Penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih”, “Jejak Nabi Palsu” dan “Ramalan Imam Mahdi”
Firman Allah : Sehingga tatkala ia sampai ditempat terbenam matahari, ia mendapatinya terbenam di air yang hitam (QS AL-Kahfi (18) :86)
Dewasa ini, banyak orang kafir bodoh yang dengan kebodohannya itu mencoba mengelabuhi orang-orang Islam awam dengan menyanggah ayat diatas sebagai pernyataan yang tidak masuk akal maupun irrasional, sebab kata mereka bagaimana mungkin disebut matahari bisa tenggelam kedalam air, bukankah dia terbit ditimur dan tenggelam dibarat ? dan karenanya ayat al-Qur’an itu menunjukkan kebodohan serta kepalsuannya. Tetapi sebenarnya, seperti yang saya katakan diawalnya, itu hanyalah ucapan orang-orang yang bodoh yang tidak perlu didengarkan, ibarat setan teriak setan.
Terjadinya siang dan malam telah menyebabkan adanya perbedaan waktu di permukaan Bumi kita ini. Dengan adanya pergerakan bumi dari utara keselatan dalam garis ekliptiknya maka terjadi juga pergantian siang dan malam sehingga matahari terlihat seolah terbit ditimur dan terbenam dibarat, padahal matahari tidak pernah terbit maupun terbenam.
Manusia membuat persepsi yang demikian disesuaikan dengan cara pandang yang mereka hadapi dan bukan berdasar kenyataan yang sebenarnya. Oleh karena itu pula dibeberapa tempat dalam al-Qur’an, ayat-ayatnya juga ditulis atau diwahyukan oleh Allah dengan mengikuti persepsi dan pandangan mata manusia. Misalnya disebutkan bila bumi ini bagai hamparan (Surah An-Naazi’aat ayat 30, Al-Ghasyiyah ayat 20) atau kemudian dalam kisah Dzulkarnain pada Surah Al-Kahfi ayat 86 dinyatakan matahari terbenam diair yang hitam).
Firman Allah : Sehingga tatkala ia sampai ditempat terbenam matahari, ia mendapatinya terbenam di air yang hitam (QS AL-Kahfi (18) :86)
Prof. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir al-Qur’anul Madjied “An-Nur” Djuz XVI penerbit Bulan Bintang Djakarta, Cetakan pertama 1964 pada halaman 12 dan 13 menulis :
Maka Dzulkarnain bermaksud pergi ketempat terbenam matahari lalu iapun menjalani jalan yang menyampaikannya ketempat matahari terbenam. Hingga apabila ia telah sampai kebatas pantai dari jurusan matahari terbenam, dan berhenti dipantai laut Atlantik, diapun melihat matahari seolah-olah terbenam kedalam laut itu.
Berkata al-Fachrurrazy dalam tafsirnya : Bumi ini adalah bersifat bola, sedang matahari bereda dalam falaknya (lintasannya). Sudah nyata diketahui bahwa tidak ada sesuatu kaum yang duduk dekat matahari. Demikian pula sudah nyata diketahui bahwa matahari itu jauh lebih besar dari bumi ini. Maka bagaimana bisa kita pahami bahwa matahari itu masuk kedalam air dibumi. Oleh karenanya perlulah kita takwilkan firman Allah ini dengan : setelah Dzulkarnain sampai kebatas benua Afrika sebelah utara, dia melihat matahari seolah terbenam kedalam air, sedang air itu berwarna gelap, walaupun sebenarnya tidaklah demikian. Bukankah orang yang berlayar dilaut melihat matahari terbenam kedalam laut ? Inilah takwil yang diterangkan oleh Abu ‘Aly al-Djubba’y dalam tafsirnya.
Mengenai identitas Dzulkarnain sendiri sebagaimana oleh H. Subhan Nurdin dalam bukunya ” Benarkah Isa & Dajal akan turun ? ” terbitan QultumMedia cetakan pertama 2006 halaman 179 :
Menurut versi barat, Dzulkarnain adalah Iskandar bin Philips al-Maqduny al-yunany ( orang Macedonia, Yunani ). Membangun Iskandariah. Ia juga murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan berbagai ekspansi ke India dan menaklukkan Mesir.
Menurut Asy-Syaukani, pendapat diatas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan bahwa Dzulkarnain adalah orang yang kafir, sementara al-Qur’an menyebutkan dzulkarnain orang yang mendapatkan petunjuk.
Menurut sejarawan Muslim, Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb al-Himyari atau Abu Bakar bin Ifraiqisy dari daulah al-Jumairiyah ( 115 SM – 552 SM ). Kerajaannya disebut at-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (pemilik 2 tanduk) karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari dibarat sampai Timur.
Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shaleh.
Saya pribadi berpegang pada pendapat yang terakhir, bahwa Dzulkarnain bukanlah Iskandar yang Agung atau Alexander The Great yang namanya masuk dalam jajaran 100 tokoh terkemuka Michael H Hart,. Sebab Alexander The Great bukan seorang Muslim, tingkah lakunya barbar dan sama sekali tidak mencerminkan orang yang dekat kepada Tuhan.; Malah lebih jauh saya berasumsi bahwa Dzulkarnain adalah salah satu tokoh Rasul Allah yang diberi kekuasaan sebagaimana Daud dan Sulaiman.
Filed under: Tulisan



ada buku baru bos……Ya’juj dan Ma’juj……saya rasa buku itu lebih ilmiah dan mendekati kebenaran dari beberapa sumber yang saya baca
[...] lagi, kalau dimaksudkan dengan Dzulkarnain itu adalah Alexander Yang Agung dari Macedonia, karena catatan riwayat hidupnya tidak menunjukkan [...]
Assalamualaikum,
Sedikit urun rembuk beberapa pendapat , mudah-mudahan tidak sok tahu dan mungkin agak aneh…(semoga tidak)
1. Kurun Waktu Hidup Dzulqornain
Kurun waktu hidupnya Dzulqarnain yaitu pada zaman nabi Ibrahim A.S (sesuai khabar dari hadits) menjadi salah satu kunci untuk mengenali siapa Dzulqornain.
a. Diriwayatkan dari jalan ‘Atha dari Ibnu Abbas bahwasanya Dzulqarnain masuk ke Masjidil Haram lalu mengucapkan salam kepada Nabi Ibrahim.
b. Dari Utsman bin Saj bahwasanya Dzulqarnain meminta kepada Nabi Ibrahim untuk mendoakannya. Nabi Ibrahim lalu menjawab: “Bagaimana mungkin, sedangkan kalian telah merusak sumurku?” Dzulqarnain berkata: “Itu terjadi di luar perintahku.” Maksudnya, sebagian pasukannya melakukannya tanpa sepengetahuannya.
c. Ibnu Hisyam menyebutkan dalam At-Tijan bahwa Nabi Ibrahim berhukum kepada Dzulqarnain pada suatu perkara, maka dia pun menghukumi perkara itu.
d. Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari jalan Ali bin Ahmad bahwa Dzulqarnain datang ke Mekah serta mendapati Ibrahim dan Ismail sedang membangun Ka’bah
Yang kita ketahui secara pasti bahwa Cyrus dan Alexander jelas tidak sezaman dengan nabi Ibrahim AS., sehingga jika hadits yang menjelaskan bahwa Dzulqornain itu sezaman dengan Nabi Ibrahim A.S. adalah hadits Shahih atau Hasan maka sebagai muslim sangat kuat landasan untuk mengatakan bahwa Cyrus dan Alexander bukanlah Dzulqornain……..tidak peduli semirip apapun ciri-ciri kehidupan mereka dengan kisah Dzulqornain dalam Al quran al karim.
2. Siapa raja-raja di zaman Nabi Ibrahim A.S. ?
Ada banyak pendapat mengenai kurun hidupnya Nabi Ibrahim A.S.
Menurut salah satu perkiraan (sementara) para sejarawan dan penanggalan kisah israiliyat, Nabi Ibrahim A.S. hidup pada kurun abad ke 18 SM (1812 BCE hingga 1637 BCE), dan pada saat tersebut peradaban Babylonia-lah yang sedang bersinar di dunia ini.
Sebelum periode abad 18 BCE tepatnya sekitar kurun 2300 SM, sejarah mencatat Dinasti raja-raja Akkadia-Summeria (di sekitar Baghdad/mesopotamia) yang didirikan Sargon adalah dinasti yang sangat berkuasa…..karenanya ada beberapa yang menghubungkan dinasti tersebut sebagai Nimrod dalam injil atau Namrudz menurut Islam…
Selanjutnya, mendekati zaman yang (menurut saya) sangat dekat dengan Nabi Ibrahim (sekitar 1812 – 1637 BCE), kekuasaan di daerah Semitic (sekitar Eufrat dan Tigris)) telah bergeser ke Imperium Babylonia dengan rajanya yang terkenal Hammurabi (1795 – 1750 BCE) dari bangsa Amorite.
Nah…..Hammurabi ini mungkin raja besar yang sezaman dengan Nabiyullah Ibrahim A.S
3. Ada apa di zaman Hammurabi?
Saya tidak berani menyimpulkan apakah Sang- Hammurabi ini mungkin sebagai Dzulqornain dalam Al-Quran, mengingat fakta sejarawan tentang Aqidah Hammurabi kurang mendukung, namun dialah yang sezaman (kira-kira) dengan Nabi Ibrahim dan memilki beberapa catatan berikut ini, simak saja:
a. Kekuasaan Hammurabi tergolong luas untuk ukuran zamannya, dari mulai daerah turki hingga ke (kalo tidak salah) wilayah Elamite di barat daya iran.
b. Pada zaman Hammurabi terdapat banyak pencapaian di bidang pertanian, teknik, dll. di bangsa babylonia.
c. Pada zamannya ditegakkan hukum yang dicantumkan dalam sebuah codex (sekarang dikenal sebagai codex hammurabi) yang memuat hukum-hukum kemasyarakatan dan menjadi inspirasi bagi banyak hukum setelahnya. Hammurabi digambarkan tidak membuat hukum itu tetapi menyampaikannya dari Tuhan (meski banyak yang menganggap ia masih menyembah shamash, Tuhannya orang Akkadia summeria yang berarti dewa matahari).
Anyway……Codex Hammurabi berisi hukum yang ditegakan untuk seluruh masyarakat seperti:
- Lex talionis (mata untuk mata, gigi untuk gigi) yang serupa dengan Qishas di Islam
- Terdakawa diberi kesempatan untuk mengajukan bukti-bukti dan menjadi perintis prinsip “praduga tidak bersalah”
- de..el..el yang banyak dan detail sekali
Karena itu Hammurabi juga banyak menjadi ikon hukum dan pemerintahan hingga zaman sekarang.
d. Pada zamannya peperangan di Timur dan Barat sebagai bagian dari penakukan banyak terjadi
e. Penggunaan logam untuk membendung sungai juga telah dikenal, termasuk untuk mencegah penyerangan lewat sungai
4. rajaraja lainnya…
Pada kurun 2170 – 1800 terjadi pergantian rejim dan dinasti yang cukup sering di sekitar Mesopotamia. Dari mulai dinasti sargon dari Akkad yang memiliki raja terkenal pada tahun 2160-an SM yaitu Narram-Sin, berganti Dinasti Guttian, beraganti Dinasti Ur-III dengan raja terkenalnya Ur-Nammu, beganti lagi elamite, dan elamite digantikan dinasti Babylonia-nya Hammurabi..
5. Jadi mungkinkah Hammurabi itu Dzulqornain ????
Belum pasti, dan mungkin ada yang menganggap ini pendapat gila…tapi…Wallahu ‘alam ???
Wassalam
Dzulkarnain adalah seorang firaun yang bernama akhnaton yang hidup sejaman dengan nabi Musa as, dia diusir dari mesir karena menyerukan orang mesir untuk menyembah 1 tuhan yang dia sebut Aton. Konsep Ketuhanan yang sama dengan Nabi Musa as.
Setelah diusir dari mesir, beliau berlayar mengarungi samudra dan terdampar di kepulauan Maladewa, yaitu tempat terbenamnya matahari. Setelah itu berlayar kembali dan terdampar di kepulauan Kiribati, yaitu tempat terbitnya matahari. Sebagai buktinya, Bentuk perahu nelayan pulau tersebut saat ini, mirip dengan perahu pada jaman mesir kuno.
Setelah singgah di kiribati, beliau berlayar kembali dan terdampar di negri diantara dua bukit, atau biasa disebut negri Cina. Yang dalam Al Quran di tulis bahwa kaum tersebut seperti tidak mengerti pembicaraan, maksudnya adalah bahasa mereka sangat berbeda dengan bahasa yang di pakai Dzulkarnain.
kata Ya’juj Ma’ juj sendiri berasal dari bahasa Cina yang artinya:
Ya’ = Asia
Jouj = Benua
Ma’ = Kuda
Jouj = Benua
Yang dapat disimpulkan Ya’ juj berarti Orang-orang yang berada di benua asia, meliputi sebagian cina, jepang, korea.
Sedangkan Ma’ juj berarti orang-orang yang berada di benua yang mayoritas penduduknya mahir mengendarai kuda, meliputi mongol, siberia, khazakstan, dan negara asia tengah.
pada waktu kedatanganya, Dzulkarnain berada pada jaman dinasti chang.
Yang akhirnya beliau diminta untuk membangun tembok penghalang yang masih berdiri kokoh sampai sekarang, yaitu yang biasa di sebut Tembok Besar Cina.
walaupun tidak semua tembok di bangun oleh beliau, tetapi teknologi pembangunanya mengikuti tenbok pertama yang dibangun Dzulkarnain.
Dan tembok pertama yang dibangun adalah tembok yang mengelilingi kerajaan Chang. Yang panjangnya 17m.
Tembok tersebut berada di provinsi Henan kota Xian jiang.
bila dilihat dari luar memang tembok tersebut terbuat dari batu, tetapi didalamnya terdapat pondasi yang terbuat dari campuran besi dan tembaga.
Dan ada pertanyaan, mengapa Allah mencantumkan bahasa cina ke dalam Al Quran. Sebagaimana kita tahu bahwa Al Quran berbahasa arab.
Bahwa bahasa cina tidak berubah dari jaman Kedatangan Dzulkarnain sampai sekarang, seperti bahasa arab yang tidak berubah.
Setelah pembuatan tembok pertama selesai, Dinasti chang runtuh. dan diganti dengan dinasti Zhou, yang artinya Dzulkarnain.
Demikian masukan dari saya.