Mengenal Arman

Ayah :

Bernama Mgs. H. Umar Abd Hamid (Wafat tahun 2000 dalam usia 80 tahun), mantan Ketua Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) hasil Muktamar ke-33 oleh LT (Lajnah Tanfidziyah) untuk wilayah Sumatera Selatan sejak Desember 1972 hingga 18 September 1998. Pada tahun 1938 – 1943 sang ayah tercatat sebagai MOD Pemuda LA PSII Muara Enim, Menjelang Detik-detik Proklamasi berkecimpung dalam BPRI – GPII – HIZBULLAH.

Pada saat terjadi Agresi Belanda pertama beliau diangkat sebagai Wakil Kepala Staff Divisi Hizbullah daerah Sumatera Selatan dan Wakil Kepala Politik Militer Dewan Mobilisasi Pemuda Islam Indonesia (DMPII) Daerah Palembang. Ketika Agresi Belanda ke-2 meletus selain di GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia) dan HIZBULLAH beliau juga terlibat dalam TNI BN 38/STP. Setelah kemerdekaan Negara Republik Indonesia, sang ayah diangkat menjadi Wakil Ketua GPII Daerah, Utusan Mahasiswa Asia-Afrika, Djupen Kepala, serta Anggota DPR Masyumi Sumatera Selatan.

 

Terakhir, melalui SK.PP/21/1998, dipercaya untuk bergabung dengan Partai Bulan Bintang didalam Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) untuk Propinsi / Daerah Tingkat I Sumatera Selatan dan sekaligus juga mendapat kepercayaan sebagai salah seorang Juru Kampanye Nasional.

Ketika Bulan Bintang Sumatera Selatan bergejolak, sempat duduk di Care Taker dan akhirnya mengundurkan diri sampai wafatnya.

Armansyah :

Armansyah Sekeluarga

Armansyah Sekeluarga

Armansyah, lahir dan dibesarkan dikota Palembang.
Lulusan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma Palembang tahun 1999.
Pergulatan intelektual dan spiritualnya terjadi pada tahun 1992 ketika bergabung dengan Perguruan Tenaga Dalam Islam Prana Sakti Indonesia pimpinan Almarhum Drs. H. Asfanuddin Panjaitan atau akrab dipanggilnya Bang Asfan.

Foto bersama Almarhum Bang Asfan ditahun 1993

Foto bersama Almarhum Bang Asfan ditahun 1993

 

Tahun 1997, Armansyah mulai terlibat aktif dalam keanggotaan milis ”Islamic Network” (www.isnet.org), sebuah jaringan pengajian manca negara yang membahas dan mendiskusikan masalah-masalah keislaman di Internet, dan bergabung dalam kepengurusan untuk bidang Pengembangan Diskusi Islam, Materi Tarbiyah dan Tanya Jawab ke-Islaman.

 

Pada tahun 2006 tepatnya tanggal 20 Mei, Armansyah membangun sebuah milis untuk menjadi jembatannya dalam menyampaikan berbagai pemikirannya tentang hal-hal keagamaan. Sebelum itu, Armansyah pernah bergabung juga disejumlah milis seperti paroki@ (1998-1999), eramuslim dan myquran namun karena masih merasa belum optimal akhirnya didirikanlah sebuah Milis dengan nama “Milis_Iqra” yang beralamat di http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/

 

Tahun 2007, Armansyah bekerjasama dengan Penerbit Restu Agung untuk menerbitkan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah Pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus” yang kata sambutannya diberikan oleh Masyhud SM (Dewan Pakar FAKTA dan Ahli Perbandingan Agama) dan Mohammad S. Ghasali (Swaramuslim). Bukunya sendiri baru bisa terbit pada awal Januari 2008 dan sempat dilarang masuk ketoko buku Gramedia.

 

Tidak sampai disitu saja ditahun yang sama, Armansyah menjalin kerjasama dengan Penerbit Hikmah Publishing (Mizan Group) untuk menerbitkan buku keduanya yang berjudul ”Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq”, tidak tanggung-tanggung karena dalam buku keduanya ini Ustadz Abu Deedat Syihab MH (Ketua umum FAKTA) ikut menorehkan kata pengantarnya.

Awal Mei 2008, Armansyah bekerjasama dengan Penerbit Serambi ilmu semesta untuk menerbitkan buku ketiganya yang berjudul “Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015″.

 

 

Aspirasi politiknya saat ini disalurkan pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan InsyaAllah dipercaya menjadi salah satu BCAD (bakal calon anggota dewan)  periode 2009-2014 untuk kotamadya Palembang dengan Daerah Pemilihan 1 (meliputi kelurahan Kemuning, IT1, Sukarami dan Alang-alang Lebar) dengan nomor urut caleg 5.

Dia bukan ustadz atau kyai, hanya seorang Muslim yang senang berpikir dan menulis.
Sehari-harinya bekerja sebagai seorang Staf IT disalah satu perusahaan swasta dan bergelut dibidang pemrograman komputer.

Meski sering berdialog tentang Kristologi, Armansyah tidak membenci Kristen atau agama apapun diluar keyakinannya (Islam). Baginya semua agama mengajarkan kebaikan dan kebenaran, hanya relativitas kebenaran pada agama diluarnya itulah yang harus diuji. Mengenai pribadi, dia menghargai dan menghormati komunitas diluarnya tanpa terkecuali. Termasuk kelompok minoritas Ahmadiyah atau Jaringan Islam Liberal yang banyak dipersoalkan masyarakat Muslim. Mereka yang ingin mengkritik pandangan Armansyah ini mestinya membaca terlebih dahulu kedua bukunya “Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih dan Jejak Nabi Palsu” yang secara tegas memberikan bantahan pemikiran terhadap klaim kebenaran pada banyak kelompok diluar Islam. Dia juga menerbitkan 1 tulisan tentang berislam secara Kaffah dan makna kekaffahan Tauhid yang seutuhnya menurut perspektif al-Qur’an. Silahkan klik link berikut : 1). Islam Kaffah, 2). Kaffah dalam agama diluar Islam dan http://armansyah.swaramuslim.net pada menu “Menjawab Islam Liberal“.

Semenjak sign out dari Partai Bulan Bintang tahun 2000 lalu, Armansyah tidak pernah bergabung dalam organisasi massa apapun, baik yang bersifat keagamaan atau bukan. Baru pada tahun 2008 ini Armansyah bergabung di Partai Keadilan Sejahtera setelah sebelumnya hanya sebatas sebagai seorang pengamat.


Silsilah :

Berdasarkan manuskrip tua yang terus diturunkan disetiap generasi hingga sampai kepada saya hari ini memang menyebutkan bila saya (Armansyah) masih merupakan keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW.

Adapun garis keturunan saya bersumber pada Sayyidina Zainal Bakri yang bergelar Ja’far Siddiq Khairul Islam putera dari Imam Zainal Abidin (satu-satunya putra dari Imam Husien bin Ali bin Abi Thalib dari pernikahannya dengan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah yang selamat dari pembantaian di Karbala oleh pasukan Yazid bin Muawiyah). Silsilah kebawahnya melalui jalur Sayyidina Amdad Pagaruyung yang melahirkan Abdul Rohman dan secara berturut-turut selanjutnya menurunkan Datuk Sripaduka Berhala alias Sayyidina Musthofa (dimakamkan dipulau Berhala, Riau), Paduka Dai Ingsun, Rangkaya Gemuk (di Jabbi), Pangeran Ratu Pendawa, Pangeran Panembahan Panji Rama, Pangeran Kyai Thoto, Pangeran Purbo Keramat (dimakamkan di Candi Walang 24 Ilir Palembang), Masagus Teluk, Masagus Muhammad Amin, Masagus Habib, Masagus Haji Agus, Masagus Abdul Hamid (kakek saya) dan Masagus Umar (orang tua saya). Karena itu maka kiranya tidak berlebihan bila saya merasa berhak untuk menyebut diri sebagai bagian dari Ahli Bait Nabi.

Meski demikian, Armansyah bukan seorang Syi’ah dalam arti golongan.
Bukan pula Ahli Sunnah Waljama’ah, Muktazilah, Khawarij, Wahabi dan lain sebagainya.
Baginya, Islam adalah Islam. Tidak ada sekterianisme didalam Islam, sebab memang Al-Qur’an justru mengecam orang-orang yang memecah belah agamanya.

Baginya kecintaan terhadap Ahli Bait adalah diatas segalanya sesudah Allah dan Rasul-Nya.

 

Seperti yang ditulis dalam Ensiklopedi Wikipedia, Negara Republik Indonesia ini merupakan negeri Muslim terbanyak yang terdapat keturunan Nabi Muhammad SAW yaitu diperkirakan mencapai angka 2 juta, sedangkan yang masih hidup lebih kurang 1,2 juta. Untuk keseluruhan dunia, lebih kurang tercatat 20 juta generasi suci ini menyebar . Mereka biasa dikenal dengan sebutan Habib (Haba’ib) maupun Sarifah untuk kalangan wanitanya.


Selain gelar Habib, Dinasti Nabi Muhammad ini dikenal juga dengan sebutan Sayyid (untuk lelaki) serta Sayyida atau Alawiyah bagi kaum perempuannya . Benarlah sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Thabarani dalam kitabnya Mu’jam Kabir 3/129/1 dan Harowi dalam Dzammul Kalam 2/108, “Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali sebabku dan nasabku.” (Syaikh Al-Albani berkata dalam Ash-Shahihah 5/64 : Kesimpulannya, hadits ini dengan keseluruhan jalan-jalannya adalah shahih).

Banyak yang menanyakan kesaya, kenapa tidak menggunakan gelar “Habib” didepan nama seperti banyak kita temui di tanah air ?

Untuk hal ini, saya hanya menjawabnya sederhana, darah ahli bait yang mengalir ditubuh saya tidak akan hilang hanya karena saya tidak menggunakan nama Habib didepan nama diri …. biarkan saja orang melihat isinya dan bukan kulitnya. Saya khawatir gelar itu nanti akan membuat saya menjadi lupa diri ….

Sebenarnya gelar Skom yang ada dibelakang email sayapun tidak ingin saya pakai, tetapi karena baik di google atau yahoo semua nama “armansyah” saja sudah dipakai orang lain maka mau tidak mau saya harus membuat inisial lain.

Sedikit shared saja, arti dari nama Armansyah adalah Harapan atau aspirasi raja. (Arman = harapan/aspirasi, Syah = raja, bisa juga gelar raja-raja umumnya di Timur Tengah)

 

25 Responses

  1. Ass.wr.wb,pak webmaster.
    Alhamdulillah, bapak mencintai Ahli Bait diatas segalanya sesudah Allah dan RasulNYA.
    Saya juga keturunan nabi Muhammad S.A.W.
    Kakek saya bernama Habib Yahya dari marga Sayyid.
    ibu saya syarifah.
    Saya berterimakasih atas kecintaan bapak terhadap kami, semoga Allah S.W.T selalu melimpahkan rahmatnya kepada bapak dan keluarga.

    Wassalam.
    Nouval Sayyid.

  2. Wa’alaykumsalam Wr. Wb.,

    Pak Nouval, senang bisa berjumpa sesama Ahli Bait.
    Semoga anda dan sekeluarga besar senantiasa berada dalam ridho dan maghfiroh Allah SWT.

    Salam hangat dari Palembang,

    ARMAN

  3. koq identitas kelahiran tdk lengkap ????
    hari, tgl bulan dan tahun gak ada, kenapa gak di tampilkan ???
    mudah2n cuman lupa >>>>

  4. Salam dari PS Jogja buat Bang Arman.

    Selamat atas peluncuran buku-bukunya yang berbobot.

  5. kanapa anda tak menyiarka islam secara kaafah…????

    seorang khalifah dalam islam sangat penting.

    dimanakah sekarang Khilafah Min haji urrosyidin.

    setelah jaman kholifah, mulkhon adon dan jabariyah, saya belom tahu tentang ke-Kholifaan yang benar-benar Quran hadits dan Kaafah.

    wishing bless Jesus 4 u
    ya… akhi.. sukron wa jaza kallohu khoiro

    (JOSHUA)

  6. Baiat adalah sebuah sikap ketertundukan dan kepatuhan kita atas diri seseorang yang disepakati untuk menjadi pemimpin kita dan sekelompok orang lain atas dasar tujuan tertentu.

    Dan menurut saya, selama tujuan itu tetap menjadi anak tangga untuk melangkah kepada kebenaran yang universal maka baiat bisa dibenarkan, namun perlu di-ingat, ini bukan untuk mengeklusifkan kebenaran itu sendiri sehingga mendeskreditkan nilai-nilai kebenaran lain yang ada diluar kelompoknya.

    Kebanyakan dari kita sering bertindak terlalu apatis terhadap kebenaran yang diungkapkan oleh orang lain, terlebih jika orang tersebut memiliki cara pandang yang berseberangan dengan apa yang kita yakini kebenarannya. Padahal belum tentu semua yang ada dalam pemikiran orang tersebut salah dan sebaliknya belum tentu juga setiap pikir dan tindakan kita bernilai benar; bisa saja kita bersikap konsisten terhadap nilai-nilai yang kita anut sehingga kita menyebutnya sebagai sebuah kebenaran namun bukan tidak mungkin konsistensi kita tadi hanya ilusi dimana pikiran kita sesungguhnya berjalan sesuai pola logika yang bisa bergeser dan menyimpang.

    Pikiran kita memang seringkali tidak menyimpang kalau kita bandingkan dengan standar kita sendiri. Padahal standar kita dibentuk oleh pikiran kita yang bisa jadi pula dipengaruhi oleh orang lain. Jadi, maksud saya acapkali pikiran kita ternyata hanya tidak menyimpang dari pikiran kita sendiri atau kelompok dimana kita berkomunitas.

    Allah menjadikan kita lengkap dengan panca indera berikut fungsinya adalah untuk menangkap dan menyerap semua nilai-nilai kebenaran yang berserakan disemesta raya, ini adalah tools atau alat yang harus dioptimalisasikan penggunaannya.

    Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ? padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar; Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. – Qs. 22 al-Hajj : 46
    Bahwa persaksian akan ke-Islaman seseorang itu pada kontekstual historisnya berlaku dengan keberadaan seorang Imam ( dalam hal ini mengacu pada sosok Rasululullah Muhammad Saw ). Akan tetapi apakah ini bisa diartikan bahwa Islam memiliki ketergantungan dengan keberadaan seseorang ?

    ajaran Islam ini sangatlah universal … benar bahwa dia membutuhkan sosok-sosok pribadi tertentu untuk menjelaskan dan menyampaikan wahyu ilahiah kepada manusia lainnya, akan tetapi orang-orang pilihan ini tetaplah juga manusia yang terikat dengan fitrah dan kausalitasnya. Suatu saat mereka pasti mati dan dijaman kita sekarang seperti inilah faktanya. Para Nabi sudah sejak lama wafat meninggalkan kita .. tidak ada Nabi yang masih hidup sampai hari ini, termasuklah dia Nabi Khidr dan Isa al-Masih sebagaimana banyak didongengkan oleh orang-orang.

    Status ke-Islaman kita, status kebersaksian kita sepeninggal Rasul adalah beralih langsung kepada Allah Azza Wajalla … tidak ada pemusatan kepada seseorang … karena didalam Islam memang tidak ada sistem kependetaan … jikapun pada masanya kita bersaksi dihadapan Rasul …. itu tidak lebih karena fungsi dan tugas mereka semasa hidupnya memang mengharuskan seperti itu. Akan tetapi sepeninggalnya ?

    Firman Allah :

    ” … dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Meyaksikan
    atas segala sesuatu “. -Qs. al-Ma’idah 5:117

    Secara historis, ayat ini merupakan kesaksian ( pernyataan ) dari Isa al-Masih mengenai status keimanan umatnya ( Bani Israel ) dan semua pertanggung jawaban mereka atas semua risalah yang pernah disampaikan kepada mereka sepeninggal beliau nantinya ( konteks ayat sekali lagi secara historis mengacu pada waktu beliau bicara ).

    Akan tetapi ayat ini ( atau perkataan dari Isa al-Masih ini ) diulang oleh Nabi Saw dalam hadis beliau ketika menjelaskan mengenai telaga Haudh, dimana pada hari kiamat kelak sekelompok orang dari umatnya ( beberapa literatur lain menyebutnya sebagai sejumlah sahabat ) digiring keneraka dan ketika Nabi bertanya dijawab bahwa mereka sudah ingkar kepada Rasul sepeninggal beliau dan akhirnya beliau berlepas diri dari mereka.

    Shahi Bukhari Vol 6, Book 60. Prophetic Commentary On The Qur’an (Ta…. Hadith 149.

    Narrated By Ibn Abbas: Allah’s Apostle delivered a sermon and said, ” Some men from MY FOLLOWERs will be brought and then (the angels) will drive them to the left side (Hell-Fire). I will say. ‘O my Lord! (They are) my companions!’ Then a reply will come (from Almighty), ‘You do not know what they did after you.’ I will say as the pious slave (the Prophet Jesus) said: And I was a witness over them while I dwelt amongst them. When You took me up. You were the Watcher over them and You are a Witness to all things.’ ( 5.117) Then it will be said, “These people have continued to be apostates since you left them.”

    Diriwayatkan dari Ibn al-Mussaiyab: sahabat-sahabat Nabi berkata, sesungguh Nabi SAW bersabda: Sebilangan lelaki daripada sahabat-sahabatku menghampiri telaga Haudh dan mereka digiring jauh daripadanya dan aku akan berkata: Wahai Tuhanku, sahabat-sahabatku (Ashabi). Dikatakan: Engkau tidak tahu apa yang mereka telah lakukan selepas engkau meninggalkan mereka; mereka murtad sepeninggalan engkau. – Riwayat Bukhari

    Selain hadis diatas, secara online juga bisa dibaca hadis-hadis sejenis :

    Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Aku akan mendahului kalian berada di telaga dan niscaya aku akan bertengkar dengan beberapa kaum namun aku dapat mengalahkan mereka lalu aku berkata: Wahai Tuhanku, tolonglah sahabat-sahabatku, tolonglah sahabat-sahabatku. Lantas dikatakan: Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu – Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4250 sumber : http://hadith.al-islam.com/bayan/display.asp?Lang=ind&ID=1322

    Hadis riwayat Asma binti Abu Bakar ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Aku berada di tepi telaga untuk melihat siapa saja di antara kalian yang akan minum dari telagaku. Dan akan ada sekelompok manusia yang akan dihalangi lalu aku bermohon: Wahai Tuhanku, mereka adalah sebagian dari diriku dan termasuk umatku. Kemudian dikatakan: Tidak tahukah engkau apa yang telah mereka perbuat sesudahmu? Demi Allah! Mereka langsung kembali kepada kekafiran sepeninggalmu. Kata seorang perawi, Ibnu Abu Malikah berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali kepada kekafiran atau dari cobaan terhadap agama kami – Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4245 sumber : http://hadith.al-islam.com/bayan/display.asp?Lang=ind&ID=1320

    Kesaksian … disatu sisi memang harus ada obyek dan subyek.
    Makna syahadat dalam keberimanan itu adalah sesuatu yang kompleks, yaitu adanya integralisasi antara perbuatan dengan perkataan.;

    Saat seseorang mengatakan dia beriman ( artinya disini dia mengakui Allah Tuhannya dan Muhammad Nabinya atau lebih umumnya dia beragama Islam ), harusnya dia mencerminkan syahadat itu dalam kesehariannya sehingga memang terbukti bahwa dia adalah orang Islam ( orang yang mengakui, orang yang memberikan kesaksian mengenai kebenaran akidahnya ).

    Firman Allah :

    Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat perkerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberikan-Nya kepada kamu apa yang kamu kerjakan”. -Qs. 9 at-Taubah :105

    Bekerja dalam konteks keagamaan kira-kira adalah : Buktikanlah bentuk kesaksianmu atas akidahmu itu… nanti biar Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mu’min lain yang akan menjadi saksi kebenaran dari ke-Islaman kita.

    Jadi kesaksian mengenai status keberimanan itu memang tidak terpusat pada satu orang secara khusus apalagi sampai harus berbaiat kepadanya sebagai tanda beriman atau Islam.

    Sesuatu yang simple sebaiknya jangan dibuat susah …

    Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menginginkan kesukaran bagimu – Qs. 2 al-Baqarah : 185

    Kaffah artinya totalitas, menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah semata.
    Dari alamat maupun id lain yang anda gunakan, maaf jika salah, saya bisa menebak anda bukan seorang muslim. Didalam ajaran kami, Kaffah hanya untuk Allah bukan untuk makhluk Allah termasuk yesus alias Isa Al-Masih yang hanya hamba dan Rasul Allah.

    Saya tidak akan berbicara panjang kata disini, namun jika anda penasaran dengan ulasan saya tentang Yesus, silahkan searching saja di arsiparmansyah.wordpress.com atau baca buku saya Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih atau anda boleh mendownload aplikasi PCBLKM versi freeware yang saya sediakan.

    Beberapa arsip tulisan saya yang mungkin bisa anda baca diantaranya :

    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/07/31/dialog-islam-kristen-pengalaman-rohani-dan-empirik/
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/07/24/tanya-jawab-dengan-kristiani-1/
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/19/islam-bukan-agama-penyembah-berhala-yang-maha-esa/
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/02/13/sk-ketuhanan-yesus-dan-tanggapannya/
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/24/doktrin-penebusan-tanya-jawab/
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/24/misteri-penyaliban-nabi-isa/

    dst

    Terimakasih atas perhatian anda.

  7. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya adalah muslim yg lahir dilingkungan pengikut sunnah yang menyampurkan tradisi ke dalam agama, tp seiring dengan perkembangan pemahaman diri saya mengenai Islam dari apa2 yang saya lihat di masyarakat terutama yang mengedepankan tradisi, menimbulkan banyak pertanyaan2 yang terus mengganjal di hati saya. Setiap saya bertanya ke para ustad setempat, mereka selalu memberikan jawaban yang kurang memuaskan. Akhirnya saya cari informasi dari luar seperti buku-buku yang sekarang Alhamdulillah begitu banyak kitab-kitab yang sudah diterjemahkan yang beredar di toko buku. Dari situ saya dapat pengetahuan yang tidak saya dapatkan di pengajian2 yang selalu saya ikuti di tempat saya tinggal. Dari begitu banyak informasi yang saya baca sampai akhirnya saya menemukan suatu pemikiran/pemahaman (Rasyad Khalifa) tentang Islam yang sangat bertolak belakang dengan apa2 sudah menjadi kebiasaan di masyarakat islam pada umumnya. Ada pemahaman dia yang menurut saya bisa dimengerti tp ada juga pendapat dia yang belum/tdk bisa saya terima. Dan sekarang terus terang saya merasa kebingungan dengan dasar pemahaman saya tentang islam mengenai sunnah. Sekarang saya merasa sedikit ragu akan kebaradaan sunnah karena begitu banyak hadis-hadis yang menurut saya tidak masuk akal dan terlalu mengada-ada. Tp saya tidak serta-merta meninggalkan sunnah. karna menurut saya banyak juga hadis2 yang benar walaupun kita tdk tahu apakah benar hadis tersebut datangnya dari Nabi atau bukan. Saya ingin bertanya, apakah kalau tidak melaksanakan ibadah sunah saya terus jadi murtad? (tdk sholat tarawih, sholat sunnah rawatib, sholat id, dll) mohon penjelasan dengan dalil-dalil yang kuat. Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  8. “kecintaan terhadap Ahli Bait adalah diatas segalanya sesudah Allah dan Rasul-Nya”

    Saya menghormati pendapat Arman, namun saya tergelitik tentang argumentasi dalil… Saya lebih cendrung dengan ungkapan:
    “mencintai orang-orang yang dicintai Rasulullah”

    Ini lebih pas menurut saya sebagai konsekuensi ke Imanan kepada Rasulullah… Maka di sini akan masuk Seluruh Sahabat, yang berjuang bersama Rasulullah.

    Semoga ini bisa menjadi nasehat, dari Saudaramu,

  9. Assalamu’alaykum Wr. Wb.,

    Terimakasih Pak Yuswar atas kunjungan bapak dalam blog saya di arsiparmansyah.wordpress.com

    Bahwa apa yang saya sampaikan semuanya punya dasar dan argumentasi yang kuat, dan itu sudah saya paparkan dalam buku-buku saya sebelumnya, terlebih tajam lagi pada 2 buku terakhir yang berjudul : Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq terbitan Hikmah Mizan Publika 2007 dan Ramalan Imam Mahdi : Akankah ia datang pada 2015, sebuah jawaban untuk Jaber Bolushi terbitan Serambi Ilmu Semesta 2008.

    Buku Jejak Nabi Palsu salah satu isinya adalah tanggapan untuk komunitas ingkar sunnah, syiah maupun juga penganut aliran sesat beserta mubahalah yang telah saya lakukan dengan mereka sementara buku Ramalan Imam Mahdi salah satunya membahas tentang makna syiah dan sunni, gagasan persatuan Islam, kredibelitas ahli bait dan para sahabat Nabi.

    Mungkin Bapak bisa membaca dulu argumentasi yang saya ulas dibuku-buku ini untuk kemudian, InsyaAllah bisa kita bicarakan kembali secara terbuka dan penuh argumentasi yang dapat dipertanggung jawabkan.

    Saya InsyaAllah akan sangat terbuka dengan semua kritik bila itu memang terbukti salah, terimakasih banyak atas nasehat yang diberikan.

  10. Untuk Bapak Ws.

    Tinjauan sunnah dan Qur’an sudah saya bahas dalam buku kedua saya yang berjudul : Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq terbitan Hikmah-Mizan Publika 2007

    Mungkin bapak bisa merujuk kebuku tersebut untuk jelasnya.
    Saya juga sedikit memberi tambahan dibuku ketiga yang berjudul : Ramalan Imam Mahdi, terbitan Serambi 2008.

    Semoga Bermanfaat.

  11. Asswrwb

    Saya sudah membaca tentang Anda, saya berdo’a mudah-mudahan keinginan Anda akan tercapai, sehingga tahap demi tahap kebobrokkan di legislatif dapat dikikis. Amin.

  12. asslmkm

  13. urun rembung untuk bapak ws..

    saya kira disitulah titik perjuangannya untuk ber-Islam dengan BENAR..apa-apa yang membuat ragu dan bingung itu berawal dari pemahaman, keyakinan dan amal kita yang kurang sehingga nafsu kita mempermainkan diri kita..ditambah lagi dihembus-hembuskan oleh setan terkutuk.

    ISTIQOMAH – KONSISTEN dalam ber-islam dengan kaffah dan BENAR hingga akhir hayat.–itulah PERJUANGAN KITA YG SESUNGGUHNYA. Artinya carilah KEBENARAN SEJATI yang pernah Nabi, keluarganya dan para shahabat perjuangkan..mereka para pejuang islam perdana yang sudah mendapat ridho Allah..yaqin lah pada pola ibadah mereka – para awwalun utk kita contoh karena memang hidup ini pada intinya selalu mencontoh..

    Kalaupun ada kesalahan pada sedikit oknum sahabat, itu hanya sepotong fragmen kehidupannya artinya tidak ada yg sempurna di dunia ini, bahkan nabi pun pernah salah, lantas kemudian kita buang semua/sebagian yang berbau sahabat / sunnah, sehingga mengenyampingkan hadits-2 mereka? kalau demikian, apa pengetahuan kita tentang itu semua? 1400 tahun kita terpisah dengan mereka..sangat jauh! bukan mustahil karena intrik politik atau kepentingan tertentu sejarah banyak dibelokan baik oleh mereka yang sunni, syiah ataupun mazhab ahlul bait sendiri…hal inilah yg banyak dilupakan oleh kita dan banyak kita yg tdk menyadarinya. Lalu apa yg membuat kita menjadi ISLAM sunni, syiah atau ahlul bait? ada KEYAKINAN dihati PASTI! bukan melulu karena ilmu, karena ilmu kita sedikit saja tergantung kapasitas masing-masing manusianya. Akhirnya yg menyatukan kita kembali kepada ISLAM yang satu hanya pertanyaan pada diri kita sendiri : apa yg telah kita buat untuk islam, apakah kita, dan yg hidup di akhir-akhir dekade jaman ini sudah lebih baik dari mereka-awwaluun, sementara mrk (para awwalun tsb) sudah dijamin surga??

    “ambillah kebenaran darimanapun asalnya dan berpihaklah kepada kebenaran BUKAN kepada kekuasaan, keturunan atau orang per orang, niscaya Allah akan memberi kebaikan kepada hati ini berupa pemahaman akan Agama”

    terima kasih.

  14. Salam dari PS Medan..

  15. selamat berjuang….sang pejuang….!!

  16. wah..
    panjang sekali ..
    :D

    setuju banget Pak…
    “Islam adalah Islam. Tidak ada sekterianisme didalam Islam, sebab memang Al-Qur’an justru mengecam orang-orang yang memecah belah agamanya.”

  17. pak arman,

    tolong jelasin ke saya tafsir dan takwil QS 62 : 2 dan 3
    jelasin juga ke saya dari sudut pandang sejarah turunnya ayat dan lugho arabnya ya pak…
    alhamdllh…..semoga bermanfaat dan memebri pencerahan…

  18. Assalamu’alaikum….
    Pak Arman, saya salut dengan keilmuan dan aktifitas anda. Namun saya sebagai sadara sesama muslim, merasa khawatir dengan pencantuman silsilah, sehingga ada kesan “man ana”…
    Afwan…

  19. salam dari smpatisan pks di jakarta. saya dukung perjuangan bang romli melawan orang-orang gila JIL

  20. Assalamu’alaykum Wr. Wb., Arman, saya berasal dari singapura, ingin bertanya tentang keturunan saya. Yang saya ketahui asal moyang saya berasal dari Palembang dan ingin sangat saya ketahui dari mana dan siapa kita sebanarnya…Terima Kasih.

  21. Gimana ya memulai alur kerjasama dengan penerbit buku, mizan, serambi.

  22. Ass Alaikum Wr wb
    Mas Arman ana mau tanya bleh tidak ? Pertanyaan saya seperti ini menurut anda imam mahdi ini gelar atau bukan? apakah dia dilahirkan pada masa kemunculannya atau jauh sebelumnya sudah dilahirkan kemudian diangkat seperti Nabi Isa Alahi salam, Karena menurut Versi Syiah Beliau Al Imam Mahdi adalah Muhammad bin Hasan Imam dua belas kaum Syiah & ada yang menyatakan bahwa beliau adalah Muhammad Bin Abdullah seperti yang dilansir dalam hadist-hadist kaum Ahlusunnah waljama’ah & kapan beliau datang ? sementara apa yang saya pernah baca di internet bahwa salah satu tokoh ulama termasyhur dari Tariqoh Naqsyabandi Syeikh Sayyid .muhammad ……pernah bertemu dengan imam mahdi di salah satu tempat wilayah jazirah arab, dan saya bekesimpulan bahwa beliau adalah seorang yang sangat Alim di antara kita dan beliau mengatakan bahwa umur dunia ini -+ sisa 50 tahun dan 40 tahun setelah pemerintahan mahdi.

Leave a Reply