maka mulailah kita belajar kenapa kita melakukan sesuatu atau kenapa kita harus mempercayai sesuatu itu sebagai sebuah kebenaran, demikian pula misalnya dalam hal ibadah, jika sebelumnya kita beribadah hanya karena mengharap surga atau takut karena neraka, maka belajarlah untuk mulai menyikapi fenomena surga dan neraka sebagai motivator kita kepada tingkat ibadah yang lebih tinggi lagi yaitu tingkat ibadah yang hanya berharap ridho-Nya Allah.

 

Dengan demikian maka tingkat keikhlasan kita beribadahpun secara berangsur-angsur tumbuh dengan sendirinya, karena yang ada dipikiran kita, ibadah itu untuk menyenangkan Allah (ini istilah saya) dan bukan untuk menyenangkan diri kita (egoistik sebab mengharap kenikmatan surgawi).

 

Lalu bagaimana bila kita masih mengharap pahala dalam beribadah ? salahkah ?

Salah atau tidak akhirnya kembali kepada seberapa jauh good-will kita melakukannya, tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan surga dan nerakanya, tapi mulailah kita belajar untuk mencapai maqam lebih tinggi dari sekedar itu.

 

Anggaplah ibadah karena mengharap pahala tertentu itu adalah ibadahnya anak kecil, dan karena kita sudah tidak lagi kecil, maka kitapun harus meng-update sasaran ibadah kita, sebab demikianlah yang seharusnya seperti yang tercantum dalam surah 6 ayat 162.

 

Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Robb semesta alam -Qs. al-An’am 6:162

 

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.,

 

ARMANSYAH

 

Advertisements

One Response

  1. […] Makna lillahi ta’ala? […]

Tinggalkan komentar anda ...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: